Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: tazkiyahmandiri@gmail.com

Blog

September 28, 2019
September 28, 2019

MADINAH – Luar biasa semangat jemaah umrah Sint Travel (Tazkiyah Tour Group). Baru tiba di Madinah, Jumat (28/9/2019) setelah menempuh perjalanan panjang dari tanah air, berbagai kegiatan langsung mereka lakukan.

Usai salat Subuh di Masjid Nabawi, jemaah kembali ke hotel untuk istirahat dan merapikan barang. Namun tak bisa lama. Sebab jadwal salat Jumat sudah dekat.

Malamnya, kira-kira pukul 21.15 atau Sabtu dini hari waktu Indonesia, mereka (khususnya yang laki-laki), memutuskan untuk masuk antrean ke Raodah. Bagian paling diburu di Nabawi. Taman-taman surga, kata Rasulullah saw.

Didampingi KH Anwar Sadat, jemaah Sint Travel dengan sabar menanti giliran. Apalagi antrean tak begitu panjang. Setelah musim haji, volume jemaah dari berbagai penjuru dunia memang belum terlalu padat.

Jemaah pun relatif leluasa. Berdoa di Raodah. Juga ziarah makam Nabi Muhammad. Lantunan selawat terus terdengar.

Hari ini atau paling lambat besok, giliran jemaah perempuan Sint Travel yang akan berburu Raodah. Pendampingnya perempuan juga. Seorang warga negara Indonesia yang bermukim di Madinah. (fit-sur)

September 27, 2019

MAKASSAR – Malam yang hangat di Khayangan Room Swiss-Belhotel, Jumat (27/9/2019). Ada sesi jamuan makan dan apresiasi untuk mitra-mitra terbaik Silk Air (Singapore Airlines Group).

Tidak banyak orang. Hanya sebelas meja bundar. Diisi oleh pimpinan perusahaan yang sepanjang 2018-2019 menjadi mitra penting maskapai internasional tersebut.

Acara berlangsung privat dan akrab. Bertajuk 6th Anniversary & Agent Appreciation Night. Manager Silk Air Makassar, Mr Ravi memberi pidato singkat.

“Terima kasih atas kepercayaan dan angka-angka yang menggembirakan setahun ini,” ujarnya.

Pemberian penghargaan dilakukan di sela acara. Tidak banyak juga. Hanya agen-agen yang berkontribusi besar dalam kinerja penjualan Silk Air dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Tazkiyah Tour mendapat penghargaan sebagai Top MI & TR Umroh Agent FY 2018-2019. Travel umrah dan haji khusus pemegang sertifikasi ISO 9001:2015 itu menjadi kontributor terbesar bagi pencapaian tiket perjalanan Makassar-Singapura-Jeddah untuk grup Singapore Airlines.

Mr Ravi memberikan plakat kepada Ahmad Yani Fachruddin, Presiden Direktur Tazkiyah Tour.

Travel lain yang mendapat penghargaan antara lain Dewi Wisata, Suita Tour, Limbunan. (fit-sur)

September 26, 2019

MAKASSAR – Satu lagi bukti bahwa panggilan ke tanah suci bisa datang kepada siapa saja yang mau. Bahkan ketika ia tampak tidak mampu.

Adalah seorang lelaki penjaga masjid di Barru yang kali ini merasakannya. Muhiddin Lakade Labasire namanya.

Saat tulisan ini dibuat, Kamis, 26 September 2019 pukul 21.20 Wita, pria 86 tahun itu sedang di dalam pesawat grup Singapore Airlines. Tujuan Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

Muhiddin tergabung dalam rombongan umrah Sint Travel, anak grup Tazkiyah Tour.

Keberangkatannya ini adalah jawaban dari doa-doanya selama puluhan tahun. Tak lelah-lelah dia merawat impian menuju Baitullah. Walau umur tak muda lagi dan penghasilan sehari-hari sekadar cukup untuk makan.

Muhiddin adalah salah satu penjaga Masjid Islamic Center di Kabupaten Barru. Hari itu, Minggu, 6 Januari 2019, dia ikut memasukkan nama ke kotak undian acara Tablik Akbar Tazkiyah Tour di tempatnya bekerja.

Bupati Barru, Suardi Saleh hadir. Sang orang nomor satu juga yang mencabut undian untuk hadiah utama; satu paket umrah.

Semua hening sampai pembawa acara menyebut nama pemenang. Seseorang dari arah belakang lalu melangkah ke depan. Pelan dan gugup.

Berlinang air matanya. Bibirnya melafalkan hamdalah. Berulang-ulang.

