fbpx
November 28, 2020

MAKKAH menjadi kota paling dirindukan saat ini. Namun pandemi membuat kunjungan ke sana masih sangat terbatas.

Mari mengobati sedikit kerinduan itu dengan membahasnya dari satu topik dari sekian banyak hal yang bisa diulas soal kota itu.

Makkah adalah pusat bumi.

Berbagai riset menunjukkan itu. Termasuk publikasi The Egyptian Scholar of the Sun and Space Reserch Center yang berpusat di Kairo. Hasil penelitian Prof Hussain Kamel juga menemukan sebuah fakta bahwa Makkah adalah pusat bumi.

Padahal awalnya penelitian itu hanya untuk mengetahui arah kiblat di kota-kota besar dunia dengan menggunakan perkiraan matematika dan kaidah yang disebut “spherical triangle”.

Hussain mulai menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebuah titik pusatnya dan garis luar lingkaran adalah benua-benuanya. Dia dibantu topografi tahun 90-an yang telah menjadi teori yang mapan bahwa secara ilmiah lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab.

Lempengan-lempengan itu secara terus-menerus memusat ke arah Makkah. Berdasarkan hasil penelitian ini, Arab Saudi meresponsnya dengan memulai proyek besar untuk mengganti rujukan waktu dunia dari GMT (Greenwich Mean Time) menjadi Makkah Mukarromah Time ( MMT).

Jelaslah bahwa Kota Makkah bukan hanya sekadar arah kiblat, tetapi juga sebagai pusat koordinasi hitungan waktu. Jika waktu MMT ini diterapkan, akan memudahkan bagi setiap Muslim untuk mengetahui waktu salat.

Bagi umat Islam, menghadap kiblat merupakan syarat sah shalat karena adanya perintah dalam Alquran surah Albaqarah ayat 144-149.

Kalau kita berada di Masjidilharam dan dekat dengan Ka’bah, ulama mengharuskan kita menghadap secara tepat ke bangunan Ka’bah. Dan, kalau kita berada di dalam Ka’bah, kita boleh menghadap ke mana saja kecuali ke arah pintu Ka’bah (menghadap keluar). Ini yang dicontohkan Rasulullah ketika beliau salat di dalam Ka’bah. Beliau diriwayatkan berjalan ke arah dinding dan salat dua rakaat.

Dr. Abdul Basith Muhammad as-Sayid, salah satu anggota Haiah al-I’jaz al-ilmi lil Quran wa as-Sunah (Majelis Keajaiban Ilmiyah Alquran dan sunah) di Makkah pun pernah mengemukakan perihal Makkah adalah pusat bumi.

Pria yang menyelesaikan studi doktoral di bidang biofisika di Universitas Stockholm Sverige, Skandinavia itu memulai penjelasan dengan membacakan beberapa ayat Alquran. Salah satunya Surat As Sura ayat 7, yang artinya: Demikianlah kami wahyukan kepadamu Alquran yang berbahasa Arab, agar kamu memberi peringatan kepada penduduk ummul qura (kota Makkah) dan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Menurut ilmuwan tersebut, ayat ini menunjukkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Karena pengikut Rasulullah harus berada di radius yang sama dari berbagai arah mata angin.

Beberapa ulama sekaligus ilmuan Arab lainnya sudah dahulu meneliti hal tersebut, baik secara keilmuan fisika, astronomi, dan keilmuan Islam.

Dalam Alquran, Makkah disebut dengan istilah “Ummul Qura” (ibu atau induk dari kota-kota). Allah Swt pun menyebut daerah lain selain Makkah dengan kalimat “ma haulahaa” (negeri-negeri sekelilingnya)?

