Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: info@tazkiyahtour.co.id

Blog

Maret 19, 2024

Berburu Malam Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir

Malam Lailatul Qadar adalah salah satu malam yang sangat istimewa dalam agama Islam. Dalam tradisi Islam, Lailatul Qadar dianggap sebagai malam yang memiliki keutamaan yang luar biasa.

Malam ini dipercaya sebagai malam ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dari surga sebagai pedoman bagi umat manusia.

Lailatul Qadar adalah pertemuan cahaya langit dari para malaikat dan cahaya hati para mukmin yang mempersiapkan diri di Ramadan.

Cahaya ini tidak hanya bersinar hingga keesokan harinya, tetapi sinar dan kedamaian itu akan terus bersinar hingga terbitnya fajar dalam kehidupan kita, bahkan hingga ke akhirat kelak.

Lailatul Qadar bukan hanya tentang momen yang singkat dalam waktu, tetapi juga tentang efeknya yang berkelanjutan dalam kehidupan kita.

Ini adalah malam di mana kedamaian dan rahmat Allah turun dengan kuasa penuh, membawa harapan dan berkah bagi semua yang merenungkannya dengan penuh keimanan dan ketakwaan.

Lailatul Qadar juga sering disebut sebagai “Malam Kebajikan” atau “Malam Keberkahan”. Nama “Lailatul Qadar” sendiri berarti “Malam Takdir” atau “Malam Kemuliaan”.

Malam ini dikenal karena keutamaannya yang sangat besar, di mana ibadah yang dilakukan pada malam tersebut bernilai lebih dari seribu bulan ibadah.

Oleh karena itu, umat Islam sangat memuliakan malam Lailatul Qadar dan berusaha memperbanyak ibadah dan amal baik pada malam tersebut.

Malam Lailatul Qadar Tanggal Berapa

Meskipun malam Lailatul Qadar secara pasti tidak diungkapkan dalam Al-Qur’an, Rasulullah SAW telah memberikan petunjuk bahwa malam itu terjadi pada salah satu malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadan.

Banyak ahli meyakini bahwa kemungkinan terbesar adalah malam ke-27 Ramadhan, tetapi tidak ada kepastian mutlak tentang tanggalnya.

Umat Islam diimbau untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut untuk meningkatkan kesempatan mendapatkan malam yang mulia ini.

lailatul qadar
Source Image: sukabumi update

Tanda Tanda Malam Lailatul Qadar

Meskipun tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan Lailatul Qadr terjadi, Rasulullah SAW memberikan beberapa tanda-tandanya, yaitu:

  • Ketenangan dan Kedamaian: Malam Lailatul Qadar biasanya terasa sangat tenang dan penuh dengan rasa kedamaian yang mendalam. Orang-orang yang menghabiskan malam ini dengan beribadah sering merasakan kehadiran spiritual yang kuat dan ketenangan batin yang luar biasa.
  • Pengampunan dan Kemaafan: Salah satu tanda Lailatul Qadar adalah pengampunan dosa dan kemaafan dari Allah SWT. Banyak umat Islam yang merasakan perasaan lega dan damai di hati mereka, karena mereka yakin bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa mereka dan memberikan rahmat-Nya.
  • Keberkahan dalam Doa: Doa-doa yang dipanjatkan pada malam Lailatul Qadar diyakini memiliki kekuatan yang luar biasa. Banyak orang yang merasakan bahwa doa-doa mereka akan dikabulkan oleh Allah SWT jika dipanjatkan dengan sungguh-sungguh dan ketulusan hati.
  • Pemahaman yang Mendalam: Banyak umat Islam yang merasakan pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama dan nilai-nilai spiritual selama malam Lailatul Qadar. Mereka merasa bahwa Allah SWT membuka hati dan pikiran mereka untuk memahami hikmah-hikmah yang terkandung dalam Al-Quran dan ajaran Islam.
Baca Juga:  Rajin Puasa, Jasad Abu Thalhah Tetap Utuh Pascawafat 7 Hari

