, Di Balik Fenomena Langka Arafah Diguyur Hujan saat Wukuf

Di Balik Fenomena Langka Arafah Diguyur Hujan saat Wukuf

Read Also: Slurrrp, Daging Kambing Panggang di Atas Nasi Mandi

MEKAH – Jika Anda menyaksikan di televisi Arafah tiba-tiba diguyur hujan saat 2,5 juta jemaah haji melakukan wukuf, kemarin, Anda tidak salah lihat. Memang turun hujan.

Sejak pagi hingga siang waktu Saudi, jemaah dari seluruh dunia memenuhi Arafah untuk melaksanakan wukuf. Syarat utama rukun haji.

Cuaca panas capai 45 derajat tidak menyusutkan semangat jemaah untuk bisa tunaikan ibadah haji sebagai tamu Allah.

Jemaah haji seluruh negara termasuk Indonesia sudah mulai mulai bergerak ke Arafah pada Jumat (9/9/2019) atau pada 8 Zulhijah sekitar pukul 07.00 pagi waktu Arab Saudi. Termasuk jemaah haji khusus Tazkiyah Tour, dan bagian dari konsorsium; Anmar dan Pacto.

Pergerakan ke Arafah alhamdulillah lancar. Panitia haji Indonesia dari Kementerian Agama sudah melakukan persiapan agar tidak terjadi kemacetan. Dilakukan secara bergelombang, dibagi dalam tiga fase: pukul 07.00-12.00, 12.00-16.00, serta 16.00-24.00.

Jemaah asal Indonesia menempati tenda-tenda yang terpasang di maktab. Satu maktab berisi ratusan jemaah dari beragam travel.

Dalam tenda, para jemaah berdiam diri meski ada juga yang memilih duduk beralaskan karpet di luar. Untuk mengevaluasi segala perbuatan selama perjalanan hidup. Berzikir, berdoa, membaca Quran, hingga salat jadi kegiatan jemaah di Arafah.

Mansur Daeng rombo, 58 tahun, jemaah haji asal Gowa yang berprofesi sebagai penjual coto sangat bersyukur. Tak menyangka dengan kondisi perekonomian keluarga yang biasa saja bisa menunaikan ibadah haji.

“Tidak terbayangkan, menangis terharu saya,” ujar Mansyur. Dia mengaku memperbanyak bacaan talbiyah, zikir, dan membaca Alquran selama di Arafah.

“Wukuf itu penghambaan mengakui dosa mulai akil balik baik dosa kecil dan besar bisa diingat dan seluruhnya dilaporkan ke Allah,” jelasnya.

Dokter Dewi Setiawati pun bersyukur sebagai tim medis Tazkiyah Tour. Bisa diamanahkan bersama kakaknya, dr Wachyudi Muchsin merawat kesehatan tamu Allah.

Pembimbing jemaah Ustaz Salahuddin Ayyub Fakhruddi bersyukur sebab saat wukuf, Arafah yang awalnya panas terik tiba tiba diguyur hujan.

“Ini fenomena alam yang langkah di sini. Insyaallah sebagai hujan berkah, seluruh jemaah menjadi haji mabrur. Sebagai refleksi diri untuk kembali ke kesucian dan menerapkannya pada perilaku saat kembali ke masyarakat,” ucapnya. (*)

Laporan

dr Wachyudi Muchsin dari Arafah.

COMMENTS