Link Banner
Jelang Balik Tanah Air, Sempatkan ke Blue Mosque - Tazkiyah Global Mandiri

Jelang Balik Tanah Air, Sempatkan ke Blue Mosque

Jelang Balik Tanah Air, Sempatkan ke Blue Mosque

Read Also: Brrrr… Suhu Madinah Tembus 5 Derajat Celcius

Silahkan Dibagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ISTANBUL – Tiga puluh dua jemaah umrah plus Tazkiyah Global Mandiri sudah bersiap kembali ke tanah air. Siang ini waktu Istanbul atau malam waktu Makassar, mereka akan terbang menggunakan maskapai Singapore Airlines.

Para jemaah dipastikan pulang dengan kenangan dan foto-foto sangat menarik. Turki, yang mereka singgahi setelah umrah, adalah negara yang merawat baik bangunan-bangunan bersejarahnya. Latar belakang pemotretan yang menawan.

Kemarin, misalnya. Rombongan menjejak Blue Mosque atau Masjid Biru. Arsitekturnya sangat indah. Dibangun oleh Sultan Ahmed I dari Dinasti Ottoman yang menguasai Turki pada abad ke-14.

Sultan Ahmed I memerintah Turki mulai tahun 1603 – 1617. Konstruksi masjid dibangun pada 1609 oleh arsitek terkenal pada zaman itu, Mehmed Aga. Pada tahun 1616, masjid ini selesai dibangun.

Ad cerita legenda di balik pembangunan masjid ini. Sultan Ahmed I konon meminta kepada Mehmed Aga untuk membuat menara yang terbuat dari emas. Kata emas dalam bahasa Turki adalah “altin”. Namun, sang arsitek salah mendengar. Ia mengira Sultan ingin memiliki masjid dengan enam menara. Kata enam dalam bahasa Turki bunyinya “alti”.

Akhirnya dibuatlah Blue Mosque dengan enam menara. Bukannya marah, Sultan Ahmed I malah terpukau. Namun karena jumlah menaranya sama dengan Masjidilharam di Mekah saat itu, Sultan Ahmed I mendapat kritikan tajam sehingga akhirnya menyumbangkan biaya pembuatan menara ketujuh untuk Masjidilharam.

Rombongan juga mengunjungi Masjid Fatih Cemi atau biasa disebut Masjid Sultan Mehmet II. Sebab memang dibangun pada era Sultan Mehmet II. Pemimpin kelahiran 1432 M itu digelari sebagai Al Fatih (Sang Penakluk).

Di usianya yang baru 21, Sultan Mehmet II berhasil memimpin pasukannya menaklukkan Konstantinopel (bernama Istanbul sejak 1934).

Pembangunan pun gencar. Termasuk masjid. Masjid Fatih Cemi berdiri kokoh meski pada 1766 rusak parah akibat gempa bumi.

Beruntung, masjid hasil renovasi tak kalah eloknya. Hingga kini masih jadi tujuan utama jemaah, maupun wisatawan biasa.

Di bagian luar bangunan utama Masjid Fatih Cemi terdapat halaman luas yang berlantai corak simetris. Itu salah satu spot berfoto juga. Lihat saja akun-akun media sosial para jemaah. Pasti cantik. (fit-sur)

shares
Butuh Bantuan? Chat dengan kami