Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: tazkiyahmandiri@gmail.com

Category Archives: Haji – Umroh

Desember 16, 2024

PIHK Haji Tazkiyah Tour

Semakin lama tertahan, semakin mendesak pula kerinduan untuk kembali ke Tanah Suci. Bagi umat Muslim, Makkah adalah tempat suci yang selalu dirindukan.

Minggu, 9 Agustus 2020, manajemen PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour) menggelar program manasik haji online bertajuk “Sejarah Makkah sebagai Tanah Suci Utama dan Pertama”.

Acara ini tidak hanya ditujukan untuk memberikan pembekalan kepada calon jemaah, tetapi juga menjadi penawar rindu akan Makkah yang mendalam.

PIHK Haji Tazkiyah Tour
source image: doc tazkiyah tour

Sebagai salah satu Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK haji) resmi yang telah diakui oleh Kementerian Agama RI, Tazkiyah Tour memanfaatkan momentum ini untuk memberikan layanan edukasi yang mendalam bagi calon jemaah haji.

Pembimbing haji dan umrah dari Tazkiyah Tour, H. Aguslam N. Hampeng, tidak hanya membahas sejarah Makkah, tetapi juga mengulas aspek ibadah yang berkaitan dengan kota suci ini.

Makkah: Tempat Ibadah Utama Umat Islam

Makkah menjadi pusat peribadahan umat Islam di seluruh dunia. Setiap tahun, jutaan umat Muslim datang untuk melaksanakan ibadah haji.

Namun, pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal. Pada musim haji 2020, hanya sekitar seribu orang yang mendapat kesempatan berhaji, jauh lebih sedikit dibandingkan musim-musim sebelumnya.

“Ka’bah adalah rumah ibadah pertama di muka bumi yang dibangun untuk menyembah Allah SWT,” jelas Aguslam dalam salah satu sesinya.

Ia juga membahas istilah “tanah haram” yang sering digunakan untuk merujuk pada Makkah. Sebutan ini berasal dari larangan melakukan perbuatan tercela di kota suci tersebut, termasuk mengambil barang temuan kecuali untuk dikembalikan kepada pemiliknya.

Sejarah Awal Makkah sebagai Tanah Haram

Dari sisi sejarah, Aguslam menjelaskan bahwa penghuni pertama Makkah adalah Nabi Ibrahim AS, istrinya Siti Hajar, dan putranya Ismail.

Kesabaran Siti Hajar ketika ditinggalkan tanpa perbekalan menjadi kisah monumental. Dari upayanya mencari air, timbullah mata air zamzam yang terus mengalir hingga kini. Keberadaan air zamzam inilah yang menjadikan Makkah layak dihuni dan menjadi tanah suci bagi umat Muslim.

Keutamaan Makkah juga ditegaskan dalam kisah Rasulullah SAW ketika hendak hijrah ke Madinah. Dalam perjalanannya, Rasulullah sempat menoleh ke arah Makkah dan berkata, “Demi Allah, Makkah adalah tempat yang paling baik, tempat yang paling dicintai Allah. Andai saya tidak diusir kaum musyrikin, saya tak akan meninggalkannya.”

Program Manasik Online PIHK Haji Tazkiyah Tour

Program manasik haji online ini merupakan salah satu dari rangkaian 40 seri manasik haji yang disiapkan oleh Tazkiyah Tour sebagai bekal bagi para calon jemaah haji menuju musim haji 1442 H pada tahun 2021.

Helfitri Tahir, Public Relation Tazkiyah Tour, menyatakan bahwa materi manasik ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai ibadah haji, yang memang kompleks.

“Ibadah haji itu begitu detail, jauh sebelum pemberangkatan, jemaah sudah harus memahami berbagai aspeknya,” ujar Helfitri.

Calon jemaah haji yang tidak sempat mengikuti siaran langsung pada suatu seri tetap dapat mempelajari materinya melalui rekaman yang dikirimkan. Hal ini memastikan tidak ada materi yang terlewatkan.

pihk haji
source image: doc tazkiyah tour

Selain menambah wawasan keagamaan, program ini juga menjadi ajang silaturahmi antara calon jemaah dan pihak penyelenggara.

