fbpx
Hi, How Can We Help You?

Monthly Archives: May 2019

May 21, 2019

COBA periksa mushaf Alquran di lemari atau meja rumah Anda. Kira-kira butuh berapa lama percetakan menyelesaikannya? Satu hari mungkin terlalu lama.

Tetapi Alquran yang satu ini berbeda. Nazeem Akhtar, sang pembuat mushaf masih berusia 30 tahun saat mulai menoreh ayat pertama tahun 1987. Proyek pribadi yang tak didasari apapun kecuali kecintaan kepada kitab suci itu baru selesai pada Januari 2018, saat Nazeem sudah berumur 62 tahun.

Mushaf itu kini mendapat kedudukan istimewa di The Holy Quran Exhibition atau Museum Alquran, Kota Madinah. Dari Masjid Nabawi, Anda hanya harus berjalan kaki sedikit ke arah barat. Tempat yang modern nan canggih yang berisi banyak Alquran, dari versi cetak hingga digital.

Lalu mengapa mushaf Nazeem mesti menghabiskan waktu lebih dari tiga dekade? Sebab dia menulisnya tidak menggunakan pulpen. Melainkan benang.

Huruf demi huruf dia jahit sambil tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Dia menyisihkan waktu untuk melanjutkan sulaman, rata-rata setiap dini hari sampai menjelang salat Subuh.

Ketika tetangganya mungkin masih terlelap, dia sudah harus dalam konsentrasi tinggi. Itu lantaran karya yang dibuatnya bukanlah buku, tetapi kalimat-kalimat Allah. Tidak boleh ada satu bagian pun yang salah.

Dia selalu dalam keadaan wudu saat menyulam. Jarum dan benang baru akan digunakannya setiap selesai melakukan salat sunat dua rakaat. Ketika mulai menjahit pun dia basahi bibirnya dengan zikir. Apalagi, tentu saja, dia memang sedang tidak menjahit saja, tetapi sekalian mengaji pula. Merapal setiap huruf, kata, kalimat suci.

Nazeem melakukan itu di rumahnya, Gujarat, Pakistan. Dia membutuhkan 300 meter kain untuk mengakomodasi total 77.439 kata dalam Alquran.

Syadam Husein Abdullah, pemuda Indonesia yang menjadi salah satu petugas di The Holy Quran Exhibition bilang, mushaf Nazeem tidak satu. Semuanya ada sepuluh. Satu mushaf terdiri atas tiga juz.

“Berat keseluruhan 54 kilogram,” ujar Syadam kepada jemaah umrah Tazkiyah Tour dan Sint Travel (anak grup Tazkiyah Tour), beberapa waktu lalu.

Lelaki asal Banjarmasin itu mengisahkan, Nazeem datang ke Madinah pada musim haji tahun lalu. Sebuah perjalanan yang juga dimaksudkannya untuk mengakhiri berbagai tawaran yang datang.

Nazeem mengaku buah tangannya itu telah diminta banyak orang di banyak tempat. Namun dia hanya mau mushaf yang setiap eksamplar memiliki panjang 22 inci dan lebar 15 inci itu disimpan di Madinah. Tepatnya di The Holy Quran Exhibition, bangunan yang sebenarnya juga belum berdiri cukup lama. Namun yang jelas jaraknya hanya beberapa meter dari makam manusia mulia, Nabi Muhammad saw.

Ketika kali pertama datang itu, Nazeem hanya membawa satu mushaf. Sembilan lainnya tetap di Pakistan. Mungkin jaga-jaga andai pengelola museum tidak berminat.

Namun karyanya itu terlalu monumental untuk ditolak. Sebuah ruangan bahkan dibuatkan khusus untuk menampung mushaf yang total memiliki 724 halaman tersebut.

Nazeem lalu datang tiga bulan kemudian. Membawa niat baik dan sembilan mushaf yang tak dia sertakan dalam perjalanan sebelumnya menjalankan rukun Islam kelima. Dan dia menolak imbalan.

Memang bukan uang yang Nazeem harapkan. Tetapi keberkahan. Kalaupun ada cita-cita manusiawinya, dia hanya ingin Alquran sulamannya itu terdaftar di Guinness Book of World Record. Agar kelak, bahkan ketika dirinya sudah tidak di dunia, namanya tetap tercatat sebagai orang yang melakukan hal semacam itu. Menjahitnya; menghabiskan seperdua hidupnya untuk itu.

Dalam sebuah wawancara yang bisa kita tonton di Youtube, perempuan dengan tindik kecil di hidung itu menceritakan saat dia membawa mushaf itu ke Madinah. Imam Masjid Nabawi hadir saat kitab dalam ukuran besar itu dimasukkan ke kotak kaca, di salah satu ruangan museum yang dingin dan harum.

“Itu hari terbaik dalam hidup saya,” kata Nazeem. Basah pipinya mengatakan itu.

Jika Anda pernah mendengar kata “mahakarya”, Alquran yang dikerjakan seorang diri oleh Nazeem, menghabiskan 84 kotak benang dan separuh dari usianya itu adalah sesungguh-sungguhnya mahakarya.

