fbpx
Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: info@tazkiyahtour.co.id

Blog

October 17, 2021

Adab Ketika Bertamu dan 4 Cara Memuliakan Tamu dalam Islam

Adab ketika bertamu dalam islam hendaknya senantiasa dipegang teguh oleh setiap muslim yang komitmen terhadap agamanya. Sebab, di dalam adab-adab tersebut terdapat kebaikan dan hikmah yang dalam.

Dalam hal ini adab tersebut terbagi dua, yaitu bagaimana adab ketika bertamu dan adab/ cara memuliakan tamu (bagi orang yang dikunjungi). Masing-masing adab dari kedua keduanya akan saya sebutkan di bawah ini. Pastikan Anda membaca dengan seksama kelanjutan ulasan di bawah ini.

Adab/ Cara Memuliakan Tamu

Bagi orang yang menerima tamu, ada beberapa adab yang hendaknya dijaga dan diamalkan. Adab-adab tersebut adalah sebagai berikut :

1. Mengikhlashkan Niat

Salah satu adab penting yang perlu diperhatikan dalam melayani tamu yang berkunjung adalah mengihlaskan niat semata-mata karena Allah Ta’ala sendiri.  Sebab, tanpa keikhlasan amalan tersebut akan sia-sia dan tidak diterima oleh Allah Azza Wajalla.

1. Memuliakan Tamu

Seorang muslim hendaknya selalu memuliakan tamu yang datang kepadanya. Sebab, tamu yang datang memiliki hak atas tuan rumah untuk dijamu dan dimuliakan sebagai tamu. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam :

مَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ واليَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya dia muliakan tamunya.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan Muslim).

Sangat jelas di dalam hadits tersebut kalau Rasulullah Shallallahu Aaihi Wasallam memerintahkan  untuk memuliakan tamu yang datang berkunjung. Bahkan, hal tersebut termasuk tanda keimanan kepada Allah dan Rasulu-Nya.

2. Tidak Mengandung Kecuali Orang-orang yang Bertakwa

Salah satu adab ketika bertamu dalam islam yang terkait dengan orang yang dikunjungi yaitu hendaknya tidak mengundang untuk berkunjung kepadanya kecuali orang-orang yang beriman dan bertakwa. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam :

لا تُصاحِبْ إِلَّا مُؤْمِنًا ، ولا يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلَّا تَقِيٌّ

“Janganlah engkau berteman kecuali dengan orang yang beriman dan janganlah ada yang memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa.” (Diriwayatkan oleh Abu Daud dan At-Tirmidzi).

3. Menyambut Kedatangan Tamu dengan Gembira

Adab berikutnya yang hendaknya dipegang oleh seorang muslim ketika dia menerima tamu adalah menyambut tamu tersebut dengan gembira dan ucapan-ucapan yang baik. Hal ini sebagaimana yang telah ditunjukkkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam  kepada menyambut kunjungan utusan Abdul Qois :

مَرْحَبًا بِالْوَفْدِ الَّذِينَ جَاءُوا؛ غَيْرَ خَزَايَا وَلاَ نَدَامَى

Selamat datang kepada para utusan, tanpa merasa terhina dan menyesal (Diriwayatkan oleh AL-Bukhary).

4. Tambahan Adab-adab Penting Lainnya

Selain adab-adab yang disebutkan di atas, tentu saja masih banyak lagi adab-adab yang hendaknya diamalkan oleh tuan rumah atau orang yang dikunjungi, di antaranya mempersilahkan tamu duduk di tempat yang layak, menyediakan hidangan sesuai kemampuan, dan yang lainnya.

adab ketika bertamu dan memuliakan tamu

Adab Ketika Bertamu

Selain orang yang dikunjungi, orang yang berkunjung dan bertamu juga harus memperhatikan adab-adab ketika bertamu dalam islam. Di antara adab-adab tersebut adalah sebagai berikut :

  • Jangan sengaja bertamu di jam-jam makan dengan tujuan agar tuan rumah mengundangnya makan.
  • Mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam rumah.
  • Menundukkan pandangan saat masuk ke dalam rumah agar tidak melihat aurat tuan rumah tanpa sengaja.
  • Duduk ditempat yang ditunjukkan oleh tuan rumah.
  • Tidak terlalu lama bertamu.
  • Bersikap rendah diri dan tidak menyusahkan tuan rumah.

Apakah boleh tidak menerima tamu karena alasan tertentu?

“Boleh dan tidak berdosa menolak tetangga untuk bertamu dengan tidak membukakan pintu karena ada kebutuhan, misalkan karena tuan rumah ingin istirahat, atau ada maslahat besar (ada urusan rumah tangga yang wajib ditunaikan) dan menghindari mudharat (kemungkinan besar terjadi ghibah) karena sebab menerima tamu. Dasarnya adalah hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

عن أبى موسى الاشعريّ رضي الله عمه قال: قال رسول الله صلّى الله عليه و سلم: الاستئذانُ ثلاثٌ، فان أذن لك و الاّ فارجع

Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiallahu’anhu, dia berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!’”
(Hadits shahih. HR. Bukhari, no. 5891 dan Muslim, no. 2153) ” Referensi: bimbinganislam.com

 

Islam memang rahmatan lil ‘alamin, keseharian dan aktivitas kita telah diatur dengan baik agar kita bisa memuliakan diri dan saling memuliakan satu sama lain, dengan adab-adab yang telah dituntunkan, seperti adab bertamu, adab menjenguk orang yang sakit, dan lain sebagainya.

Demikianlah adab-adab ketika bertamu dalam islam yang hendaknya diketahui oleh setiap muslim. Semoga bisa menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat.