Hi, How Can We Help You?

Monthly Archives: January 2020

January 30, 2020

SINGAPURA – Tazkiyah Global Mandiri kembali memberangkatkan jemaah umrah di akhir Januari ini. Dua grup sekaligus. Satu grup berisi 46 orang, satunya lagi 32 orang.

Kedua rombongan sama-sama bertolak dari Makassar, Kamis, 30 Januari 2020. Dijadwalkan tiba di Madinah pada Jumat tengah malam waktu Saudi atau Jumat pagi waktu Indonesia.

Rombongan pertama yang rata-rata dihuni jemaah asal Sulawesi Tengah bakal dibimbing oleh Aguslam N Hampeng. Rombongan kedua oleh Anwar Sadat. Keduanya mutawif senior. Berpengalaman belasan tahun mendampingi jemaah umrah maupun haji. Sama-sama alumni Al Azhar, Mesir.

Ke-78 orang ini akan bersama di Madinah selama empat hari. Senin, 3 Februari bakal menuju Mekah untuk memulai prosesi umrah.

Namun, setelah rangkaian ibadah selesai, rombongan kedua akan meninggalkan Mekah sehari lebih cepat, Jumat, 7 Februari. Sebab dari tanah suci, mereka tidak langsung ke tanah air.

Jemaah yang rata-rata dari Makassar dan Pinrang ini akan mampir di Turki. Mereka akan berwisata halal selama sepekan di negeri yang sebagian wilayahnya berada di Asia sebagian di Eropa itu.

Fatih Mosque, Old City Wall, Hagia Sophia, Blue Mosque, Topkapi Palace, Camlica Hill, Grand Mosque, Silk Bazaar, Turkish Delight Shop, Uludag Mountain, Ephesus Ancient City, adalah beberapa dari destinasi yang direncanakan untuk mereka kunjungi.

Tazkiyah memang menyediakan berbagai paket umrah. Ada yang plus negara lain. Semisal Turki, Uni Emirat Arab, hingga Spanyol. (sur-fit)

January 25, 2020

MAKASSAR – Alim Mahdi bersyukur bisa datang lagi ke Makassar. Apalagi, kehadiran pria kelahiran Mojokerto yang sejak 1994 menetap di Denpasar itu untuk bersua dengan tim kerja Tazkiyah Global Mandiri.

Enterpreneur yang dijuluki Master SOP (standar operasional prosedur) Indonesia itu punya alasan tersendiri. Ini untuk pertama kalinya dia bisa secara langsung mengucapkan selamat kepada kru Tazkiyah atas capaian istimewa pada 2019.

“So amazing,” begitu Alim mengomentari soal prestasi travel umrah dan haji khusus ini menyabet dua penghargaan bergengsi dari pemerintah tahun lalu. Masing-masing Raksa Nuraha Award 2019 yang diselenggarakan oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional dan SNI Award 2019 yang dihelat Badan Standardisasi Nasional.

“Tazkiyah bahkan menjadi perusahaan perjalanan pertama di Indonesia yang meraih SNI Award. Sangat membanggakan,” tuturnya.

Alim tambah bahagia karena sudah hampir dua tahun ini dia turut mendampingi Tazkiyah membangun sistem manajemen. “Mereka tim yang hebat,” ucapnya.

Pada kesempatan kali ini, selama dua hari, 24 dan 25 Januari 2020, Alim mengisi training untuk para karyawan Tazkiyah. Pendiri lembaga konsultan yang juga diberi nama Master SOP itu memberi teknik praktis dalam mengeksekusi big goals perusahaan.

Dia mengingatkan bahwa sebuah tim tidak boleh hanya melihat hasil. Dan jangan pula abaikan motivasi.

“Karena motivasilah yang membuat bertahan hingga meraih sukses,” tuturnya lagi.

Tanpa motivasi, imbuhnya, pekerjaan akan kehilangan arah. Salah motivasi membuat salah arah.

Kemudian, hasil adalah buah dari proses. Maka paksalah dirimu untuk bertumbuh, baik secara kuantitas, kualitas, dan kapasitas.

“Tetapi yang saya maksud bukan bertumbuh ke samping ya. Hehehe,” candanya.

Presiden Direktur Tazkiyah Global Mandiri, Ahmad Yani Fachruddin menuturkan, pihaknya percaya bahwa hasil adalah buah dari proses yang panjang, dengan penuh komitmen dan konsisten.

“Kalau dalam agama proses itu adalah amal saleh dan kita diperintahkan untuk selalu beramal saleh. Tuhan mengganjar hamba-Nya dengan pahala yang berlipat-lipat dalam setiap amal saleh yang dikerjakannya. Bahkan sudah berpahala sejak diniatkan,” ujarnya.

Selama beberapa tahun terakhir, Tazkiyah memang fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Mulai dari yang manajemen, keuangan, hingga produk. Agat tercipta proses yang benar dan berstandar.

Berbagai pun pelatihan digelar. Beberapa konsultan dihadirkan. Karyawan juga diikutkan pada sejumlah training di Makassar dan luar Makassar. (fit-sur)

January 22, 2020
January 22, 2020

MAKASSAR – Sudah tiga hari rombongan umrah Tazkiyah Global Mandiri pemberangkatan 9 Januari 2020 berada di tanah air. Bahkan sudah di kediaman masing-masing. Mereka tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu malam lalu.

