Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: tazkiyahmandiri@gmail.com

Blog

Februari 13, 2020
Februari 13, 2020

SINGAPURA – Ini yang selalu mengisi tas jemaah umrah asal Sulsel; buras. Hehehe. Termasuk di tas sejumlah jemaah umrah Tazkiyah Global Mandiri pemberangkatan hari ini.

Dalam pesawat Silk Air yang menerbangkan mereka ke Singapura sebelum lanjut ke Jeddah, Kamis, 13 Februari 2020, ada yang sempat makan siang masakan yang dibawa dari kampung itu.

Dua jemaah asal Kabupaten Bone misalnya, Nurdin dan Nurhayati, mereka membawa bekal spesial. Buras, ketupat, dan tumis ikan bete-bete (Bugis; ikan kering).

Jemaah lainnya, Erick Alamsyah sempat mengabadikan momen saat jemaah menikmati burasnya di ketinggian lebih dari 35 ribu kaki.

“Seru sekali. Lucu dan hangat penuh kekeluargaan,” ujar Erick.

Buras para jemaah juga masih ada saat mendarat di Bandara Changi, Singapura. Sebab memang stoknya cukup banyak, bahkan untuk kebutuhan di Arab Saudi sekalipun sudah disiapkan.

WhatsApp Image 2020 02 13 at 13.31.13 1 1 Cerita Unik Jemaah; Buras dari Bone Goes to Singapura

“Tidak ketinggalan ada juga kue bolu gula merah dari Bajoe yang dibawa ibu Rahmah Aras. Pokoknya seru,” imbuh Erick.

Rombongan yang berangkat siang ini adalah jemaah dari grup Gold dan Platinum. Mereka dijadwalkan akan menjalani rangkaian tur dan ibadah selama 11 hari. (fit-sur)

Februari 13, 2020

MAKASSAR – Dua rombongan jemaah umrah Tazkiyah Global Mandiri sama-sama berada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis, 13 Februari 2020. Begitu 32 jemaah umrah plus tiba dari Turki, 50 jemaah umrah pemberangkatan hari ini juga bersiap untuk terbang ke Jeddah, Arab Saudi.

Rombongan Turki baru saja menyelesaikan program 14 hari. Sepekan di Saudi, sepekan pula di Turki. Catatan dan foto seru perjalanan mereka bisa dibaca di berita-berita lain website ini.

WhatsApp Image 2020 02 13 at 11.06.17 Rombongan Plus Turki Tiba, Grup Gold dan Platinum Berangkat

Begitu tiba, kru Tazkiyah langsung menyambut. Ada kue tart spesial untuk seorang jemaah yang sedang berulang tahun.

Sementara itu, rombongan yang berangkat siang ini adalah jemaah dari grup Gold dan Platinum. Mereka dijadwalkan akan menjalani rangkaian tur dan ibadah selama 11 hari.

Grup ini rata-rata beranggotakan jemaah asal Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo. Ada juga beberapa jemaah dari Makassar, seperti penyiar radio dan pembawa acara terkenal Erick Alamsyah.

WhatsApp Image 2020 02 13 at 08.28.59 Rombongan Plus Turki Tiba, Grup Gold dan Platinum Berangkat

Total ada 50 jemaah dalam rombongan kali ini. Termasuk tour leader Mansurdin Aras. (sur-fit)

Februari 12, 2020
Februari 12, 2020

ISTANBUL – Tiga puluh dua jemaah umrah plus Tazkiyah Global Mandiri sudah bersiap kembali ke tanah air. Siang ini waktu Istanbul atau malam waktu Makassar, mereka akan terbang menggunakan maskapai Singapore Airlines.

IMG 20200212 131936 Jelang Balik Tanah Air, Sempatkan ke Blue Mosque

Para jemaah dipastikan pulang dengan kenangan dan foto-foto sangat menarik. Turki, yang mereka singgahi setelah umrah, adalah negara yang merawat baik bangunan-bangunan bersejarahnya. Latar belakang pemotretan yang menawan.

