fbpx

Referensi

BAYANGKAN jika waktunya telah tiba. Anda berjalan memasuki Masjidilharam, mengarah ke bawah, dan tiba di pelataran Ka'bah.

Di depan Anda, bangunan berbentuk kubus yang suci itu, berdiri kokoh. Anda menatapnya. Melepas hasrat ingin "bertemu" yang sudah lama terpendam. Bertambah lama karena adanya pandemi.

Dan memandang Ka'bah ternyata memiliki keutamaan. Ganjarannya tidak main-main. Aisyah meriwayatkan, Rasulullah bersabda. "Memandang Ka'bah adalah sebuah ibadah." (HR. Abu Syaikh).

Ibnu Abbas pun menyebut bahwa di antara sekian banyak rahmat yang tercurah dari beragam ibadah di Ka'bah, memandanginya mendapatkan porsi dua puluh rahmat.

Ulama salaf banyak menyebutkan bilangan pahala keutamaan melihat Ka'bah. Seluruhnya berorientasi kepada kriteria menjiwai, memahami, dan meyakini keagungannya.

"Memandang Ka'bah adalah inti iman," kata Ibnu Abbas.

Sedangkan Sa'id bin Musayyab bertutur, siapa saja yang memandang Ka'bah dengan penuh iman dan kepercayaan, dia akan terbebas dari dosa laksana baru keluar dari rahim ibunya.

Ibnu Saib Al Madani mengatakan, siapa saja yang memandang Ka'bah dengan penuh iman dan kepercayaan seluruh dosanya akan berguguran, laksana dedaunan yang berguguran dari pepohonan.

Ibnu Said juga berkata derajat pahala ibadah memandang Ka'bah setara dengan pahala seorang yang berpuasa, salat istiqamah, tawadu, dan berjuang di jalan Allah.

Ternyata bukan hanya melepas rindu. Menatap Ka'bah adalah cara untuk meraih keutamaan-keutamaan. Dosa berguguran. Pahalanya berlipat ganda. (tmt)


Sebuah kesempatan yang diberikan oleh-Nya berkunjung ke Baitullah menyempurnakan ibadah adalah kebahagiaan yang tak ternilai harganya.



Menunaikan ibadah haji di Tanah suci adalah sabaik-baiknya travelling.


Diantara lima rukun islam, ibadah Haji adalah kemuliaan tertinggi yang dianugrahkan kepada ummat Nabi Muhammad SAW. Ia satu-satunya kewajiban yang melibatkan semua potensi manusia.

Namun yang paling istimewa, ia begitu ringan dilaksanakan oleh orang-orang tertentu yang mendapat hidayah-Nya.



Jika kiranya Allah memilihmu berkujung ke Baitullah.

Terimalah panggilan-Nya, sambutlah ia dengan suka cita, karena engkau adalah orang-orang terpilih-Nya.



Labbaik allahumma labbaik, Labbaika laa syariika ka labbaik, Innal hamda wanni’mata laka wal mulk, Laa syarikalak



Tazkiyah hadir, berawal dari sebuah niat suci untuk memberikan kebahagiaan baru yang mengesankan dalam beribadah, serta pelayanan terbaik kepada para tamu-tamu Allah yang akan melaksanakan ibadah Haji dan Umrah.