Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: tazkiyahmandiri@gmail.com

Blog

Maret 6, 2024

Kisah Abu Thalhah, sahabat Rasulullah yang dikenal akan keteguhan imannya, merupakan salah satu kisah yang mempesona dari era keemasan Islam.

Abu Thalhah, dengan dedikasi dan kesetiaannya kepada agama Islam, telah menorehkan jejak yang mendalam dalam sejarah umat Muslim.

Salah satu aspek yang menonjol dari kehidupan Thalhah adalah kecintaannya terhadap ibadah puasa.

Setiap hari, kecuali pada hari-hari tertentu yang diharamkan untuk berpuasa, Abu Thalhah dengan konsisten menjalankan ibadah puasa.

Keutamaan ini bukan hanya menunjukkan kesungguhan Thalhah dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai bukti akan komitmennya terhadap agama Islam.

Selain itu, Abu Thalhah juga dikenal dengan semangatnya dalam berpartisipasi dalam jihad fi sabilillah.

Meskipun usianya sudah lanjut, semangatnya untuk berjuang demi agama Allah SWT tidak pernah pudar. Ia selalu siap mempertaruhkan segalanya dalam membela Islam dan umat Muslim.

Kisah Abu Thalhah

abu thalhah

Ketika umat Islam bersiap untuk berperang melawan musuh-musuh Islam, Abu Thalhah tidak ragu untuk ikut serta. Meskipun usianya sudah senja, semangatnya dalam berjihad tetap menyala dan menginspirasi para sahabat lainnya.

Kesediaannya untuk berkorban demi agama Allah SWT menjadi contoh yang patut diteladani oleh umat Islam di seluruh dunia.

Pada suatu ketika, ketika umat Islam bersiap untuk melakukan perang, Thalhah juga bersiap ikut serta. Namun, takdir berkata lain, saat dalam perjalanan, ia jatuh sakit dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Meskipun meninggal di tengah medan perang, jenazahnya tidak segera dikuburkan karena sulitnya menemukan daratan yang layak di tengah lautan yang luas.

Jasad Abu Thalhah Al Anshari

Keajaiban terjadi setelah tujuh hari, meskipun jenazahnya terbuka tanpa penguburan yang layak, tubuh Thalhah tetap utuh dan tidak mengalami pembusukan.

Keutuhan jasadnya selama periode tersebut dianggap sebagai tanda dari keberkahan yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang setia.

Kisah Abu Thalhah adalah cerminan dari keberkahan yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang taat. Dedikasinya dalam ibadah dan semangatnya dalam berjuang bagi agama Islam telah menginspirasi banyak orang di seluruh dunia.

Pesan dari kisah Thalhah tidak hanya mengajarkan tentang ketekunan dalam beribadah, tetapi juga tentang keberanian dan kesediaan untuk berkorban demi agama Allah SWT.

Dengan menggali lebih dalam tentang kehidupan Abu Thalhah, umat Islam diharapkan dapat menemukan inspirasi dan motivasi untuk meningkatkan kualitas iman dan amal ibadah mereka.

Kisah-kisah seperti ini mengingatkan kita akan pentingnya memperjuangkan agama Allah dengan penuh dedikasi dan kesetiaan.Setiap detil dalam kehidupan Abu Thalhah memberikan pelajaran berharga bagi umat Islam.

Dari kecintaannya pada ibadah puasa hingga semangatnya dalam berpartisipasi dalam jihad, setiap tindakan dan sikapnya menjadi teladan yang patut diikuti.

kisah abu thalhah
Source Image: republika.id

Keutuhan jenazahnya yang tetap utuh selama tujuh hari tanpa penguburan yang layak juga menjadi bukti nyata akan keberkahan dan keistimewaan yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang setia.

Kisah Abu Thalhah tidak hanya memperlihatkan bagaimana seorang sahabat Rasulullah menjalani kehidupannya dengan penuh keimanan dan keberanian.

Tetapi juga menggambarkan betapa besar keajaiban dan keberkahan yang Allah anugerahkan kepada hamba-Nya yang taat.

Meskipun Thalhah telah meninggalkan dunia ini, warisannya yang berharga tetap hidup dalam bentuk inspirasi dan teladan bagi generasi umat Islam selanjutnya.

Hikmah Dibalik Kisah Abu Thalhah

Selain itu, kisah Thalhah juga menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya memperjuangkan agama Allah dengan sepenuh hati.

Keberanian dan keteguhan dalam menghadapi rintangan dan cobaan merupakan nilai-nilai yang sangat ditekankan dalam Islam.

Melalui kisah-kisah para sahabat, kita diajak untuk meneladani semangat mereka dalam mempertahankan dan menyebarkan ajaran Islam.

abu thalhah dan ummu sulaim
Source Image: inews.id

Dalam konteks ini, Abu Thalhah adalah contoh yang sangat nyata tentang bagaimana seorang Muslim sejati harus hidup.

Dedikasi dan kesetiaannya kepada agama Allah tidak pernah goyah, bahkan di tengah-tengah tantangan dan kesulitan yang besar, seperti yang dicontohkan oleh Abu Thalhah.

