Hi, How Can We Help You?

Monthly Archives: April 2019

April 12, 2019

BAGI PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour), semua jemaah umrahnya adalah keluarga. Makanya, suka maupun duka jemaah juga turut dirasakan.

Maret lalu misalnya. Manajemen Tazkiyah Tour turut dalam duka keluarga besar Hj Sitti Aisyah Karim Pasau, jemaah asal Takalar yang wafat empat hari setelah tiba di tanah air. Almarhumah bersama suami H Djamaluddin Lantara Nappu dan empat putri mereka berangkat umrah untuk Grup 28 Februari-10 Maret 2019.

Hj Sitti Aisyah tutup usia, beberapa saat setelah tiba di IGD RS Stella Maris, Makassar, Kamis malam, 14 Maret 2019. Keesokan harinya dimakamkan usai disalati oleh ratusan jemaah salat Jumat. Kepergian yang bagi keluarga besar almarhumah sungguh menjadi sebuah kehilangan besar, namun juga indah karena sosok orang tua yang penyabar itu menghadap Rabb-nya usai prosesi “membersihkan diri” di Tanah Suci. Menjalani umrah bersama orang-orang yang dikasihi.

Selain ungkapan duka yang dalam, pihak Tazkiyah Tour juga berupaya maksimal untuk menjalankan detail akad yang sebelumnya disepakati dengan jemaah. Yakni semua jemaah di-cover asuransi jiwa terhitung 30 hari. Jadi walau sudah tiba di kampung halaman, bila durasinya masih belum cukup 30 hari, asuransi jiwa tetap menjadi hak ahli waris.

Nah, hampir sebulan setelah meninggalnya Hj Sitti Aisyah, Tazkiyah Tour bersama salah satu mitra, Mandiri InHealth menyerahkan asuransi jiwa kepada perwakilan keluarga, Jumat, 12 Maret 2019.

H Djamaluddin, suami almarhumah sedianya hadir langsung di kantor Tazkiyah Tour, Ruko Diamond No 11, Jalan AP Pettarani. Namun karena harus menjenguk cucu yang sedang kurang sehat, dia digantikan oleh Brigpol Bahramsyah, salah satu menantunya.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Regional Head Mandiri InHealth, Gatut Nugroho dan Presiden Direktur Tazkiyah Tour, Ahmad Yani Fachruddin. Nilai asuransinya Rp50 juta.

“Terima kasih Tazkiyah Tour pengurusan dan pelayanan umrah, serta bantuan asuransi almarhumah ibu kami,” tutur Bahramsyah.

Managing Director Tazkiyah Tour, Adnan Syahruddin menjelaskan, selain asuransi jiwa, semua jemaah Tazkiyah Tour juga dilindungi asuransi perjalanan dan asuransi jiwa. Semua tertera jelas di lembaran akad yang diteken setiap jemaah.

Asuransi perjalanan misalnya, mencakup banyak item. Mulai dari perlindungan kecelakaan diri, biaya medis darurat, evakuasi medis darurat, dan lainnya.

“Bahkan untuk keperluan yang mengharuskan keluarga jemaah diterbangkan ke Arab Saudi, juga ditanggung,” ujar Adnan.

Asuransi perjalanan juga meliputi ganti rugi kehilangan uang hingga keterlambatan bagasi.

Sedangkan asuransi jiwa menjamin klaim meninggal karena sebab apapun. Misalnya sakit atau kecelakaan. Asuransi ini berlaku sebulan, bahkan hingga jemaah pulang kembali ke tanah air. (luzd)

April 11, 2019

PRODUK masih menjadi salah satu alasan utama orang rela datang ke sebuah tempat. Bahkan kini, harga cenderung semakin tak menjadi faktor. Asal kualitas bagus dan memuaskan, bungkus!

Tetapi, jangan lupa, pesan Tom MC Ifle, seorang master coach bisnis berpengaruh di Indonesia, tidak gampang membuat orang datang untuk kedua kali. Mereka membutuhkan alasan besar untuk melakukan order berikutnya.

“Itu tugas para leader di perusahaan. Membuat tim yang hebat yang kemudian menghasilkan produk dan pelayanan yang humanis,” ujar Tom pada Leadership Transformation Workshop di Vasa Hotel, Surabaya, Rabu (10/4/2019).

PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour), salah satu perusahaan yang mengirim tim ke training bersama Tom itu sudah mempraktikkan itu, beberapa tahun belakangan.

Pelan tetapi pasti manajemen membuat target bahwa layanan umrah atau haji yang menjadi produk, haruslah menjadi sesuatu yang selain menggetarkan hati, juga menyenangkan. Meninggalkan kesan mendalam. Kenangan-kenangan indah.

Pelayanan yang mengedepankan hubungan yang dalam pun diterapkan. Seseorang yang baru pertamakali ke kantor Tazkiyah Tour di Ruko Diamond No 11, Jalan AP Pettarani, Makassar, pun akan disambut sangat ramah. Dalam ruangan yang dingin namun dipenuhi customer service yang hangat.