Namun, silaturahim terus terjalin. Mereka saling mengirim kabar di grup WhatsApp. Grup yang sudah menjadi media komunikasi mereka sejak sebelum berangkat ke tanah suci.

Begitu berada di rumah masing-masing, grup langsung ramai. Jemaah saling mengucap kata maaf.

“Mohon maaf kepada saudara-saudaraku apabila selama kita bersama ada tutur kata atau perlakuan yang tidak berkenan,” ketik Rahmatiah.

“Baru satu hari terpisah sudah rindu kebersamaan. Tak terasa air mata menetes,” tulis Musni Mustikah.

Para jemaah memang terhubung dengan kenangan dan pengalaman yang dalam. Selama 11 hari mereka bersama. Makan sama-sama, beribadah bersama, berjuang masuk Raodah hingga menyentuh Kakbah sama-sama. Jalan-jalan Kota Madinah dan Mekah sama-sama. Tolong menolong di banyak tempat. Saling menjaga koper di bandara. Bantu membantu di toko oleh-oleh.

Di grup WA pula mereka saling menyapa dan mendoakan rekan jemaah yang sedang kurang begitu sehat. Sebegitu perhatiannya kepada “saudara” yang saat akan berangkat dua pekan lalu, belum saling kenal.

Melalui grup yang sama mereka saling mengundang untuk acara syukuran. Kemarin misalnya. Keluarga Muh Yunus di Masamba, Luwu Utara, mengajak untuk makan kapurung bersama.

Ada jemaah yang bergabung. Ada juga yang tidak bisa karena memang terpisah kota. “Yang di Makassar diuangkan saja ya, Pak. Hehehe,” canda seorang jemaah.

Public Relation Tazkiyah Global Mandiri, Helfitri menuturkan, memang ada tradisi membuat grup khusus untuk setiap kelompok pemberangkatan.

“Anggotanya semua jemaah di kelompok itu dan seluruh karyawan Tazkiyah. Biasanya ada yang left group begitu pulang, namun lebih banyak yang tinggal. Bahkan ada grup yang sejak tahun lalu terus aktif. Membernya rutin saling menyapa. Sudah seperti keluarga,” ucapnya, Rabu, 22 Januari 2020. (sur)

January 18, 2020

MEKAH – Asman Siregar Hamzah dan Herman Pelani Mappiasse sudah biasa berwisata. Tetapi kunjungan kali ini sungguh berbeda. Mereka berdiri di atas bangunan yang tingginya 601 meter; Makkah Royal Clock Tower.

Mereka sangat bersyukur, sehari sebelum kembali ke tanah air, bisa berada persis di bawah jarum jam raksasa itu. Penunjuk waktu yang jamak menjadi latar berfoto orang-orang yang ke Mekah, dipotret dari bawah, di pelataran masjid.

Sesaat setelah tiba di puncak, mereka sempat terpaku menatap keindahan Kota Mekah. “Subhanallah,” tutur Herman.

Dari situ pula, dari jarak yang sangat jauh, mereka leluasa melihat putaran orang-orang berpakaian putih mengitari Kakbah. Beberapa hari sebelumnya, mereka juga melakukan ritual suci di situ. Berumrah.

Ditemani mutawif Ahmad Made Ali, dua jemaah Tazkiyah Global Mandiri itu juga mengitari museum di dalam jam yang 25 kali lebih besar dari Big Ben (jam di London, Inggris) itu.

Mereka kembali takjub. Serasa berada di luar angkasa, kata Asman. Museum Menara Jam memang dipenuhi dengan model dan struktur astronomi dan galaksi.

Di lantai pertama museum, mereka diperkenalkan ke alam semesta, langit, dan galaksi dengan ilustrasi audio. Lantai kedua dikhususkan untuk matahari, bulan, dan bumi.

Naik ke lantai berikutnya, mereka mempelajari instrumen dan metode yang digunakan untuk menentukan waktu, hingga tiba saatnya masuk ke balkon yang menghadap ke Masjidilharam.

Biaya masuk SR150 atau berkisar Rp600 ribu mereka anggap tak sepadan dengan pengalaman yang mereka dapatkan. “Canggih sekali di sini,” tutur Asman.

Hari ini, Sabtu, 18 Januari 2020, rombongan jemaah Tazkiyah Global Mandiri bakal memulai perjalanan pulang. Mereka akan menuju Jeddah untuk terbang ke Singapura, kemudian lanjut ke Makassar.

Semua kembali dengan pengalamannya masing-masing. Namun yang terpenting tetaplah sama, pengalaman beribadah umrah. Tidak ada jemaah yang mengaku tak ingin datang lagi. Niat dan doa untuk mengulang perjalanan ini sudah mereka bulatkan dan sebutkan di titik-titik mustajab di seputaran Kakbah. (ama)

January 15, 2020
January 15, 2020

LIMA puluh jemaah umrah Tazkiyah Global Mandiri pemberangkatan 9 Januari 2020 sudah di Mekah. Namun momen selama empat hari di Madinah pun masih terngiang-ngiang. Selain kerinduan pada Nabi Muhammad saw, berbagai pengalaman religius juga tersimpan di ingatan.

Dan beberapa foto di bawah ini juga bisa mewakili betapa nikmatnya ke tanah suci, terutama jika datang bersama keluarga. Ayah, ibu, kakek, nenek, anak, saudara.

Bersama buah hati.

Pagi bahagia.

Saling jaga.

Simbol janji.

Lepas beban.

Senyum semringah.

Bunda.