fbpx
Hi, How Can We Help You?

Monthly Archives: September 2019

September 30, 2019

JAKARTA – Malam penganugerahan Raksa Nugraha Indonesian Consumer Protection Award 2019 semakin dekat. Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) akan melakukan pengumuman pada 16 Oktober mendatang.

Senin, 30 September 2019, BPKN mengundang perwakilan perusahaan-perusahaan yang dianggap telah memperlihatkan upaya perlindungan konsumen untuk datang ke Jakarta. Tidak banyak. Hanya lima perusahaan yang mendapat kesempatan presentasi.

Perusahaan yang diundang adalah PT Petrokimia Gresik, PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Pelindo Nusantara Citra, PT Fatimah Az-Zahra, dan satu perusahaan asal Makassar, PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour).

Managing Director Tazkiyah Tour, Adnan Syahruddin berhadapan dengan 10 panelis Raksa Nugraha di Ruang Rapat Anggrek Gedung Tengah lantai 12 Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat.

“Semua panelis mengajukan pertanyaan. Alhamdulillah bisa dijawab karena memang sudah jelas program perlindungan konsumen yang kami terapkan,” ujar Adnan.

Tazkiyah Tour sejak 2015 mengaplikasikan Tiket Umrah. Setiap calon jemaah umrah mendapat selembar “tiket” yang berisi segala layanan yang akan didapatkan. Kemudian ditindaklanjuti lebih detail dengan surat akad.

Dalam akad itu tertera semua fasilitas yang berhak konsumen nikmati. Bahkan jauh hari sebelum ke tanah suci, calon jemaah sudah mengetahui kode booking dan nomor penerbangan, nama hotel, jenis katering, asuransi, bus, jadwal jalan-jalan hingga belanja, dan lainnya.

Istimewanya, jika ada hal dalam akad yang jemaah merasa tak dapatkan, langsung dilakukan pembayaran ganti rugi.

Tiket Umrah dan akad yang diluncurkan Tazkiyah Tour memang jadi semacam oase di tengah bermunculannya penipuan berkedok umrah yang terjadi di beberapa daerah. Adnan mengatakan, Tazkiyah Tour merasa harus jadi pionir dalam menerapkan perlindungan konsumen. Apalagi, konsumen yang dilayani bukan sembarangan, tamu Allah.

Sebelumnya, Koordinator Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN, Arief Safari mengatakan, pelaku usaha yang sudah kasat mata mampu melindungi konsumen mesti mendapat apresiasi.

Maka digelarlah Raksa Nugraha ini untuk pertama kalinya. Ditetapkan sebagai agenda tahunan. Pada 2020, Raksa Nugraha tidak hanya menilai pelaku usaha tetapi juga pemda. Tahun Ketiga (2021) dan tahun selanjutnya penilaian akan terus berkembang sesuai dengan kondisi yang ada.

Tazkiyah Tour berharap bisa mengharumkan nama Sulawesi Selatan dengan mencetak sejarah di tahun perdana Raksa Nugraha ini. Perusahaan yang sudah berkiprah 19 tahun ini juga sedang menantikan pengunuman SNI Award 2019. Ajang bergengsi yang digelar Badan Standardisasi Nasional (BSN), lembaga pemerintah non kementerian.

Tazkiyah Tour sudah lolos hingga tahap akhir (on site evaluation) dan tinggal menunggu keputusan dewan juri yang diketuai Prof Rhenald Kasali.

Tazkiyah Tour meraih sertifikasi ISO 9001:2008 pada 2016 untuk layanan umrah. Setahun kemudian giliran layanan haji. Kini, sertifikasinya bahkan sudah meningkat menjadi ISO 9001:2015. (fit-sur)

September 30, 2019
September 30, 2019

MADINAH – Hari yang dinanti telah tiba. Senin, 30 September 2019, 45 jemaah umrah Sint Travel (Tazkiyah Tour Group) menuju Mekah. “Pamit” setelah empat hari di Madinah untuk kemudian naik bus menuju kota kelahiran Nabi Muhammad saw.

Rombongan berangkat setelah sarapan, pukul 08.00 waktu Saudi atau kira-kira pukul dua siang waktu Indonesia.

Jemaah dijadwalkan tiba di Bir Aly, tempat pengambilan miqat pada pukul 09.30 waktu setempat. Di situlah mereka melakukan salat sunat Ihram dan mempermantap niat umrah.

Rombongan yang didampingi KH Anwar Sadat itu diagendakan sudah berada di Mekah sebelum Asar. Check in hotel, istirahat sejenak, lalu menuju Masjidilharam. Tawaf dan prosesi umrah lainnya akan dilakukan bakda salat wajib.

Sepanjang perjalanan dari Madinah ke Mekah, jemaah diingatkan untuk membersihkan hati. Memperkuat niat. Juga tak lupa memperbanyak talbiah.

Insyaallah dalam beberapa jam ke depan, jemaah akan melakoni ibadah umrah, yang tentu sudah sangat diidam-idamkan itu.

Dari detik ke detik di dalam perjalanan darat dari Madinah itu, jarak Mekah tentu kian dekat.

