Link Banner
Berjaket Tebal di Bawah Sinar Mentari Kota Madinah - Tazkiyah Global Mandiri

Berjaket Tebal di Bawah Sinar Mentari Kota Madinah

Berjaket Tebal di Bawah Sinar Mentari Kota Madinah

Read Also: “Kami Pamit ya Rasulullah!”

Silahkan Dibagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Di pikiran sebagian orang Indonesia, termasuk yang dari Makassar, Arab Saudi itu panas.

Dan itu betul. Tetapi tidak selalu. Jangan lupa ini baru awal Maret. Negeri unta sedang cukup dingin. Kata Dr Burhanuddin, pembimbing jemaah umrah Tazkiyah Tour, sekarang musim peralihan. Puncak dingin menuju panas.

Anda yang hendak umrah dan merasa tak perlu membawa jaket, buka kembali koper Anda, sekarang juga. Masukkan pakaian yang agak tebal. Di Madinah, suhu saat orang-orang melaksanakan salat Subuh ada di kisaran 12 derajat celcius. Belum lagi tekanan angin.

“Serasa langsung ke tulang,” ujar Djamaluddin, jemaah Tazkiyah Tour yang tiba di Kota Madinah, Jumat dini hari waktu setempat.

Beberapa rekan serombongan Djamaluddin tak membawa jaket. Gigi gemertuk. Tangan bingung mendekap bagian tubuh yang mana karena seluruh sendi mengirim gigil yang sama.

Bahkan ketika salat Jumat, di atas pukul 12 siang, sangat banyak orang masih mengenakan jaket. Padahal sinar matahari tetap terang.

“Kalau salat di bagian luar Masjid Nabawi sangat terasa dinginnya. Lebih baik datang cepat supaya dapat tempat di dalam,” tutur Ahmad, jemaah lainnya dari Tazkiyah Tour.

Sabtu (2/3/2019), rombongan jemaah Tazkiyah Tour dan Sint Travel (anak usaha Tazkiyah) akan kembali menjalani serangkaian ziarah. Masjid Ijabah, Masjid Quba, kebun kurma, Gunung Uhud, hingga Khandaq masuk daftar yang akan dikunjungi.

Beberapa di antaranya sudah mengantisipasi dengan membeli jaket di toko-toko seputaran Nabawi.

“Saya beli seharga 62 Riyal. Biar tidak masuk angin,” kata Imam, jemaah lainnya. (luzd)

shares
Butuh Bantuan? Chat dengan kami