Sebagai PIHK haji yang telah memiliki izin resmi, Tazkiyah Tour memiliki rekam jejak panjang dalam memberangkatkan jemaah haji.

Seharusnya, tahun ini adalah angkatan ke-20 pemberangkatan haji oleh Tazkiyah Tour. Namun, pandemi Covid-19 menyebabkan pemberangkatan harus ditunda.

Keunggulan Tazkiyah Tour sebagai PIHK Haji

Setelah dua dekade melayani pemberangkatan haji, Tazkiyah Tour semakin percaya diri untuk memberikan layanan terbaik.

Untuk produk Haji Khusus, perusahaan ini mengusung tagline “berkualitas dan bergaransi”. Pengalaman yang panjang dan penghargaan bergengsi seperti SNI Award 2019 dan Raksa Nugraha Award 2019 menjadi bukti komitmen mereka dalam memberikan pelayanan unggulan.

Salah satu keunggulan dari PIHK haji adalah masa tunggu yang jauh lebih singkat dibandingkan haji reguler. Bagi pendaftar Haji Khusus di Tazkiyah Tour, masa tunggu hanya sekitar lima hingga enam tahun.

Sebagai perbandingan, daftar tunggu haji reguler di berbagai kabupaten di Indonesia saat ini telah mencapai 30 hingga 40 tahun.

Dengan demikian, mendaftar melalui travel haji terpercaya seperti Tazkiyah Tour menjadi solusi terbaik untuk memperpendek masa penantian.

Pentingnya Memilih PIHK Haji yang Tepercaya

Mendaftar melalui PIHK haji yang resmi dan berpengalaman sangat penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama proses ibadah.

PIHK HAJI
source image: kemenag

Tazkiyah Tour menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari pendampingan ibadah, penyediaan fasilitas terbaik, hingga edukasi mendalam melalui program manasik haji yang komprehensif.

Program manasik online ini juga menjadi bentuk inovasi Tazkiyah Tour dalam menghadapi tantangan pandemi. Calon jemaah tetap dapat mempersiapkan diri dengan baik meskipun ada keterbatasan dalam aktivitas fisik.

Penutup

Dengan pengalaman panjang dan komitmen untuk memberikan layanan terbaik, Tazkiyah Tour terus menjadi pilihan utama bagi calon jemaah haji di Indonesia.

Sebagai PIHK haji yang tepercaya, Tazkiyah Tour menawarkan solusi ideal untuk mempersingkat masa tunggu haji, memberikan edukasi mendalam, serta memastikan kenyamanan selama perjalanan ibadah.

Bagi Anda yang merindukan Makkah dan ingin segera menunaikan ibadah haji, Tazkiyah Tour adalah travel haji khusus terbaik.

Percayakan ibadah haji Anda kepada travel yang berpengalaman dan berkualitas. Jangan ragu untuk mendaftar dan bergabung bersama Tazkiyah Tour, karena perjalanan ke Baitullah adalah momen paling berharga yang layak mendapatkan persiapan terbaik.

Desember 16, 2024

Peran dan Tugas BPKH Haji

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) adalah lembaga independen yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan haji di Indonesia.

Dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji, BPKH memiliki peran strategis untuk memastikan dana haji dikelola secara transparan, aman, dan optimal demi kepentingan umat Muslim.

BPKH Haji
source image: hukum online

Salah satu tujuan utama BPKH Haji adalah memberikan jaminan keberlanjutan penyelenggaraan ibadah haji sekaligus meningkatkan manfaat dana haji bagi umat.

Sosialisasi Dana BPKH Haji

Dalam sosialisasi di Klaten yang dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, ditekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan dana haji yang dilakukan BPKH.

Singgih menjelaskan bahwa optimalisasi dana haji sangat penting agar dana umat ini tidak hanya tersimpan, tetapi juga memberikan manfaat melalui investasi yang sesuai prinsip syariah.

Apa Itu BPKH  Haji dan Tugasnya?

Kolaborasi BPKH Haji dan DPR RI
source image: tribun

BPKH Haji bertugas mengelola dana setoran awal jemaah haji yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah. Dana tersebut diinvestasikan melalui instrumen keuangan yang aman dan sesuai syariah, seperti sukuk, deposito syariah, dan investasi langsung dalam bentuk properti.

