Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: tazkiyahmandiri@gmail.com

Blog

Februari 7, 2025

Perang Hunain adalah salah satu pertempuran besar dalam sejarah Islam yang terjadi pada 8 Hijriah (630 M), setelah Nabi Muhammad SAW dan kaum Muslimin menaklukkan Mekkah.

Perang ini menjadi ujian iman sekaligus pelajaran berharga tentang pentingnya tawakal kepada Allah SWT. Meski pasukan Muslim awalnya terdesak karena merasa percaya diri dengan jumlah besar, kemenangan akhirnya diraih berkat pertolongan Allah dan kepemimpinan Rasulullah.

Kisah Perang Hunain bahkan diabadikan dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 25-26, mengingatkan umat agar tidak mengandalkan kekuatan fisik semata.

perang hunain rumaysho
source image: sindo

Perang Hunain melibatkan pasukan Muslim melawan suku Hawazin dan Thaqif yang ingin menghancurkan kekuatan Islam pasca-Fathu Makkah.

Pertempuran ini terjadi di Lembah Hunain, sekitar 70 km dari Mekkah. Dari segi strategi, Perang Hunain mengajarkan bahwa kemenangan bukanlah soal jumlah pasukan, tetapi keteguhan iman dan kebijaksanaan pemimpin. Simak ulasan lengkap sejarah dan hikmahnya berikut ini.

Kisah Perang Hunain

Perang Hunain
source image: satujam com

Pasca-penaklukan Mekkah (Fathu Makkah), suku Hawazin dan Thaqif merasa terancam dominasi Islam. Mereka dipimpin oleh Malik bin Auf An-Nasri, yang mengumpulkan 20.000 pasukan untuk menyerang Muslim sebelum kekuatan mereka semakin solid. Malik juga membawa serta keluarga dan harta benda pasukannya ke medan perang untuk memicu semangat juang.

Pihak yang Terlibat

  • Pasukan Muslim: Dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW, dengan 12.000 personel (10.000 pasukan dari Madinah dan 2.000 mualaf Mekkah).
  • Pasukan Hawazin & Thaqif: Dipimpin Malik bin Auf, terdiri dari suku-suku pedalaman yang ahli dalam perang gerilya.

Lokasi Pertempuran

Perang Hunain terjadi di Lembah Hunain, wilayah berbukit dan sempit yang menjadi jalur antara Mekkah dan Thaif. Lokasi ini sengaja dipilih musuh untuk menjebak pasukan Muslim.

Strategi dan Jalannya Pertempuran

  1. Jebakan Awal di Lembah Hunain:
    Pasukan Muslim masuk ke lembah saat fajar, tetapi Malik bin Auf telah menyiapkan pasukan pemanah di atas bukit. Serangan mendadak membuat kavaleri Muslim panik dan mundur.
  2. Kepanikan dan Kepemimpinan Nabi:
    Nabi Muhammad SAW tetap bertahan di medan perang sambil berseru: “Aku Nabi yang tak berbohong! Akulah Ibnu Abdul Muththalib!” (HR. Bukhari). Abbas bin Abdul Muththalib kemudian mengumpulkan pasukan yang mundur dengan teriakan: “Wahai kaum Anshar dan Muhajirin, kembalilah!”
  3. Balasan dari Allah SWT:
    Allah SWT menurunkan ketenangan dan pertolongan-Nya. Pasukan Muslim berhasil merangsek maju, memukul mundur Hawazin, dan merebut ghanimah (harta rampasan) yang melimpah.
  4. Pengejaran ke Thaif:
    Sisa pasukan Hawazin melarikan diri ke benteng Thaif. Nabi SAW mengepung Thaif selama 20 hari, tetapi akhirnya menarik pasukan setelah mendapat wahyu untuk menghentikan pertempuran.

Hikmah Dibalik Perang Hunain

perang hunain terjadi di
source image: detik

1. Tawakal pada Allah Lebih Kuat dari Kuantitas Pasukan

Allah SWT berfirman: “Sungguh, Allah telah menolong kamu di banyak medan perang… (tetapi) di hari Hunain, ketika kamu membanggakan jumlah yang banyak, namun itu tidak berguna bagimu.” (QS. At-Taubah: 25).

