Hi, How Can We Help You?

Monthly Archives: November 2019

November 30, 2019
November 30, 2019

MADINAH – Jalan pagi di taman kota sudah biasa. Di beberapa tempat kini beken istilah car free day; orang-orang berolahraga sambil rekreasi di pusat keramaian. Tetapi jalan pagi yang satu ini berbeda. Sebab dirangkaikan wisata sejarah, lebih mengenali Rasulullah saw.

Ya, 50 jemaah umrah Tazkiyah Global Mandiri, Sabtu, 30 November 2019 pagi waktu Saudi atau siang waktu Indonesia, berolahraga sembari mengunjungi tempat-tempat penting di Madinah.

Mulai dari Pekuburan Baqi; pemakaman utama di Madinah, tempat berbaring jasad sahabat semisal Utsman bin Affan hingga istri-istri Nabi termasuk Aisyah hingga mendatangi Masjid Gumamah.

Dipandu tour leader Aguslam N Hampeng, rombongan juga sempat mampir di pelataran Masjid Nabawi, tepat di depan kubah hijau. Sejajar dengan kuburan Nabi Muhammad yang berada di dalam.

Jemaah duduk bersila, mendengarkan kisah-kisah mengenai Rasulullah, Madinah, dan perjuangan beliau.

Rombongan dari Palu, Sulawesi Tengah itu lalu melanjutkan jalan kaki. Mendatangi Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Berada di sebuah jalan lebar di barat daya Masjid Nabawi, dekat dengan Masjid Gumamah.

Masjid Abu Bakar merupakan salah satu tempat yang pernah digunakan untuk salat Id oleh Rasulullah dan Abu Bakar.

Maka bertambahlah pengetahuan para jemaah mengenai sejarah Islam. Bertambah pula kebugaran, tentunya.

Ini mungkin jalan pagi terbaik bagi beberapa jemaah. (fit-sur)

November 27, 2019

PALU – Pemberangkatan jemaah umrah Tazkiyah Global Mandiri, peraih SNI Award 2019 akan dilakukan lagi, Kamis, 28 November besok. Kali ini, khusus jemaah asal Palu, Sulawesi Tengah.

Saat ini, 50 jemaah sudah dalam penerbangan dari Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Maros.

Rombongan dijadwalkan masuk Dalton Hotel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Sudiang, Makassar, pukul 14.00. Istirahat kemudian malam hari ada agenda manasik.

Grup yang memilih paket Silver umrah 11 hari ini akan berangkat ke tanah suci, besok pagi menjelang siang. Menggunakan pesawat SilkAir (Singapore Airlines Group).

Sepeerti biasa, rombongan jemaah Tazkiyah Global Mandiri asal Palu akan dibimbing Aguslam N Hampeng, perwakilan Tazkiyah di Sulawesi Tengah. Seorang alumni Al Azhar, Kairo, dengan pengalaman panjang belasan tahun mendampingi jemaah umrah dan haji.

Aguslam mengatakan, meski memiliki sejumlah kegiatan lain dalam kesehariannya, melayani tamu-tamu Allah tetap menjadi pekerjaan yang paling disenanginya. “Back to basic,” ujarnya, Rabu, 27 November.

Rombongan ini dijadwalkan berada di tanah suci hingga 7 Desember, tiba kembali di tanah air 8 Desember. (fit-sur)

November 26, 2019

JAKARTA – Bisa masuk daftar 69 organisasi penerap SNI terbaik saja sudah membuat PT Tazkiyah Global Mandiri bangga. Apalagi ditambah dengan kabar yang dirilis Badan Standardisasi Nasional (BSN) di situs resminya.

Dalam artikel yang diterbitkan Jumat, 22 November 2019, pihak BSN memberi judul; Tazkiyah Global Mandiri Perusahaan Perjalanan Pertama Peraih SNI Award.

Berikut isi artikelnya:

Tazkiyah Global Mandiri Perusahaan Perjalanan Pertama Peraih SNI Award

Menjadi perusahaan atau biro perjalanan pertama yang memperoleh piala SNI Award, menjadi kebanggaan tersendiri bagi PT Tazkiyah Global Mandiri.