Hasil investasi ini digunakan untuk menutupi subsidi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) sehingga biaya yang dibayarkan jemaah tetap terjangkau.

3 Program BPKH Haji

Selain pengelolaan dana, BPKH Haji juga bertanggung jawab memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji, memastikan transparansi pengelolaan keuangan, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi ini.

3 Program BPKH Haji
source image: detik

Lembaga ini juga bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar.

1. Optimalisasi Dana BPKH Haji

Pengelolaan dana haji bukan tanpa tantangan. Salah satu isu utama adalah besarnya jumlah dana yang harus dikelola, mengingat jumlah calon jemaah haji Indonesia sangat besar.

Antrian keberangkatan haji yang mencapai puluhan tahun memerlukan pengelolaan dana yang sangat hati-hati agar tetap bisa memberikan manfaat hingga waktu keberangkatan tiba.

Singgih Januratmoko menekankan bahwa optimalisasi dana haji adalah kunci keberhasilan BPKH. Melalui investasi syariah yang strategis, dana umat ini tidak hanya diam, tetapi bisa memberikan manfaat besar.

Dalam sosialisasi di Klaten, juga dijelaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas BPKH Haji harus terus ditingkatkan agar masyarakat dapat melihat langsung bagaimana dana mereka dikelola.

2. Manfaat BPKH Dana Haji Bagi Umat

Salah satu manfaat utama dari optimalisasi dana haji adalah pemberian subsidi BPIH, sehingga biaya yang dibebankan kepada jemaah lebih terjangkau.

Selain itu, keuntungan dari investasi dana haji juga digunakan untuk program-program keagamaan lain, seperti pendidikan Islam, pembangunan fasilitas ibadah, dan bantuan sosial.

BPKH juga berupaya memperluas investasi dalam bidang yang memiliki manfaat jangka panjang, seperti pembelian aset properti di Arab Saudi.

Properti ini dapat digunakan untuk penginapan jemaah haji atau umrah, sehingga memberikan keuntungan ganda, baik dari segi ekonomi maupun pelayanan langsung kepada jemaah.

3. Kolaborasi BPKH Haji dan DPR RI

Dalam upaya meningkatkan pengelolaan dana haji, BPKH Haji terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk DPR RI.

Sosialisasi seperti yang dilakukan di Klaten adalah langkah penting untuk mendekatkan BPKH kepada masyarakat. DPR RI berperan dalam pengawasan dan memberikan masukan untuk meningkatkan kinerja BPKH.

Masyarakat sebagai pemilik dana haji juga perlu dilibatkan secara aktif. Dengan pemahaman yang baik tentang bagaimana dana mereka dikelola, kepercayaan terhadap BPKH akan semakin meningkat.

Transparansi laporan keuangan dan keterbukaan informasi adalah langkah penting yang terus dilakukan BPKH untuk memastikan dana umat ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik.

Penutup

BPKH Haji memiliki peran vital dalam memastikan dana haji dikelola secara aman dan produktif. Melalui investasi syariah yang strategis, dana ini tidak hanya mendukung penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi umat Muslim.

Kolaborasi antara BPKH Haji, DPR RI, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan optimalisasi dana haji. Jika Anda ingin melaksanakan ibadah haji atau umrah dengan tenang dan nyaman, memilih travel agen umroh dan haji terpercaya seperti Tazkiyah Tour adalah langkah tepat.

Dengan pengalaman dan komitmen pelayanan terbaik, Tazkiyah Tour siap membantu perjalanan spiritual Anda menjadi lebih bermakna.

Desember 13, 2024

Pintu Masjid Nabawi adalah salah satu fitur yang sangat menonjol dari Masjid Nabawi di Madinah. Dengan total 43 pintu, masjid ini menawarkan akses yang luas dan terorganisir bagi jamaah dari berbagai penjuru dunia.

Setiap pintu memiliki desain arsitektur yang indah, menggambarkan seni Islam yang elegan dan penuh makna. Namun dibalik keindahan dan jumlah nya yang banyak, terkadang membuat banyak jamaah yang tersesat.

