Hi, How Can We Help You?

Arsip Tag: Tazkiyah Tour

August 14, 2019

MEKAH – Sudah dua hari ini gadget kita mendapat kiriman video-video banjir dan badai. Diklaim terjadi di Mekah dan cukup parah. Di sebuah titik bahkan terlihat sampai merendam mobil.

Video tersebut tiba juga kepada keluarga para jemaah haji. Ada yang cemas. Namun, jemaah justru terheran juga dengan video-video tersebut, termasuk jemaah haji khusus Tazkiyah Tour.

Mekah dan Mina memang sempat dilanda hujan es. Namun cuma sebentar. Ada genangan tetapi tidak sekrusial kondisi yang digambarkan di video.

“Bolehlah kita menelepon keluarga masing-masing. Kabarkan bahwa kita di sini baik-baik saja, supaya mereka tidak panik,” ujar Nur Aisyah Muh Ramli, salah satu jemaah Tazkiyah Tour.

KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym juga sempat mengunggah di media sosialnya soal hujan es di Mekah. “Hujan sebentar, tetapi banjir,” tulisnya. Akan tetapi, situasinya juga relatif tidak seburuk pada video yang viral itu.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Mekah Kementerian Agama, Subhan Cholid, memastikan bahwa kondisi jemaah haji Indonesia aman terkendali. Dampak hujan deras dan angin kencang yang menerjang Mina kemarin dianggap sebagai anomali cuaca biasa. Tidak masuk kategori badai.

Lantaran hujan deras kemarin, isu yang sempat muncul di media sosial adalah terjadinya banjir di terowongan Mina serta munculnya badai sehingga merobohkan tenda jemaah haji. Terkait hal ini, Subhan menampiknya.

“Saya kok nggak lihat kondisi itu. Mungkin itu video lama diangkat kembali,” ucapnya.

Saat berita ini diturunkan, para jemaah Tazkiyah Tour sedang menunggu waktu salat Subuh di Masjidilharam. Usai melaksanakan tawaf Ifadah. (fit)

August 12, 2019

MEKAH – Plong. Puncak ibadah haji terlewati. Prosesi melempar jumrah pun sudah tuntas.

Seratus dua puluh enam jemaah haji khusus Tazkiyah Tour telah berada di bus saat berita ini diturunkan. Tengah malam waktu Saudi atau pagi di Indonesia.

Rombongan menuju rumah transit di Mekah, berkisar 7 kilometer dari Masjidilharam. “Alhamdulillah,” ujar Ramzah Thabraman, salah satu jemaah.

Dewi Setiawati Muchsin, jemaah lainnya juga mengucap syukur. Riang sekali. “Horeeee,” ketiknya di grup WhatsApp jemaah haji Tazkiyah Tour angkatan ke-19 tahun 2019.

Di rumah transit, jemaah memang relatif akan lebih nyaman. Di Maktab 116 Mina, situasi sangat padat. Salah satu hal yang menyulitkan adalah antrean di kamar mandi. Berdiri berjejer menunggu giliran adalah tradisi di setiap musim haji di Mina. Jutaan orang berkonsentrasi di titik yang sama.

Namun jemaah sudah akan merebahkan badan di rumah transit. Toilet gampang, kamar adem.

Jemaah dijadwalkan sudah akan bertolak ke tanah air, Sabtu (17/8/2019). Persis di peringatan hari kemerdekaan yang ke-74 Republik Indonesia.

Jemaah diagendakan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Minggu (18/8/2019). Kira-kira bakda Magrib. (fit)

August 11, 2019

MEKAH – Jika Anda menyaksikan di televisi Arafah tiba-tiba diguyur hujan saat 2,5 juta jemaah haji melakukan wukuf, kemarin, Anda tidak salah lihat. Memang turun hujan.

Sejak pagi hingga siang waktu Saudi, jemaah dari seluruh dunia memenuhi Arafah untuk melaksanakan wukuf. Syarat utama rukun haji.

Cuaca panas capai 45 derajat tidak menyusutkan semangat jemaah untuk bisa tunaikan ibadah haji sebagai tamu Allah.

Jemaah haji seluruh negara termasuk Indonesia sudah mulai mulai bergerak ke Arafah pada Jumat (9/9/2019) atau pada 8 Zulhijah sekitar pukul 07.00 pagi waktu Arab Saudi. Termasuk jemaah haji khusus Tazkiyah Tour, dan bagian dari konsorsium; Anmar dan Pacto.

Pergerakan ke Arafah alhamdulillah lancar. Panitia haji Indonesia dari Kementerian Agama sudah melakukan persiapan agar tidak terjadi kemacetan. Dilakukan secara bergelombang, dibagi dalam tiga fase: pukul 07.00-12.00, 12.00-16.00, serta 16.00-24.00.

Jemaah asal Indonesia menempati tenda-tenda yang terpasang di maktab. Satu maktab berisi ratusan jemaah dari beragam travel.

Dalam tenda, para jemaah berdiam diri meski ada juga yang memilih duduk beralaskan karpet di luar. Untuk mengevaluasi segala perbuatan selama perjalanan hidup. Berzikir, berdoa, membaca Quran, hingga salat jadi kegiatan jemaah di Arafah.

