fbpx
Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: info@tazkiyahtour.co.id

Arsip Penulis: Tim Media

February 17, 2021
Takut miskin? Tak mungkin !!!
Sebab Haji dan Umrah itu menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa, seperti api menghilangkan karat pada besi.
Kita tentu tahu bahwa, orang-orang yang pergi haji bukan saja orang-orang yang punya uang.
Namun orang-orang yang serba kekurangan juga bisa pergi haji.
Dibiayai oleh Allah, dengan segala macam cara-Nya.
Percayalah yang membiayai ibadah Haji itu bukanlah kita, namun Allah.
Perantaranya bisa beragam dan berbeda-beda antara satu jamaah dengan jamaah lainnya.

Baca Lebih Lanjut

January 20, 2021
Siapa yang tak mengenal Uwais Al-Qarni seorang pemuda dari Yaman yang dikenal sangat berbakti kepada ibunya.
Ia hidup sangat miskin, tetapi hatinya begitu kaya dan berbakti kepada orang tuanya. Hingga doa-doa Uwais tembus ke langit.
Salah satu bentuk baktinya, yakni keteguhannya untuk memenuhi permintaan ibunya untuk pergi haji.
Padahal, keluarga mereka tengah berada dalam impitan ekonomi.
Ide gila Uwais tercetus. Dia harus melatih fisiknya dengan menggendong seekor lembu setiap hari. Logika sederhana Uwais, ketika fisiknya kuat, dia mampu menggendong ibunya untuk pergi berhaji.

Baca Lebih Lanjut

December 22, 2020
Nabi Muhammad SAW menjadi suri tauladan untuk ummat muslim,
perintah membuka bahu kanan saat memakai pakaian ihram saat melaksanakan ibadah Haji maupun Umrah berawal dari adanya perjanjiain Hudaibiyah, antara kaum muslimin dan kaum kafir Qurays yang salah satu isinya mengatakan bahwa, Nabi Muhammad beserta kaum muslimin bisa memasuki kota Mekkah di Tahun berikutnya.
Kemudian tibalah saat dimana Nabi Muhammad dan kaum muslimin berkunjung ke kota Mekkah untuk melaksanakan ibadah Umrah, namun tetap saja kaum Kafir Qurasy tidak senang melihat kedatangan Nabi beserta kaum muslimin karena khawatir orang-orang yang tinggal di kota Mekkah mengikuti agama Nabi Muhammad.

Baca Lebih Lanjut

December 18, 2020

TEMPATNYA jauh tetapi begitu dekat di hati. Makkah, Madinah, dan wilayah Arab Saudi secara umum. Rasanya sudah sangat ingin berangkat; menunaikan ibadah haji maupun umrah.

Sembari berdoa dan menunggu waktunya tiba, mari belajar soal persiapan terpenting melaksanakan rangkaian ibadah tersebut.

Imam Al-Ghazali dalam Ikhtisar Ihya Ulumiddin merangkum delapan amalan lahiriah dari awal keberangkatan sampai Ihram.

Pertama, bertobat. Menunaikan kewajiban yang belum terlaksana. Semisal melunasi utang, menyediakan biaya hidup untuk keluarga yang wajib dinafkahi selama kepergiannya ke tanah suci sampai kembali, mengembalikan barang-barang titipan, dan segala sesuatu yang dibawanya adalah barang halal.

Kedua, mencari teman yang saleh supaya dapat mengambil manfaat dari ilmu agama.

Ketiga, salat dua rakaat sebelum berangkat. Membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Sesuai salat, kemudian mengangkat kedua tangan sambil membaca doa.

“Ya Allah engkau adalah teman dalam perjalanan ini. Engkau adalah penjaga keluarga, anak para sahabat. Jagalah kami dan mereka dari segala marabahaya, penyakit, dan bala.”

Keempat, ketika hendak melangkahkan kaki keluar rumah, kembali membaca doa. “Dengan nama Allah aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Wahai Allah aku berlindung kepada-Mu agar akun tidak sesaat atau menyesatkan, tidak dihina atau menghina orang lain, tidak tergelincir atau menggelincirkan orang lain, tidak berbuat zalim atau dizalimi, tidak membodohi atau dibodohi.”

Kelima, saat menaiki kendaraan membaca doa dan lafaznya. “Dengan menyebut nama Allah dan dengan Allah. Allah maha besar. Aku bertawakal kepada Allah. Cukuplah Allah bagiku. Maha suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

Keenam, disunnahkan tidak turun dari kendaraan sebelum siang memanas dan agar menempuh perjalanan di malam hari.

Rasulullah bersabda. “Berjalanlah pada malam hari karena bumi dilipat sehingga menjadi lebih dekat pada malam hari, yang mana ia tidak dilipat pada siang hari.”

Ketujuh, tidak berjalan sendiri karena dikhawatirkan tersesat.

Kedelapan, ketika melewati dataran tinggi, hendaknya bertakbir tiga kali kemudian berdoa. “Ya Allah, kemuliaan di atas semua kemuliaan hanyalah milik-Mu dan segala puji hanya bagi-Mu dalam semua keadaan.

Dan lalu ganti membaca tasbih apabila turun dari dataran tinggi. Jika muncul rasa takut dan gelisah, bacalah doa. “Maha Suci Zat pemilik kerajaan, sang Mahakudus Tuhan para malaikat dan Ruh (Jibril). Langit dan bumi diagungkan dengan kemuliaan dan keperkasaan.” (tmt/bs)