


Jakarta –
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan panduan penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1442 H/2021 M di masa Pandemi COVID-19. Dalam surat edaran itu, salat Idul Fitri tetap dilaksanakan di rumah bagi warga yang tinggal di zona Oranye dan Merah.
Panduan ini tertuang dalam Surat Edaran No SE 07 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M di saat Pandemi COVID-19. Surat edaran itu juga mengatur tata cara takbiran di masjid, sedangkan takbir keliling dilarang untuk mencegah kerumunan.
“Panduan diterbitkan dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam penyelenggaraan Salat Idul Fitri sekaligus membantu negara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. Edaran ini mengatur kegiatan malam takbiran dan Salat Idul Fitri yang diselenggarakan di masjid dan lapangan terbuka,” kata Yaqut dalam keterangan tertulis, Kamis (6/5/2021). Baca Selengkapnya

Makassar-Di tengah belum adanya kepastian soal keberangkatan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci, muncul sejumlah isu yang dinilai Kementerian Agama (Kemenag) menyesatkan. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi pun meluruskan hal ini.
“Mohon kepada semua pihak ini penting disampaikan, agar tidak mengembangkan isu-isu yang menyesatkan,” kata Zainut kepada wartawan, Minggu (2/5/2021).
Zainut menjelaskan ada 3 isu liar yang tersebar di masyarakat terkait ibadah haji 2021. Pertama menurutnya ada isu yang mengaitkan keberangkatan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci terkendala karena belum tersertifikasinya vaksin COVID-19 produksi Sinovac di WHO. Menurutnya ini tidak benar.
“Juga ada isu Indonesia nggak boleh memberangkatkan haji karena tunggakan akomodasi di Mekah. Negara Indonesia katanya banyak utang di sana. Itu bohong,” ujar Zainut.
“Juga ada yang mengaitkan karena adanya kasus peradilan, terkait status hukum seseorang. Ini tidak benar. Semuanya tidak benar,” sambung sosok yang juga Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini menegaskan. Baca Selengkapnya

” Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu juga gurunya para malaikat – malaikat dan malaikat Jibril dengan ijin tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (Q.S. Al-Qadr. 1-5).”
Salah satu yang ditungu-tunggu oleh umat manusia diseluruh dunia disetiap bulan Ramadhan adalah datangnya Lailatul Qadar. Malam tersebut memiliki kebaikan setara dengan seribu bulan.
Di malam itu ketika malaikat-malaikat turun kebumi maka suasana bumi akan berbeda dengan biasanya. Lebih hangat dan lebih sejuk pada biasanya.
Selain itu doa-doa yang dipanjatkan kepada Ilahi akan diaminkan oleh para malaikat .
Maka sungguh beruntunglah orang-orang yang ketika malam Lailatul Qadar dapat memohon doa kepada-Nya dengan didoakan pula oleh malaikat-malaikat yang sedang bertugas turun ke muka bumi.
Dirahasiakannya datangnya malam Lailatul Qadar tersebut agar Umat Islam kian memperbanyak amalan-amalan di malam-malam terakhir bulan Ramadhan. Dianjurkan untuk menjalankan sejumlah amalan sunah untuk menyambut datangnya malam Lailatul Qadar, malam yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan itu.Dalam beberapa riwayat disebutkan, tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar adalah matahari tidak bersinar terik pada siang harinya, udara tidak terlalu panas ataupun dingin, suasana malam sangat hening dan tenang, dan bahkan tidak ada anjing yang menggonggong ataupun binatang yang bersuara.
Bila Anda merasakan tanda-tanda tersebut dan yakin bahwa itu adalah malam Lailatul Qadar, maka segeralah membaca doa,
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Artinya: Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku.