Keberanian untuk berjuang demi kebenaran dan kebenaran agama Allah membuatnya menjadi teladan yang patut diikuti oleh umat Islam di seluruh dunia.

Kisah Abu Thalhah juga mengajarkan kita tentang pentingnya mempertahankan nilai-nilai Islam di tengah-tengah pergumulan dan tantangan zaman.

Dengan mengingat dan meneladani semangat serta dedikasi Abu Thalhah, kita diharapkan dapat menjadi umat Islam yang kuat dan teguh, siap menghadapi segala cobaan dan rintangan dalam perjalanan hidup ini.

Dengan demikian, kisah Thalhah adalah bukti nyata akan keajaiban dan keberkahan yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang taat.

Keutuhannya yang tetap terjaga selama tujuh hari tanpa penguburan yang layak menjadi bukti yang mempesona akan kebesaran dan kemurahan Allah SWT.

Semoga kisah Thalhah senantiasa memberi inspirasi dan motivasi bagi umat Islam di seluruh dunia untuk hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada agama Allah SWT.

 

Maret 5, 2024

Kabah menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi oleh seluruh umat islam yang melakukan ibadah haji.

Salah satu rukun haji yang dilakukan oleh para jamaah adalah tawaf, yaitu berputar mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran.

Kabah bukan hanya sekedar bangunan saja, melainkan tempat yang penting dan bersejarah bagi umat islam.

Sejarah Ka’bah Menurut Al Quran

Ka’bah diperkirakan sudah ada bahkan sebelum Nabi Adam AS turun ke bumi. Hal ini tercantum dalam Q.S Ali Imran ayat 96 – 97 yang berbunyi:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِى بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَٰلَمِينَ

Artinya : “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”

فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ

ٱلْعَٰلَمِينَ

Artinya: “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.

Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Awalnya, Kabah memiliki ukuran dengan tinggi 7 hasta, lebar 22 hasta, dan panjang 30 hasta. Saat itu, Ka’bah masih tidak memiliki atap.

Pembangunan Kabah berlangsung dari masa ke masa, termasuk Nabi Ibrahim AS hingga kaum Quraisy.

Kabah sempat mengalami kerusakaan saat terkena banjir bandang pada zaman Nabi Nuh AS.

Banjir tersebut membuat bagian atas Kabah hancur hingga menyisakan pondasinya saja yang disebut qaa’idah atau qawaa’id (bentuk jama’).

Kemudian, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS untuki merenovasi Kabah. Hal ini tercantum dalam Q.S Al-Baqarah ayat 127 yang berbunyi:

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Artinya: “dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar- dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Saat Nabi Ibrahim AS melakukan renovasi Kabah, beliau melakukan pijakan di batu pertama yang dia bawa. Kini, batu pijakan tersebut dikenal dengan makam Ibrahim AS.

Setelah Ka’bah selesai dibangun, Nabi Ismail AS dan Nabi Ismail AS pun langsung memanjatkan do’a kepada Allah SWT.

ka'bah
Source Image: konsultasi syariah

Siapa yang Pertama Kali Membangun Ka’bah

Banyak para ulama’ yang menafsirkan bahwa Kabah dibangun oleh malaikat dengan kuasa dan izin Allah SWT.

Karena, dilihat dari sejarah dan bukti pada ayat Al-Qur’an, Ka’bah sudah ada sebelum zaman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail.

Hanya saja, Kabah dibangun kembali oleh mereka berdua karena rusak terkena banjir di zaman Nabi Nuh AS.

Ka’bah Zaman Nabi Ibrahim

Berdasarkan Q.S Al-Baqarah ayat 127, Nabi Ibrahim AS bersama dengan Nabi Ismail AS meninggikan pondasi Ka’bah. Kabah itu sendiri dibangun di satu dataran tinggi yang menonjol daripada dataran di sekitarnya.

Dataran ini menjadi tempat yang ditinggikan dan dimuliakan sejak sebelum datangnya Nabi Ibrahim AS hingga beliau membangun Kabah di sana bersama dengan Nabi Ismail AS.

Nabi Ibrahim AS dibantu dengan Nabi Isma’il kemudian membangun kembali Kabah menggunakan tumpukan batu dengan ukuran yang sedikit lebar dari awalnya.

Berikut ukuran Kabah yang dibangun Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS :

  • Tinggi Ka’bah 9 hasta dan lebar Ka’bah 32 hasta (dari rukun Aswad hingga rukun Syami)
  • Antara rukun Syami dengan rukun Gharbi menjadi 22 hasta
  • Antara rukun Gharbi dengan rukun Yamani menjadi 31 hasta
  • Antara rukun Yamani dengan rukun Aswad menjadi 20 hasta

Nabi Ibrahim AS juga membuat dua pintu Kabah dengan ukuran yang sama. Pintu tersebut terletak di dekat Hajar Aswad (dari arah timur) dan dekat rukun Yamani (dari arah barat).

Selain itu, beliau juga membuat lubang di dalam Kabah.