Perang Hunain mengajarkan bahwa kemenangan mutlak berasal dari pertolongan Allah, bukan kepercayaan diri berlebihan pada kekuatan manusia.

2. Kepemimpinan yang Tegas dan Visioner

Nabi Muhammad SAW menunjukkan ketenangan dan strategi brilian saat pasukan kacau. Beliau tidak meninggalkan medan perang, justru menjadi simbol keteguhan yang memompa semangat pasukan.

3. Pentingnya Evaluasi Diri Setelah Kesuksesan

Fathu Makkah membuat sebagian Muslim merasa “tak terkalahkan”. Perang Hunain menjadi pengingat bahwa kesombongan bisa menjadi pintu kekalahan, sekalipun memiliki sumber daya besar.

4. Kekuatan Persatuan Umat

Pasukan Muslim yang awalnya kocar-kacir berhasil bangkit karena solidaritas antara Muhajirin dan Anshar. Ini mencerminkan pentingnya persatuan dalam menghadapi ujian.

5. Sikap Pemaaf dan Bijak dalam Kemenangan

Setelah menang, Nabi SAW membebaskan tawanan perang dan mengembalikan harta rampasan saat suku Hawazin memeluk Islam. Sikap ini menunjukkan bahwa Islam mengutamakan perdamaian.

Penutup

Perang Hunain bukan sekadar kisah pertempuran, tetapi cermin keteguhan iman dan kebijaksanaan Rasulullah SAW. Meneladani semangat ini, umat Muslim bisa memperkuat keimanan melalui ibadah haji atau umroh ke Tanah Suci.

Bagi Anda yang ingin merasakan perjalanan spiritual penuh makna, percayakan pada Tazkiyah Tour. Sebagai biro travel haji dan umroh terpercaya berizin Kemenag, Tazkiyah Tour menawarkan:

Segera kunjungi Tazkiyah Tour atau hubungi customer service kami. Jadikan kisah Perang Hunain sebagai inspirasi menuju ketakwaan yang lebih dalam!

Sumber Refrensi:

https://almanhaj.or.id/5501-perang-hunain-bagian1.html

Dua Perang Yang Diabadikan Allah Dalam Al Qur’an

https://www.viva.co.id/edukasi/1464238-perang-hunain

 

Februari 6, 2025

Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib yang memerlukan pemahaman mendalam tentang aturan syar’i. Mengetahui hal yang menjadi pembatal puasa menjadi kunci agar ibadah tetap sah dan berpahala.

Sayangnya, masih banyak mitos keliru yang beredar di masyarakat, menyebabkan keraguan atau bahkan ketakutan tidak perlu selama berpuasa.

Artikel ini akan menjelaskan hal yang membatalkan puasa berdasarkan dalil sahih, sekaligus meluruskan mitos-mitos populer yang tidak berdasar.

membatalkan puasa
source image: merdeka com

Menurut para ulama, hal yang jadi pembatal puasa terbagi menjadi dua: yang disepakati (seperti makan-minum sengaja) dan yang diperselisihkan (seperti suntik infus).

Dengan memahami perbedaannya, kita bisa menghindari kekeliruan dan fokus pada ibadah yang berkualitas. Selain itu, penting untuk tidak terjebak mitos yang justru memberatkan, seperti anggapan bahwa menelan ludah atau menggunakan obat tetes mata membatalkan puasa.

Hal Yang Membatalkan Puasa

apakah mimpi basah membatalkan puasa
source image: Jawa Pos

Berikut hal yang membatalkan puasa yang telah disepakati ulama berdasarkan Al-Qur’an, Hadist, dan ijma’:

1. Makan dan Minum Sengaja

Dalil:
“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam.” (QS. Al-Baqarah: 187).
Jika seseorang makan atau minum dengan sadar dan tanpa paksaan, puasanya batal dan wajib qadha.

2. Muntah Disengaja

Dalil:
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa muntah tanpa sengaja, tidak wajib qadha. Namun, siapa yang sengaja muntah, maka wajib qadha.” (HR. Abu Daud).

3. Bersetubuh di Siang Hari

Dalil:
“Dihalalkan bagi kamu pada malam puasa bercampur dengan istri-istri kamu… Dan janganlah kamu campuri mereka sedang kamu beri’tikaf di masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187).
Bersetubuh saat puasa membatalkan puasa dan dikenakan kafarat (denda) berupa puasa 2 bulan berturut-turut, memberi makan 60 orang miskin, atau memerdekakan budak.

