Hi, How Can We Help You?

Monthly Archives: December 2019

December 31, 2019

MEKAH – Ada nama Kamaruddin Amin dalam daftar rombongan umrah Tazkiyah Global Mandiri yang saat ini sudah di Mekah. Kemarin waktu Saudi sudah menjalankan umrah yang pertama.

Kamaruddin sosok yang tidak asing. Seorang akademisi. Profesor yang saat ini menjabat sebagai Dirjen Pendidikan Islam di Kementerian Agama RI. Putra Bugis, asal Bone.

Dengan segala portofolio tersebut, juga dengan domisilinya di Jakarta, Kamaruddin bisa saja berangkat lewat biro travel ibu kota. Namun dia memilih Tazkiyah yang notabene berbasis di Makassar.

Ternyata, Kamaruddin tertaut oleh pengalaman mondok masa lalu bersama Ahmad Yani Fachruddin, presiden direktur sekaligus owner Tazkiyah Global Mandiri.

“Beliau kakak tingkat saya di pesantren, tetapi kami bersahabat,” ujar Ahmad Yani, Rabu, 31 Desember 2019.

Persahabatan itulah yang membuat Kamaruddin mempercayakan layanan umrah kepada perusahaan travel yang baru saja meraih penghargaan SNI Award 2019 itu. Berbaur dengan jemaah lain.

Kamaruddin berangkat bersama istrinya Sinarliati (berasal dari pondok pesantren yang sama) dan buah hati mereka, Adrian Isnadi.

“Beliau juga memberikan edukasi spiritual kepada putranya sejak dini. Sebagai calon pemimpin di masa depan, apalagi mendidik anak tunggal yang punya cukup fasilitas tentu menjadi tantangan tersendiri,” imbuh Ahmad Yani. (fit-sur)

December 31, 2019

BIRO Perjalanan Wisata (BPW) tak berizin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) namun membuka layanan umrah ternyata jamak terjadi. Di Yogyakarta,
Tim Satgas Pencegahan, Pengawasan, dan Penanganan Permasalahan Penyelenggaraan Umrah Kementerian Agama RI kembali menemukan.

Tim Satgas dipimpin Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus, Noer Alia Fitra, bersama unsur dari Kominfo, BKPN, Menkumham, Polda DIY, Pol PP, Dinas Pariwisata dan Kanwil Kemenag DIY, melakukan inspeksi, Senin lalu.

Setelah memeriksa kelengkapan administrasi, tim satgas memastikan BT Tour belum memiliki izin sebagai PPIU. “BT Tour kami minta untuk menurunkan papan nama dan hentikan aktivitas pendaftaran dan pemberangkatan umrah,” tegas Noer Ali, dilansir situs resmi Kemenag.

“BT Tour tidak punya izin PPIU, sehingga tidak bisa memberangkatkan umrah, apalagi haji dan haji furada,” ujarnya.

Noer Alia mengatakan bahwa sidak kali ini masih dalam tahap pembinaan, persuasif dan sosialisasi regulasi. Satgas masih beri waktu bagi biro wisata untuk menutup usahanya sampai memiliki izin sebagai kantor cabang PPIU yang memiliki izin resmi.

Papan nama BT Tour yang menyebutkan pendaftran umrah juga diminta untuk diturunkan. “Kami beri waktu selama tiga hari untuk menurunkan papan nama, dan menutup website dan publikasi di media sosial,” tandas Noer Alia.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag RI, Arfi Hatim mengatakan, sidak semacam ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Sidak ini sekaligus untuk sosialisasi UU 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Pasal 122 misalnya mengatur,  setiap orang yang tanpa hak bertindak sebagai PPIU dengan mengumpulkan dan atau memberangkatkan jemaah umrah, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp6 miliar.

“Kita akan pantau sampai hari Senin depan, jika masih melanggar, kita tegakkan aturan,” kata Ali Mahzumi, Kasi Identifikasi dan Penanganan Masalah Umrah, yang turut hadir dalam sidak tersebut.

Sidak juga sudah dilakukan di Makassar dan Bandung. (fit-sur)

December 28, 2019

SINGAPURA – Pernahkah Anda makan nasi lemak di atas ketinggian 35.000 kaki? Ribuan jemaah umrah serta haji khusus Tazkiyah Global Mandiri kemungkinan besar pernah mencobanya.

Nasi lemak adalah salah satu menu yang bisa dipilih di dalam kabin Silk Air, maskapai yang merupakan anak perusahaan Singapore Airlines, mitra airlines Tazkiyah selama bertahun-tahun. Maskapai dengan reputasi internasional namun selalu memahami selera personal penumpangnya.

Selain nasi lemak (nasi yang dimasak dengan santan, jahe, dan daun pandan lalu ditambahkan aneka lauk itu), ada beberapa pilihan menu khas Melayu muslim lainnya. Di antaranya mi bihun atau orang Singapura terbiasa menyebutnya mee bee hoon, nasi ayam, dan nasi ikan.

Jika pesawat sudah mengudara dari Makassar, dalam hitungan beberapa menit ke depan, pramugari akan mendatangi kursi-kursi Anda, menanyakan apa yang hendak Anda nikmati. Menu-menu tersebut belum termasuk buah-buahan, teh atau kopi, dan air mineral.

Khusus untuk jemaah umrah Tazkiyah, makanan di kabin Silk Air selalu menjadi menu makan siang. Sebab setiap pemberangkatan dilakukan pukul 11.45 Wita. Pulangnya pun begitu, siang, hanya waktunya yang sedikit berbeda.