Dengan bermodalkan penerapan SNI ISO 9001:2015 Sistem manajemen mutu, Tazkiyah mendaftarkan diri untuk pertama kalinya sebagai peserta pada ajang bergengsi SNI Award 2019 ini. Pada akhir seleksi, Tazkiyah memperoleh piala perunggu pada kategori Organisasi Menengah Jasa. Total ada 69 penerima penghargaan untuk semua kategori.

Malam penganugerahan SNI Award 2019 dilaksanakan pada Rabu, 20 November 2019 di Balai Kartini, Jakarta. Presiden Direktur Tazkiyah, Ahmad Yani Fachruddin, menerima trofi penghargaan dari Kepala Badan Standardisasi Nasional, Bambang Prasetya.

Acara ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro.

Pada tahun ini, SNI Award telah dilaksanakan untuk kelima belas kalinya. Ketua tim dewan juri, Rhenald Kasali, menyampaikan bahwa pentingnya ajang ini sebagai tumpuan semua pihak dalam menerapkan SNI yang berkelanjutan. Selain itu, dapat memberikan motivasi kepada semua pelaku usaha untuk menjadikan standar sebagai acuan dalam menetapkan kualitas produknya.

Tazkiyah merupakan perusahaan penyedia jasa umrah, haji khusus, dan wisata halal yang berlokasi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Selama 19 tahun beroperasi, Tazkiyah terus melakukan perbaikan pada sisi layanan maupun sisi organisasi perusahaan.

Pimpinan perusahaan menyadari bahwa peran standar sangat penting untuk menjaga konsistensi kualitas layanan kepada pelanggan.

Selain SNI Award 2019, Tazkiyah juga menerima Penganugerahan Raksa Nugraha Indonesian Consumer Protection Award dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) pada Oktober lalu. (*)

Menanggapi apresiasi BSN tersebut, Presiden Direktur PT Tazkiyah Global Mandiri, Ahmad Yani Fachruddin menuturkan bahwa sangat banyak hal yang perusahaannya dapat dari ajang ini. Trofi dan piagam hanya sebagian. Sebagian lainnya kata dia adalah pendampingan yang intens dari BSN.

“Mampunya Tazkiyah menjalankan sistem manajemen operasional yang baik dan telah menerapkan SNI secara konsisten tak lepas dari saran dan rekomendasi dari BSN. Kami sangat berterima kasih,” ujarnya, Selasa, 26 November.

SNI Award yang digelar sejak tahun 2005 ini merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah Republik Indonesia kepada organisasi penerap SNI.

“Melalui SNI Award diharapkan produsen, konsumen dan masyarakat umum semakin menghargai aspek mutu, dan memahami perlunya berpartisipasi aktif dalam pengembangan dan penggunaan SNI sebagai referensi penyediaan dan permintaan pasar,” jelas Menteri Riset Dan Teknologi /Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro.

Catatan ini menambah pencapaian Tazkiyah. Sebelumnya, perusahaan ini menjadi perusahan perjalanan pertama, termasuk travel umrah dan haji, yang meraih sertifikasi ISO. (fit-sur)

November 24, 2019

JAKARTA – Malam yang penting untuk perusahaan maupun lembaga penerap Standar Nasional Indonesia (SNI), Rabu, 20 November 2019. Di Balai Kartini, Jakarta Selatan, di bawah kerlip lampu, trofi SNI Award, penghargaan tertinggi pemerintah RI untuk penerap SNI diserahkan.

Dan izinkan kami mengabarkan ini. Tazkiyah Global Mandiri, perusahaan jasa umrah dan haji plus kesayangan Anda, menjadi salah satu penerima anugerah.

Tazkiyah yang baru tahun ini berkompetisi di SNI Award setelah meraih SNI ISO 9001:2008 pada 2016 dan SNI ISO 9001:2015 pada 2018, langsung masuk jajaran elite penerap SNI. Korporasi yang telah memasuki usia 19 tahun itu berhak atas piala kategori perunggu.

Presiden Direktur Tazkiyah Global Mandiri, Ahmad Yani Fachruddin, naik ke panggung kehormatan. Menerima trofi dari Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya.

Dua menteri Kabinet Indonesia Maju turut menyaksikan. Masing-masing Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Riset, Teknologi, dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro.

Ahmad Yani begitu terharu usai penyerahan anugerah. “Terima kasih kepada semua pihak yang selama ini bersama-sama dalam perjuangan Tazkiyah memberikan layanan terbaik untuk para tamu Allah,” ujarnya.

