Link Banner
Dari Quba, Khandaq, hingga Kebun Kurma - Tazkiyah Global Mandiri

Dari Quba, Khandaq, hingga Kebun Kurma

, Beredar Video Banjir Parah di Mekah, Jemaah: Kami Baik-baik Saja

Read Also: Berjaket Tebal di Bawah Sinar Mentari Kota Madinah

Silahkan Dibagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MADINAH – Ahad yang cerah di Madinah, Arab Saudi, 1 Desember 2019. Lima puluh jemaah Tazkiyah Global Mandiri begitu menikmati tur keliling kota kesayangan Rasulullah saw ini.

Diantar armada Qaid, bus modern yang canggih, rombongan mengunjungi beberapa tempat. Masjid Quba salah satunya. Ini adalah destinasi wajib setiap jemaah umrah. Quba adalah masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad.

Masjid lain yang didatangi adalah Khandaq. Masjid yang dibangun untuk mengenang dan menghargai jasa para syuhada Perang Khandaq.

Khandaq berarti parit. Sebuah riwayat menyebutkan, parit adalah solusi yang ditawarkan Salman Al Farisi, salah seorang sahabat, untuk mengalau serangan kaum Quraisy yang kala itu mengepung Madinah. Setiap 10 orang kaum Muslimin harus menggali 40 meter parit.

Panjang keseluruhan parit yang berhasil dibuat selama sepuluh hari adalah 5,5 kilometer. Kedalamannya 3 meter, lebar 4,6 meter.

Saat perang terjadi bulan Syawal tahun kelima Hijriah, tidak ada satu pun pasukan Quraisy yang mampu melewati parit tersebut.

Nah, ziarah selanjutnya yang dilakukan jemaah adalah ke Jabal Uhud, berjarak 4,5 kilometer dari pusat kota Madinah. Jemaah memberi salam kepada para syuhada.

“Ada 70 sahabat Nabi Muhammad dimakamkan di sini. Mereka gugur dalam Perang Uhud, 15 Syawal 3 Hijriah,” tutur Aguslam N Hampeng, tour leader Tazkiyah Global Mandiri untuk pemberangkatan jemaah yang seluruhnya asal Sulawesi Tengah ini.

Perjalanan hari ini finis di kebun kurma. Ini memang tempat favorit jemaah Indonesia. Di sini, kurma gratis jika masuk mulut, namun harus bayar jika sudah masuk kantong plastik. Hehehe.

Artinya, kata Aguslam, jemaah bisa mencoba segala jenis kurma, sampai kenyang. Namun, jangan dibawa pulang.

“Boleh dibawa pulang kalau beli,” imbuhnya. Selain kurma dalam bentuk asli, di sini juga tersedia berbagi hasil olahan kurma. Dari cokelat, permen, hingga minuman.

Senin, 2 Desember, jemaah dijadwalkan sudah menuju Mekah. Berangkat setelah sarapan. Miqatnya di Bir Aly. (fit-sur)

shares