Mereka bisa duduk di sofa empuk sambil mendapat penjelasan mengenai paket-paket yang tersedia. Perbincangan yang akan berlangsung di antara bunyi instrumen musik yang pelan namun syahdu.

Segala kelengkapan berkas kemudian menjadi urusan karyawan Tazkiyah Tour. Begitu berangkat ke tanah suci, jemaah dijamin segala kebutuhannya. Makanan tersedia dalam jumlah dan sesi yang cukup. Prinsipnya, umrah itu perjalanan panjang yang membutuhkan energi. Makanya, jemaah “dilarang” lapar.

Saat jemaah khusyuk menjalankan ibadah, ada dua jenis asuransi yang mengiringi; jiwa dan perjalanan.

Begitulah Tazkiyah Tour melayani. Berdasar standar manajemen mutu ISO 9001:2015 serta nilai-nilai luhur perusahaan. Para karyawan pun bisa menjalankannya dengan baik. Sebab sebelum mereka melayani jemaah, sudah terlebih dahulu disentuh perasaannya oleh perusahaan.

Di antara beberapa ritual yang rutin dilakukan karyawan dan direksi Tazkiyah Tour adalah sarapan dan makan siang bersama. Persis seperti yang dipesankan Tom di Surabaya; “Orang-orang dahulu kala yang hidup di gua, bila sudah mengajak seseorang ikut makan di dalam tempat tinggal, berarti sudah dianggap keluarga,” ucap mentor bisnis dari Merry Riana itu. (luzd)

April 10, 2019

Umrah atau haji yang menyenangkan menjadi hal yang selalu diprioritaskan PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour). Jemaah yang telah menaruh kepercayaan mesti dibuat happy. Puas jiwa dan raga.

Banyak cara dilakukan Tazkiyah Tour untuk senantiasa bisa mewujudkan itu. Saat ini perusahaan sedang gencar-gencarnya menaikkan layanan mutu. Manajemen semakin rapi dan humanis. Bahkan setelah sukses menggengam sertifikat ISO 9001:2015.

Hal lain adalah peningkatan kapasitas karyawan. Satu per satu sumber daya manusia Tazkiyah Tour dikirim ke ruang-ruang latihan. Di Makassar maupun kota lain di Indonesia. Itu belum termasuk pelatihan rutin di kantor Ruko Diamond No 11, Jalan AP Pettarani, Makassar.

Rabu (10/4/2019), kru Tazkiyah Tour kembali diikutkan dalam “Leadership Transformation Workshop” di Vasa Hotel, Surabaya. Pelatihan bergengsi yang diinisiasi Top Coach Indonesia (TCI).

Founder TCI, Tom MC Ifle membeberkan rahasia transformasi kepemimpinan di era yang serba teknologi ini.

Salah satu hal yang dititikberatkan Tom adalah seorang leader harus mampu membangun tim yang militan. Tetapi sekaligus tim yang bisa bekerja dalam suasana yang nyaman.

“Bikin secret handshake atau tos rahasia yang Anda dan tim praktikkan di kantor. Menjadi ciri kedekatan dan harmonisasi,” ucapnya.

Muh Anwar, salah satu kru Tazkiyah Tour yang ikut kelas Tom mengaku sangat termotivasi. “Cocok diterapkan di perusahaan kami. Tim bisa semakin kompak. Baik dalam hubungan dengan jemaah maupun kerja sama dengan para mitra,” tutur dia.

Anwar menambahkan, kru Tazkiyah Tour telah mendapat cukup banyak bekal untuk berkinerja maksimal. Pengetahuan terus ditambah lewat berbagai pelatihan. Medical check up rutin membuat karyawan bisa lebih tenang soal kesehatan.

“Kami juga dijadikan member gym. Setiap hari, baik sebelum maupun pulang kerja, kami latihan. Berkeringat dan bergembira,” bebernya.

Antusiasme dan kebugaran yang semakin terbangun dalam keluarga besar Tazkiyah Tour disebutnya menjadi energi untuk mempersembahkan pelayanan terbaik untuk jemaah. (luzd)

April 9, 2019
April 9, 2019

Dua lembar surat tiba di kantor PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour), Selasa (9/4/2019). Surat berkop Badan Standardisasi Nasional (BSN) itu berisi informasi penting nan membahagiakan.

Tazkiyah Tour, perusahaan perjalanan umrah dan haji khusus kesayangan Anda, dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti SNI Award 2019.

Jelas ini sangat menggembirakan. Sebab SNI Award adalah ajang bergengsi. Tazkiyah Tour menyiapkan diri selama dua tahun berturut-turut untuk memenuhi standar sangat tinggi yang ditetapkan BSN, lembaga negara non kementerian.

Untuk menjadi peserta saja memang sudah harus menjalani serangkaian seleksi ketat. Juga harus memenuhi berbagai persyaratan. Di antaranya telah beroperasi minimal tiga tahun, telah menerapkan SNI (semisal sistem manajemen mutu ISO).

