fbpx
Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: info@tazkiyahtour.co.id

Arsip Penulis: Tim Media

July 30, 2020

MAKASSAR – Hari Arafah, hari istimewa telah tiba. Kamis, 30 Juli 2020, jemaah haji bakal melaksanakan wukuf di Arafah. Saat ini, pagi waktu Saudi, jemaah yang jumlahnya sangat terbatas, mulai bergerak menuju Arafah.

Usai salat Zuhur, jemaah akan mendengarkan khotbah wukuf. Nah, Anda yang di Makassar maupun bagian lain di Indonesia, bisa melakukan napak tilas pada waktu bersamaan atau sore waktu Indonesia. Caranya dengan bergabung dalam Renungan Arafah Tazkiyah Tour.

Renungan Arafah bakal diisi oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel, AG Dr KH Hamzah Harun Al-Rasyid, Lc, MA. Acaranya dimulai pukul 16.00 Wita. Baca Lebih Lanjut

July 25, 2020
July 25, 2020

MAKASSAR – Tidak ada pengiriman jemaah haji tahun ini dari Indonesia. Pandemi Covid-19 juga membuat pemerintah Arab Saudi hanya mengizinkan seribuan orang menjalani ritual haji. Tetapi, umat Islam di seluruh dunia tak boleh kehilangan aura haji.

Makanya, PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour) berinisiatif menggelar napak tilas haji. Suasana pelaksanaan haji di Saudi coba dibawa secara virtual. Baca Lebih Lanjut

July 12, 2020

ISTANBUL – Hagia Sophia bukan tempat asing pelancong yang sudah pernah ke Turki. Arsitekturnya yang istimewa adalah godaan untuk datang dan menyimpan beberapa foto diri dengan latar belakang bangunan di Istanbul itu.

Tetapi Hagia Sophia jadi trending di media sosial, Sabtu, 11 Juli 2020, setelah azan berkumandang lagi dari menaranya. Azan pertama setelah 86 tahun.

Pada 1934, kabinet Republik Turki di bawah kendali Presiden Mustafa Kemal Attaturk mengalih fungsi Hagia Sophia. Dari masjid menjadi museum.

Delapan dekade berlalu, Presiden Recep Tayyip Erdogan memutuskan untuk mengembalikan Hagia Sophia sebagai tempat ibadah umat muslim. Akan dibuka untuk publik mulai salat Jumat, 24 Juli 2020 mendatang. Baca Lebih Lanjut

July 9, 2020

Kalau yang ini tidak jualan bubur, melainkan cendol. Tetapi perjuangannya tidak kalah heroik. Menguras air mata.

USAHANYA dimulai pertengahan 1990-an. Melihat peluang dari keluhan haus orang-orang di Pasar Limbung, Gowa, jika matahari sudah meninggi dan belum waktunya pulang.

Saharia Daeng Ngasseng sudah tidak begitu muda kala itu. Usianya 37 saat mulai memikul jualannya ke pasar. Sekadar untuk membantu suami mencari nafkah. Itu pun hanya tiga kali sepekan, mengikut jadwal pasar.

Semua berjalan baik. Daeng Asseng (dia lebih sering disapa begitu) selalu punya kas untuk menyalakan kompor dan memasak untuk makan keluarganya. Apalagi setelah dia juga buka lapak di depan kantor BRI Limbung. Tempat yang memungkinkannya berjualan setiap hari dengan waktu yang lebih panjang. Baca Lebih Lanjut