Ahmad Yani menuturkan, butuh waktu bertahun-tahun dan investasi cukup besar untuk bisa mencapai standar ISO dan SNI. Terutama untuk menyiapkan infrastruktur, baik layanan maupun organisasi perusahaan.

Ketua Dewan Juri SNI Award 2019, Prof Rhenald Kasali, mengatakan, ajang ini amatlah penting. Sebab jadi tumpuan semua pihak untuk penerapan SNI yang berkelanjutan. Juga memotivasi semua penyedia barang dan jasa untuk memenuhi standar kualitas.

Ada 188 perusahaan dan lembaga yang ditetapkan bisa ikut SNI Award 2019. Namun setelah tiga tahap penilaian, hanya 69 peserta yang terima penghargaan di SNI Award ke-15 ini.

Untuk menjadi peserta saja memang sudah harus menjalani serangkaian seleksi ketat. Juga harus memenuhi berbagai persyaratan. Di antaranya telah beroperasi minimal tiga tahun, telah menerapkan SNI (semisal sistem manajemen mutu ISO). (*)

November 21, 2019

DUA, tiga, hingga empat lagu, para tamu dan undangan malam penganugerahan SNI Award 2019 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu malam kemarin, tampak riang. Bahkan ada yang ikut menyanyi, mengikuti Nowela, jebolan Indonesian Idol yang jadi bintang tamu.

Tetapi saat Nowela berhenti sejenak, lalu mulai berbicara soal BJ Habibie, banyak yang tiba-tiba tertegun. Temanya soal jasa-jasa. Juga cinta. Dari seseorang yang telah pergi dan tak kembali.

Nowela, perempuan berdarah Batak dan Papua itu kemudian menyanyikan “Cinta Sejati”. Soundtrack film “Habibie & Ainun”. Beberapa orang tampak kembali ikut bernyanyi, namun dengan wajah yang lebih sendu.

Badan Standardisasi Nasional (BSN), sang tuan rumah, memang memberi sesi khusus agar semua yang hadir bisa kembali mengenang jasa Habibie. Pria kelahiran Parepare itu disebut sebagai founding father BSN.

Habibie semasa hidup memang banyak memberi ide untuk standardisasi produk-produk Indonesia. Baginya, bangsa ini bisa mengandalkan masa depannya pada kualitas daya saing dan sumber daya manusia terbarukan.

Dan malam itu, beberapa bulan setelah Habibie berpulang, semangatnya tetap diadopsi. BSN mengajak para pelaku usaha serta organisasi manapun di Indonesia untuk bersungguh-sungguh memperbaiki kualitas produknya.

Kepala BSN, Bambang Prasetya, mengaku bahagia karena tahun ini, para peserta yang merupakan penerap SNI, menunjukkan inovasi-inovasi. Hampir semuanya terkait dengan pemanfaatan teknologi. Sebab memang sudah eranya. Kini sudah 4.0.

Sebelum nama-nama penerima anugerah diumumkan, sebuah drone terbang dari arah belakang dan mendarat di tangan Prof Rhenald Kasali, ketua dewan juri. Alat itu membawa dokumen yang berisi hasil penilaian SNI Award 2019.

MC acara bilang, itu untuk menunjukkan bahwa sekarang teknologi bisa memudahkan siapa saja yang ingin berubah semakin baik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yang datang agak telat, berpidato di pengujung acara. Dia bilang bahwa para penerima anugerah harus mendapat banyak manfaat dari prestasinya. BSN diharapkan tak lelah membina, memberi masukan-masukan.

Malam itu, ada 69 orang yang naik ke panggung sebagai penerima anugerah. Masing-masing mewakili tempatnya mengabdi. Presiden Direktur Tazkiyah Global Mandiri, Ahmad Yani Fachruddin dan Rektor UNM, Prof Husain Syam termasuk di antaranya.

Tazkiyah, perusahaan penyedia jasa umrah dan haji khusus, mendapatkan trofi perunggu di kategori organisasi menengah dan besar jasa. UNM meraih piala kategori organisasi pendidikan.

Ahmad Yani dan Husain kembali ke Sulawesi Selatan dengan trofi di koper dan kebanggaan di dada. Juga tekad untuk selalu menciptakan ide-ide. Tak cuma untuk organisasi yang dipimpinnya, namun juga bangsa ini. Persis seperti yang dipesankan Habibie. (*/)