Raja Yang Ingin Menghancurkan Ka’bah

raja yang ingin menghancurkan ka'bah
Source Image: liputan6.com

Terdapat peristiwa besar yang terjadi pada tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, yaitu penghancuran Ka’bah yang dipimpin oleh Raja Abrahah.

Menurut sejarah, Abdul Muthalib (pemimpin Mekah) kala itu mendapatkan kabar bahwa ada pasukan yang ingin menghancurkan Ka’bah.

Pasukan yang ingin menghancurkan Ka’bah tersebut dipimpin oleh Raja Abrahah, seorang gubernur Yaman yang datang beserta dengan pasukan gajahnya.

Pasukan tersebut berasal dari Yaman di dalam kekuasaan Abessinia (sekarang dikenal Ethiopia).

Mengapa Abrahah Ingin Menghancurkan Ka’bah

Abrahah ingin menghancurkan Ka’bah karena ia merasa iri. Dia tidak senang Ka’bah menjadi tempat yang dikunjungi oleh banyak orang dari seluruh penjuru Arabia hanya untuk berziarah atau haji.

Abrahah ingin tempat ziarah yang dikunjungi banyak orang seharusnya berada di Yaman, bukan di Mekah.

Bahkan mereka membangun gereja megah bernama al-Qalis yang dibangun di Sana’a dengan tujuannya agar gereja tersebut bisa menyaingi Mekah.

Meski begitu, semua orang tetap memilih datang ke Ka’bah dibandingkan ke gereja yang telah mereka buat. Itulah alasan mengapa Abrahah berusaha menghancurkan Ka’bah.

Kisah Ka’bah Diserang Pasukan Gajah

kisah ka'bah diserang pasukan gajah
Source Image: sindonews.com

Abrahah yang saat itu ingin menyerang Kabah mengutus Hunathah al-Himyari menemui Abdul Muthalib (selaku pemimpin Mekah) untuk menyampaikan tujuannya merobohkan Kabah, bukan untuk perang.

Abdul Muthalib yang saat itu menyadari bahwa pasukan tentara Abrahah sangat kuat hanya bisa pasrah. Ia kemudian menemui Abrahah dan hanya meminta agar unta-unta yang telah dirampas Abrahah agar dikembalikan.

Abrahah pun mengabulkan permintaan Abdul Muthalib. Ia pun memberi tahu seluruh kaum Quraisy tentang tujuannya menghancurkan Ka’bah dan menyuruh mereka untuk mengungsi di puncak dan lereng gunung.

Di pengungsian tersebut, semua orang berdo’a kepada Allah untuk menurunkan bantuannya dalam mengalahkan pasukan Abrahah.

Saat itu, Abdul Muthalib memegang rantai pintu Kabah sambil mengucap “Bukan mereka, sesungguhnya ada hamba yang mencegah untanya, maka cegahlah tanah suci-Mu. Salib dan tipu daya mereka tidak dapat mengalahkan tipu daya-Mu esok. Jika Engkau hendak membiarkan mereka dan kiblat kami, perintahkanlah yang semestinya Engkau perintahkan.

Kemudian, Abdul Muthalib memegang mata rantai pintu Ka’bah dan melepasnya. Ia pun pergi menyusul kaum Quraisy lainnya untuk berlindung ke puncak gunung.

Saat Abrahah dan pasukannya tiba di Kabah, tiba-tiba muncul keajaiban, pasukan gajah tersebut berhenti dan tidak mau berjalan meski dipaksa.

Sebaliknya, saat pasukan gajah tersebut diminta kembali ke Yaman justru langsung berlari-lari kecil.

Selain itu, keajaiban berikutnya ialah Allah SWT mengutus rombongan burung yang bernama Burung Ababil untuk menghancurkan pasukan gajah Abrahah.

Burung tersebut datang dari arah laut dengan membawa tiga buah batu kecil yang diletakkan di kaki dan paruhnya.

Burung-burung tersebut langsung melempari pasukan Abrahah menggunakan batu kecil dan seluruh pasukan Abrahah langsung binasa.

Peristiwa hancurnya pasukan gajah Abrahah oleh Burung Ababil ini diabadikan dalam Q.S Al-Fil.

Peristiwa ini juga terjadi pada tahun 571 Masehi, tepat di tahun Nabi Muhammad SAW lahir. Seperti diketahui, Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Mekah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal di tahun Gajah.

Ka’bah menjadi tempat yang penuh sejarah bagi umat islam.

Dengan memahami sejarah Kabah, Anda bisa mengetahui bagaimana kuasa Allah SWT bisa melindungi tempat ini hingga dijadikan sebagai tempat suci bagi seluruh umat islam.

3 Keajaiban Ka’bah

Tempat sakral ini menyimpan banyak keajaiban yang menginspirasi umat Islam di seluruh dunia sebagai berikut:

  1. Pusat Bumi: Dipercaya sebagai pusat gravitasi bumi yang menghubungkan spiritualitas umat Islam di seluruh dunia.
  2. Kiblat Umat Islam: Menjadi arah shalat bagi jutaan Muslim, menyimbolkan persatuan dan keharmonisan dalam ibadah.
  3. Sejarah Abadi: Dengan berbagai ujian yang terjadi ditempat ini, namun tetap kokoh sebagai simbol perlindungan Allah dan keajaiban dalam Islam.