Dan itu artinya… Kakbah semakin dekat… Kakbah semakin dekat. Labbaik Allahumma Labbaik. (fit-sur)

September 28, 2019
September 28, 2019

MADINAH – Luar biasa semangat jemaah umrah Sint Travel (Tazkiyah Tour Group). Baru tiba di Madinah, Jumat (28/9/2019) setelah menempuh perjalanan panjang dari tanah air, berbagai kegiatan langsung mereka lakukan.

Usai salat Subuh di Masjid Nabawi, jemaah kembali ke hotel untuk istirahat dan merapikan barang. Namun tak bisa lama. Sebab jadwal salat Jumat sudah dekat.

Malamnya, kira-kira pukul 21.15 atau Sabtu dini hari waktu Indonesia, mereka (khususnya yang laki-laki), memutuskan untuk masuk antrean ke Raodah. Bagian paling diburu di Nabawi. Taman-taman surga, kata Rasulullah saw.

Didampingi KH Anwar Sadat, jemaah Sint Travel dengan sabar menanti giliran. Apalagi antrean tak begitu panjang. Setelah musim haji, volume jemaah dari berbagai penjuru dunia memang belum terlalu padat.

Jemaah pun relatif leluasa. Berdoa di Raodah. Juga ziarah makam Nabi Muhammad. Lantunan selawat terus terdengar.

Hari ini atau paling lambat besok, giliran jemaah perempuan Sint Travel yang akan berburu Raodah. Pendampingnya perempuan juga. Seorang warga negara Indonesia yang bermukim di Madinah. (fit-sur)

September 27, 2019

MAKASSAR – Malam yang hangat di Khayangan Room Swiss-Belhotel, Jumat (27/9/2019). Ada sesi jamuan makan dan apresiasi untuk mitra-mitra terbaik Silk Air (Singapore Airlines Group).

Tidak banyak orang. Hanya sebelas meja bundar. Diisi oleh pimpinan perusahaan yang sepanjang 2018-2019 menjadi mitra penting maskapai internasional tersebut.

Acara berlangsung privat dan akrab. Bertajuk 6th Anniversary & Agent Appreciation Night. Manager Silk Air Makassar, Mr Ravi memberi pidato singkat.

“Terima kasih atas kepercayaan dan angka-angka yang menggembirakan setahun ini,” ujarnya.

Pemberian penghargaan dilakukan di sela acara. Tidak banyak juga. Hanya agen-agen yang berkontribusi besar dalam kinerja penjualan Silk Air dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Tazkiyah Tour mendapat penghargaan sebagai Top MI & TR Umroh Agent FY 2018-2019. Travel umrah dan haji khusus pemegang sertifikasi ISO 9001:2015 itu menjadi kontributor terbesar bagi pencapaian tiket perjalanan Makassar-Singapura-Jeddah untuk grup Singapore Airlines.

Mr Ravi memberikan plakat kepada Ahmad Yani Fachruddin, Presiden Direktur Tazkiyah Tour.

Travel lain yang mendapat penghargaan antara lain Dewi Wisata, Suita Tour, Limbunan. (fit-sur)

September 26, 2019

MAKASSAR – Satu lagi bukti bahwa panggilan ke tanah suci bisa datang kepada siapa saja yang mau. Bahkan ketika ia tampak tidak mampu.

Adalah seorang lelaki penjaga masjid di Barru yang kali ini merasakannya. Muhiddin Lakade Labasire namanya.

Saat tulisan ini dibuat, Kamis, 26 September 2019 pukul 21.20 Wita, pria 86 tahun itu sedang di dalam pesawat grup Singapore Airlines. Tujuan Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

Muhiddin tergabung dalam rombongan umrah Sint Travel, anak grup Tazkiyah Tour.

Keberangkatannya ini adalah jawaban dari doa-doanya selama puluhan tahun. Tak lelah-lelah dia merawat impian menuju Baitullah. Walau umur tak muda lagi dan penghasilan sehari-hari sekadar cukup untuk makan.

Muhiddin adalah salah satu penjaga Masjid Islamic Center di Kabupaten Barru. Hari itu, Minggu, 6 Januari 2019, dia ikut memasukkan nama ke kotak undian acara Tablik Akbar Tazkiyah Tour di tempatnya bekerja.

Bupati Barru, Suardi Saleh hadir. Sang orang nomor satu juga yang mencabut undian untuk hadiah utama; satu paket umrah.

Semua hening sampai pembawa acara menyebut nama pemenang. Seseorang dari arah belakang lalu melangkah ke depan. Pelan dan gugup.

Berlinang air matanya. Bibirnya melafalkan hamdalah. Berulang-ulang.

Dan orang itu adalah Muhiddin, sang penjaga masjid yang sudah lama mendambakan salat di Masjidilharam, di depan Kakbah.

“Lama sekali mi saya mau,” katanya dengan mata memerah dan basah.

Jika semuanya lancar, Muhiddin sudah akan tiba di Madinah, Jumat dini hari waktu Saudi, atau Jumat siang waktu Indonesia.

Empat hari di Madinah, Muhiddin dan rombongan akan menuju Mekah. Menjalani prosesi umrah.

Sekali lagi kita belajar tentang dahsyatnya kekuatan impian dan doa. Siapa sangka seorang Muhiddin bisa pergi umrah.

Dia orang kecil, tetapi niatnya besar. Dan Rabb-nya mahabesar. (*)

Imam Dzulkifli
untuk tazkiyahtour.co.id