fbpx
Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: info@tazkiyahtour.co.id

Blog

February 4, 2022

Bukan Bulan Biasa : 3 Keutamaan Bulan Rajab yang Harus Anda Ketahui

Keutamaan bulan rajab secara tersirat dapat dilihat dari masuknya bulan rajab sebagai salah satu bulan mulia “bulan haram. Hal ini bukanlah pengakuan tanpa alasan. Allah SWT sendiri yang memasukkan bulan rajab sebagai salah satu dari empat bulan yang mulia “Bulan Haram”. Bulan haram adalah empat bulan mulia selain Ramadhan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Disebut bulan haram karena pada bulan – bulan tersebut Allah melarang ummat Islam mengadakan peperangan.

sebagaimana disebutkan dalam firmanNya pada surah At-Taubah ayat 36 yang artinya “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetaan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram” (QS. At – Taubah: 36).

bulan rajab
                                            Foto : Jemaah Haji Tazkiyah Tour

Bulan Rajab memiliki keutamaan – keutamaan di atas bulan lain. Tulisan ini mengangkat 3 (tiga) keutamaan bulan rajab sebagai berikut :

  1. Keutamaan bulan rajab terletak pada peristiwa monumental bagi umat Islam yaitu peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Pada 27 Rajab Allah memperjalankan kekasihnya Nabi Muhammad saw dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsho Palestina. Kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsho menuju Sidratil Muntaha untuk menghadap kepada sang pencipta alam semesta Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Isra’ ayat 1 yang artinya :
    “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba – Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsho yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda – tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.
    Disinilah Nabi Muhammad saw menerima perintah Shalat Lima Waktu. Hal ini sebagaimana terdapat dalam Shahih Bukhari. Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Allah SWT. Allah SWT memerintahkan Nabi untuk melaksanakan shalat fardlu sebanyak lima puluh rakaat setiap hari. Nabi menerima dan kemudian kembali pulang. Dalam perjalanan, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Musa AS, Nabi Musa Mengingatkan bahwa umat Nabi Muhammad tidak akan mampu dengan perintah shalat lima puluh kali sehari tersebut. Nabi Musa menyampaikan bahwa ummatku telah membuktikannya. Kemudian Nabi Musa meminta kepada Nabi Muhammad SAW untuk kembali kepada Allah SWT, mohonlah keringanan untuk umatmu. Kemudian Nabi Muhammad Kembali pada Allah SWT dan diringankan menjadi shalat sepuluh kali. Kemudian Nabi Muhammad kembali kepada Nabi Musa AS, dan Nabi Musa mengingatkan sebagaimana yang pertama. Kembali Nabi menghadap Allah hingga dua kali, dan akhirnya Allah mewajibkan shalat lima waktu. Nabi Muhammad SAW kembali kepada Nabi Musa, Nabi Musa tetap mengatakan bahwa umatmu tidak akan kuat wahai Nabi Muhammad, Nabi Muhammad menjawab, saya malu untuk kembali menghadap pada Allah SWT. Saya ridho dan pasrah pada Allah SWT.
  2. Keutamaan bulan Rajab selanjutnya terletak pada disunnahkan untuk memperbanyak puasa di bulan Rajab sebagaimana halnya disunnahkan untuk memperbanyak puasa di tiga bulan haram yang lain yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram.
    Memang tidak ada hadits shahih yang secara khusus menyatakan kesunnahan puasa Rajab. Nmun di sisi lain juga tidak didapatkan larangan secara khusus untuk berpuasa pada bulan Rajab.
    Terdapat dalil – dalil umum mengenai dianjurkannya puasa pada empat bulan haram, dan ini bisa dijadikan dasar kesunnahan puasa Rajab. Sebagaimana disebutkan dalam Shahih Muslim yang artinya
    “Dari Utsman bin Hakim Al Anshari bahwa ia berkata: Saya bertanya kepada sahabat Sa’id bin Jubair mengenai puasa Rajab, dan saat itu kami berada di bulan Rajab. Maka ia pun menjawab: Saya telah mendengar Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma berkata: Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berpuasa hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan berbuka. Dan beliau juga pernah berbuka hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan puasa”.
  3. Selanjutnya Bulan Rajab adalah bulan di mana Rasulullah SAW melantunkan doa khusus untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan. Sebagaimana disebutkan bahwa Rasulullah SAW setiap memasuki Bulan Rajab berdoa yang artinya “Yaa Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan”.

Dari berbagai keterangan di atas, maka sangat bijaklah rasanya menjadikan bulan ini sebagai momentum untuk melakukan instrospeksi diri sekaligus menjadikan momentum untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Sehingga kita tidak menjadi orang yang menyesal, karena penyesalan selalu datang di akhir.

Bagikan :