4. Haid dan Nifas

Dalil:
Aisyah ra. berkata: “Kami diperintahkan mengqadha puasa dan tidak mengqadha shalat saat haid.” (HR. Bukhari). Wanita yang haid atau nifas wajib membatalkan puasa dan menggantinya di hari lain.

5. Murtad (Keluar dari Islam)

Dalil:
“Barangsiapa yang kafir sesudah beriman, maka hapuslah amalannya.” (QS. Al-Maidah: 5). Murtad membatalkan semua amal, termasuk puasa.

6. Transfusi Darah atau Infus Nutrisi

Meski tidak disebutkan dalam dalil klasik, para ulama kontemporer sepakat bahwa memasukkan zat nutrisi (seperti infus glukosa) ke tubuh membatalkan puasa karena setara dengan makan-minum.

Mitos Yang Membatalkan Puasa

apakah menelan ludah membatalkan puasa
source image: suara pemerintah id

Berikut mitos keliru tentang hal yang membatalkan puasa yang perlu diluruskan:

1. Menelan Ludah atau Dahak

Fakta: Menelan ludah atau dahak yang masih di dalam mulut tidak membatalkan puasa. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah memaafkan umatku dari kekeliruan, lupa, dan apa yang dipaksa atasnya.” (HR. Ibnu Majah). Namun, jika menelan dahak yang sudah keluar ke tenggorokan (dari paru-paru), sebagian ulama menyatakan makruh.

2. Mimpi Basah

Fakta: Mimpi basah tidak membatalkan puasa karena terjadi di luar kesadaran. Dalil:
“Pena diangkat (dosa tidak dicatat) atas tiga golongan: orang yang tidur hingga bangun, anak kecil hingga baligh, dan orang gila hingga sembuh.” (HR. Abu Daud).

3. Menggunakan Obat Tetes Mata atau Telinga

Fakta: Tetes mata/telinga tidak membatalkan puasa karena tidak masuk ke rongga dalam (jauf) seperti mulut atau hidung. Fatwa Lajnah Daimah Arab Saudi menyatakan hal ini tidak termasuk hal yang membatalkan puasa.

4. Terkena Debu atau Asap Rokok

Fakta: Menghirup debu atau asap rokok secara tidak sengaja tidak membatalkan puasa. Dalil:
“Jika lupa sedang puasa lalu makan atau minum, maka sempurnakan puasanya. Sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum.” (HR. Bukhari).

5. Suntik Non-Nutrisi (Seperti Vaksin)

Fakta: Suntik non-nutrisi (vaksin, insulin, atau obat) bukan menjadi pembatal puasa menurut fatwa MUI karena tidak masuk ke lambung atau memberikan efek kenyang.

6. Menggunakan Parfum atau Minyak Rambut

Fakta: Mencium aroma parfum atau menggunakan minyak rambut tidak membatalkan puasa. Ini termasuk perkara luar yang tidak mempengaruhi keabsahan ibadah.

Penutup

Memahami hal yang membatalkan puasa sesuai dalil menghindarkan kita dari keraguan dan kekeliruan. Dengan ilmu yang tepat, ibadah puasa menjadi lebih khusyuk dan bermakna.

Setelah Ramadhan, momentum spiritual ini bisa dilanjutkan dengan ibadah umroh atau haji untuk menyempurnakan keimanan.

Bagi Anda yang ingin merencanakan perjalanan ibadah ke tanah suci, percayakan pada Tazkiyah Tour. Sebagai biro travel haji dan umroh berizin Kemenag.

Segera kunjungi website Tazkiyah Tour dan booking sekarang. Jadikan momentum Ramadhan sebagai langkah awal keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhana Wa Taala!

Refrensi Sumber Artikel:

https://rumaysho.com/1169-6-pembatal-puasa.html https://baznas.go.id/artikel-show/Hal-hal-yang-Membatalkan-Puasa:-Pengetahuan-Penting-untuk-Muslim/334 https://www.popmama.com/community/groups/life/random-chat/10-mitos-yang-membatalkan-puasa-benarkah

Februari 5, 2025

Bulan Ramadhan adalah momentum istimewa bagi umat Muslim untuk meraih keberkahan melalui ibadah puasa. Keutamaan puasa Ramadhan tidak hanya terletak pada pahala yang dilipatgandakan, tetapi juga pada kesempatan memperbaiki diri secara spiritual dan sosial.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari-Muslim).