Karena pintu masjid nabawi sangat banyak dan mirip satu dengan yang lainnya, oleh karena itu penting untuk mengetahui nama gerbang, nomor pintu dan detail nya agar para jemaah tidak tersesat saat melaksanakan ibadah di masjid nabawi.

pintu masjid nabawi madinah
source image: detik

Sejarah Pintu Masjid Nabawi

Pintu-pintu di Masjid Nabawi telah berkembang secara signifikan sejak masjid ini pertama kali dibangun oleh Nabi Muhammad SAW.

Keunikan Pintu Masjid Nabawi
source image: kompas

Pada masa itu, masjid hanya memiliki pintu-pintu sederhana yang menghubungkan jamaah dengan ruang utama. Seiring waktu, khalifah dan penguasa Muslim menambahkan lebih banyak pintu untuk mengakomodasi jumlah jamaah yang terus meningkat.

Keunikan Pintu Masjid Nabawi

Masjid Nabawi terus mengalami perluasan selama berabad-abad, dan pintu-pintunya memainkan peran penting dalam memudahkan akses bagi jamaah, terutama selama musim haji dan umrah.

Di antara pintu-pintu ini, beberapa memiliki fungsi khusus untuk mengarahkan jamaah laki-laki dan perempuan agar lebih terorganisir selama beribadah.

Perkembangan Desain Pintu Masjid Nabawi

Desain pintu-pintu ini terus diperbarui untuk mencerminkan teknologi dan seni arsitektur modern. Misalnya, beberapa pintu kini dilengkapi dengan teknologi otomatis untuk memudahkan akses, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas.

10 Pintu Masjid Nabawi Wajib Diketahui Agar Tidak Tersesat!

Masjid Nabawi memiliki 43 pintu, yang tersebar strategis di seluruh kompleks masjid. Penempatan pintu-pintu ini dirancang untuk mengatur alur masuk dan keluar jamaah agar lebih efisien.

Gerbang ini masing-masing memiliki nama dan arti penting tersendiri, baik secara historis maupun spiritual. Berikut 10 pintu masjid nabawi di antaranya:

    1. Bab As-Salam (Pintu Salam)

      • Nomor: 1-6

      • Lokasi: Bagian selatan masjid

      • Gerbang: Gerbang 1

      • Fungsi: Salah satu pintu yang paling terkenal, sering digunakan oleh jamaah untuk memasuki area Raudah. Pintu ini memiliki arti spiritual karena jamaah sering memanjatkan doa keselamatan di sini.

    2. Bab Abu Bakar Ash-Shiddiq

      • Nomor: 7-8

      • Lokasi: Sisi timur masjid

      • Gerbang: Gerbang 2

      • Fungsi: Dinamai sesuai dengan sahabat Rasulullah.

    3. Bab Ar-Rahmah (Pintu Rahmat)

      • Nomor: 9-10

      • Lokasi: Sisi utara masjid

      • Gerbang: Gerbang 3

      • Fungsi: Simbol kasih sayang Allah kepada umat-Nya.

    4. Bab Al-Hijrah (Pintu Hijrah)

      • Nomor: 11-12

      • Lokasi: Bagian barat masjid

      • Gerbang: Gerbang 4

      • Fungsi: Pengingat perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.

    5. Bab Al-Quba

      • Nomor: 13-14

      • Lokasi: Dekat sisi selatan

      • Gerbang: Gerbang 5

      • Fungsi: Terinspirasi dari Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW.

    6. Bab Imam Bukhari

      • Nomor: 15-16

      • Lokasi: Sisi timur

      • Gerbang: Gerbang 6

      • Fungsi: Menghormati Imam Bukhari, ulama besar Islam yang terkenal karena kitab hadisnya.

    7. Bab Bilal

      • Nomor: 17-18

      • Lokasi: Dekat sisi barat masjid

      • Gerbang: Gerbang 7

      • Fungsi: Didedikasikan untuk sahabat Nabi, Bilal bin Rabah, muazin pertama dalam Islam.

    8. Bab Jibreel (Pintu Malaikat Jibril)

      • Nomor: 19-20

      • Lokasi: Sisi timur laut masjid

      • Gerbang: Gerbang 8

      • Fungsi: Lokasi ini dipercaya sebagai tempat Malaikat Jibril sering menemui Rasulullah SAW.

    9. Bab Al-Baqi

      • Nomor: 21-22

      • Lokasi: Mengarah langsung ke pemakaman Jannat Al-Baqi

      • Gerbang: Gerbang 9

      • Fungsi: Memberikan akses ke pemakaman para sahabat Nabi.

    10. Bab Al-Nisa (Pintu Khusus Perempuan)

      • Nomor: 39-43

      • Lokasi: Sisi timur dan selatan

      • Gerbang: Gerbang 10

      • Fungsi: Dirancang khusus untuk jamaah perempuan agar lebih nyaman dan terorganisir saat beribadah.

Pintu Masjid Nabawi untuk Jamaah Perempuan

Untuk jamaah perempuan, terdapat pintu-pintu khusus yang dirancang demi kenyamanan mereka. Pintu-pintu ini mencakup nomor 13-16 dan 23-30.

Selain itu, pintu nomor 39 juga menjadi akses utama bagi perempuan yang ingin memasuki Raudah, salah satu tempat paling mustajab untuk berdoa.

Selain itu, ada pintu yang dinamai tokoh penting Islam, seperti Bab Umar Ibn Al-Khattab, Bab Utsman Ibn Affan, dan Bab Ali Ibn Abi Thalib.

Beberapa pintu lainnya dinamai sesuai dengan kontribusi para raja Arab Saudi dalam perluasan Masjid Nabawi, seperti Bab Raja Fahd dan Bab Raja Abdul Aziz.

Setiap pintu didesain dengan detail arsitektur Islami yang indah, menggabungkan seni klasik dengan fungsi modern untuk memudahkan jamaah.

Jumlah dan Lokasi Pintu Masjid Nabawi
source image: kompas

Tips Agar Tidak Tersesat di Pintu Masjid Nabawi

Pintu Masjid Nabawi bukan hanya elemen fungsional, tetapi juga memiliki nilai simbolis yang mendalam. Mereka melambangkan keterbukaan dan keramahan masjid sebagai tempat ibadah bagi seluruh umat Muslim.

Dengan banyaknya pintu di Masjid Nabawi, tersesat bisa menjadi risiko yang dihadapi oleh jamaah. Berikut adalah beberapa tips untuk menghindarinya:

    1. Catat Nomor Pintu: Pastikan Anda mencatat nomor pintu masuk yang Anda gunakan sehingga Anda dapat keluar melalui pintu yang sama.

    2. Kenali Hotel Anda: Ingat nama, lokasi, dan alamat hotel Anda untuk berjaga-jaga jika tersesat.

    3. Bawa Identitas: Selalu bawa kartu identitas dan kartu hotel.

    4. Gunakan Tas untuk Alas Kaki: Simpan alas kaki Anda di dalam tas kecil agar mudah dibawa ke dalam masjid.

Penutup

Dengan sistem Pintu Masjid Nabawi yang terorganisir dan berbagai tips di atas, Anda dapat menikmati ibadah di Masjid Nabawi dengan lebih nyaman dan tanpa kebingungan.

Pastikan untuk selalu mempersiapkan diri dengan baik, memahami pintu masuk yang Anda gunakan, serta membawa identitas agar pengalaman ibadah Anda menjadi lebih lancar.

Jika Anda ingin merasakan perjalanan ibadah yang nyaman, aman, dan terorganisir, percayakan rencana perjalanan umrah Anda kepada Tazkiyah Tour yang memiliki berbagai Paket Haji dan Umroh Terbaik.

Dengan pengalaman dan pelayanan terbaik, Tazkiyah Tour siap membantu Anda menjalani pengalaman spiritual yang tak terlupakan di Tanah Suci.

Desember 12, 2024

Melempar jumrah merupakan salah satu rukun wajib dalam pelaksanaan ibadah haji. Di antara tiga jenis jumrah, Jumrah Wustha memiliki keutamaan tersendiri.

Pengertian Jumrah Wustha

jumrah wustha
source image: pict-c.sindonews

Dalam rangkaian ibadah haji, melempar jumrah menjadi salah satu ritual penting yang sarat makna. Salah satu di antaranya adalah Jumrah Wustha, yang memiliki posisi unik dan makna tersendiri dalam simbolisasi perlawanan terhadap godaan setan.

