Hi, How Can We Help You?

Arsip Kategori: Uncategorized

July 3, 2019

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melarang keras jemaah haji berinteraksi langsung dengan unta di Arab Saudi. Mereka bisa terkena penyakit saluran pernapasan Middle East respiratory syndrome (MERS) yang bersumber dari unta.

“Unta ini banyak dikunjungi oleh jemaah haji Indonesia. Ini saya berharap seluruh kelompok bimbingan haji Indonesia (KBIH) berperan biasanya yang mengajak ke sana (interaksi dengan unta),” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Eka Jusup Singka di Gedung Adhyatma Kemenkes, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Juli 2019.

Menurut Eka, virus MERS muncul pada 2017. Hingga saat ini, Kemenkes memastikan belum ada jemaah haji Indonesia yang pernah terkena virus itu. Namun, bukan berarti tidak ada potensi terkena virus yang dapat menyebabkan gagal ginjal itu.

Selain imbauan dini, pemerintah menjalankan langkah preventif dengan menyiapkan alat pelindung diri (APD) bagi jemaah haji Indonesia. APD tersebut meliputi masker, topi, payung, kacamata hitam, hingga sandal untuk beraktivitas di luar ruangan.

“Jadi lebih baik mencegah dari pada mengobati. Tidak ada tendensi apa-apa selain melindungi warga kita dari penyakit,” ucap dia.

July 2, 2019

Gelombang pertama jemaah haji Indonesia 2019 akan diberangkatkan pada 7 Juli mendatang. Tapi, jemaah haji Indonesia tahun ini akan menghadapi tantangan besar.
Tantangan tersebut adalah masalah cuaca di Arab Saudi. Apalagi mengingat pelaksanaan haji tahun ini bertepatan dengan musim panas atau summer di negara Timur Tengah itu.
Bahkan, diperkirakan suhu di Arab Saudi saat pelaksanaan haji dapat mencapai 50 derajat celcius. Cuaca yang berbeda dengan Indonesia ini ditakutkan dapat menjadi masalah bagi para jemaah.
Kementerian Kesehatan memperingatkan adanya bahaya heat stroke atau sengatan panas untuk para jemaah haji yang akan berangkat.
Dalam Live Streaming Instagram, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI Eka Jusup Singka memberikan tips untuk menghindari sengatan panas itu.
“Memang kalau panas, kita nggak bisa mengubahnya menjadi dingin. Masa matahari didinginin, nggak bisa,” ungkap Eka dengan nada bercanda.

Penting untuk Hindari Sengatan Matahari

Menurut Eka, yang bisa kita lakukan adalah menghindari sengatan panas tersebut.
“Pakai payung. Kemudian jangan pergi jalan langsung kena sinar matahari,” ujar Eka.
“Semprot mukanya (mendinginkan wajah dengan menyemprot air). Basahi mukanya, bawa air,” imbuhnya.
Eka juga membagikan pengalamannya menghindari sengatan panas ketika menunaikan ibadah haji.
“Saya kalau berangkat ibadah haji, kalau ketemu masjid, itu handuk saya basahi. Saya taruh di kepala sampai nanti kering,” kisahnya.
“Jadi penguapannya sebegitu besar,” tegas Eka.
Dia kembali menegaskan bahwa penting untuk selalu membawa payung dan air minum. Menurutnya, sering minum penting untuk memastikan tubuh kita terhidrasi dengan baik di tengah teriknya matahari saat ibadah haji.

Mengenal Heat Stroke

Selain membagikan tips tersebut, Eka juga membahas mengenai heat stroke yang mungkin terjadi saat pelaksanaan ibadah haji.
” Heat stroke itu karena semua cairan elektrolit, semua habis. Semua mengalami penguapan,” kata Eka.
“Darah nggak bergerak… Peredaran darah stop nggak bergerak, otak nggak jalan, supply oksigen nggak ada, akhirnya jatuh. Dan itu sulit ditolong” sambungnya.
Untuk menghindari heat stroke ini, Eka menegaskan pentingnya minum. Dia menyebut perlunya banyak minum dan menghindari sengatan panas matahari langsung.
“Untuk orang yang gagal ginjal, karena minumnya harus sedikit sebaiknya kita tunda keberangkatannya,” ujar Eka.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pelaksanaan Haji Saat Musim Panas, Ikuti Tips Mencegah “Heat Stroke””, https://sains.kompas.com/read/2019/07/01/211500123/pelaksanaan-haji-saat-musim-panas-ikuti-tips-mencegah-heat-stroke-?page=2.
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika

July 1, 2019

Operasional penyelenggaraan ibadah haji tinggal menghitung hari. Memastikan kesiapannya, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) bersama seluruh pejabat eselon II, pejabat eselon III melakukan rapat koordinasi kesiapan penyelenggaraan ibadah haji di Yogyakarta, 21-22 Juni 2019.

