Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: tazkiyahmandiri@gmail.com

Blog

Agustus 16, 2018

Dalam dunia yang semakin terhubung, PT. Tazkiyah Global Mandiri atau Tazkiyah Tour and Travel mengemban visi yang ambisius: menjadi perusahaan global dan mandiri dengan sistem tata kelola organisasi terintegrasi, berbasis digital yang berlandaskan nilai-nilai luhur Tazkiyah.

Ambisi ini bukan sekadar impian, melainkan sebuah perjalanan strategis yang dijalankan dengan penuh determinasi dan inovasi, khususnya dalam industri travel haji dan umroh.

Visi Misi Tazkiyah Tour and Travel

Mengemban visi menjadi perusahaan global, PT. Tazkiyah Global Mandiri atau Tazkiyah tour and travel berupaya keras untuk mandiri dalam berbagai aspek penting seperti sumber daya manusia, keuangan, sistem, dan teknologi.

Globalisasi bagi Tazkiyah tidak hanya tentang ekspansi geografis, tetapi juga tentang penguasaan teknologi dan inovasi layanan yang dapat menjangkau dan memenuhi kebutuhan umat Islam di seluruh dunia dalam melaksanakan ibadah haji dan umroh.

Implementasi “3 S” dalam Misi Tazkiyah

PT. Tazkiyah Global Mandiri menerjemahkan visinya melalui penetapan “3 S” yang menjadi landasan operasionalnya, yaitu:

  • Sistematisasi Setiap Proses Bisnis: Melalui penerapan sistem yang terorganisir dan terpadu, Tazkiyah berupaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanannya.
  • Sumber Daya Manusia yang Sehat dan Smart: Investasi pada pengembangan kompetensi dan kesejahteraan karyawan diprioritaskan untuk mendukung layanan prima.
  • Sarana Prasarana Pembangunan Gedung dan Digital Information: Infrastruktur fisik dan digital yang modern menjadi kunci dalam mendukung operasional perusahaan yang lancar dan terintegrasi.

Komitmen terhadap Good Corporate Governance (GCG)

Dalam mengejar visi global, PT. Tazkiyah Global Mandiri atau Tazkiyah tour and travel menetapkan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai misi utama.

Prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, serta kesetaraan dan kewajaran, menjadi pondasi dalam setiap pengambilan keputusan dan operasional bisnis.

Komitmen ini memastikan bahwa Tazkiyah beroperasi tidak hanya dengan standar tertinggi etika bisnis, tetapi juga dengan orientasi layanan pelanggan yang kuat.

Inovasi dan Teknologi sebagai Pilar Kunci

PT. Tazkiyah Global Mandiri mengelola inovasi secara serius dengan menghadirkan solusi digital seperti Tazkiyah Integrated Application System (TIAS), yang memungkinkan pengukuran kinerja harian setiap divisi secara akurat dan efisien.

Selain itu, aplikasi Intravel, yang dikembangkan bersama konsultan IT, menunjukkan komitmen Tazkiyah dalam menyediakan tata kelola organisasi yang terintegrasi dan berbasis digital.

Juli 30, 2018

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour) memberangkatkan 191 jemaah haji khusus tahun ini. Salah satunya adalah Prof Hamdan Juhannis, akademisi muda, Wakil Rektor IV UIN Alauddin sekaligus penulis buku “Melawan Takdir”.

Pelepasan jemaah dilakukan di Arthama Hotel, Minggu (29/7/2018) malam. Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Muhajirin Yunus datang khusus untuk prosesi itu.

Muhajirin mengaku rela hadir karena jemaah haji khusus yang dilepasnya, ada dalam pengurusan yang maksimal dan terukur. “Travelnya sudah SNI. Dapat sertifikasi ISO 9001:2015,” ucapnya.

“Jemaahnya mantap. Ada Prof Hamdan pula. Insya Allah bisa ikut membimbing,” tambah Muhajirin.

Presiden Direktur Tazkiyah Tour, Ahmad Yani Fachruddin menuturkan, jemaah haji khusus ini sudah angkatan ke-18. Seusia dengan masa berdirinya perusahaan travel yang dipimpinnya.

“Tahun ini kami punya haji sehat, haji nyaman, haji mabrur,” ujarnya.

Selama sebulan ini, beber Ahmad Yani, Tazkiyah Tour memantau kesehatan para calon jemaah. Semua obat yang diperlukan sudah disiapkan. Dua dokter juga akan terus menemani.