Untuk memahami lebih dalam, mari kita pelajari apa itu Jumrah Wustha dan bagaimana pelaksanaannya sesuai syariat.

Jumrah Wustha Adalah

Jumrah Wustha adalah salah satu dari tiga lokasi jumrah yang dilakukan selama rangkaian ibadah haji, selain Jumrah Ula dan Jumrah Aqabah.

Jumrah Wustha secara harfiah berarti “jumrah tengah” karena letaknya berada di antara Jumrah Ula dan Jumrah Aqabah di Mina. Ritual ini menjadi simbol perlawanan terhadap godaan setan serta bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Waktu dan Tata Cara Melempar Jumrah Wustha

Pelaksanaan melempar Jumrah memiliki aturan khusus yang harus diikuti oleh jamaah haji. Mengetahui waktu dan tata cara yang tepat sangat penting untuk memastikan ibadah haji terlaksana dengan sempurna sesuai syariat. Berikut ini penjelasan mengenai waktu terbaik dan langkah-langkah melempar Jumrah.

Kapan Melempar Jumrah Wustha

Pelaksanaan jumrah dilakukan pada hari-hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Waktu pelaksanaannya dimulai setelah matahari tergelincir (waktu zuhur) hingga sebelum matahari terbenam.

kapan melempar jumrah wustha
source image: th.bing

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) sering membagi jadwal waktu untuk mencegah kepadatan jemaah.

Cara Melempar Jumrah Wustha yang Benar

  1. Persiapkan Kerikil
    Gunakan tujuh batu kerikil berukuran sebesar ruas jari kelingking, yang bisa dikumpulkan dari Muzdalifah. Pastikan kerikil baru dan tidak bekas digunakan.
  2. Posisi dan Niat
    Berdiri menghadap arah kiblat sambil memegang batu kerikil di tangan kanan. Berniat untuk melempar sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah haji.
  3. Melempar Jumrah
    Lemparkan batu satu per satu ke tiang Jumrah Wustha, sebanyak tujuh kali. Setiap kali melempar, baca:بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَر
    Bismillaahi wallaahu akbar
    Artinya:

    Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.
  4. Berdoa
    Setelah selesai, berdoa memohon ampunan dan keberkahan kepada Allah SWT dengan doa yang diajarkan Imam Ghazali atau doa pribadi.

Doa Melempar Jumrah Wustha

Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyarankan membaca doa berikut ketika melempar Jumrah Wustha:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِينِ وَرِضًا لِلَّرْحْمَنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْياً مَشْكُورًا

Bismillaahi wallaahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allahumma aj’al hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran.

Artinya:
Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Laknat bagi setan dan keridhaan bagi Allah yang Maha Pengasih. Ya Allah, jadikanlah hajiku ini diterima dan sa’iku ini disyukuri.

Doa Setelah Melempar Jumrah

الْحَمْدُ لَِّلهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. اللَّهُمَّ إِلَيْكَ أَفَضْتَ وَمِنْ عَذَابِكَ أَشْفَقْتُ َوإِلَيْكَ رَغِبْتُ وَمِنْكَ رَهِبْتَ فَاقْبِلْ نُسُكِي وَأَعْظِمْ أَجْرِي وَارْحِمْ تَضَرُّعِي وَاقْبَلْ تَوْبَتِي وَأَِقلَّ عَثَرَتِي وَاسْتَجِبْ تَوْبَتِي وَأَعْطِنِي سُؤْلِى. اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا

Artinya:
“Segala puji bagi Allah, pujian yang banyak lagi baik dan membawa berkah di dalamnya. Ya Allah, sekali-kali kami tidak mampu mencakup segala macam pujian untuk-Mu, sesuai pujian-Mu atas diri-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berserah, dari siksa-Mu aku memohon belas kasihan, dan kepada-Mu aku berharap dan aku takut, terimalah ibadahku, perbesarlah pahalaku, kasihanilah kerendahan hatiku, terimalah taubatku, perkecillah kekeliruanku, perkenankanlah permohonanku dan berikanlah permintaanku. Ya Allah, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur dan sa’iku ini sebagai sa’i yang diterima.”

Doa ini dapat diikuti dengan doa tambahan yang diucapkan setelah selesai melempar seluruh jumrah.