Dengan memahami keutamaan puasa Ramadhan, kita dapat memaksimalkan ibadah ini sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

keutamaan puasa ramadhan hari ke 17
source image: Kompas

Keutamaan puasa Ramadhan juga mencakup dimensi sosial, seperti memperkuat solidaritas melalui sedekah, zakat fitrah dan sahur serta berbuka bersama.

Namun, di balik itu semua, bulan ramadhan menyimpan keistimewaan dan rahasia-rahasia agung yang hanya Allah SWT yang mengetahui nilainya.

Dari pengampunan dosa hingga pembukaan pintu surga, setiap detik di Ramadhan adalah kesempatan emas untuk meraih derajat takwa.

Keutamaan Puasa Ramadhan Dan Dalilnya

Berikut adalah tujuh keutamaan puasa Ramadhan yang berdasarkan dari dalil Al-Qur’an serta Hadist:

keutamaan puasa ramadhan
source image: Liputan6

1. Pengampunan Dosa

Allah SWT menjanjikan ampunan bagi yang berpuasa dengan ikhlas. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Ramadhan hingga Ramadhan berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya, selama dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim).

Keutamaan puasa Ramadhan ini menegaskan bahwa puasa adalah “pembersih” rohani yang menyucikan hati dari noda maksiat.

2. Pahala Tak Terhingga

Allah SWT berfirman:
“Setiap amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Ia adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari). Pahala puasa tidak dibatasi jumlahnya, berbeda dengan ibadah lain yang telah ditetapkan ganjarannya.

3. Malam Lailatul Qadar

Salah satu keutamaan puasa Ramadhan adalah turunnya malam Lailatul Qadar, yang nilainya lebih baik dari 1.000 bulan. Allah SWT berfirman:“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.

Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1-3).
Beribadah di malam ini setara dengan ibadah 83 tahun!

4. Pintu Surga Dibuka Lebar

Rasulullah SAW bersabda:
“Jika datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari-Muslim).
Keutamaan puasa Ramadhan ini memudahkan umat Muslim fokus beribadah tanpa banyak gangguan.

5. Doa Mustajab

Allah SWT mengabulkan doa orang yang berpuasa, terutama saat berbuka. Rasulullah SAW bersabda:
“Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi).

6. Kesehatan Jasmani dan Rohani

Puasa Ramadhan melatih disiplin, mengistirahatkan sistem pencernaan, dan meningkatkan ketahanan mental. Rasulullah SAW bersabda:
“Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.” (HR. Ibnu Sunni).

7. Pembentukan Karakter Takwa

Tujuan utama keutamaan puasa Ramadhan tercermin dalam QS. Al-Baqarah: 183:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Puasa mengajarkan kesabaran, empati, dan pengendalian diri – kunci menjadi pribadi bertakwa.

Amalan Untuk Meraih Keutamaan Puasa Ramadhan

Agar keutamaan puasa Ramadhan dapat diraih maksimal, berikut amalan yang dianjurkan:

keutamaan puasa ramadhan hari 1 sampai 30
source image: Universitas Muhammadiyah Surabaya

1. Sahur dan Segera Berbuka

Rasulullah SAW bersabda:
“Makan sahurlah, karena dalam sahur ada berkah.” (HR. Bukhari).
Berbuka tepat waktu juga dianjurkan: “Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari).

2. Memperbanyak Sedekah

Ibnu Abbas ra. berkata:
“Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari).

3. Shalat Tarawih dan Tadarus Al-Qur’an

Shalat Tarawih berjamaah dan mengkhatamkan Al-Qur’an memperbesar peluang meraih Lailatul Qadar.

4. I’tikaf di 10 Hari Terakhir

I’tikaf (berdiam di masjid) di akhir Ramadhan meningkatkan fokus ibadah dan peluang menemukan malam mulia.

Penutup

Keutamaan puasa Ramadhan mengajarkan kita bahwa bulan suci ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang transformasi diri menuju insan bertakwa.