Keutamaan Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadr memiliki keutamaan yang luar biasa, di antaranya:

  1. Penurunan Al-Qur’an: Lailatul Qadar adalah malam ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan dari surga. Malam ini menjadi momen bersejarah bagi umat Islam karena penurunan kitab suci tersebut memuat petunjuk bagi umat manusia.
  2.  Lebih Baik dari Seribu Bulan: Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an bahwa malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Artinya, ibadah pada malam ini memiliki keutamaan yang sangat besar dan pahalanya lebih tinggi daripada ibadah selama seribu bulan.
  3. Mengampuni Dosa: Rasulullah SAW menyatakan bahwa orang yang melaksanakan ibadah pada malam Lailatul Qadar dengan tulus dan mengharapkan pahala dari Allah, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Amalan Malam Lailatul Qadar

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam Lailatul Qadr, seperti:

  • Membaca Al-Qur’an: Tadarus Al-Qur’an dan merenungkan ayat-ayat suci.
  • Berdoa dan berdzikir: Memohon ampunan, rahmat, dan karunia Allah SWT.
  • Membaca hadis dan tafsir Al-Qur’an: Memperdalam ilmu agama dengan mempelajari hadis dan tafsir Al-Qur’an.
  • Melakukan amal kebaikan: Memberikan sedekah, membantu sesama, dan menyebarkan kebaikan.
  • Shalat Tahajud: Shalat tahajud merupakan salah satu shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari setelah beristirahat.Melaksanakan shalat tahajud pada malam Lailatul Qadar menjadi lebih istimewa karena pahalanya yang besar di sisi Allah SWT.
  • Membaca Al-Quran: Membaca Al-Quran pada malam Lailatul Qadar merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Banyak umat Muslim menghabiskan malam ini dengan membaca Al-Quran dari awal hingga akhir, memperoleh keberkahan dan pencerahan dari firman Allah SWT.
  • Berinfak dan Bersedekah: Berinfak dan bersedekah pada malam Lailatul Qadar juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Melalui berinfak dan bersedekah, umat Muslim dapat membantu sesama yang membutuhkan dan memperoleh pahala yang besar dari Allah SWT.
  • Mengikuti Kegiatan Keagamaan:Mengikuti kegiatan keagamaan pada malam Lailatul Qadar sangat dianjurkan. Banyak masjid dan lembaga keagamaan yang mengadakan kegiatan khusus pada malam ini, seperti ceramah dan kajian agama, yang dapat memperdalam pengetahuan dan keimanan umat Islam.
Baca Juga:  Umm Sarhij, Landmark Gurun di Wilayah Tabuk

Doa Menjelang Lailatul Qadar

Berikut doa yang dapat dipanjatkan menjelang malam Lailatul Qadar:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan Maha Pemurah, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku.”

tanda tanda malam lailatul qadar
Source Image : carapandang

Doa di Malam Lailatul Qadar

Pada malam Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Berikut salah satu doa yang dapat dipanjatkan:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَلَّمْتَنَا أَنَّ لَيْلَةَ الْقَدْرِ خَيْرٌمِنْ أَلْفِ شَهْرٍ فَجَعَلْنَا مِنْ أَهْلِهَا وَاجْعَلْهَا لَنَا خَيْرًا مِنْأَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: “Ya Allah, Engkau telah mengajari kami bahwa malam Lailatul Qadr lebih baik dari seribu bulan, maka jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendapatkannya dan jadikanlah malam itu lebih baik bagi kami dari seribu bulan.”

Dengan memanjatkan doa ini, umat Islam menyatakan harapan akan keberkahan, ampunan, dan rahmat Allah SWT.

Mereka berdoa agar diberi kesempatan untuk meraih malam yang penuh keberkahan ini dan mendapatkan keutamaan serta ampunan-Nya.

Dengan memperbanyak doa dan amalan baik di malam Lailatul Qadar,umat Islam berharap dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, meraih keberkahan-Nya, dan memperoleh ampunan serta rahmat-Nya.