Penutup

Demikianlah kisah menakjubkan dari salah satu tempat bersejarah dalam islam yaitu ka’bah, jika Anda ingin berkunjung kesana bisa menggunakan travel haji dan umroh tazkiyah tour yang sudah terdaftar dan terjamin di kemenag.

Maret 1, 2024

Bagi Anda yang akan berangkat haji perlu memahami perbedaan antara rukun haji dan wajib haji. Meskipun keduanya merupakan bagian dari ibadah haji, namun terdapat perbedaan antara rukun haji dan wajib haji dalam pelaksanaan serta hukumannya.

Jangan sampai saat melakukan ibadah haji nanti terdapat salah satu rukun haji dan wajib haji yang tidak Anda lakukan hingga menyebabkan haji menjadi tidak sah.

Lalu, apa perbedaan rukun haji dan wajib haji? Berikut penjelasannya.

Perbedaan Rukun Haji dan Wajib Haji

Rukun haji merupakan segala kegiatan yang wajib dilakukan sebagai syarat sah ibadah haji. Apabila meninggalkan salah satu rukun haji, maka ibadah haji menjadi tidak sah dan tidak bisa digantikan oleh apapun (termasuk dam).

Sedangkan wajib haji merupakan segala hal yang dilakukan saat ibadah haji dan bila ada salah satu yang ditinggalkan, maka harus diganti dengan dam (denda). Sementara itu, hajinya tetap sah.

Apa Saja Rukun Haji?

Ada beberapa perbedaan pendapat menurut para ulama’. Sebagian menyebutkan rukun haji ada 4, dan sebagian lagi ada 5.

Abu Syuja dalam Taqrib menyebut bahwa rukun haji ada 4, yaitu Ihram serta niat, Wukuf di Arafah, Tawaf, serta Sa’i antara Shafa dan Marwa.

وأركان الحج أربعة الإحرام مع النية و الوقوف بعرفة والطواف و السعي بين الصفا والمروة

Artinya, “Rukun haji ada empat: ihram beserta niat, wukuf di Arafah, tawaf, dan sa’i antara Shafa dan Marwa.”

Sedangkan menurut Syekh Said bin Muhammad Ba’asyin dalam Buysral Karim mengatakan rukun haji ada 5, yaitu Ihram, Wukuf di Arafah, Tawaf, Sa’i, dan cukur.

وأركان الحج خمسة الإحرام و الوقوف بعرفة والطواف والسعي والحلق

Artinya: “Rukun haji ada lima: ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sa’i, dan cukur,” (Lihat Syekh Bafadhal Al-Hadhrami, Al-Muqaddimah Al-Hadhramiyyah pada Hamisy Buysral Karim, [Beirut, Darul Fikr: 2012 M/1433-1434 H], juz II, halaman 516).

rukun haji dan wajib haji

KH Afifuddin Muhajir dalam karyanya Fathul Mujibil Qarib sempat menyinggung perbedaan pendapat antara rukun haji dan wajib haji tersebut. Beliau menjelaskan cukur termasuk rukun haji, sedangkan Taqrib menganggapnya sebagai wajib haji.

Dengan begitu, mengikuti Syekh Ba’asyin, rukun haji ada 5 yaitu Ihram, Wukuf di Arafah, Tawaf, Aa’i, dan cukur. Berikut masing-masing penjelasannya.

  1. Ihram

Ihram merupakan niat seseorang untuk melaksanakan haji serta mencegah jamaah melakukan hal-hal yang dilarang saat melakukan ibadah haji. Berikut niat haji jika diucapkan.

نَوَيْتُ الحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ اللَّهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُم حَجَّا

Artinya: Aku niat haji dengan berihram karena Allah Ta’ala. Aku sambut panggilan-Mu Ya Allah untuk berhaji.

  1. Wukuf di Arafah

Wukuf yaitu berhenti di padang Arafah yang dilakukan di waktu Dzuhur tanggal 9 Dzulhijjah hingga Subuh tanggal 10 Dzulhijjah. Dalam rentang waktu tersebut, jamaah bisa memilih antara siang sampai setelah maghrib atau malam harinya sampai menjelang subuh.

  1. Tawaf

Setelah wukuf di Arafah, Jamaah pergi ke Masjidil Haram untuk melakukan Tawaf. Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah 7 kali putaran dimulai dari Hajar Aswad. Tawaf dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah, setelah melakukan lempar jumrah dan tahallul.

  1. Sa’i

Sa’I merupakan kegiatan yang dilakukan jamaah haji berupa lari-lari kecil dari bukit Shafa ke Marwah sebanyak 7 kali putaran. Sa’I dilakukan setelah Tawaf dan dimulai dari Bukit Safa dan diakhiri di Bukit Marwah.

  1. Tahallul atau cukur

Tahallul merupakan proses cukur rambut yang dilaksanakan setelah rangkaian ibadah haji selesai dilakukan, sekurang-kurangnya setelah tanggal 10 Dzulhijjah.

