Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: tazkiyahmandiri@gmail.com

Blog

Oktober 5, 2019

MEKAH – Pulang umrah membawa hati yang bersih. Itu dambaan setiap jemaah yang datang ke tanah suci. Perjalanan religius ini diharapkan menjadi pembersih noda di jiwa.

Di luar itu, hal lain yang juga kadang dibawa pulang selain kurma dan air zamzam adalah foto. Sangat banyak foto malah. Disimpan di ponsel.

Para jemaah Sint Travel (Tazkiyah Tour) pun tak mau melewatkan kesempatan ini. Mumpung bisa ke Mekah. Mumpung ibadah inti sudah tertunaikan.

Dua hari ini, jemaah lebih banyak melakukan jalan-jalan di sekitar kompleks Masjidilharam. Ada yang belanja, berburu kuliner, dan itu tadi… mencari spot foto yang instagramable.

Rahmatia dan kawan-kawan, jemaah Sint Travel, berfoto khusus dengan latar belakang
Makkah Royal Clock Tower. Jam raksasa itu. Yang ketinggiannya mencapai 601 meter itu.

Berbagai gaya pun dilakukan. Dari duduk, berdiri, hingga tiarap. Hehehe. Intinya, bahagia dan mendapatkan angle foto yang unik. Ujung jamnya kelihatan.

“Cantiknya semua bela,” kata Darwis Alam, jemaah lainnya di grup WhatsApp jemaah Sint Travel.

Makkah Royal Clock Tower ini memang sangat menonjol di Kota Mekah. Bangunan paling tinggi. Dan bahkan menjadi bangunan tertinggi kedua di dunia.

Jam raksasa berada di kompleks Abraj al Bait. Di dalamnya ada 3.000 kamar hotel dan apartemen. Ditambah 20 lantai pusat perbelanjaan. Tempat parkirnya sanggup menampung 1.000 mobil.

Dan jemaah Sint Travel kelompok pemberangkatan 26 September 2019 sudah punya foto yang menjadikan jam raksasa itu background. Besok mereka kembali ke tanah air, insyaallah. (fit-sur)

Oktober 3, 2019
Oktober 3, 2019

MEKAH – Selepas musim haji, tingkat kunjungan ke Arab Saudi belum begitu tinggi. Namun khusus umrah, sudah mulai meningkat lagi volumenya.

Imbasnya adalah titik-titik di Haramain yang selama ini memang jadi incaran bersama. Semisal beberapa bagian di bangunan Kakbah, kompleks Masjidilharam.

Beberapa jemaah umrah Sint Travel (Tazkiyah Tour Group) kemarin malam waktu Saudi atau dini hari waktu Indonesia mencoba peruntungan di depan Hajar Aswad, batu hitam di dekat pintu Kakbah.

Sitti Arafah, salah seorang jemaah Sint Travel menceritakan bahwa butuh perjuangan cukup berat. Bahkan untuk sekadar memegang batu yang dalam riwayat disebut berasal dari surga itu.

Pelan-pelan rombongan jemaah Sint Travel berupaya mendekat. Setiap putaran tawaf, semakin mendekat. Hingga akhirnya, Hajar Aswad sudah di depan mata.

Namun, sekali lagi, tidak mudah. Jemaah lain, termasuk banyak yang berperawakan besar juga mengincar hal yang sama.

“Tetapi alhamdulillah bisa mencium Hajar Aswad. Walaupun berdesak-desakan,” ujarnya.

Jemaah lain, Rahmatia, juga berhasil mengecup batu yang dahulu pertama kali diletakkan oleh Nabi Ibrahim itu.

Sungguh menjadi pengalaman religius yang menggetarkan jiwa.