Semoga dengan kesungguhan hati dan keikhlasan dalam beribadah, umat Islam dapat merasakan kehadiran dan kasih sayang Allah SWT dalam setiap langkah hidup mereka.

Siapakah yang Beruntung Meraih Lailatul Qadar?

Tidak terdapat indikasi pasti, baik dari Al-Qur’an maupun hadis, yang menunjukkan siapa yang secara spesifik mendapatkan Lailatul Qadar melalui ciri khas tertentu.

Oleh karena itu, sulit bagi kita untuk menetapkan siapa yang beruntung dan siapa yang tidak.

Intinya, siapapun yang mendedikasikan dirinya untuk beribadah dan melakukan amal saleh di setiap malam selama 10 hari terakhir bulan Ramadan, dipastikan akan mendapatkan keberkahan Lailatul Qadr.

Baca Juga:  Istimewanya Malam Lailatul Qadar

Jika kita merujuk pada hadis Rasulullah, kita dapat melihat tanda-tanda bahwa malam Lailatul Qadar terjadi di pagi hari keesokan harinya.

Dan bagi siapa yang menyadari dan mengenali tanda-tanda Lailatul Qadr di pagi harinya, serta menghabiskan harinya dengan beribadah, hendaklah bergembira karena telah mendapatkan kesempatan besar.

Namun, penting untuk diingat bahwa kita tidak seharusnya memamerkan kepada orang lain bahwa kita telah mendapatkan Lailatul Qadr.

Seperti yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaily, “Siapa pun yang menyaksikan terjadinya Lailatul Qadr, hendaklah dia merahasiakannya.

Kemudian, dia berdoa dengan penuh ikhlas, niat baik, dan keyakinan untuk kepentingan agama dan dunianya.”

lailatul qadar
Sourc Image: detikcom

Hikmah dari Penyembunyian Tanggal Lailatul Qadar

Hikmah dari penyembunyian tanggal Lailatul Qadr membawa berbagai pelajaran penting bagi umat Islam. Pertama-tama, penyembunyian tersebut mengajarkan tentang pentingnya ketekunan dan kesungguhan dalam beribadah.

Umat Islam diajak untuk aktif mencari Lailatul Qadr dengan melakukan ibadah dan amal saleh selama 10 hari terakhir Ramadan, sebagai bentuk keseriusan dalam mencapai keberkahan malam yang mulia tersebut.

Selain itu, penyembunyian tanggal Lailatul Qadr juga menjadi ujian bagi hati dan kesabaran umat Islam.

Dengan tidak diketahui secara pasti kapan malam tersebut terjadi, umat Islam diuji untuk tetap konsisten dalam menjalankan ibadah dan berdoa sepanjang 10 hari terakhir Ramadan.

Hal ini mengajarkan kesabaran, keteguhan hati, dan keikhlasan dalam beribadah, karena keberkahan malam Lailatul Qadr tidak ditentukan oleh kesempatan yang terlihat secara jelas.

Lebih lanjut, penyembunyian tanggal Lailatul Qadr mengingatkan umat Islam akan pentingnya keimanan dan keyakinan tanpa harus bergantung pada bukti yang nyata.

Meskipun tanggalnya disembunyikan, umat Islam percaya bahwa Allah SWT akan memberikan petunjuk kepada hamba-Nya yang tulus dalam mencari dan beribadah dengan sungguh-sungguh.

Hal ini memperkuat keimanan umat Islam bahwa Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana dalam memberikan ujian dan keberkahan kepada hamba-Nya.

Dengan demikian, hikmah dari penyembunyian tanggal Lailatul Qadr bukan hanya tentang mencari malam yang mulia, tetapi juga tentang proses dan perjalanan spiritual umat Islam dalam mencapai keberkahan tersebut.

Semoga dengan kesungguhan dan ketulusan hati dalam beribadah, kita semua diberi petunjuk untuk mendapatkan Lailatul Qadr dan memperoleh keberkahannya.

Bagikan :