Apa Saja Wajib Haji ?

Menurut Syeikh Sa’id dalam Kitab Busyral Karim, wajib haji ada 6 antara lain Mabit di Muzdalifah, lempar jumrah aqabah, lempar jumrah di hari tasyriq, mabit di malam tasyriq, ihram dari miqat, dan Tawaf wada.

Berikut penjelasan tentang wajib haji.

  1. Mabit di Muzdalifah

sebutkan rukun haji dan wajib haji

Berhenti di Muzdalifah dilakukan sesudah tengah malam, tepatnya di malam hari raya haji setelah hadir di Padang Arafah.

  1. Lempar jumrah aqabah tujuh kali

Lempar jumrah aqabah dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah, dimulai sejak terbitnya matahari hingga terbitnya fajar keesokan harinya (11 Dzulhijjah). Pada lempar jumrah aqabah, jamaah melontarkan satu per satu kerikil dengan jumlah 7 buah.

  1. Lempar tiga jumrah di hari tasyriq (11, 12, dan 13 Zulhijah)

Lempar jumrah di hari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) dilaksanakan setelah tergelincirnya matahari hingga terbitnya fajar. Lempar tiga jumrah di hari Tasyriq dimulai dari Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah. Jamaah melempar kerikil sebanyak 7 buah yang dilemparkan satu per satu.

  1. Mabit pada malam tasyriq

Setelah bermalam di Muzdalifah, jamaah melakukan mabit di Mina pada malam tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah).

  1. Ihram dari miqat

Ihram dari miqat yaitu niat seseorang untuk melaksanakan ibadah haji yang dilakukan pada saat miqat.

Niat haji dilakukan dengan memperhatikan waktu (miqat zamani) dan tempat (miqat makani). Untuk Miqat Zamani, niat harus dilakukan di bulan Syawal, Dzulqa’dah, dan awal Dzulhijjah.

Untuk Miqat Makani bagi orang Indonesia dilakukan sesuai dengan gelombang. Untuk jamaah gelombang pertama, miqat dimulai dari Dzulhulaifah (Bir Ali).

Sedangkan untuk jamaah gelombang dua, miqat dilakukan saat berada di atas pesawat pada garis sejajar dengan Qarnul Manazil atau di Bandara King Abdul Azis Jeddah.

  1. Tawaf wada

Tawaf Wada merupakan tawaf perpisahan yang dilaksanakan sebelum meninggalkan Mekkah. Tawaf Wada dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran.

Lalu Apa Perbedaan Rukun Haji dan Wajib Haji?

pengertian rukun haji dan wajib haji

Perbedaan rukun haji dan wajib haji terdapat dalam pelaksanaan serta hukumannya. Rukun haji terdiri dari 5 hal antara lain Ihram, Wukuf di Arafah, Tawaf, Sa’I, cukur. Jika salah satu rukun haji tersebut ditinggalkan, maka ibadah haji menjadi tidak sah.

Sedangkan wajib haji terdiri dari 6 hal antara lain Mabit di Muzdalifah, lempar jumrah aqabah, lempar tiga jumrah di hari tasyriq, mabit pada malam tasyriq, Ihram dari miqat, dan Tawaf wada.

Jika salah satu wajib haji ditinggalkan, ibadah haji tetap sah namun jamaah harus menggantinya dengan dam (denda).

Meskipun meninggalkan salah satu wajib haji tetap membuat ibadah haji sah, namun meninggalkan wajib haji tanpa uzur dapat membuat jamaah mendapatkan dosa

Penutup

Itulah penjelasan mengenai perbedaan rukun haji dan wajib haji. Bagi calon jamaah yang akan berangkat haji jangan sampai salah dalam memahami keduanya.

Dengan memahami perbedaan antara rukun haji dan wajib haji, para jemaah bisa melaksanakan ibadah haji dengan benar sesuai dengan ketentuan dan syariat islam.

Jika ingin mendapatkan bimbingan dan mengetahui lebih dalam tentang tata cara haji yang baik dan benar bisa menggunakan travel haji khusus tazkiyah tour yang menjamin proses ibadah haji anda terlaksana dengan baik dan memperoleh ibadah haji yang InsyAllah mabrur.

Februari 29, 2024

Berangkat haji menjadi salah satu ibadah yang diinginkan oleh seluruh umat muslim. Selain persiapan mental, persiapan dalam hal perlengkapan juga dibutuhkan untuk calon jamaah.

Dengan melakukan persiapan yang matang sebelum berangkat haji, jamaah dapat memastikan bahwa mereka siap secara fisik, mental, dan perlengkapan untuk menjalankan ibadah haji.

Apa saja perlengkapan haji yang perlu disiapkan? Berikut ini daftar perlengkapan haji yang wajib Anda persiapkan baik untuk pria maupun wanita.

List Perlengkapan Haji

perlengkapan haji wanita yang harus dibawa

Berikut beberapa perlengkapan haji yang wajib dibawa saat berangkat ke tanah suci baik untuk laki-laki ataupun perempuan.