“Saya sudah dua kali umrah bersama Tazkiyah. Makan di pesawat dengan makanan melayu jadi salah satu pengalaman tak terlupakan,” ujar Nurbaeti Lanti, warga asal Kabupaten Maros. Dia umrah menggunakan layanan Tazkiyah pada 2016 dan 2018.

Makan di udara, apalagi dengan pilihan menu melayu memang pantas dikenang. Apalagi bagi Anda yang sudah pernah pula mengunjungi pusat-pusat kuliner di Singapura atau Malaysia. Sebab cita rasa yang hidung dan lidah Anda rasakan di pesawat tak jauh berbeda dengan yang bisa Anda rasakan jika sedang berburu penganan di dua negara serumpun itu.

“Opsi makanan ala melayu muslim seperti itu untuk menyesuaikan dengan selera penumpang kami dari Indonesia, termasuk tentu saja jemaah umrah Tazkiyah,” ujar Sales Representative Silk Air Makassar, Muhammad Yunus, Sabtu, 28 Desember 2019.

“Kalau tidak ada pesanan makanan khusus, pilihan di atas pesawat adalah nasi lemak, mee bee hoon goreng, nasi ayam, dan nasi ikan itu,” imbuhnya.

Menu seperti itu juga menjadi “pemanasan” bagi para jemaah sebelum tiba di Arab Saudi. Sebab selama di sana, mereka akan disuguhkan makanan yang tetap “Indonesia” namun sudah ada perpaduan melayu pada beberapa bumbu dan camilan. (fit-sur)

December 27, 2019

IZINNYA hanya sebagai Biro Perjalanan Wisata (BPW) tetapi membuka juga paket pendaftaran umrah. Bahkan sudah memberangkatkan jemaah dengan berbagai cara dan koneksi.

Kementerian Agama sering mendapati biro travel yang begitu. Terbaru, Tim Satgas Pencegahan, Pengawasan,  dan Penanganan Permasalahan Penyelenggaraan Umrah menemukan BPW yang tidak memiliki izin sebagai PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) namun membuka pendaftaran umrah di Bandung.

Tim Satgas yang dipimpin Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim mendatangi sebuah kawasan ruko tempat berkantor MSI Tour, Kamis, 24 Desember 2019.

Setelah verifikasi kelengkapan administrasi, MSI terbukti belum memiliki izin sebagai PPIU. “Saya minta agar hentikan aktivitas pendaftaran dan pemberangkatan umrah,” tegas Arfi, dilansir website resmi Kemenag.

“Sebagai Biro Perjalanan Wisata atau BPW, MSI sudah clear. Tapi tidak punya izin PPIU, sehingga tidak bisa memberangkatkan umrah, apalagi haji dan haji furada. Ada delik pidananya,” lanjutnya.

Namun, Arfi mengatakan bahwa sidak kali ini masih dalam tahap pembinaan, persuasif dan sosialisasi regulasi. Satgas masih beri waktu bagi biro wisata untuk menutup usaha ilegalnya sampai memiliki izin sebagai PPIU.

Menurut Arfi, pasal 122 UU 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah mengatur,  setiap orang yang tanpa hak bertindak sebagai PPIU dengan mengumpulkan dan atau memberangkatkan jemaah umrah, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp6 miliar.

“Kita akan pantau satu bulan ke depan, jika masih melanggar, kita tegakkan aturan,” tegasnya.

Hal ini diaminkan Kabid Regulasi, Penelitian, dan Pengembangan Pariwisata Shantony. Sebagai BPW, MSI mendapat izin untuk melakukan usaha bira perjalanan wisata. Namun, terkait penyelenggaraan umrah dan haji, MSI harus tunduk dengan regulasi yang diatur oleh Kementerian Agama.

Selain ke MSI, sidak dilakukan juga ke RT yang berkantor di Kota Bandung. Tim satgas yang dipimpin oleh Inspektur Wilayah Satu Kemenag Kusoy mendapati bahwa RT juga tidak punya izin sebagai PPIU. RT diminta menghentikan kegiatannya menerima pendaftaran umrah.

Sidak hari ini digelar serentak di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan. Sidak di Sulsel digelar pada 23 Desember 2019. Berikutnya, sidak akan dilakukan di DI Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (*/fit-sur)

December 26, 2019

SINGAPURA – Tazkiyah Global Mandiri memberangkatkan jemaah umrah di pengujung tahun. Kamis, 26 Desember 2019, 48 jemaah berangkat ke tanah suci.

Ada sedikit perbedaan kali ini. Jemaah start dari dua kota berbeda. Sebanyak 28 orang via Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar dan 20 orang lewat Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

Dua rombongan ini akan berjumpa di Singapura, untuk sama-sama terbang dengan pesawat Singapore Airlines Group menuju Jeddah, Arab Saudi.

Direktur Operasional dan Layanan Tazkiyah Global Mandiri, Suriyani menuturkan, pihaknya memang cukup sering memberangkatkan jemaah dari kota di luar Makassar. Termasuk Jakarta.

“Ada juga dari Kendari, Palu, dan beberapa kota lain,” tuturnya.

Grup umrah kali ini mengambil paket gold 11 hari. Mereka dijadwalkan tiba kembali di tanah air pada 5 Januari 2020.

Saat berita ini diturunkan pukul 15.34 Wita, jemaah asal Jakarta dan Makassar sudah sama-sama tiba di Changi Airport, Singapura. Istirahat sejenak lalu lanjut penerbangan ke King Abdul Azis Airport, Jeddah. Memulai misi mulia, mengunjungi Baitullah. (fit)