Hi, How Can We Help You?

Arsip Tag: teruji

August 11, 2019

MEKAH – Jika Anda menyaksikan di televisi Arafah tiba-tiba diguyur hujan saat 2,5 juta jemaah haji melakukan wukuf, kemarin, Anda tidak salah lihat. Memang turun hujan.

Sejak pagi hingga siang waktu Saudi, jemaah dari seluruh dunia memenuhi Arafah untuk melaksanakan wukuf. Syarat utama rukun haji.

Cuaca panas capai 45 derajat tidak menyusutkan semangat jemaah untuk bisa tunaikan ibadah haji sebagai tamu Allah.

Jemaah haji seluruh negara termasuk Indonesia sudah mulai mulai bergerak ke Arafah pada Jumat (9/9/2019) atau pada 8 Zulhijah sekitar pukul 07.00 pagi waktu Arab Saudi. Termasuk jemaah haji khusus Tazkiyah Tour, dan bagian dari konsorsium; Anmar dan Pacto.

Pergerakan ke Arafah alhamdulillah lancar. Panitia haji Indonesia dari Kementerian Agama sudah melakukan persiapan agar tidak terjadi kemacetan. Dilakukan secara bergelombang, dibagi dalam tiga fase: pukul 07.00-12.00, 12.00-16.00, serta 16.00-24.00.

Jemaah asal Indonesia menempati tenda-tenda yang terpasang di maktab. Satu maktab berisi ratusan jemaah dari beragam travel.

Dalam tenda, para jemaah berdiam diri meski ada juga yang memilih duduk beralaskan karpet di luar. Untuk mengevaluasi segala perbuatan selama perjalanan hidup. Berzikir, berdoa, membaca Quran, hingga salat jadi kegiatan jemaah di Arafah.

Mansur Daeng rombo, 58 tahun, jemaah haji asal Gowa yang berprofesi sebagai penjual coto sangat bersyukur. Tak menyangka dengan kondisi perekonomian keluarga yang biasa saja bisa menunaikan ibadah haji.

“Tidak terbayangkan, menangis terharu saya,” ujar Mansyur. Dia mengaku memperbanyak bacaan talbiyah, zikir, dan membaca Alquran selama di Arafah.

“Wukuf itu penghambaan mengakui dosa mulai akil balik baik dosa kecil dan besar bisa diingat dan seluruhnya dilaporkan ke Allah,” jelasnya.

Dokter Dewi Setiawati pun bersyukur sebagai tim medis Tazkiyah Tour. Bisa diamanahkan bersama kakaknya, dr Wachyudi Muchsin merawat kesehatan tamu Allah.

Pembimbing jemaah Ustaz Salahuddin Ayyub Fakhruddi bersyukur sebab saat wukuf, Arafah yang awalnya panas terik tiba tiba diguyur hujan.

“Ini fenomena alam yang langkah di sini. Insyaallah sebagai hujan berkah, seluruh jemaah menjadi haji mabrur. Sebagai refleksi diri untuk kembali ke kesucian dan menerapkannya pada perilaku saat kembali ke masyarakat,” ucapnya. (*)

Laporan

dr Wachyudi Muchsin dari Arafah.

August 10, 2019

MEKAH – Grup WhatsApp jemaah haji khusus Tazkiyah Tour begitu sepi, Sabtu malam waktu Indonesia atau Sabtu siang di Arab Saudi.

Tidak ada foto selfie atau wefie seperti waktu-waktu sebelumnya. Tidak ada candaan soal makanan atau kegiatan di sekitar tempat menginap.

Hanya foto hasil kutipan pembimbing yang terunggah di grup. Itu pun tak ada yang komentari.

Para jemaah memang sedang berada di puncak ibadah haji. Wukuf di Arafah. Menempati tenda di salah satu maktab, para jemaah larut dalam zikir. Juga menyimak tausiah.

Dokter Wachyudi Muchsin yang coba tazkiyahtour.co.id hubungi hanya sempat menjawab singkat. “Semuanya sedang fokus ibadah wukuf.”

Wukuf memang tahapan yang paling dinanti. Tidak wukuf berarti tidak haji. Makanya para jemaah begitu memanfaatkan kesempatan. Semua khusyuk dalam perenungan, dan doa. Ponsel disingkirkan sementara waktu.

Wukuf di Arafah merupakan rukun inti ibadah haji. Untuk itu, seluruh jemaah haji termasuk yang sedang sakit atau wanita yang sedang haid tetap harus berada di kawasan Arafah. Wukuf paling utama dan sempurna adalah terus menerus berada di Arafah. Sejak waktu Zuhur hingga Magrib tanggal 9 Dzulhijjah, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw.

Padang Arafah yang begitu luas sungguh tepat untuk menggiring jemaah ke dalam perenungan yang dalam. Mengenali diri, apa yang pernah, sedang, dan akan dilakukan. Menjadi hamba yang terus memperbaiki amalan. (fit)

August 9, 2019

MEKAH – Makassar dan Mekah terpaut ribuan kilometer dan minimal sembilan jam perjalanan udara. Dipisah lautan. Namun di dalam doa, keduanya bisa sangat dekat.

Kamis malam (8/8/2019) waktu Indonesia tengah, manajemen dan keluarga besar di Tazkiyah Tour, menggelar doa bersama di kantor pusat, Jalan AP Pettarani, Makassar. Di waktu bersamaan namun masih siang di Arab Saudi, 126 jemaah juga duduk bersila di rumah transit di Mekah usai salat.

Doa lintas ruang dan waktu dihelat. Yang di Makassar mendoakan pula yang di Mekah. Yang di Mekah, tempat berdoa paling mustajab, memohonkan pula yang terbaik untuk yang di Makassar.

