fbpx
Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: info@tazkiyahtour.co.id

Blog

March 23, 2022

Pengertian Haji Qiran dan Tata Cara Pelaksanaannya yang Harus Dipahami

Pengertian haji qiran dan tata cara pelaksanaannya sangat perlu untuk dipahami bagi setiap umat islam yang ingin menunaikan ibadah haji. Karena sebagaimana diketahui berdasarkan pelaksanaannya haji terbagi tiga yaitu Haji Tamattu, Haji Qiran, dan Haji Ifrad.

Pengertian Haji Qiran

Pengertian Haji Qiran adalah mengerjakan haji dan umrah dalam satu niat dan satu kali proses pengerjaan sekaligus. Namun Jemaah yang memilih untuk mengerjakan haji qiran ini harus membayar dam nusuk yaitu satu ekor kambing.

Pelaksanaan haji qiran ini diperbolehkan hususnya bagi Jemaah dengan kondisi sebagai berikut :

  • Jemaah karena sesuatu dan lain hal tidak dapat melaksanakan umrah baik sebelum pelaksanaan haji maupun sesudah pelaksanaan haji.
  • Jemaah haji yang masa tinggalnya di Mekkah sangat terbatas.

Tata Cara Pelaksanaan Haji Qiran

Adapun tata cara pelaksanaan Haji Qiran sebagai berikut:

  1. Niat Ihram Haji dan Umroh
  • Sebelum berniat Jemaah disunnahkan untuk bersuci dengan mandi dan berwudhu.
  • Selanjutnya memakai pakaian ihram.
  • Setelah tiba di tempat mengambil Miqat, Jemaah memastikan kembali apakah wudhunya belum batal. Apabila wudhu sudah batal Jemaah harus berwudhu kembali.
  • Melaksanakan shalat sunnah ihram dua rakaat.
  • Selanjutnya berniat Ihram Haji dan Umroh
    Jemaah haji berniat haji dan umroh di tempat Miqat seperti Masjid Bir ‘Aly bagi Jemaah yang dari madinah, di dalam pesawat ketika melintas di atas Yalamlam, atau di Bandara Jeddah.
    Adapun niat ihram untuk Haji Qiran adalah
    “Labbaika Allahuma Hajjan Wa “Umratan”
    Aku sambut panggilanmu Ya Allah untuk berhaji dan berumrah.
    Atau “Nawaitul Hajja Wal “Umrata Waahramtu Bihimaa Lillahi Ta’ala”
    Aku niat haji dan umrah dengan berihram karena Allah Ta’ala.
  • selanjutnya Jemaah melanjutkan perjalanan menuju Kota Suci Mekkah untuk melaksanakan prosesi ibadah haji. Selama dalam perjalanan Jemaah disunnatkan untuk terus bertalbiyah, atau berdizkir mendekatkan diri kepada Allah SWT.
    Jemaah juga harus memastikan untuk tidak melakukan hal – hal yang dapat mengakibatkan pelanggaran terhadap larangan ihram.

    2. Aktifitas di Mekkah

  • setelah Jemaah tiba di Mekkah disunnahkan untuk mengerjakan thawaf qudum. Thawaf qudum ini bukanlah thawaf umrah dan bukan juga thawaf haji.
  • Pada saat thawaf qudum dapat melaksanakan sa’I atau tidak. Apabila melaksanakan sa’I, maka sa’I tersebut termasuk sa’I haji sehingga pada saat thawaf ifadah tidak perlu lagi melaksanakan sa’i.
  • Pelaksanaan ibadah, dzikir dan doa Haji Qiran sejak dari wukuf sampai dengan selesai sama dengan pelaksanaan haji tamattu’
  • Ketika Jemaah melaksanakan thawaf ifadah harus melaksanakan sa’I apabila pada saat thawaf qudum tidak melaksanakan sa’i. namun apabila pada saat melaksanakan thawaf qudum juga melaksanakan sa’I, maka pada saat thawaf ifadah tidak perlu melaksanakan sa’i.

3. Meninggalkan Kota Mekkah menuju kampung halaman

  • Sebelum meninggalkan kota suci mekkah, Jemaah wajib melaksanakan thawaf wada.
  • Setelah Jemaah melaksanakan thawaf wada berarti Jemaah telah melaksanakan semua prosesi ibadah haji secara sempurna.
  • Mendengarkan arahan dari tour leader terkati proses kepulangan menuju tanah air atau kampung halaman.

Demikianlah pengertian haji qiran dan tata cara pelaksanaanya yang harus dipahami oleh Jemaah yang menunaikan ibadah haji. Yang paling membedakan dengan haji tamattu adalah umrah dan haji dikerjakan dalam satu kali niat dan satu kali proses pengerjaan. Jadi sangat tergantung dari niatnya.

Sumber Berita : https://www.academia.edu/45165975/TUNTUNAN_MANASIK_HAJI_DAN_UMRAH_KEMENTERIAN_AGAMA_RI

 

Baca Juga:  Doa Cepat Naik Haji, Ingat Jangan Pernah Dilupakan