Gambar Jumrah Wustha dan Lokasi

Jumrah Wustha terletak di Mina, di antara lokasi Jumrah Ula dan Jumrah Aqabah. Jembatan khusus telah dibangun untuk memudahkan akses jemaah, lengkap dengan rambu dan petunjuk arah. Area sekitar Jumrah dilengkapi tempat aman bagi jemaah untuk melontar secara tertib.

gambar jumrah wustha
source image: image.slidesharecdn

Kesimpulan

Jumrah Wustha merupakan salah satu rangkaian wajib dalam ibadah haji yang memiliki makna simbolis dan spiritual, yaitu melawan godaan setan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pelaksanaan Jumrah harus dilakukan dengan memahami waktu yang tepat, tata cara yang benar, serta disertai doa yang dianjurkan agar ibadah ini berjalan khusyuk dan diterima. Dengan persiapan yang baik dan niat yang ikhlas, ibadah ini dapat menjadi bagian dari haji yang mabrur.

Bagi Anda yang ingin merasakan kenyamanan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah haji, bergabunglah dengan Paket Haji Plus 2025.

Nikmati fasilitas terbaik dan pendampingan profesional untuk memastikan ibadah Anda berjalan lancar dan penuh berkah. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk mewujudkan perjalanan spiritual Anda dengan lebih sempurna!

Desember 12, 2024

Dalil Tentang Haji, Setiap muslim pasti mendambakan dirinya bisa berangkat menunaikan ibadah haji. Hal tersebut bukan karena tanpa alasan melainkan karena ibadah haji adalah salah satu rukun islam yang ke-5 dan menjadi ibadah bagi umat islam yang besar ganjarannya. 

Ibadah haji tersebut menjadi wajib dilakukan setidaknya satu kali seumur hidup mereka sebagai orang islam yang mampu dalam ham finansial dan fisik. 

Itulah sebabnya Anda perlu mengetahui dalil tentang haji beserta artinya agar memahami hukumnya secara akurat sebagai kewajiban umat muslim. 

Dalam pelaksanaannya, ibadah haji tidak bisa dilakukan di sembarang waktu atau tanpa perencanaan. Ibadah haji kemudian hanya dilakukan sekali dalam satu tahun, yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Itulah sebabnya sebelum memutuskan untuk berangkat ke Mekkah, jamaah harus memiliki persiapan yang matang untuk beribadah haji. 

dalil tentang haji
Image Source: tirto

Dalil Tentang Haji dari Al-Qur’an dan Hadist Shahih

Para ulama kemudian telah sepakat bahwa ibadah haji hukumnya wajib sesuai dengan dalil tentang haji dalam Al-quran dan hadits. Dalam dalil tentang haji tersebut kemudian dijelaskan juga kriteria orang yang wajib melaksanakan ibadah haji.

Berikut ini ringkasan dalil tentang haji bagi yang mampu yang berasal dari ayat suci Al-Quran dan beberapa hadits shahih, serta syarat: 

1. Dalil Tentang Haji Al Quran

Allah Ta’ala berfirman,

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.

Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imron: 97). Ayat ini adalah dalil tentang wajibnya haji.

Kalimat dalam ayat tersebut menggunakan kalimat perintah yang berarti wajib. Kewajiban ini dikuatkan lagi pada akhir ayat (yang artinya), “Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.

Di sini, Allah menjadikan lawan dari kewajiban dengan kekufuran. Artinya, meninggalkan haji bukanlah perilaku muslim, namun perilaku non muslim.

2. Dalil Tentang Haji As Sunnah

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengaku Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji dan berpuasa di bulan Ramadhan.

”(HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16). Hadits ini menunjukkan bahwa haji adalah bagian dari rukun Islam. Ini berarti menunjukkan wajibnya.

Dari Abu Hurairah, ia berkata,

« أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوا ». فَقَالَ رَجُلٌ أَكُلَّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَهَا ثَلاَثًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah di tengah-tengah kami. Beliau bersabda, “Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan haji bagi kalian, maka berhajilah.”

Lantas ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah setiap tahun (kami mesti berhaji)?” Beliau lantas diam, sampai orang tadi bertanya hingga tiga kali.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Seandainya aku mengatakan ‘iya’, maka tentu haji akan diwajibkan bagi kalian setiap tahun, dan belum tentu kalian sanggup.”

