fbpx
Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: info@tazkiyahtour.co.id

Blog

November 5, 2021

3 Cara Membangun Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

Membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah merupakan impian semua orang. Siapapun dia, pastinya menginginkan hal tersebut terwujud dalam rumah tangganya. Seberat apapun upaya yang harus dilakukan, setiap orang bersedia melakukannya asal bisa mewujudkan hal tersebut.

Keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah adalah istilah sekaligus doa yang sering kali dipanjatkan dan diharapkan oleh para muslim yang telah menikah dan membina keluarga. Keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah tentunya bukan hanya sekedar semboyan belaka dalam ajaran islam. Hal ini menjadi tujuan dari pernikahan sekaligus nikmat yang Allah berikan bagi mereka yang mampu membina keluarganya.

Lantas bagaimanakah cara membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah? Jika Anda ingin mengetahuinya, pastikan Anda membaca ulasan lebih lanjut di bawah ini.

keluarga sakinah mawadah warahmah

1. Membangun Rumah Tangga di Atas Ketaatan Kepada Allah

Salah satu cara membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah adalah dengan membangun rumah tangga di atas ketaatan kepada Allah. Sebab, hanya Allah semata yang bisa memberikan ketentraman dan kebahagian bagi siapapun yang diinginkan-Nya.

Oleh karena itu, seharusnya setiap anggota keluarga dalam rumah tangga berusaha untuk mendapatkan ridha Allah dengan melaksanakan ketaatan kepada Allah. Hal ini telah disebutkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah sabda beliau :

رحِمَ اللَّهُ رجلًا قامَ منَ اللَّيلِ فصلَّى، وأيقَظَ امرأتَهُ، فإن أبَت، نَضحَ في وَجهِها الماءَ . رحمَ اللَّهُ امرأةً قامَت منَ اللَّيلِ فَصلَّت، وأيقَظَت زوجَها، فإِن أبى، نَضَحَت في وَجهِهِ الماءَ

“Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di malam hari dan melakukan sholat malam, lalu membangunkan istrinya (untuk sholat). Jika istrinya enggan, maka suami tersebut akan memercikkan air ke wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di malam hari dan melakukan sholat malam. Jika istrinya enggan, maka istri tersebut akan memercikkan air ke wajahnya.” (Diriwayatkan oleh Ahmad [2/250] dan Abu Daud [1308]).

2. Melakukan Pergaulan Suami Istri yang Baik

Ketika suami istri melakukan pergaulan yang baik satu sama lain, rasa cinta dan sayang akan semakin kuat terjalin di antara keduanya. Saat ini terjadi, kebahagiaan akan terwujud dalam rumah tangga mereka.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada para suami untuk mempergauli istri-istri mereka dengan baik. Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala :

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“….dan pergaulilah mereka dengan cara yang patut.” (Surah An-Nisaa : 19).

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengancam para istri yang tidak mempergauli suami mereka dengan baik, bahkan menyakitinya :

لا تؤذي امرأةٌ زوجَها في الدُّنيا إلَّا قالت زوجتُه منَ الحورِ العينِ : لا تؤذيهِ قاتلَكِ اللَّهُ فإنَّما هوَ عندَكِ دخيلٌ أوشَك أن يفارقَكِ إلينا

“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istri suaminya dari kalangan bidadari berkata ‘Jangan kamu sakiti dia, semoga Allah membinasakanmu. Sesungguhnya dia hanyalah tamu yang datang kepadamu, kelak dia akan meninggalkanmu menuju kepada kami’.” (Diriwayatkan Oleh Ahmad [22101] dan At-Tirmidzi [1174]).

3. Suami dan Istri Melakukan Tugas Masing-Masing

Salah satu sebab terciptanya keharmonisan dan kebahagian dalam rumah tangga adalah ketika masing-masing dari suami istri menunaikan tugasnya. Dalam artian, suami melakukan tugas dan kewajibannya sebagai suami, sedangkan istri melakukan tugas dan kewajibannya sebaga istri.

Oleh karena itu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menegaskan kalau setiap dari suami istri akan dimintai pertanggungjawaban akan hal ini. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

كلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته، الأمير راع والرجل راع على أهل بيته، والمرأة راعية على بيت زوجها وولده، فكلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته

“Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban akan kepemimpinannya. Seorang penguasa adalah pemimpin, seorang lelaki adalah pemimpin di rumahnya, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya. Maka setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari).

Membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah diawali dengan memilih pasangan yang baik ahlak dan agamanya, sebagaimana yang telah dianjurkan dalam agama islam, ketika seorang muslim hendak melangsungkan pernikahan, selain mengetahui bagaimana tata cara pernikahan dalam islam, seorang muslim juga harus mengetahui bagaimana memilih pasangan yang akan dinikahi.

Demikianlah penjelasan tentang cara membangun keluarga yang sakinah mawaddah warahmah yang bisa saya bagikan pada artikel kali ini. Semoga apa yang disampaikan bermanfaat bagi segenap kaum muslimin yang membacanya.