Direktur Jenderal PHU, Nizar, memastikan kesiapan masing-masing direktorat dengan seksama mengidentifikasi potensi masalah serta mendiskusikan alternatif solusi yang harus diambil. Problem krusial dalam penyelenggaraan haji tahun 1440H/2019M kali ini lebih banyak bagian dari efek kuota tambahan.

“Kita masih terus menyelesaikan permasalahan kuota tambahan seperti pengisian kuota yang belum penuh serta slot time penerbangan,” kata Nizar dalam Rakor tersebut, seperti dikutip dari website kemenag.go.id, Sabtu (22/6/2019).

Pengisian sisa kuota tambahan saat ini sedang dilakukan pelunasan tahap keempat untuk mengisi sisa kuota tiap provinsi sesuai ketentuan. Sementara slot time penerbangan baru mendapatkan persetujuan dari otoritas penerbangan Arab Saudi (GACA).

Sedangkan permasalahan dokumen haji seperti pengiriman paspor yang belum optimal dari daerah serta proses visa juga menjadi perhatian serius. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis, memaparkan berbagai kendala dalam pengiriman paspor dari berbagai daerah.

“Perlu afirmasi kebijakan agar proses dokumen dapat selesai tepat waktu. Saat ini proses visa sudah secara elektronik (e-visa) sesuai kebijakan terbaru Arab Saudi. Proses visa sudah dimulai Kamis 20 Juni 2019 malam dan visa 3 kloter sudah selesai,” ujar Yanis.

Slot time penerbangan yang disetujui oleh GACA berdampak pada perubahan Rencana Perjalanan Haji (RPH). Dalam RPH yang dirilis pada akhir 2018 lalu, pemberangkatan haji mulai 7 Juli 2019.

“Karena slot time penerbangan mengalami perubahan, maka pemberangkatan haji maju satu hari menjadi 6 Juli,” imbuh Yanis.

Terkait dengan layanan haji di Arab Saudi, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis melaporkan kesiapanya. Layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi seluruhnya dinyatakan siap.

“Layanan di Arab Saudi telah siap baik jenis layanan maupun layanan per wilayah. Khusus Arafah Muzdalifah Mina tahun ini ada peningkatan AC di tenda Arafah serta jemaah yang tiba siang hari di Arafah akam mendapatkam makan siang,” ucap Sri.

Selain itu, Sri juga menyampaikan proses update haji pintar. Menurutnya aplikasi yang cukup populer di masyarakat ini sedang dilakukan penyesuaian konten sesuai dengan jenis layanan yang diterima jemaah haji serta jadwal penerbangan.

January 25, 2019

JAUH dari tempat kelahirannya di Maros, Sulawesi Selatan, Paccing mengerjakan banyak hal di Nabire, Papua. Mulai dari jaga kios hingga menemani cucu-cucunya.

Dia menabung sedikit-sedikit. Pemberian dari anak-anaknya yang juga merantau di tanah yang sama, diirit sebisa mungkin. Ratusan ribu, jutaan, belasan juta terkumpul.

Dan hasrat untuk ke Baitullah tak tertahankan. Dia mulai menghubungi sanak saudaranya di kampung untuk mendaftarkan umrah, 2017 lalu. Dapatlah agen travelnya. Paccing kaget karena biayanya sangat murah, apalagi jika dibandingkan jika mendaftar di perantauannya.

Paccing tak memikirkan banyak hal lagi. Yang ada di kepalanya hanya bayang-bayang Baitullah.

Paccing menanti sambil menikmati nostalgia di Dusun Kappang, Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Meresapi detik demi detik bersama ibu kandung, Ci’nong, yang masih cukup bugar di usia senja. Sesekali dia menelepon ke Nabire.

Namun hingga waktu yang dijanjikan tiba, tak kunjung ada panggilan ke bandara. Ditunda, katanya. Paccing sabar menunggu. Ditunda lagi, dia masih sabar. Ditunda untuk ketiga kali, dia terus sabar.

Sampai kemudian terkuak memang ada masalah besar di tempatnya menitipkan uang dan harapan untuk berumrah. Paccing pulang ke Papua. Sambil terus bersiap, kali saja ada panggilan tiba-tiba.