Secara bahasa, “Umm” yang artinya ibu adalah sosok yang menjadi sumber keturunan. Maka bila Makkah disebut sebagai Ummul Qura, artinya Makkah adalah sumber dari semua negeri lain. (tmt)

 

November 27, 2020

JAKARTA – Munas X Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan ketua umum untuk periode 2020-2025. Sosok pengganti KH Ma’ruf Amin (kini Wakil Presiden RI) itu adalah KH Miftachul Akhyar.

Sosok yang sangat tidak asing. Kiai Mifta adalah Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Salah satu ulama karismatik asal Jawa Timur. Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya.

Kesan karismatik adalah hasil pengabdian panjang. Kiai Miftah berkontribusi di NU sejak usia muda. Dia merupakan putra KH Abdul Ghoni, pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah.

Kiai Miftah tercatat pernah menjadi santri Pondok Pesantren Tambak Beras, Pondok Pesantren Sidogiri, hingga Pondok Pesantren Lasem, Jawa Tengah.

Pria kelahiran 1 Januari 1953 itu juga pernah Majelis Ta’lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al-Maliki di Malang, tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia.

Kiai Miftah adalah salah satu ulama yang meminta Polri menangkap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas kasus penistaan agama beberapa tahun lalu. Namun, ia mengimbau warga Nahdliyin tidak ikut demo Aksi Bela Islam 212 karena kasus tersebut telah diproses Polri. (tmt)

November 26, 2020

MAKASSAR – Kementerian Agama RI dan Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) merasa sudah waktunya mendorong kaum milenial untuk melaksanakan haji. Sebab, tingginya resiko terhadap calon jemaah haji yang berusia di atas 60 tahun kini menjadi perhatian.

Makanya, kata anggota Dewan Pengawas BPKH, Hamid Paddu, penting untuk mengajak generasi milenial untuk melaksanakan haji. Caranya antara lain dengan membuka tabungan haji sedini mingkin.

BPKH pun mulai aktif mensosialisasikan pentingnya haji di usia muda. “Kita berangkatkan para milenial dengan cara kita bantu misalnya sosialisasi soal pentingnya haji usia muda, atau dengan cara kita dorong agar menabung sedini mungkin. Kami akan buatkan program campuran dengan investasi, yang tadinya kalau di bank saja empat tahun baru cukup poinnya, ini mungkin baru tiga tahun sudah cukup poinnya,” ujar Hamid yang juga pakar ekonomi asal Sulsel itu. Baca Lebih Lanjut

November 24, 2020

MAKKAH – Inilah air paling segar di dunia. Air zamzam. Sumurnya ada di dekat Kakbah, di dalam Kompleks Masjidilharam. Alirannya tak pernah berhenti.

Sumur zamzam terus dirawat selama berabad-abad. Salah satu yang lama memelihara sumur tersebut adalah Abd Al-Muttalib bin Hashim, kakek Nabi Muhammad.

Di masa lalu, sumur suci dilindungi dengan cara konvensional. Hingga pada pemerintahan almarhum Raja Abdullah, sebuah lompatan besar ditempuh. Dia memerintahkan perubahan metode pengisian dan pendistribusian air di dua masjid suci; Masjidilharam di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Baca Lebih Lanjut

November 18, 2020

MAKKAH – Mungkin Anda baru tahu sekarang. Hajar Aswad, batu surga yang menempel di Ka’bah itu pernah lepas dari tempatnya. Dicuri Abu Tahir al-Qarmati.

Abu Tahir adalah seorang penguasa Qarmati dari Bahrain kuno. Saudaranya, Abu Said Hasan ibn Bahram al-Jannabi adalah pendiri negara Qarmatian.

Hajar Aswad dijarahnya pada Januari 930 Masehi dan dibawa ke markas mereka (sekarang Bahrain).

Usai menginvasi Basra pada 923 dan Kufah pada 927, dia juga ingin mengambil alih Baghdad dan merampok sebagian besar Irak.

Hingga pada 930, pemimpin Qarmatian menjalankan aksi yang mengerikan. Menyerang Makkah. Baca Lebih Lanjut