Kemarin, misalnya. Rombongan menjejak Blue Mosque atau Masjid Biru. Arsitekturnya sangat indah. Dibangun oleh Sultan Ahmed I dari Dinasti Ottoman yang menguasai Turki pada abad ke-14.

Sultan Ahmed I memerintah Turki mulai tahun 1603 – 1617. Konstruksi masjid dibangun pada 1609 oleh arsitek terkenal pada zaman itu, Mehmed Aga. Pada tahun 1616, masjid ini selesai dibangun.

IMG 20200212 131951 Jelang Balik Tanah Air, Sempatkan ke Blue Mosque

Ad cerita legenda di balik pembangunan masjid ini. Sultan Ahmed I konon meminta kepada Mehmed Aga untuk membuat menara yang terbuat dari emas. Kata emas dalam bahasa Turki adalah “altin”. Namun, sang arsitek salah mendengar. Ia mengira Sultan ingin memiliki masjid dengan enam menara. Kata enam dalam bahasa Turki bunyinya “alti”.

Akhirnya dibuatlah Blue Mosque dengan enam menara. Bukannya marah, Sultan Ahmed I malah terpukau. Namun karena jumlah menaranya sama dengan Masjidilharam di Mekah saat itu, Sultan Ahmed I mendapat kritikan tajam sehingga akhirnya menyumbangkan biaya pembuatan menara ketujuh untuk Masjidilharam.

Rombongan juga mengunjungi Masjid Fatih Cemi atau biasa disebut Masjid Sultan Mehmet II. Sebab memang dibangun pada era Sultan Mehmet II. Pemimpin kelahiran 1432 M itu digelari sebagai Al Fatih (Sang Penakluk).

IMG 20200212 132215 Jelang Balik Tanah Air, Sempatkan ke Blue Mosque

Di usianya yang baru 21, Sultan Mehmet II berhasil memimpin pasukannya menaklukkan Konstantinopel (bernama Istanbul sejak 1934).

Pembangunan pun gencar. Termasuk masjid. Masjid Fatih Cemi berdiri kokoh meski pada 1766 rusak parah akibat gempa bumi.

Beruntung, masjid hasil renovasi tak kalah eloknya. Hingga kini masih jadi tujuan utama jemaah, maupun wisatawan biasa.

Di bagian luar bangunan utama Masjid Fatih Cemi terdapat halaman luas yang berlantai corak simetris. Itu salah satu spot berfoto juga. Lihat saja akun-akun media sosial para jemaah. Pasti cantik. (fit-sur)

Februari 10, 2020
Februari 10, 2020

SELCUK – Jangan kira hiburan spektakuler baru sekarang-sekarang saja ada. Di masa silam sekalipun, 2.500-an tahun yang lalu, gegap gempita semacam itu sudah ada. Orang-orang Romawi Kuno menonton drama dan gladiator di tempat yang istimewa.

Jejaknya ada di Ephesus, kota tua di Turki. Senin, 10 Februari 2020, jemaah umrah plus Tazkiyah Global Mandiri mengunjungi Grand Theatre. Tempat pertunjukan sangat bersejarah.

IMG 20200210 185210 Menengok Romawi Kuno hingga Jadi Model Dadakan

“Di era modern, teater itu masih dipakai. Michael Jackson hingga Guns N’ Roses pernah konser di sini.” Demikian penjelasan Anwar Sadat, tour leader Tazkiyah.

Rombongan juga masuk ke Celcus Library. Perpustakaan tua. Sudah tidak terpakai namun sejarah mencatatnya sebagai pusat ilmu pengetahuan terpenting di zamannya. Celcus adalah nama seorang senator Romawi pada masanya. Tiberius Julius Celsus Polemaeanus nama lengkapnya.

