fbpx
Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: info@tazkiyahtour.co.id

Blog

January 12, 2022

Apa Saja Larangan Haji Bagi Laki-Laki?

Apa sajakah larangan haji bagi laki-laki? Pertanyaan ini penting untuk dijawab, karena terkait dengan sah tidaknya ibadah haji yang dilakukan oleh laki-laki. Banyak dari jamaah haji pria yang melakukan larangan-larangan tersebut disebabkan ketidaktahuan terhadap hukumnya.

Ibadah haji merupakan ibadah yang mulia dan agung di dalam islam. Oleh karena itu, seharusnya dilakukan berdasarkan ketentuan dan aturan yang ditetapkan di dalam islam. Al-Quran dan As-Sunnah telah memberikan aturan dan ketentuan yang berkaitan dengan ibadah haji, termasuk di dalamnya hal-hal yang dilarang saat seseorang menunaikan ibadah haji.

Larangan-larangan haji ada yang berlaku bagi laki-laki dan ada yang berlaku bagi wanita. Masing-masing ada pembahasannya. Namun pada artikel kali ini, kita hanya memfokuskan pembahasan mengenai larangan-larangan haji bagi laki-laki.

Ulasan Detail Seputar Larangan Haji Bagi Laki-Laki

Apa Saja Larangan Haji Bagi Laki-Laki?

Lantas apa sajakah larangan-larangan haji bagi laki-laki? Simak detail ulasannya pada kelanjutan artikel di bawah ini :

1. Memakai Kain yang Berjahit dan Sepatu

Salah satu larangan haji bagi laki-laki adalah memakai kain yang berjahit ketika sedang berihram. Maksud dari kain berjahit yaitu kain yang dijahit untuk badan atau sebagian anggota tubuh, seperti celana, kaos, dan semisalnya.

Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Umar Radhiallahu Anhuma, yang mana beliau berkata :

سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا يَلْبَسُ الْمُحْرِمُ؟ قَالَ: «لَا يَلْبَسُ الْمُحْرِمُ الْقَمِيصَ، وَلَا الْعِمَامَةَ، وَلَا الْبُرْنُسَ، وَلَا السَّرَاوِيلَ، وَلَا ثَوْبًا مَسَّهُ وَرْسٌ وَلَا زَعْفَرَانٌ وَلَا الْخُفَّيْنِ، إِلَّا أَنْ لَا يَجِدَ نَعْلَيْنِ فَلْيَقْطَعْهُمَا، حَتَّى يَكُونَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ»

“Apa yang dipakai oleh orang (lelaki) yang ihrom?”, Beliau Shollallahu Alaihi Wasallam menjawab : “Seorang (lelaki) yang ihrom tidak boleh memakai baju, imamah, mantel yang memiliki penutup kepala, celana, dan juga baju yang dicelup dengan pewarna, juga tidak boleh memakai parfum, dan sepatu. Kecuali jika tidak memiliki sandal, maka sepatunya dipotong hingga di bawah kedua mata kaki.” (Muttafaqun Alaihi).

2.  Memakai Parfum di Badan atau Pakaian

Larangan berikutnya yang berlaku bagi laki-laki ketika sedang menunaikan ibadah haji adalah memakai parfum atau wangi-wangian di badan atau pakaian. Dalil yang menunjukkan akan hal ini adalah apa yang telah disebutkan di atas. Tentu saja masih ada beberapa dalil lainnya, hanya kita mencukupkan dengan menyebutkan dalil di atas untuk meringkas pembahasan.

Tentunya larangan memakai parfum atau wangi-wangian ini berlaku ketika dia sudah mulai berihram. Adapun jika dia memakainya sebelum ihram dan masih tertinggal baunya ketika mulai berihram, maka hal tersebut tidak mengapa.

3. Mencukur Rambut dan Menggunting Kuku

Larangan haji bagi laki-laki berikutnya adalah mencukur rambut dan menggunting kuku. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala :

وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ

“…dan jangan kamu mencukur kepalamu sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya…” (Surah Al-Baqarah : 196).

Larangan ini mencakup seluruh bulu-bulu di badannya. Tidak boleh sengaja mencukur rambut atau mencabut bulu-bulu yang ada di badan. Jika dia mandi dan tanpa sengaja beberapa helai rambutnya terjatuh, maka hal tersebut tidak mengapa.

Demikian pula dilarang untuk mencabut atau menggunting kuku dengan sengaja, baik kuku yang ada di tangan maupun di kaki. Tapi jika kukunya patah dan menyakitinya, maka boleh baginya untuk menghilangkan kuku yang patah tersebut. Hal ini berdasarkan kesepakatan ulama yang dinukil oleh Al-Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah. (Lihat: alarabiya.net).

4. Menyentuh Wanita Disertai Syahwat

Larangan yang satu ini berkaitan dengan laki-laki yang sedang menunaikan ibadah haji lalu menyentuh wanita dengan syahwat (hawa nafsu), seperti mencium, meraba, dan lain sebagainya. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala :

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Maka barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji..” (Surah Al-Baqarah : 197).

Kata rafats di dalam ayat di atas adalah jimak (berhubungan badan) dan pendahuluan-pendahuluannya berupa sentuhan-sentuhan yang disertai syahwat.

5. Berhubungan Badan

Larangan haji bagi laki-laki berikutnya adalah berhubungan badan. Hal ini telah disinggung di atas dan telah disebutkan dalilnya. Oleh karena itu, wajib bagi laki-laki yang sedang menunaikan berihram untuk menjauhi hal-hal yang bisa mengantarkan kepada perbuatan tersebut.

Selain larangan-larangan haji bagi laki-laki di atas, masih ada beberapa larangan lainnya yang tidak sempat kita sebutkan secara detail, seperti memakai penutup kepala yang langsung terpasang di kepala, berburu binatang buruan, dan semisalnya.

Baca juga artikel seputar haji dan umroh.

Bagikan :