Sebelum 126 jemaah haji khusus Tazkiyah Tour berangkat, Presiden Direktur Ahmad Yani Fachruddin menitip agar Tazkiyah Tour didoakan. Untuk eksistensi dan kebermanfaatannya untuk umat. Terkhusus, juga untuk keikutsertaan travel yang akan berusia 19 tahun pada 15 Dzulhijjah mendatang ini di SNI Award 2019.

“Kita sudah lolos di beberapa tahapan. Insyaallah awal September sudah tahap kunjungan juri dari Jakarta,” ujarnya.

Dari Makassar, keluarga besar Tazkiyah Tour rutin menghelat doa bersama setiap Kamis malam, selama jemaah masih berada di tanah suci.

Sabtu (10/8/2019) besok, jemaah Tazkiyah Tour bersama jutaan jemaah calon haji lainnya akan berada di Arafah. Menjalankan wukuf, puncak ibadah haji.

Hari ini jemaah dijadwalkan sudah di Mina. Dari Mina, Sabtu pagi, jemaah berangkat dengan bus ke Arafah. Salat Duha kemudian memperbanyak amalan dan zikir untuk memulai acara wukuf.

Saat berita ini diturunkan, jemaah sudah berkonsentrasi penuh dan saling meminta maaf. Masing-masing juga mengirim permohonan maaf ke kerabat di tanah air dan minta didoakan kelancaran ibadah hajinya. (fit)

August 8, 2019

MEKAH – Inilah sosok paling belia dalam rombongan 126 jemaah haji khusus Tazkiyah Tour tahun ini. Yuki Qadriah Hasanuddin namanya.

Sepintas nama depannya berbau Jepang. Sebab memang ada kaitannya. Tarikan napas pertamanya terjadi di negeri matahari terbit.

Yuki lahir di Okinawa, Jepang, 3 Februari 1997. Hasanuddin Ishak, ayahnya, sedang kuliah S2 kemudian S3 di sana kala itu.

Tetapi Yuki tidak lama di Jepang. Dia hanya sempat sekolah playgroup di kota yang berjarak dua hingga tiga jam naik kereta dari Tokyo itu.

Keluarganya kembali ke Makassar tahun 2000. “Saya tahu bahasa Jepang, tetapi sedikit ji,” katanya kepada tazkiyahtour.co.id.

Yuki terharu karena di usia muda, dia sudah ditakdirkan Allah berangkat haji. Bersama kedua orang tuanya pula; Hasanuddin dengan sang ibu Juwanita Sahid. Total berempat dengan kakaknya, Abdurrahman Hasanuddin.

Saat ini Yuki dan para jemaah calon haji kini berada di Mekah. Sudah dalam persiapan untuk melakoni puncak ibadah haji, wukuf di Arafah.

Yuki yang sementara menyusun tugas akhir S1 Psikologi-nya di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas mengaku punya daftar doa selama di tanah suci.

“Semoga cita-cita jadi psikolog bisa terkabul dan semuanya berjalan baik,” tuturnya.

Yuki juga sudah menyiapkan kalimat-kalimat doa memohon jodoh yang terbaik.

Ingin menikah muda? “Mengapa tidak jika memang diberinya cepat dan tepat,” jawabnya.

Selamat beribadah dan berdoa, Yuki! Insyaallah kembali ke Makassar dalam keadaan sehat wal afiat dan mendapat predikat haji mabrur. (fit)

August 6, 2019

MADINAH – Puncak ibadah haji kian dekat. Sabtu (10/8/2019) para jemaah calon haji sudah harus berada di Arafah, menjalani prosesi wukuf.

Sebanyak 126 jemaah haji khusus Tazkiyah Tour yang sudah sembilan hari di Madinah pun sedang bersiap bergerak ke Mekah. Saat laporan ini diketik, rombongan yang terbagi dalam empat bus sudah di dalam kendaraan.

Mereka dijadwalkan singgah di Bir Ali dan melaksanakan salat sunat. Kira-kira sore waktu setempat atau malam waktu Indonesia, mereka tiba di rumah transit.

Para jemaah berangkat ke Mekah dengan perasaan penuh haru. Sebab klimaks dari segala ibadah yang mereka lakukan dalam dua pekan ini sudah di depan mata. Mereka akan berkumpul dengan jutaan jemaah lain dari seluruh dunia di suatu padang yang diibaratkan sebagai gambaran sekilas Padang Masyhar di hari kemudian.

Agar semuanya berjalan lancar, mereka tak henti berdoa. Dan habluminannas-nya pun diperkuat. Di Nozol Royal Inn, Madinah, para jemaah wanita terlihat saling berangkulan. Satu sama lain saling meminta maaf. Air mata haru tak tertahankan.

Para jemaah memang sudah seperti keluarga. Sudah setengah bulan mereka bersama. Dari Makassar, Mekah, Madinah, kemudian akan balik lagi ke Mekah. Mereka saling berbagi suka dan duka.

Beberapa waktu lalu ada jemaah yang suaminya di kampung halaman meninggal dunia. Jemaah lain menjadi pelipur lara, yang terus mengingatkan agar bersabar.

Hal yang juga membuat adanya kekeluargaan adalah alat timbangan. Hanya satu alat timbangan yang digilir di semua kamar. Kadang ada yang bingung mencari, ada juga yang usil pura-pura tidak tahu. Semuanya menjadi kisah tersendiri yang mengikat para jemaah dalam persaudaraan.

Sebentar lagi jemaah akan tiba di Mekah. Menempati rumah transit dan terus menjaga hati dan diri. Mina, Arafah, dan Muzdalifah sudah menanti. Terima kasih ya Allah atas undanganmu. (*)

Citizen Report

Nur Aisyah Muh Ramli
Jemaah haji khusus Tazkiyah Tour