fbpx
Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: info@tazkiyahtour.co.id

Referensi

Tim Media TazkiyahTour

Artikel Referensi

INSPIRATIF 1

Bagi sejumlah orang, biaya berhaji maupun umrah begitu berat. Apalagi dikondisi yang seperti sekarang ini. Sehingga mereka kadang terpikir, jika uang sebanyak itu digunakan untuk berinvestasi, tentu akan sangat menguntungkan. Bukan dibuang-buang untuk perjalanan haji.



Namun, tahukah kamu bahwa orang-orang yang menghabiskan uangnya untuk menunaikan ibadah Haji ternyata telah berinvestasi, yang bukan sekedar ivestasi akhirat saja namun juga investasi dunia.



Allah SWT akan membalasnya dengan berlipat ganda.

Dalam sebuah hadits disebutkan,

“Pembiayaan dalam haji sama dengan pembiayaan dalam berjihad di jalan Allah swt; akan dibalas dengan pahala 700 kali lipat.” [HR. Ahmad].



Tidak pernah ada dalam sejarah,bahwa orang yang telah berangkat haji jatuh miskin atau usahanya bangkrut, yang ada justru semakin jaya.



Lantas, masihkah kita merasa berat untuk menginvestasikan atau menyisihkan uang kita untuk melaksanakan kewajiban beribadah haji ?



Sebuah kewajiban yang sarat akan makna.

cek jadwal keberangkatan haji

Jangan sampai hanya penyesalan yang akan kamu temui diakhir, saat kamu menjatuhkan pilihan untuk menunda kebaikan.



Kamu tentu tidak ingin berada dalam deretan orang-orang yang menyesal karena menunda satu hal baik yang bisa ia lakukan hari ini, menunda untuk menyisihkan sebagian uang yang ia dapatkan untuk merencanakan melaksanakan ibadah Haji ataupun Umrah.



Sehari kamu menunda untuk memulai, maka jarak menuju Baitullah akan terasa jauh.



Dan pada akhirnya kamu akan menemui dirimu berada dalam sebuah penyesalan dimana usia dan kondisi fisikmu sudah tak sekuat dulu lagi, harusnya hari itu kamu telah mewujudkan satu impian besar menunaikan kewajiban ibadah Haji.



Maka benarlah adanya pepatah yang mengatakan bahwa, “penyesalan itu datangnya selalu di akhir, kalau di awal itu pendaftaran”.



Hari ini, detik ini, bulatkan tekat untuk mulai mewujdkan niat suci menuju Baitullah dengan membuka tabungan Haji melalui Bank Syariah Indonesia yang bekerjasama dengan
Tazkiyah Global Mandiri


Sebuah langkah awal mewujudkan niat suci menuju Baitullah.



Ingatlah satu hal bahwa suatu saat nanti, kita semua akan mati, akan menyesal dan tentu dengan kadar yang berbeda.



Semoga saja saat itu tiba, tak kau temui sebuah penyesalan dan tak ada kata ‘SEANDAINYA SAAT ITU”.

menanti kepastian haji

Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini belum memutuskan apakah haji tahun ini dibuka atau tidak.



Harapan akan dibukanya haji tahun ini oleh seluruh calon Jemaah haji begitu besar, mengingat persiapan yang telah mereka lakukan sejak tahun kemarin saat ditundanya pemberangkatan mereka diakibatkan oleh adanya wabah virus Covid-19.



Hal ini juga berdampak pada semakin panjangnya antrian ibadah haji, khususnya di Indonesia.



Menteri agama RI mengatakan “jika sudah ada keputusan dari pemerintah Arab Saudi maka pemerintah akan segera melakukan persiapan secara teknis”, yang pasti saat ini pemerintah sudah menyiapkan sejumlah skenario pemberangkatan Haji di tahun 2021 ini.



Mengingat masih mewabahnya virus covid-19 ini, sehingga jika haji sudah dibuka, maka kewajiban vaksinasi bagi seluruh calon Jemaah haji yang akan diberangkatkan tahun ini menjadi sebuah keharusan.



Kalaupun tahun ini haji terpaksa harus ditunda kembali, sebagai ummat muslim kita harus percaya bahwa segala hal yang terjadi adalah atas kehendak-Nya, kita hanya bisa berharap semoga saja tahun ini kita sudah bisa merasakan nikmatnya menyempurnakan ibadah Haji di tanah suci.