Setelah Ramadhan berakhir, momentum dalam melaksanakan ibadah ini bisa dilanjutkan dengan ibadah haji atau umroh untuk menyempurnakan keimanan.

Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman ibadah tak terlupakan, percayakan perjalanan travel umroh dan haji 2025 Anda kepada Tazkiyah Tour. Sebagai biro travel haji/umroh berizin dan terdaftar di Kemenag.

Segera kunjungi Tazkiyah Tour atau hubungi customer service kami. Jadikan keutamaan puasa Ramadhan sebagai awal langkah meningkatkan keimanan dan ketakwaan!

Februari 4, 2025
Februari 4, 2025

Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang dinanti setiap Muslim. Persiapan Ramadhan yang matang menjadi kunci untuk mengoptimalkan ibadah dan meraih keberkahan di bulan suci ini.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa bergembira dengan datangnya Ramadhan, Allah haramkan jasadnya dari api neraka.” (HR. Al-Baihaqi).

Oleh karena itu, persiapan Ramadhan tidak hanya sekadar menyiapkan fisik, tetapi juga membersihkan hati, meningkatkan ilmu, dan merencanakan amal ibadah.

Persiapan Ramadhan sebaiknya dimulai sejak bulan Syaban. Nabi SAW biasa memperbanyak puasa di Syaban sebagai “pemanasan” sebelum Ramadhan.

Selain itu, para sahabat Nabi juga memberikan teladan bagaimana menyambut Ramadhan dengan penuh semangat. Dengan meneladani mereka, kita bisa merancang persiapan Ramadhan yang matang, mulai dari batin hingga fisik.

Persiapan Ramadhan di Bulan Sya ban

Bulan Syaban adalah waktu terbaik untuk persiapan Ramadhan secara spiritual. Berikut amalan yang bisa dilakukan:

persiapan ramadhan
source image: Detik

1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Rasulullah SAW bersabda: “Syaban adalah bulan di mana manusia lalai. Di bulan ini, amal diangkat kepada Allah, dan aku ingin amalku diangkat saat aku berpuasa.” (HR. An-Nasa’i). Puasa Syaban membantu tubuh beradaptasi dengan ritme puasa Ramadhan.

2. Meningkatkan Tilawah Al-Qur’an

Mulailah membiasakan diri membaca 1-2 juz per hari agar lebih mudah mencapai target khatam di Ramadhan. Sediakan waktu khusus setelah Subuh atau sebelum tidur.

3. Evaluasi Diri dan Istighfar

Syaban adalah momen introspeksi. Perbanyak istighfar untuk membersihkan dosa dan memohon kekuatan menyambut Ramadhan.

4. Merencanakan Target Ibadah

Buat daftar target spesifik, seperti:

  • Jumlah sedekah per minggu.
  • Jadwal shalat malam (Tahajud/Qiyamul Layl).
  • Kajian agama yang ingin diikuti.

Persiapan Ramadhan Para Sahabat

Para sahabat Nabi SAW adalah teladan terbaik dalam persiapan Ramadhan. Berikut kebiasaan mereka:

persiapan ramadhan rumaysho
source image: Tribun

1. Membaca Doa Menyambut Ramadhan

Sejak Rajab, sahabat seperti Umar bin Khattab ra. sudah memanjatkan doa: “Ya Allah, pertemukan kami dengan Ramadhan dalam keadaan sehat dan kuat.”

2. Meningkatkan Amal Sosial

Ibnu Abbas ra. dikenal gemar membagikan makanan berbuka sejak awal Syaban. Mereka juga membersihkan harta dengan zakat fitrah lebih awal.

3. Menghidupkan Malam dengan Ibadah

Aisyah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengencangkan ikat pinggang (memperbanyak ibadah) di 10 hari terakhir Syaban. Para sahabat meniru ini dengan memperbanyak shalat malam dan sedekah.

4. Menyiapkan Ilmu

Mereka belajar tafsir Al-Qur’an dan fiqh puasa dari Nabi SAW sebelum Ramadhan tiba. Ilmu ini menjadi bekal untuk menghindari kesalahan selama beribadah.