Mansur Daeng rombo, 58 tahun, jemaah haji asal Gowa yang berprofesi sebagai penjual coto sangat bersyukur. Tak menyangka dengan kondisi perekonomian keluarga yang biasa saja bisa menunaikan ibadah haji.

“Tidak terbayangkan, menangis terharu saya,” ujar Mansyur. Dia mengaku memperbanyak bacaan talbiyah, zikir, dan membaca Alquran selama di Arafah.

“Wukuf itu penghambaan mengakui dosa mulai akil balik baik dosa kecil dan besar bisa diingat dan seluruhnya dilaporkan ke Allah,” jelasnya.

Dokter Dewi Setiawati pun bersyukur sebagai tim medis Tazkiyah Tour. Bisa diamanahkan bersama kakaknya, dr Wachyudi Muchsin merawat kesehatan tamu Allah.

Pembimbing jemaah Ustaz Salahuddin Ayyub Fakhruddi bersyukur sebab saat wukuf, Arafah yang awalnya panas terik tiba tiba diguyur hujan.

“Ini fenomena alam yang langkah di sini. Insyaallah sebagai hujan berkah, seluruh jemaah menjadi haji mabrur. Sebagai refleksi diri untuk kembali ke kesucian dan menerapkannya pada perilaku saat kembali ke masyarakat,” ucapnya. (*)

Laporan

dr Wachyudi Muchsin dari Arafah.

August 10, 2019

MEKAH – Grup WhatsApp jemaah haji khusus Tazkiyah Tour begitu sepi, Sabtu malam waktu Indonesia atau Sabtu siang di Arab Saudi.

Tidak ada foto selfie atau wefie seperti waktu-waktu sebelumnya. Tidak ada candaan soal makanan atau kegiatan di sekitar tempat menginap.

Hanya foto hasil kutipan pembimbing yang terunggah di grup. Itu pun tak ada yang komentari.

Para jemaah memang sedang berada di puncak ibadah haji. Wukuf di Arafah. Menempati tenda di salah satu maktab, para jemaah larut dalam zikir. Juga menyimak tausiah.

Dokter Wachyudi Muchsin yang coba tazkiyahtour.co.id hubungi hanya sempat menjawab singkat. “Semuanya sedang fokus ibadah wukuf.”

Wukuf memang tahapan yang paling dinanti. Tidak wukuf berarti tidak haji. Makanya para jemaah begitu memanfaatkan kesempatan. Semua khusyuk dalam perenungan, dan doa. Ponsel disingkirkan sementara waktu.

Wukuf di Arafah merupakan rukun inti ibadah haji. Untuk itu, seluruh jemaah haji termasuk yang sedang sakit atau wanita yang sedang haid tetap harus berada di kawasan Arafah. Wukuf paling utama dan sempurna adalah terus menerus berada di Arafah. Sejak waktu Zuhur hingga Magrib tanggal 9 Dzulhijjah, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw.

Padang Arafah yang begitu luas sungguh tepat untuk menggiring jemaah ke dalam perenungan yang dalam. Mengenali diri, apa yang pernah, sedang, dan akan dilakukan. Menjadi hamba yang terus memperbaiki amalan. (fit)

August 9, 2019

MEKAH – Makassar dan Mekah terpaut ribuan kilometer dan minimal sembilan jam perjalanan udara. Dipisah lautan. Namun di dalam doa, keduanya bisa sangat dekat.

Kamis malam (8/8/2019) waktu Indonesia tengah, manajemen dan keluarga besar di Tazkiyah Tour, menggelar doa bersama di kantor pusat, Jalan AP Pettarani, Makassar. Di waktu bersamaan namun masih siang di Arab Saudi, 126 jemaah juga duduk bersila di rumah transit di Mekah usai salat.

Doa lintas ruang dan waktu dihelat. Yang di Makassar mendoakan pula yang di Mekah. Yang di Mekah, tempat berdoa paling mustajab, memohonkan pula yang terbaik untuk yang di Makassar.

Sebelum 126 jemaah haji khusus Tazkiyah Tour berangkat, Presiden Direktur Ahmad Yani Fachruddin menitip agar Tazkiyah Tour didoakan. Untuk eksistensi dan kebermanfaatannya untuk umat. Terkhusus, juga untuk keikutsertaan travel yang akan berusia 19 tahun pada 15 Dzulhijjah mendatang ini di SNI Award 2019.

“Kita sudah lolos di beberapa tahapan. Insyaallah awal September sudah tahap kunjungan juri dari Jakarta,” ujarnya.

Dari Makassar, keluarga besar Tazkiyah Tour rutin menghelat doa bersama setiap Kamis malam, selama jemaah masih berada di tanah suci.

Sabtu (10/8/2019) besok, jemaah Tazkiyah Tour bersama jutaan jemaah calon haji lainnya akan berada di Arafah. Menjalankan wukuf, puncak ibadah haji.

Hari ini jemaah dijadwalkan sudah di Mina. Dari Mina, Sabtu pagi, jemaah berangkat dengan bus ke Arafah. Salat Duha kemudian memperbanyak amalan dan zikir untuk memulai acara wukuf.

Saat berita ini diturunkan, jemaah sudah berkonsentrasi penuh dan saling meminta maaf. Masing-masing juga mengirim permohonan maaf ke kerabat di tanah air dan minta didoakan kelancaran ibadah hajinya. (fit)