Setahun berlalu lagi, kabar yang diharap tak datang-datang. Paccing pun pasrah. Sembari menunggu janji pengembalian uang Rp16,5 juta itu.

Di tengah ketidakpastian itu, keinginan untuk berumrah tak tertahan lagi. Pikirannya terus-terusan mengarah ke Kakbah. Dia ingin menyentuh kubus suci itu.

Nurmi, putrinya, melihat itu sebagai peluang untuk berbakti. Dia menelepon ke Maros. Minta tolong ke kerabat agar ibunya dicarikan agen travel lain. “Kalau perlu bintang lima. Yang penting mamak nyaman,” titipnya lewat udara.

Sementara semua dalam pengurusan, Paccing terbang lagi ke Maros. Sepupunya, Nurbaeti Lanti, yang sudah pernah umrah pada 2016 yang akan mengantarnya menitipkan harapan kedua.

Tibalah mereka di Kompleks Ramayana Pettarani Ruko Diamond no.11, Jumat (18/1/2019) lalu. Sebuah kantor berlantai empat yang sejuk dan harum. “Ibu Nurbaeti sudah merasakan umrah pakai travel ini, makanya saya mau,” akunya.

Betapa kaget Paccing ketika menerima selembar kertas yang bertulis “Tiket Umrah”. Padahal dia baru membayar tanda jadi Rp5 juta. Keberangkatan pun nanti pada 28 Februari 2019, tetapi semuanya sudah terjadwal rapi.

Terlampir bersama “Tiket Umrah” itu kertas HVS yang berisi akad, perjanjian antara Paccing sebagai calon jemaah dengan PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour), perusahaan penyedia jasa umrah yang sudah memasuki tahun ke-18 beropeasi.

Paccing tersenyum. Sebab di akad itu, sudah tertera semua hal yang akan didapatkannya sebagai konsumen. Nama, tipe, dan nomor penerbangan sudah ada, Begitu pun dengan merek bus yang akan digunakan selama di Jeddah, Madinah, dan Mekah. Bahkan hingga jam ibadah dan ziarah selama di Tanah Suci. Misalnya insyaallah pada Senin (4/3/2019) nanti, dia dan jemaah lain akan melakukan miqat di Bir ‘Aly, kira-kira pukul 08.45 waktu Saudi. Kamis (7/3/2019), mereka dijadwalkan menginjakkan kaki di tanah tempat Nabi Ibrahim dahulu hendak menyembelih Ismail, putranya.

Paccing kembali menerawang. Dia kemudian mengaku terkenang pengalaman pahit saat mendaftar sebelumnya. Segala biaya sudah dilunasi tetapi tidak satu pun ada kepastian agenda. Jangankan jadwal kegiatan selama di Tanah Suci, sekadar nomor penerbangan pun tak dikantongi.

Kini Paccing kembali menikmati liburan di kampung. Dia dengan sabar menanti 28 Februari 2018. Saat itu Kamis. Tetapi sehari sebelumnya, Rabu (27/2/2019), dia dan jemaah lain akan diinapkan semalam di Arthama Hotel, Makassar, dekat Pantai Losari. Istirahat dan manasik terlebih dahulu.

Paccing jauh lebih tenang. Tiket umrah dan akad sudah dia pegang, lembaran yang disebutnya menjadi penanda perjalanan umrah berkualitas. Istimewanya lagi, semuanya distempel tulisan garansi. Jadi bila nanti ada item yang tak sesuai dengan penjelasan di akad, akan ada ganti rugi.

Tetapi Paccing tak memikirkan banyak hal lagi. Yang ada di kepalanya hanya bayang-bayang Baitullah. Dia berdoa selalu sehat dan dianugerahi kesempatan untuk benar-benar bisa menjalankan ibadah umrah. Labbaik allahumma labbaik. (luzd)

December 4, 2018

Apakah Perilaku Atau Akhlak Kita Sudah Sesuai Dengan Tuntunan Rasulullah Muhammad SAW?
Bersama Dr. KH. Abdul Wahid Haddade, Lc. MA dan Tazkiyah Tour dan Perwakilan Majelis Taklim Sekota Makasssar

Sabtu, 8 Desember 2018
Pkl. 15.00 WITA
At Office Tazkiyah Tour (Lt. 3)
Ruko Diamond No.11 Komp. Bisnis Center Samping Ramayana Square

#Spiritbaruperjalananhaji
#Spiritbaruperjalananumrah
#Spiritbaruperjalananwisata