Persiapan Ramadhan untuk Muslimah

Persiapan Ramadhan untuk muslimah membutuhkan strategi khusus karena tanggung jawab domestik yang padat. Berikut tipsnya:

persiapan ramadhan untuk muslimah
source image CNN

1. Meal Prep dan Manajemen Waktu

  • Siapkan menu sahur & berbuka sederhana seminggu sebelumnya.
  • Bekukan bahan makanan yang tahan lama (daging, sayuran).
  • Manfaatkan slow cooker atau rice cooker untuk menghemat waktu.

2. Menyusun Jadwal Ibadah Keluarga

  • Buat jadwal tilawah bersama anak-anak.
  • Rencanakan buka puasa bersama dengan kajian singkat.

3. Mengatur Aktivitas di Luar Rumah

  • Batasi agenda sosial yang tidak mendesak.
  • Manfaatkan waktu luang untuk mendengarkan podcast religi atau murojaah hafalan.

4. Persiapan Khusus Saat Haid

  • Fokus pada amalan non-fardhu: sedekah, tilawah (tanpa menyentuh mushaf), dan zikir.
  • Rencanakan “qadha puasa” di hari lain agar tidak terbebani.
  • Melakukan Amalan seperti membuat hidangan saat berbuka atau saat sahur, ini dapat menjadi ladang pahala yang sangat berkah untuk para muslimah.

Persiapan Fisik dan Mental Menyambut Ramadhan

1. Pola Makan Sehat

  • Kurangi konsumsi kafein dan makanan pedas sejak Syaban untuk menghindari maag.
  • Perbanyak serat dan protein agar kenyang lebih lama saat puasa.

2. Olahraga Ringan

Lakukan stretching atau jalan kaki 30 menit sehari untuk menjaga stamina.

3. Istirahat Cukup

Biasakan tidur lebih awal agar bisa bangun sahur tanpa rasa lelah.

4. Mental Spiritual

  • Ikuti kajian pra-Ramadhan untuk meningkatkan motivasi.
  • Buat catatan target pribadi dan evaluasi harian.

Penutup

Persiapan Ramadhan yang baik akan membuat ibadah lebih khusyuk dan bermakna. Selain menyiapkan diri secara spiritual dan fisik, Anda juga bisa merencanakan perjalanan umroh di bulan Ramadhan untuk meraih keberkahan berlipat.

Bagi yang ingin merasakan pengalaman ibadah tak terlupakan, percayakan perjalanan Anda kepada Tazkiyah Tour. Sebagai biro travel umroh dan haji berizin dan terdaftar di Kemenag, Tazkiyah Tour menawarkan:

  • Paket Umroh Ramadhan: Ibadah di Tanah Suci dengan fasilitas premium dan pembimbing ahli.
  • Jadwal Fleksibel: Pilih paket 9, 12, atau 15 hari sesuai kebutuhan.
  • Garansi Keamanan: Dokumen lengkap, akomodasi dekat Masjidil Haram, dan asuransi perjalanan.

Segera kunjungi Tazkiyah Tour untuk info paket terbaru. Jadikan persiapan Ramadhan 1446 H sebagai momentum memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT!

Februari 3, 2025
Februari 3, 2025

Bulan Syaban sering disebut sebagai “bulan yang dilupakan” karena posisinya antara Rajab dan Ramadan. Padahal, keutamaan bulan Syaban begitu besar dalam Islam.

Rasulullah SAW bersabda: “Syaban adalah bulan di mana manusia lalai, terletak antara Rajab dan Ramadan. Di bulan ini, amal perbuatan diangkat kepada Allah, dan aku ingin amalku diangkat saat aku sedang berpuasa.” (HR. An-Nasa’i).

keutamaan bulan syaban sesuai sunnah
source image: detik

Momentum ini menjadi jembatan untuk menyucikan diri dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah sebelum memasuki Ramadan.

Keutamaan bulan Syaban juga terletak pada malam Nisfu Syaban (pertengahan Syaban), di mana Allah SWT menurunkan rahmat dan pengampunan-Nya.

Di malam ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak istighfar, shalat malam, dan evaluasi diri. Dengan memahami keutamaan bulan Syaban, kita bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menyiapkan mental menjelang Ramadan.