SNI Award 2019 melibatkan juri-juri independen. Orang-orang terkenal pakar dalam bidang masing-masing dan sering kita lihat wajahnya di televisi. Pakar manajemen, ekonomi, standardisasi, dan lainnya.

Prof Rhenald Kasali, Ph.D, didapuk sebagai ketua dewan juri. Didampingi masih banyak tokoh penting, misalnya Jusman Syafii Jamal (Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia), Kemal E Gani (Pemred Majalah Swa), hingga Joni Hermana (Rektor Institut Teknologi Sepuluh November).

Kepala Kantor Layanan Teknis BSN Makassar, Taufiq Hidayat menuturkan, SNI Award merupakan penghargaan tertinggi dari Pemerintah Republik Indonesia bagi perusahaan/industri/organisasi penerap SNI yang juga berkinerja baik dan berkelanjutan.

Presiden Direktur Tazkiyah Tour, Ahmad Yani Fachruddin menargetkan award kategori Gold pada SNI Award. Pihaknya pun sudah sangat mengikuti tahapan demi tahapan penilaian.

Tazkiyah Tour adalah perusahaan layanan umrah dan haji khusus pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat ISO. Piagam ISO 9001:2008 dari Mutu Certification International diterima pada 2016 lalu.

Sejak saat itu, standar tinggi terus diterapkan korporasi yang telah berkiprah 18 tahun ini. Keharusan menjalani audit setiap tahun membuat Tazkiyah Tour semakin rapi soal manajemen mutu.

Efeknya adalah tingkat kepuasan pelanggan yang terus meningkat. Versi terbaru ISO 9001:2015 pun digenggam Tazkiyah Tour pada 2018. (*)

April 8, 2019

PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour) menjadi perusahaan layanan umrah dan haji khusus pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat ISO. Piagam ISO 9001:2008 dari Mutu Certification International diterima pada 2016 lalu.

Sejak saat itu, standar tinggi terus diterapkan korporasi yang telah berkiprah 18 tahun ini. Keharusan menjalani audit setiap tahun membuat Tazkiyah Tour semakin rapi soal manajemen mutu.

Efeknya adalah tingkat kepuasan pelanggan yang terus meningkat. Versi terbaru ISO 9001:2015 pun digenggam Tazkiyah Tour pada 2018.

Presiden Direktur Tazkiyah Tour, Ahmad Yani Fachruddin menuturkan, ISO tak hanya tentang brand awareness. Lebih dari itu, ISO adalah standar yang mesti selalu dicapai oleh manajemen perusahaan dalam seluruh aspek.

“Output utamanya adalah kepuasaan pelanggan,” ujarnya di sela audit ISO di kantor Tazkiyah Tour, Ruko Diamond No 11, Jalan AP Pettarani, Senin (8/4/2019).

Audit tersebut dilakukan hingga Selasa (9/4/2019). Menghadirkan Isyana Dewi, auditor Mutu Certification International dari Jakarta. Seluruh struktur manajemen Tazkiyah Tour menjalani serangkaian audit, terkait kinerja divisi masing-masing.

“Hasil audit sangat terkait dengan perpanjangan sertifikat ISO,” ucap Isyana.

Audit menitikberatkan pada pemeriksaan kesesuaian perencanaan dan pelaksanaan. “Verifikasi bahwa semua yang direncanakan telah dituliskan. Dan semua yang dituliskan telah dilaksanakan. Makanya berbasis dokumen,” tutur Ahmad Yani lagi.

Sejak menerapkan standar ISO, imbuh Ahmad Yani, jumlah jemaah umrah Tazkiyah Tour malah menurun. Tetapi secara kualitas, meningkat. Laba perusahaan naik, jumlah karyawan bertambah signifikan, kantor baru nan modern berlantai empat pun mampu dibangun.

“Sebelumnya jemaah banyak namun banyak juga kerugian. Kita disibukkan komplain jemaah,” tambahnya.

Nah, setelah ISO, tingkat kepuasaan jemaah terus menanjak. Imbasnya adalah kebahagiaan jemaah. Berbanding lurus dengan performa perusahaan yang semakin baik.

Kini, Tazkiyah Tour juga berkompetisi pada SNI Award 2019. Event yang jurinya diketuai Rhenald Kasali, pakar manajemen dan juga guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI). Tazkiyah Tour sudah berada di seleksi tahap kedua dan manargetkan award kategori Gold.

SNI Award adalah ajang bergengsi. Untuk menjadi peserta saja sudah harus menjalani serangkaian seleksi ketat. Juga harus memenuhi berbagai persyaratan. Di antaranya telah beroperasi minimal tiga tahun, telah menerapkan SNI (semisal sistem manajemen mutu ISO).

Selain Rhenald, masih banyak tokoh penting yang menjadi juri. Misalnya Jusman Syafii Jamal (Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia), Kemal E Gani (Pemred Majalah Swa), hingga Joni Hermana (Rektor Institut Teknologi Sepuluh November). (luzd)