(HR. Muslim no. 1337). Sungguh banyak sekali hadits yang menyebutkan wajibnya haji hingga mencapai derajat mutawatir (jalur yang amat banyak) sehingga kita dapat memastikan hukum haji itu wajib.

3. Dalil Tentan Haji Ijma Ulama

Para ulama pun sepakat bahwa hukum haji itu wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Bahkan kewajiban haji termasuk perkara al ma’lum minad diini bidh dhoruroh (dengan sendirinya sudah diketahui wajibnya) dan yang mengingkari kewajibannya dinyatakan  kafir.

Syarat Wajib Haji 

dalil tentang haji
source image: okezone

Ada beberapa syarat dan ketentuan wajib bagi yang ingin melaksanakannya dimana syarat ini harus terpenuhi sebelum melakukan ibadah haji sesuai dengan dalil tentang haji mabrur yang dirangkum dari Al-quran dan juga Hadist Rasulullah, sebagai berikut:

  1. Islam
  2. Berakal
  3. Baligh
  4. Merdeka
  5. Mampu

Kelima syarat haji di atas adalah syarat yang disepakati oleh para ulama. Sampai-sampai Ibnu Qudamah dalam Al Mughni berkata, “Saya tidak mengetahui ada khilaf (perselisihan) dalam penetapan syarat-syarat ini.” (Al Mughni, 3:164)

Catatan Dalil Tentang Haji Lengkap:

  1. Seandainya anak kecil berhaji, maka hajinya sah. Namun hajinya tersebut dianggap haji tathowwu’ (sunnah). Jika sudah baligh, ia masih tetap terkena kewajiban haji. Hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’).
  2. Syarat mampu bagi laki-laki dan perempuan adalah: (a) mampu dari sisi bekal dan kendaraan, (b) sehat badan, (c) jalan penuh rasa aman, (d) mampu melakukan perjalanan.
  3. Mampu dari sisi bekal mencakup kelebihan dari tiga kebutuhan: (1) nafkah bagi keluarga yang ditinggal dan yang diberi nafkah, (2) kebutuhan keluarga berupa tempat tinggal dan pakaian, (3) penunaian utang.
  4. Syarat mampu yang khusus bagi perempuan adalah: (1) ditemani suami atau mahrom, (2) tidak berada dalam masa ‘iddah.

Syarat Sahnya Haji

dalil tentang haji
source image: kompas

Untuk memenuhi syarat sah haji, wajib memenuhi beberapa kriteria dibawah ini sesuai dalil tentang haji yang ada di Al-quran dan hadist Nabi, sebagai berikut:

  1. Islam
  2. Berakal
  3. Miqot zamani, artinya haji dilakukan di waktu tertentu (pada bulan-bulan haji), tidak di waktu lainnya. ‘Abullah bin ‘Umar, mayoritas sahabat dan ulama sesudahnya berkata bahwa waktu tersebut adalah bulan Syawwal, Dzulqo’dah, dan sepuluh hari (pertama) dari bulan Dzulhijjah.
  4. Miqot makani, artinya haji (penunaian rukun dan wajib haji) dilakukan di tempat tertentu yang telah ditetapkan, tidak sah dilakukan tempat lainnya. Wukuf dilakukan di daerah Arofah. Thowaf dilakukan di sekeliling Ka’bah. Sa’i dilakukan di jalan antara Shofa dan Marwah. Dan seterusnya. “sumber.rumaysho.com”

Penutup

Nah, itulah penjelasan dalil tentang haji yang perlu Anda ketahui untuk memahami keutamaan hukum haji. Beberapa hadits juga menyebutkan bahwa sakit utamanya ibadah ini juga bisa diwakilkan atau dibadalkan ke kerabat, sanak saudara yang masih mampu melakukan ibadah haji tersebut.

Jadi bagi para umat muslim segeralah melakukan kewajiban ibadah ini jika Anda sudah merasa mampu untuk melakukannya. Jika telah berniat melakukan ibadah haji ada baiknya untuk mengetahui juga amalan-amalan apa saja yang wajib saat beribadah haji.