  1. Koper atau tas

Ada 2 jenis koper dan 1 tas yang digunakan sebagai tempat untuk menaruh barang-barang yang akan dibawa berangkat haji. Setiap koper tersebut memiliki kapasitasnya masing-masing. Berikut jenis koper dan tas untuk haji.

  • Koper besar atau bagasi (berukuran 26 inch dengan kapasitas maksimum 30 kg. Koper ini berisi pakaian ihram, gamis, baju, perlengkapan mandi, alat makan, makanan ringan, dll.)
  • Koper sedang atau kabin (ukuran 18 inchi dengan kapasitas maksimum 7 kg. Koper ini berisi buku manasik haji, handuk, obat-obatan, gamis, pakaian dalam, dll)
  • Tas paspor (berisi uang, dokumen, serta perlengkapan kecil lainnya)
  1. Dokumen

Dalam melakukan perjalanan ke tanah suci untuk melaksanakan haji tentu ada beberapa dokumen yang wajib dibawa. Dokumen tersebut menjadi persyaratan administrasi bagi jamaah haji.

Berikut beberapa list dokumen yang wajib dibawa saat berangkat haji.

  • Paspor dan visa (berkas asli dan fotocopynya)
  • KTP (asli dan fotocopy)
  • Foto terbaru sebagai identitas diri
  • Daftar Administrasi Perjalanan Ibadah Haji (DAPIH)
  • Kartu Kesehatan Jemaah Haji (KKJH) yang berisi riwayat kesehatan jamaah
  • Dokumen bukti istitha’ah (bukti pemeriksaan kesehatan untuk jamaah haji)
  • Bukti vaksin (Vaksin Meningitis, Polio, COVID-19, Influenza, dan beberapa vaksin yang disyaratkan lainnya)
  • Bukti hasil pemeriksaan wanita usia subur (WUS)
  • Salinan resep obat (jika sedang menjalani pengobatan tertentu)
  • Asuransi kesehatan
  • Membawa identitas teman atau keluarga yang dapat dihubungi
  • Buku manasik haji dan doa
  1. Pakaian Ihram

Pakaian ihram wajib dibawa baik untuk jamaah haji laki-laki dan perempuan. Untuk laki-laki, pakaian ihram berupa dua lembar kain putih yang tidak berjahit.

Untuk pakaian ihram wanita berupa pakaian panjang seperti mukena yang menutup seluruh aurat. Anda bisa membawa 2 – 3 pasang untuk cadangan.

  1. Pakaian sehari-hari

perlengkapan haji

Selain pakaian ihram, Anda juga perlu membawa pakaian pribadi untuk ganti. Bawa baju ganti yang layak dan sopan dipakai di tanah suci.

Jangan lupa untuk membawa perlengkapan lain seperti kaos kaki, selimut, jaket (untuk di pesawat), kerudung, peci, masker, sajadah tipis, dan perlengkapan pakaian lainnya. Anda juga bisa membawa hanger dan jepitan baju untuk menjemur baju.

  1. Alat mandi, kebersihan, dan perawatan tubuh

Alat mandi dan kebersihan juga wajib dibawa saat berangkat haji. Cukup alat mandi yang standar saja seperti shampoo, sikat gigi, sabun, gayung lipat, serta peralatan mandi lainnya. Selain itu, Anda juga bisa bawa perawatan kulit tubuh seperti lotion, atau sunscreen.

Disarankan untuk membawa pelembab bibir dan kaki, misalnya merek Vaseline. Tujuannya untuk melembabkan bibir dan kaki yang pecah-pecah. Karena kaki yang sudah pecah-pecah akibat kepanasan akan sangat sakit untuk berjalan dan mengganggu kenyamanan dalam ibadah haji.

  1. Obat pribadi dan suplemen

Obat-obatan pribadi dan P3K sangat penting untuk dibawa jamaah saat berangkat haji, terutama jika memiliki penyakit tertentu. Obat-obatan ini menjadi alat pertolongan pertama jika jamaah mengalami suatu kondisi tertentu.

Beberapa obat-obatan yang perlu dibawa untuk berangkat haji meliputi obat batuk, diare, pereda nyeri, vitamin, obat demam, sakit kepala, antimo, obat alergi, serta obat pribadi lainnya.

Anda juga bisa membawa peralatan pertolongan pertama seperti plester, kain kasa, serta pembersih luka jika suatu saat dibutuhkan.

  1. Perlengkapan makanan dan konsumsi

Anda bisa membawa makanan ringan seperti biskuit, roti, serta makanan kering (misalnya abon, teri kacang, dsb.). Tidak perlu membawa makanan berat seperti nasi, karena sudah disediakan oleh pihak travel.

Selain itu, ada aturan tertentu dalam membawa jenis-jenis makanan. Anda juga bisa membawa peralatan makan sendiri seperti sendok, piring, garpu, dan botol minum. Jangan lupa bawa sabun cuci piring dan sponnya untuk mencuci alat makan.

  1. Perlengkapan pribadi

Anda bisa membawa perlengkapan pribadi lainnya untuk mendukung kenyamanan dalam berangkat haji. Misalnya saja payung lipat, topi yang lebar, karet gelang, spidolm kresek, solasi, bantal leher atau bantal kecil untuk tidur, kuota internet, serta kantong urine (untuk jaga-jaga apabila toilet disana penuh).