Hari ini, agenda jemaah Sint Travel adalah city tour lagi. Mengunjungi beberapa tempat semisal Jabal Tsur dan Jabal Rahmah. (fit-sur)

Oktober 2, 2019
Oktober 2, 2019

MEKAH – Olahraga pagi sangat dianjurkan. Penting untuk kesehatan fisik dan psikis, kata berbagai riset. Makanya, 45 orang yang sedang umrah bersama Sint Travel (Tazkiyah Tour Group) pun punya agenda olahraga usai salat Subuh.

Dan kali ini olahraganya istimewa.

Rabu, 2 Oktober 2019, pagi waktu Saudi atau siang di Indonesia, jemaah menyepakati sebuah titik kumpul usai salat Subuh di Masjidilharam. Sebab, ada agenda olahraga ringan. Dirangkaikan dengan city tour. Mengunjungi beberapa titik di Kota Mekah.

Namanya juga olahraga. Jemaah melakukannya tidak dengan kendaraan. Namun jalan kaki.

Dari area Masa’a atau tempat sai di Masjidilharam, rombongan berjalan agak mendaki. Titik mampir pertama adalah Daar Maulid Nabi, sebuah bangunan perpustakaan.

Tetapi ini perpustakaan yang punya histori kuat. Diyakini dahulu adalah rumah tempat lahirnya Muhammad, manusia paling mulia. Kelak menjadi Rasulullah dengan gelar Nabi Muhammad saw.

Bangunan itu terletak di Kampung Suuq Lail, Mekah, Arab Saudi. Jaraknya kira-kira hanya 150 meter dari Masjidilharam. Di situlah Rasulullah dilahirkan pada 12 Rabiulawal Tahun Gajah (tahun 571 Masehi).

Pintu masuk perpustakaan itu tertutup rapat. Ada keterangan perpustakaan dibangun pada 1370 Hijriah atau 1951 Masehi.

Jemaah Sint Travel pun tidak melewatkan momentum. Mereka berfoto bersama di depan tempat tersebut. Sekadar membuat kenangan bahwa mereka pernah ke situ.

Dari situ jemaah dibawa melihat Jabal Abi Qubais. Sebuah gunung di timur Masjidilharam. Tempat ini dipercaya sebagai gunung pertama di muka bumi yang diciptakan Allah. Sumur zamzam juga berada di wilayah ini.

Jemaah lalu kembali ke hotel. Sarapan bersama, istirahat, untuk persiapan kembali memantapkan ibadah di Masjidilharam.

“Sarapan usai ziarah,” tulis Asmawaty Dahlan, salah satu jemaah di grup WhatsApp jemaah. Di depannya ada sepiring nasi dengan aneka lauk semisal nugget dan telur rebus. Juga teh susu. (fit-sur)

September 30, 2019

JAKARTA – Malam penganugerahan Raksa Nugraha Indonesian Consumer Protection Award 2019 semakin dekat. Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) akan melakukan pengumuman pada 16 Oktober mendatang.

Senin, 30 September 2019, BPKN mengundang perwakilan perusahaan-perusahaan yang dianggap telah memperlihatkan upaya perlindungan konsumen untuk datang ke Jakarta. Tidak banyak. Hanya lima perusahaan yang mendapat kesempatan presentasi.

Perusahaan yang diundang adalah PT Petrokimia Gresik, PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Pelindo Nusantara Citra, PT Fatimah Az-Zahra, dan satu perusahaan asal Makassar, PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour).

Managing Director Tazkiyah Tour, Adnan Syahruddin berhadapan dengan 10 panelis Raksa Nugraha di Ruang Rapat Anggrek Gedung Tengah lantai 12 Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat.

“Semua panelis mengajukan pertanyaan. Alhamdulillah bisa dijawab karena memang sudah jelas program perlindungan konsumen yang kami terapkan,” ujar Adnan.

Tazkiyah Tour sejak 2015 mengaplikasikan Tiket Umrah. Setiap calon jemaah umrah mendapat selembar “tiket” yang berisi segala layanan yang akan didapatkan. Kemudian ditindaklanjuti lebih detail dengan surat akad.

