fbpx
Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: info@tazkiyahtour.co.id

Blog

November 23, 2020

Kisah Umar bin Khattab Dijamu Makan Saat Musim Haji

SUATU hari di musim haji, Sufyan bin Umayyah menjamu makan Umar bin Khattab yang saat itu menjabat sebagai khalifah. Empat orang pelayan mengangkat nampan berisi banyak lauk.

Umar pun makan. Sufyan juga makan. Tetapi para pelayan itu berdiri saja, menyaksikan orang-orang mengunyah.

“Mengapa para pelayan tidak makan bersama?”

“Tidak, demi Allah, ya Amirulmukminin. Mereka akan makan sesudah kita makan untuk menunjukkan kebesaran kita,” jawab Sufyan.

“Tidak bisa begitu!” Umar marah. “Setiap kaum yang rendahkan pelayannya, maka dia akan direndahkan Allah.”

“Ayo para pelayan, silakan makan bersama-sama!”

Pelayan-pelayan itu pun menuruti perintah Umar.

Kisah tersebut ditulis Abdurrahman Ahmad As-Surbuny dalam bukunya “198 Kisah Haji Wali-Wali Allah”.
Abdurrahman mengatakan, sudah menjadi prinsip Umar untuk mendahulukan kepentingan rakyatnya daripada kepentingan pribadinya.

Umar yang memimpin jazirah yang luas pernah hanya memakan minyak selama sembilan bulan. Dia bersumpah tidak akan makan lauk selain minyak, hingga Allah memberi kelapangan kepada kaum muslimin.

Umar menyempatkan diri untuk memikul sendiri karung-karung tepung untuk diberikan kepada para janda dan anak-anak yatim. Beberapa sahabatnya pernah ingin membantu memikul karung-karung itu, Umar menolak.

“Siapakah yang akan memikul dosaku pada hari kiamat kelak?” Begitu jawabnya, walaupun dengan kalimat tanya.

Selesai menunaikan haji pada tahun 23 Hijriah, Umar berdoa di Abthah. Umar mengadu kepada Allah tentang usianya yang telah senja, kekuatannya telah melemah, sementara rakyatnya telah tersebar luas di berbagai penjuru. Dia begitu takut tidak dapat menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Dia berdoa kepada Allah agar mewafatkannya dengan mati syahid dan dimakamkan di negeri hijrah (kini Madinah). Doa yang terkabul.

Umar mati syahid saat memimpin salat. Terbunuh oleh Abu Lu’lu’ah Fairuz, seorang majusi, ketika sedang salat subuh di Mihrab pada Rabu, 25 Zulhijah 23 Hijriyah.

Umar tersungkur dan menyuruh Abdurrahman bin Auf menggantikannya menjadi imam salat. Kemudian Abu Lu’luah berlari ke belakang sambil menikam seluruh orang yang dilaluinya.

“Dalam peristiwa itu sebanyak 13 orang terluka dan enam orang jemaah salat tewas,” katanya.

Umar wafat tiga hari setelah peristiwa itu. Dia dikebumikan pada hari Ahad awal Muharram tahun 24 Hijriyah di kamar Rasulullah, di samping makam Abu Bakar As Siddiq setelah mendapat izin dari Ummul Mukminin Aisyah. (tmt)

Cover

Bagikan :