Keutamaan Bulan Syaban dan Amalannya

keutamaan bulan syaban
source image: detik

1. Bulan Diangkatnya Amal kepada Allah SWT

Salah satu keutamaan bulan Syaban yang utama adalah diangkatnya catatan amal manusia kepada Allah SWT. Rasulullah SAW sering berpuasa di bulan ini karena ingin amalnya “dihadapkan” dalam keadaan baik. Amalan sunnah yang bisa dilakukan:

  • Memperbanyak puasa Syaban: Nabi SAW biasa berpuasa hampir sebulan penuh di Syaban (HR. Bukhari).
  • Memperbaiki hubungan sosial: Menyambung silaturahmi dan meminta maaf agar amal tidak tertahan.

2. Malam Pengampunan Dosa (Nisfu Syaban)

Malam pertengahan Syaban adalah waktu istimewa untuk bermunajat. Dalam sebuah hadis qudsi, Allah SWT berfirman: “Pada malam ini, Aku mengampuni dosa hamba-Ku kecuali orang yang musyrik dan pendendam.” (HR. Ibnu Majah). Amalan yang dianjurkan:

  • Shalat sunnah Tasbih: Memohon ampunan dan keberkahan hidup.
  • Baca Surah Yasin 3x: Dilakukan setelah maghrib atau malam hari dengan niat panjang umur, rezeki halal, dan husnul khatimah.

3. Persiapan Mental Menyambut Ramadan

Keutamaan bulan Syaban juga terletak pada fungsinya sebagai “pemanasan” sebelum Ramadan. Rasulullah SAW meningkatkan intensitas puasa di Syaban sebagai latihan. Amalan yang bisa dan dapat ditiru:

  • Puasa Senin-Kamis: Melatih disiplin dan ketahanan fisik.
  • Tadarus Al-Qur’an: Membiasakan diri membaca Al-Qur’an minimal 1-2 juz per hari.

4. Waktu Terbaik untuk Evaluasi Diri

Syaban menjadi momen introspeksi atas kesalahan selama setahun. Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan ibadah, hatinya tidak akan mati di hari kiamat.” (HR. Ath-Thabrani). Amalan yang dianjurkan:

  • Shalat Hajat: Memohon petunjuk dan kekuatan menghadapi Ramadan.
  • Zikir pagi-sore: Memperbanyak istighfar dan shalawat.

5. Momentum Memperbanyak Sedekah

Bersedekah di bulan Syaban memiliki keutamaan ganda: membersihkan harta dan menyiapkan bekal untuk Ramadan. Amalan terkait:

  • Sedekah jariyah: Wakaf sumur, pembangunan masjid, atau donasi pendidikan.
  • Berbagi makanan berbuka: Meski belum Ramadan, memberi makan orang berpuasa Syaban tetap berpahala besar.

Amalan Sunnah di Bulan Syaban

keutamaan bulan syaban rumaysho
source image: Tokopedia

Puasa Syaban

Puasa adalah amalan utama yang menonjolkan keutamaan bulan Syaban. Nabi SAW bersabda: Puasa di bulan Syaban menghapus dosa setahun, dan puasa di bulan Ramadan menghapus dosa 30 tahun.” (HR. Ad-Dailami). Beberapa tips puasa Syaban:

  • Mulai dengan puasa Senin-Kamis, lalu tingkatkan frekuensinya.
  • Hindari puasa di akhir Syaban (setelah tanggal 15) kecuali sudah terbiasa.

Memperbanyak Shalawat dan Istighfar

Membaca shalawat dan istighfar di bulan Syaban membantu membersihkan hati dari dendam dan iri. Contoh zikir yang bisa diamalkan:

  • “Astaghfirullahal ‘adzim wa atubu ilaih” (100x sehari).
  • “Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad” (setelah shalat wajib).

Penutup

Keutamaan bulan Syaban mengajarkan kita untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Momentum ini juga bisa menjadi langkah awal merencanakan ibadah haji atau umroh di bulan suci.

Dengan hati yang telah dibersihkan melalui amalan Syaban, ibadah ke Tanah Suci akan terasa lebih khusyuk dan bermakna.

Bagi Anda yang ingin mewujudkan impian berhaji/umroh, percayakan perjalanan Ibadah Anda kepada Tazkiyah Tour. Sebagai biro travel haji dan umroh berizin dan terdaftar di Kemenag,

Segera kunjungi Tazkiyah Tour atau hubungi customer service kami untuk info paket terbaru. Jadikan keutamaan bulan Syaban sebagai awal langkah menuju pengalaman haji/umroh yang tak terlupakan!