“Soal kenyamanan, kami juga sangat serius. Segala administrasi, termasuk visa haji sudah beres 100 persen. Kami bersyukur karena tahun ini sudah pakai aplikasi e-hajj,” tambah Ahmad Yani.

Kabid PHU Kanwil Kemenag Sulsel, Kaswad Hartono menyebut bahwa pihaknya bersyukur karena di luar jemaah haji reguler, ada yang mengurusi jemaah haji dengan sangat baik.

Dia mengenang kejadian tahun lalu saat ada kasus “Haji Filipina”, termasuk korbannya ada dari Sulsel. “Pengelolaan haji atau umrah memang butuh profesionalisme,” ucap Kaswad. (*)

Juli 29, 2018

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Travel Tazkiyah Tour menggelar orientasi petugas dan pemantapan program haji khusus dalam rangka pembekalan dan persiapan pemberangkatan jemaah haji khusus, Minggu (22/7). Acara ini berlangsung di kantor Tazkiyah Tour di Jl AP Pettarani, Makassar.

Pada musim haji kali ini, Tazkiyah Tour akan memberangkatkan 191 calon jemaah haji dan didampingi oleh empat orang pembimbing dan tiga orang dokter, yang akan berangkat bersama pada tanggal 30 Juli sampai 28 Agustus mendatang.

Direktur Utama Tazkiyah Tour, Ahmad Yani Fahruddin mengatakan tidak lama lagi Tazkiyah Tour akan memberangkatkan jemaah haji khusus.

“Ya, kita lakukan pemantapan pendamping jemaah haji,” bebernya.

Orientasi dan pemantapan ini, lanjutnya, untuk menyiapkan dan membekali para pembimbing jemaah haji, agar yang telah direncanakan berjalan lancar.

“Supaya yang telah direncanakan berjalan lancar dan kita sudah menyiapkan antisipasi-antisipasi kejadian yamg tak terduga,” tambahnya.

Selain itu, Tazkiyah Tour akan memberikan pelayanan terbaik kepada calon jemaah haji khusus, pasalnya aspek pelayanan yang sangat mereka butuhkan.

Dia berharap mudah-mudahan resiko dan masalah bisa diatasi dengan baik. “Kita akan memberikan pelayanan terbaik untuk jemaah kita,” lanjutnya. (*)

Juli 29, 2018

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR – PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour) memberangkatkan 191 jemaah haji khusus tahun ini. Salah satunya adalah Prof Hamdan Juhannis, akademisi muda, Wakil Rektor IV UIN Alauddin. Penulis buku “Melawan Takdir”.

Senin (30/7/2018), semua calon jemaah sudah akan bertolak ke tanah suci.

Pelepasan jemaah dilakukan di Arthama Hotel, Minggu (29/7/2018) malam. Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Muhajirin Yunus datang khusus untuk prosesi itu.

Muhajirin mengaku rela hadir karena jemaah haji khusus yang dilepasnya, ada dalam pengurusan yang maksimal dan terukur.

“Travelnya sudah SNI. Dapat sertifikasi ISO 9001:2015,” ucapnya. “Jemaahnya mantap. Ada Prof Hamdan pula. Insyaallah bisa ikut membimbing,” tambah Muhajirin.

Presiden Direktur Tazkiyah Tour, Ahmad Yani Fachruddin menuturkan, jemaah haji khusus ini sudah angkatan ke-18. Seusia dengan masa berdirinya perusahaan travel yang dipimpinnya.

“Tahun ini kami punya haji sehat, haji nyaman, haji mabrur,” ujarnya.

Selama sebulan ini, beber Ahmad Yani, Tazkiyah Tour memantau kesehatan para calon jemaah. Semua obat yang diperlukan sudah disiapkan. Dua dokter juga akan terus menemani.

“Soal kenyamanan, kami juga sangat serius. Segala administrasi, termasuk visa haji sudah beres 100 persen. Kami bersyukur karena tahun ini sudah pakai aplikasi e-hajj,” tambah Ahmad Yani.

Kabid PHU Kanwil Kemenag Sulsel, Kaswad Hartono menyebut bahwa pihaknya bersyukur karena di luar jemaah haji reguler, ada yang mengurusi jemaah haji dengan sangat baik.

Dia mengenang kejadian tahun lalu saat ada kasus “Haji Filipina”, termasuk korbannya ada dari Sulsel. “Pengelolaan haji atau umrah memang butuh profesionalisme,” ucap Kaswad. (fo)

Author : Imam Dzulkifli