Dan orang itu adalah Muhiddin, sang penjaga masjid yang sudah lama mendambakan salat di Masjidilharam, di depan Kakbah.

“Lama sekali mi saya mau,” katanya dengan mata memerah dan basah.

Jika semuanya lancar, Muhiddin sudah akan tiba di Madinah, Jumat dini hari waktu Saudi, atau Jumat siang waktu Indonesia.

Empat hari di Madinah, Muhiddin dan rombongan akan menuju Mekah. Menjalani prosesi umrah.

Sekali lagi kita belajar tentang dahsyatnya kekuatan impian dan doa. Siapa sangka seorang Muhiddin bisa pergi umrah.

Dia orang kecil, tetapi niatnya besar. Dan Rabb-nya mahabesar. (*)

Imam Dzulkifli
untuk tazkiyahtour.co.id

September 25, 2019

MAKASSAR – Musim haji berlalu, musim umrah tiba. Tazkiyah Tour pun mulai memberangkatkan jemaah. Kamis, 26 September 2019 besok, 45 jemaah bakal diterbangkan ke tanah suci.

Saat berita ini diketik, jemaah sedang mengikuti manasik dan pemeriksaan kesehatan di Dalton Hotel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.

Tazkiyah Tour memang selalu memberikan fasilitas hotel transit bagi jemaah umrahnya. Sehari sebelum berangkat. Baik bagi jemaah yang berasal dari luar kota maupun yang dari Makassar.

Sambil memberi waktu istirahat kepada jemaah agar lebih segar sebelum melakukan perjalanan jauh ke Arab Saudi, Tazkiyah Tour juga memantapkan persiapan para calon tamu Allah.

Manasik kali ini dibawakan oleh Adnan Syahruddin, Managing Director Tazkiyah Tour. Selain menyampaikan tata cara ibadah, Adnan juga mengingatkan para jemaah agar selalu berupaya mensucikan hati. Mensucikan niat.

Di sela manasik, jemaah bergantian mendatangi meja dokter. Melakukan konsultasi kesehatan. Semua jemaah lalu diberi multivitamin. Dan bagi yang membutuhkan obat, langsung pula dibagikan.

Rombongan jemaah umrah Tazkiyah Tour ini dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, pukul 12.00. Menggunakan pesawat Silk Air, grup Singapore Airlines. (sur-fit)

September 23, 2019

MEKAH – Kawanan burung merpati adalah satu dari sekian kekhasan dua kota Haramain; Mekah dan Madinah. Merpati yang terbang rendah atau yang sedang mematuk biji-bijian di aspal adalah teman perjalanan bagi jemaah yang menuju dan dari masjid.

Anda yang sudah pernah ke tanah suci mungkin pernah berinteraksi dengan merpati-merpati itu. Memberi makan misalnya. Atau barangkali malah berfoto di antara merpati yang jumlahnya bisa mencapai ratusan ekor itu.

Jemaah-jemaah yang pernah umrah bersama Tazkiyah Tour pun ada yang mengabadikan kebersamaannya dengan merpati. Diunggah ke media sosial sebagai upaya menyimpan kenangan.

Dilansir dari Dream, burung merpati di Mekah maupun Madinah tidak mempunyai keistimewaan khusus. Tetapi dibanding merpati-merpati di Eropa, ada bedanya. Bulunya lebih unik. Dihiasi dua garis melintang mirip pangkat seorang perwira tentara.

Diriwayatkan, merpati Mekah ada kaitannya dengan sejarah hijrah Nabi Muhammad saw. Saat itu Rasulullah bersama Abubakar ash Shiddiq dikejar kaum Quraisy. Mereka lalu bersembunyi di Gua Hira. Tiba-tiba di pintu gua bersarang laba-laba dan pada saat yang sama ada burung merpati sedang bertelur. Melihat itu, pasukan Quraisy memastikan tidak mungkin sesorang bisa bersembunyi di dalam gua. Loloslah Rasulullah dan Abubakar.

Beberapa penulis sejarah Arab menduga bahwa merpati yang berada di sekitar Baitullah, Mekkah dan Madinah adalah keturunan sepasang merpati yang dulu pernah membangun sarangnya di depan gua tempat Rasulullah dan Abubakar bersembunyi.

Makanya, saat berada di tanah suci Mekah, kita dilarang untuk menangkap apalagi berburu burung merpati tersebut, baik dalam situasi ihram maupun tidak. Baru boleh setelah berada di luar kota Mekah, itu pun hanya berlaku bagi mereka yang tak sedang sedang ihram.

Lagipula, lebih baik kita memberi makan burung-burung itu ketimbang menangkapinya, kan? (fit-sur)