Berumrah atau berhajilah, sebab Anda bisa sekalian melihat langsung mushaf limited edition itu. Jangan lupa mengirim doa untuk sehat dan berkahnya hidup Nazeem. Dia terlalu baik untuk tidak kita jadikan inspirasi. (*)

Ditulis oleh Imam Dzulkifli
untuk tazkiyahtour.co.id

May 20, 2019

Bulan Ramadan sudah separuh, namun semangat harus tetap penuh. Ibu-ibu majelis taklim se-Kecamatan Panakkukang, Makassar, menunjukkan itu, Senin (20/5/2019).

Sejak pagi, emak-emak berbusana muslimah meramaikan kantor Tazkiyah Tour, Ruko Diamond No 11, Jalan AP Pettarani, Makassar. Mereka bertilawah dan berselawat.

Bukan sekadar untuk menyemarakkan, tetapi juga berkompetisi. Lomba tilawah dan selawat ini digelar Tazkiyah Tour menggandeng Badan Koordinasi Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Panakkukang.

Sebelum pengumuman pemenang, dewan juri Hj Sitti Umrah Saleh mengomentari penampilan semua kelompok majelis taklim. Ada beberapa koreksi.

Sitti Umrah menyampaikannya diselingi senda gurau sehingga tetap memancing semangat peserta. Tawa santai sebelum mendengarkan hasil rembuk para juri.

Akhirnya nama-nama pemenang disebut. Majelis Taklim Ulul Albab menjadi juara. Disusul Majelis Taklim Permata Tamamaung sebagai juara II dan Majelis Taklim Miftahul Jannah sebagai juara III.

Sementara itu, juara harapan I diraih Majelis Taklim Sajaratul Yakin. Juara Harapan II Majelis Taklim Babul Jannah. Juara Harapan III
Majelis Taklim Salsabilah.

Para pemenang mendapatkan hadiah uang tunai. Hadiah diserahkan Komisaris Utama Tazkiyah Tour, Hj Syamsidar.

Istimewanya, di tengah acara, Presiden Direktur Tazkiyah Tour, Ahmad Yani Fachruddin mengumumkan ada hadiah tambahan. Tidak tanggung-tanggung, hadiahnya adalah umrah gratis untuk satu orang pemenang.

Pengundian pemenang umrah akan dilakukan 30 Mei mendatang, di sela buka puasa bersama di kantor Tazkiyah Tour.

Sepanjang Ramadan 1440 Hijriah ini, Tazkiyah Tour menghelat banyak kegiatan. Kru semakin sibuk. Ada seminar ekonomi (SOP untuk UMKM), seminar kesehatan menggandeng Prodia, bagi-bagi takjil, dan beberapa acara lagi.

Managing Director Tazkiyah Tour, Adnan Syahruddin menuturkan, corporate social responsibility (CSR) dari pihaknya memang banyak dilaksanakan pada bulan suci.

“Tetapi sebenarnya hampir setiap saat kami menggeber CSR. Ini wujud kontribusi Tazkiyah Tour kepada agama, lingkungan, nusa dan bangsa,” tuturnya. (*)

May 11, 2019

Era kolaborasi bukan lagi di depan mata. Tetapi memang sudah dipijak. PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour) memaknai era itu dengan menjembatani usaha mikro kecil menengah (UMKM) mendapat mentoring.

Belasan owner UMKM berkumpul di lantai 3 kantor Tazkiyah Tour, Sabtu (10/5/2019). Akh Alim Mahdi, founder Master SOP datang khusus dari Bali untuk membagi ilmu manajemen usaha; bagaimana membangun bisnis menggunakan sistem.

“Agar bisnis jalan, orangnya jalan-jalan,” tutur Alim. Kalimat yang juga dia tempel sebagai stiker di cover laptopnya.

Dari pagi hingga sore, Alim membagi trik-trik membangun usaha dengan segala struktur dan penjabarannya.

Menurut pria Mojokerto yang sejak 1994 tinggal di Denpasar itu, belum sempurna owner jika justru tidak punya banyak waktu luang.

“Tanda bisnis yang belum punya sistem yang baik itu adalah bos lebih sibuk dari karyawannya,” tambah Alim.

Makanya, dia mengajak para pemilik UMKM itu untuk membuat SOP, standar operasional dan prosedur. Usaha berjalan di atas aturan main. Tak peduli siapa karyawan yang mengisi. Atau bahkan karyawan silih berganti.

Keistimewaan sistem menurut Alim adalah sistem tidak jatuh cinta. Artinya, tak bermain di wilayah perasaan. Karyawan yang sedang tidak berkinerja baik akan langsung ketahuan dan “dihukum” sendiri oleh sistem.

“Kalau ada karyawan yang sakit, ada yang gantikan dengan cara kerja yang sama. Kerja yang berpedoman SOP,” tutur Alim lagi.

Presiden Direktur Tazkiyah Tour, Ahmad Yani Fachruddin, menuturkan, salah satu program corporate social responsibility (CSR) pihaknya memang mengajak UMKM tumbuh bersama.

“Insyaallah ke depan semakin banyak kegiatan pelatihan untuk teman-teman UMKM,” ucapnya.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, imbuh Ahmad Yani, Tazkiyah Tour yang bergerak di jasa layanan umrah dan haji khusus itu akan memfasilitasi UMKM untuk berhubungan dengan perbankan. (*)