Amin Yaa Rabb.

INSPIRATIF

Tidak kah kita tersentuh melihat dan mendengar kisah-kisah inspiratif orang-orang yang di mata kita bisa jadi terlihat kurang mampu, namun nyatanya bisa dengan gigihnya mengumpulkan biaya untuk berhaji ????



Salah satu kisah inspiratif dari seorang kakek berusia 80 tahun yang berprofesi sebagi tukang becak pada akhirnya mampu menunaikan ibadah Haji dengan menyisihkan pendapatan yang ia miliki setiap harinya secara rutin selama berpuluh tahun dari hasil mengayuh becak.



Jika dulu berhaji tampak mustahil bagi setiap orang. Kini, jika memiliki niat dan motivasi, maka jalan menuju Haji akan terbuka lebar.



Menunaikan ibadah Haji ke Makkah merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam. Namun bagi yang menjalaninya harus siap secara fisik maupun finansial.

Pergi Haji bagi yang mampu. Demikian bunyi salah satu rukun Islam yang terdiri dari lima perkara.


bahagiaa

Ketika pertanyaan ini muncul, jawabannya tentu berbeda-beda sebab konsep bahagia setiap orang tentu berbeda.

Ada orang yang bahagia karena kemudahan dalam menggapai sesuatu, namun ada juga yang bahagia karena sebuah perjuangan.

Seperti pepatah yang mengatakan dimana  ada perjuangan di situ ada kebahagiaan, ada pula yang mengatakan bahwa, bukan hasil yang membuat kita bahagia namun perjuangan.

Bahkan kehidupan di dunia ini saja adalah sebuah perjuangan menuju tempat terbaik di sisi-Nya.

Sama halnya ketika hari ini kamu belum mampu menggapai impian menuju Baitullah tentu kamu harus berjuang, berjuang untuk mewujudkannya.

Jangan pesimis ketika kamu melihat orang-orang di sekelilingmu dengan mudahnya mewujudkan apa yang ia inginkan, sebab bisa jadi perjuangannya jauh lebih besar.

Menabung, adalah bentuk perjuangan menuju Baitullah semakin giat kamu melakukannya, maka semakin besar pula perjuangan yang kamu lakukan.

Yakinlah bahwa, “Setiap perjuangan pasti ada hasilnya. Gagal memberi pelajaran, sukses memberi kebahagiaan”.

Temukan kebahagiaanmu dengan  berjuang bersama mewujudkan impian menuju Baitullah melalui Tabungan Haji Indonesia di Bank Syariah Indonesia yang bekerjasama dengan PT. Tazkiyah Global Mandiri.

“Nabungannya di BSI, Hajinya di Tazkiyah Tour”.

#PerjalananTerencanaDanTerlindungi

kubah hijau

Bagi kamu yang sudah pernah menunaikan ibadah haji atau umrah ke Tanah Suci, tentu tak asing dengan kubah hijau yang dibangun di atas makam Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, Abu Bakar serta Umar bin Khattab. Kubah dengan bentuk dan warna khas ini begitu ikonik, berlokasi di sudut tenggara Masjid Nabawi, Madinah.

Tempat yang kini dinaungi dengan kubah hijau itu, semasa Rasulullah hidup, merupakan rumah beliau yang sangat sederhana. Di rumah tersebut beliau tinggal bersama Ummul Mu’minin Aisyah hingga menutup mata di akhir hayatnya. Rumah kediaman Rosulullah tersebut sering juga disebut sebagai rumah Aisyah.

Ahli sejarah menegaskan bahwa keberadaan kubah hijau di atas makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baru ada di abad ke-7 Hijriyah. Yang pertama kali membangunnya adalah Sultan Qalawun. Awalnya tidak dicat, berwarna kayu, kemudian dicat putih, kemudian cat biru dan yang terakhir berwarna hijau hingga sekarang.

Makam Rasulullah merupakan makam yang menjadi pengingat kepada kita semua perihal perjuangan Islam dari awal hingga maju sampai zaman sekarang. Dan dimakamkannya Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Bin Khattab di samping makam Rasulullah merupakan sebuah kisah persahabatan yang sangat luar biasa.