IMG 20200210 181055 Menengok Romawi Kuno hingga Jadi Model Dadakan

Grand Theatre, Celcus Library, dan beberapa bangunan lain masuk dalam wilayah Istana Romawi. Pernah dihuni lebih dari 250.000 penduduk. Kota ini sempat hilang akibat gempa bumi, tetapi dibangun kembali.

Ephesus awalnya adalah kota Yunani Kuno sebelum direbut Romawi. Kini pun area itu lebih banyak berisi reruntuhan bangunan. Namun daya tarik dan sejarah panjang yang melekat membuat wisatawan sulit untuk menghindarinya jika telanjur sudah di Turki.

Menariknya, kota ini juga salah satu yang diprediksi para ahli sejarah tempat tujuh orang dalam kisah Ashabul Kahfi tertidur lebih dari 300 tahun.

Ephesus modern masuk wilayah administratif Kota Selcuk di Provinsi Izmir. Terletak di Turki sisi Asia dan dapat ditempuh kurang lebih 1-1,5 jam via udara atau 9-10 jam perjalanan lewat jalur darat dari Istanbul.

Hari ini, rombongan juga mengunjungi Leather Factory Outlet. Pusat fashion. Di sini pengunjung bisa membeli jaket kulit terbaik dan jenis pakaian lainnya.

Menariknya lagi, pengunjung berkesempatan menjadi bergaya di catwalk layaknya model profesional. Ada penontonnya juga. Beberapa jemaah Tazkiyah pun tak melewatkan peluang itu. Mereka berlenggak-lenggok dan saling menertawai.

IMG 20200210 181311 Menengok Romawi Kuno hingga Jadi Model Dadakan

Itu mungkin untuk pertama kalinya mereka memamerkan busana di catwalk. Kami menelusuri latar belakang jemaah di database. Tidak ada yang berprofesi sebagai model. Hehehe. (fit-sur)

Februari 9, 2020
Februari 9, 2020

BURSA – Turki bukan cuma tentang Istanbul. Hari ini, Minggu, 9 Februari 2020, jemaah umrah plus Tazkiyah Global Mandiri meninggalkan kota itu menuju kota lain. Bursa namanya.

Waktu tempuh dengan jalur darat dua jam lebih. Tujuan utama ke Bursa adalah Pegunungan Uludag. Di sini ada salju abadi.

Jika pada musim panas salju hanya bisa didapatkan di bagian puncak, saat ini sangat mudah. Sebab memang sedang musim dingin. Suhu di bawah nol derajat celcius. Hampir seluruh pegunungan tertutup salju.

IMG 20200209 202214 Serunya Main Salju di Pegunungan Uludag

Dalam bahasa Turki, Uludag berarti besar. Ketinggian gunung ini mencapai 2.543 meter atau sekitar 8.343 kaki di atas permukaan laut.

Namun, tak perlu bersusah payah untuk menjangkau bagian atas Pegunungan Uludag. Wisatawan bisa menaiki kereta gantung atau teleferik.

Rombongan Tazkiyah benar-benar memanfaatkan momen. Mereka main salju sepuasnya. Direkam jadi dokumen foto maupun video. Seperti yang dilakukan pasangan Andi Imran Hafid dengan Kasmawati Abdullah dari Pinrang. Ada juga yang membentuk bola-bola salju lalu menghamburkannya ke udara.

IMG 20200209 202059 Serunya Main Salju di Pegunungan Uludag

Di Uludag, Anda bisa memilih aktivitas. Selain bermain salju, bisa pula ski hingga mengendarai motor ski.

Rombongan 32 orang ini masih akan berada di Turki selama tiga hari. Mereka masih akan ke Kusadasi, sebelum balik ke Istanbul hari Selasa. Besoknya terbang menuju tanah air.

IMG 20200209 202151 Serunya Main Salju di Pegunungan Uludag

Sementara itu, jemaah rombongan lain beranggotakan 46 orang baru saja mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, saat berita ini ditayangkan. Mereka adalah grup paket umrah platinum pemberangkatan 30 Januari 2020. (fit-sur)