Selain itu, jangan lupa bawa sepatu atau sandal. Untuk sepatu usahakan yang lentur dan ringan. Untuk sandal usahakan yang anti air agar langsung bisa digunakan ketika mandi atau wudhu.

Bagi yang membawa charger HP yang diperbolehkan maksimal 20.000 mAh. Disarankan juga untuk membawa steker kaki tiga, karena biasanya colokan di hotel saat haji tidak cocok dengan charger HP milik Anda.

Perlengkapan Haji Pria

Daftar perlengkapan haji pria sebenarnya sudah disiapkan oleh Kemenag. Jadi, jamaah tinggal melengkapi dan membawa perlengkapan tambahan seperlunya. Perlengkapan tersebut mulai dari pakaian, alat mandi, makanan, hingga perlengkapan pribadi.

perlengkapan haji yang harus dibawa

Perlengkapan Haji yang Harus Dibawa

Berikut beberapa perlengkapan yang harus dibawa untuk pria saat berangkat haji. Untuk jumlah pasang bisa berubah dan menyesuaikan kebutuhan.

  • Kain ihram 1 pasang. Jika mau bawa 2 – 3 pasang untuk cadangan juga diperbolehkan.
  • Baju gamis (disarankan untuk baju gamis yang setelan agar lebih mudah dalam berjalan)
  • Baju dan celana formal 1 pasang.
  • Kaos atau baju biasa 4 buah (biasanya ada kantongnya dan digunakan untuk tidur)
  • Celana pendek 2 buah (untuk tidur)
  • Celana dalam dan kaos dalam 6 buah
  • Gunting rambut, gunting kuku, dan alat cukur (clipper)
  • Sarung

Perlengkapan Haji untuk Perempuan

Perlengkapan haji untuk perempuan memang sedikit lebih banyak dibandingkan dengan perlengkapan haji untuk laki-laki. Hal ini dikarenakan pakaian wanita lebih bervariasi daripada laki-laki.

Selain itu, wanita juga memiliki kebutuhan khusus terkait dengan siklus menstruasi dan persiapan kebersihan pribadi yang harus dipertimbangkan selama perjalanan haji.

Perlengkapan Haji Wanita yang Harus Dibawa

Berikut beberapa list perlengkapan haji wanita yang harus dibawa saat berangkat haji. Untuk jumlah pasang bisa berubah dan menyesuaikan kebutuhan.

  • Baju ihram wanita 2 stel berwarna putih
  • Baju gamis 5 setel beserta dengan kerudungnya
  • Mukena 1 buah
  • Celana legging atau rok dalam 5 buah
  • Pakaian dalam wanita 6 – 10 buah
  • Kaos dalam yang berkantong (untuk menyimpan uang atau barang berharga)
  • Handsock 3 pasang (untuk menutupi tangan jika lengan baju tersingkap)
  • Kaos kaki 6 pasang
  • Handuk kecil 2 buah
  • Pembalut atau pantyliner
  • Obat penunda haid (harus konsultasikan dulu dengan dokter)

Penutup

Persiapan yang matang diperlukan sebelum berangkat ke tanah suci, termasuk mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan selama perjalanan ibadah suci ini.

Dengan persiapan yang matang, jamaah bisa menjalankan ibadah haji dengan lebih nyaman dan khusyuk, dan bagi anda yang ingin melaksanakan ibadah haji bisa menggunakan tazkiyah tour tersedia berbagai paket haji khusus yang terjangkau dan memudahkan jemaah dengan berbagai fasilitas yang terjamin.

Februari 26, 2024

Abdullah bin Mubarak adalah seorang ulama yang sangat dihormati dalam ilmu fiqih dan hadits, telah meninggalkan jejak inspiratif melalui kisah haji yang luar biasa.

Kisahnya tidak hanya menjadi bahan refleksi bagi umat Islam, tetapi juga menawarkan wawasan mendalam tentang kebaikan, kepedulian, dan penerimaan akan rencana Allah SWT. Dalam artikel ini, mari kita telusuri lebih lanjut kisah inspiratif Abdullah bin Mubarak.

Biografi Abdullah bin Mubarak

Abdullah bin Mubarak, seorang ulama terkemuka pada masanya, dilahirkan di Merv, sebuah kota di wilayah Khorasan (kini bagian dari Uzbekistan) pada tahun 118 H (736 M).

Dia dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam tradisi Islam Sunni, khususnya dalam bidang ilmu hadits dan fiqih. Abdullah bin Mubarak tumbuh menjadi figur ulama yang dihormati karena pengetahuannya yang luas dan karakternya yang rendah hati.

Sebagai seorang ulama yang sangat dihormati, kehidupan dan ajaran Abdullah bin Mubarak memiliki daya tarik yang kuat untuk diteliti lebih lanjut. Lahir di tengah zaman keemasan Islam, dia tumbuh menjadi tokoh intelektual dan spiritual yang berpengaruh.