Dalam akad itu tertera semua fasilitas yang berhak konsumen nikmati. Bahkan jauh hari sebelum ke tanah suci, calon jemaah sudah mengetahui kode booking dan nomor penerbangan, nama hotel, jenis katering, asuransi, bus, jadwal jalan-jalan hingga belanja, dan lainnya.

Istimewanya, jika ada hal dalam akad yang jemaah merasa tak dapatkan, langsung dilakukan pembayaran ganti rugi.

Tiket Umrah dan akad yang diluncurkan Tazkiyah Tour memang jadi semacam oase di tengah bermunculannya penipuan berkedok umrah yang terjadi di beberapa daerah. Adnan mengatakan, Tazkiyah Tour merasa harus jadi pionir dalam menerapkan perlindungan konsumen. Apalagi, konsumen yang dilayani bukan sembarangan, tamu Allah.

Sebelumnya, Koordinator Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN, Arief Safari mengatakan, pelaku usaha yang sudah kasat mata mampu melindungi konsumen mesti mendapat apresiasi.

Maka digelarlah Raksa Nugraha ini untuk pertama kalinya. Ditetapkan sebagai agenda tahunan. Pada 2020, Raksa Nugraha tidak hanya menilai pelaku usaha tetapi juga pemda. Tahun Ketiga (2021) dan tahun selanjutnya penilaian akan terus berkembang sesuai dengan kondisi yang ada.

Tazkiyah Tour berharap bisa mengharumkan nama Sulawesi Selatan dengan mencetak sejarah di tahun perdana Raksa Nugraha ini. Perusahaan yang sudah berkiprah 19 tahun ini juga sedang menantikan pengunuman SNI Award 2019. Ajang bergengsi yang digelar Badan Standardisasi Nasional (BSN), lembaga pemerintah non kementerian.

Tazkiyah Tour sudah lolos hingga tahap akhir (on site evaluation) dan tinggal menunggu keputusan dewan juri yang diketuai Prof Rhenald Kasali.

Tazkiyah Tour meraih sertifikasi ISO 9001:2008 pada 2016 untuk layanan umrah. Setahun kemudian giliran layanan haji. Kini, sertifikasinya bahkan sudah meningkat menjadi ISO 9001:2015. (fit-sur)

September 30, 2019
September 30, 2019

MADINAH – Hari yang dinanti telah tiba. Senin, 30 September 2019, 45 jemaah umrah Sint Travel (Tazkiyah Tour Group) menuju Mekah. “Pamit” setelah empat hari di Madinah untuk kemudian naik bus menuju kota kelahiran Nabi Muhammad saw.

Rombongan berangkat setelah sarapan, pukul 08.00 waktu Saudi atau kira-kira pukul dua siang waktu Indonesia.

Jemaah dijadwalkan tiba di Bir Aly, tempat pengambilan miqat pada pukul 09.30 waktu setempat. Di situlah mereka melakukan salat sunat Ihram dan mempermantap niat umrah.

Rombongan yang didampingi KH Anwar Sadat itu diagendakan sudah berada di Mekah sebelum Asar. Check in hotel, istirahat sejenak, lalu menuju Masjidilharam. Tawaf dan prosesi umrah lainnya akan dilakukan bakda salat wajib.

Sepanjang perjalanan dari Madinah ke Mekah, jemaah diingatkan untuk membersihkan hati. Memperkuat niat. Juga tak lupa memperbanyak talbiah.

Insyaallah dalam beberapa jam ke depan, jemaah akan melakoni ibadah umrah, yang tentu sudah sangat diidam-idamkan itu.

Dari detik ke detik di dalam perjalanan darat dari Madinah itu, jarak Mekah tentu kian dekat.

Dan itu artinya… Kakbah semakin dekat… Kakbah semakin dekat. Labbaik Allahumma Labbaik. (fit-sur)