Abdullah bin Mubarak dikenal karena dedikasinya terhadap ilmu pengetahuan dan kebenaran. Dia sering melakukan perjalanan jauh untuk menuntut ilmu dari para ulama terkemuka pada zamannya. Kecintaannya pada hadits dan fiqih membuatnya menjadi otoritas dalam bidang tersebut.

Selain itu, Abdullah bin Mubarak juga dikenal karena kemurahan hatinya. Kisah perjalanan hajinya yang menginspirasi adalah contoh nyata dari kebaikan dan kepeduliannya terhadap sesama manusia.

Meskipun gagal melaksanakan ibadah haji, Allah SWT menghormatinya dengan cara yang menakjubkan.

Kisah Haji Abdullah bin Mubarak

Kisah yang paling sering diceritakan tentang Abdullah bin Mubarak adalah pengalamannya selama perjalanan haji. Pada suatu hari, dengan niat suci untuk melaksanakan ibadah haji, Abdullah bin Mubarak memulai perjalanannya.

abdullah bin mubarak

Namun, di tengah perjalanan, di kota Kufah, Allah SWT memberinya pengalaman yang luar biasa.

Di bawah cahaya matahari yang hangat, Abdullah melihat seorang perempuan sederhana tengah mencabuti bulu itik. Dengan rasa ingin tahu dan kepedulian yang tulus, dia mendekatinya dan bertanya tentang aktivitasnya.

Ketika perempuan itu menjawab bahwa bulu itu adalah bagian dari bangkai yang dimakan keluarganya, Abdullah dengan lembut mengingatkannya bahwa itu adalah tindakan yang haram dalam Islam.

Meskipun perempuan itu awalnya menolak untuk mendengarkan, Abdullah tidak menyerah. Dia terus memberikan nasihat dan memberikan bantuan kepada perempuan tersebut dan anaknya yang kekurangan. Dari situ, terungkap bahwa mereka telah kelaparan selama tiga hari.

Abdullah bin Mubarak adalah contoh nyata dari kemurahan hati dan kesabaran. Meskipun gagal melaksanakan ibadah haji karena kehadirannya di kota Kufah, Allah SWT memberinya penghormatan yang tak terduga.

Ketika dia kembali ke kampung halamannya, dia dikejutkan oleh kesaksian kerabat dan tetangganya yang menyatakan bahwa mereka bertemu dengannya selama perjalanan haji mereka.

Namun, kejutan sebenarnya datang dalam mimpi yang dialaminya. Dalam mimpinya, Abdullah bertemu dengan Nabi Muhammad SAW, yang menjelaskan bahwa Allah telah mengutus malaikat yang menyerupai Abdullah untuk melaksanakan ibadah haji sebagai gantinya.

Allah SWT menghargai tindakan, kebaikan dan kepedulian yang diperlihatkan Abdullah kepada sesama hamba-Nya.

Kisah Abdullah bin Mubarak menyiratkan pelajaran yang mendalam bagi kita semua. Dia mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada ritual, tetapi juga melibatkan kebaikan, kepedulian, dan keteladanan dalam tindakan sehari-hari.

Dengan demikian, kisah Abdullah bin Mubarak bukan hanya tentang perjalanan fisik ke tanah suci, tetapi juga tentang perjalanan spiritual yang membawanya lebih dekat kepada pemahaman yang lebih dalam tentang kemurahan hati Allah SWT dan keadilan-Nya.

Penutup Kisah Abdullah bin Mubarak

Abdullah bin Mubarak adalah salah satu tokoh terkemuka dalam sejarah Islam yang meninggalkan jejak yang tak terlupakan. Melalui kisah hidupnya, kita belajar tentang pentingnya kebaikan, kesabaran, dan kemurahan hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Perjalanan hajinya yang penuh dengan peristiwa ajaib mengajarkan kita tentang reaksi Allah yang tak terduga terhadap tindakan-tindakan baik yang kita lakukan.

kisah abdullah bin mubarak gagal haji

Sebagai seorang ulama, ilmu pengetahuan yang ditinggalkan oleh Abdullah Mubarak tetap menjadi sumber inspirasi bagi para pencari ilmu hingga saat ini.

Karya-karyanya dalam bidang hadits dan fiqih tidak hanya menjadi pedoman bagi ulama dan cendekiawan, tetapi juga bagi umat Islam secara umum.

Selain itu, sikap rendah hati dan kesederhanaan Abdullah Mubarak memberi kita contoh tentang bagaimana seorang Muslim sejati seharusnya bersikap.

Kemurahan hatinya yang tak terbatas dan kepeduliannya terhadap sesama manusia memberi kita pelajaran berharga tentang pentingnya belas kasihan dan empati dalam membangun masyarakat yang harmonis dan beradab.

Dengan mempelajari kisah hidup Abdullah Mubarak, kita diingatkan akan nilai-nilai Islam yang mulia dan prinsip-prinsip moral yang menjadi landasan kehidupan yang suci.

Semoga kisah dan pengajaran dari ulama besar ini terus menginspirasi dan membimbing kita dalam menghadapi tantangan dan ujian kehidupan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan dan kecintaan.