Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: info@tazkiyahtour.co.id
Mei 19, 2024

40 Kali Shalat Arbain Berturut-turut, Bebas Dari Azab Neraka

Shalat Arbain, sebuah ibadah yang melibatkan shalat berjamaah sebanyak 40 kali berturut-turut di Masjid Nabawi Madinah, telah menjadi topik yang menarik perhatian umat Islam, terutama di kalangan masyarakat haji Indonesia.

Keberadaan praktik ini didasarkan pada sebuah hadits yang menyatakan keutamaan bagi mereka yang melaksanakan shalat di masjid tersebut sebanyak 40 kali.

Namun, perdebatan muncul terkait keabsahan hadits tersebut, yang oleh sebagian besar ulama dianggap lemah atau dhaif.

Meskipun demikian, praktik shalat Arbain tetap menjadi bagian penting dari tradisi ibadah di Masjid Nabawi.

shalat arbain
Source Image: Ngopibareng.id

Shalat Arbain Hukumnya

Hukum shalat Arba’in, yang merupakan praktik ibadah shalat berjamaah sebanyak 40 kali berturut-turut di Masjid Nabawi Madinah, menjadi subjek perdebatan di kalangan ulama agama Islam.

Praktik ini berdasarkan pada sebuah hadits yang secara umum dianggap lemah atau dhaif oleh sebagian besar para ulama hadits.

Hadits tersebut menyatakan bahwa barang siapa yang melaksanakan shalat di Masjid Nabawi sebanyak 40 kali tanpa ketinggalan, akan dicatatkan baginya kebebasan dari neraka, keselamatan dari siksaan, dan bebas dari kemunafikan.

Meskipun terdapat beberapa versi hadits ini, namun kualitasnya dipertanyakan dan diragukan keabsahannya oleh para ulama hadits.

Dalam Islam, sebuah amalan ibadah harus didasarkan pada landasan yang kuat dan sahih.

Ini berarti bahwa keberadaan sebuah hadits sebagai rujukan dalam menjalankan ibadah haruslah didukung oleh kualitas hadits yang baik dan diakui keabsahannya oleh para ulama hadits yang kompeten.

Dalam konteks shalat Arba’in, kelemahan dalam kualitas hadits yang digunakan sebagai landasan praktik ibadah tersebut menimbulkan keraguan akan keabsahannya dalam Islam.

Beberapa ulama, termasuk Syaikh Abdul Aziz Bin Baz, mufti utama Arab Saudi pada masa lampau, menegaskan bahwa kebenaran dan validitas hadits-hadits yang merujuk pada praktik shalat Arba’in dipertanyakan karena kualitasnya yang lemah menurut kajian ulama hadits.

Baca Juga:  Pameran Masjid Nabawi Diterjemahkan ke Dalam 12 Bahasa

Oleh karena itu, keberadaan shalat Arba’in tidak memiliki dasar yang kuat dalam hukum agama Islam.

Selain itu, penting untuk memahami bahwa berziarah ke Masjid Nabawi tidak memiliki batasan waktu tertentu yang mengharuskan seseorang untuk berada di sana selama delapan hari berturut-turut untuk melaksanakan shalat Arba’in.

shalat arabain adalah
Source Image: Viva.co.id

Dalil Shalat Arbain di Masjid Nabawi

Dalil yang sering dikutip terkait dengan shalat Arbain di Masjid Nabawi adalah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, seorang sahabat terkemuka Nabi Muhammad SAW. Hadits ini menyatakan:

“Barang siapa shalat di masjidku (Masjid Nabawi) empat puluh kali, tanpa ketinggalan sekalipun, dicatatkan baginya kebebasan dari neraka, keselamatan dari siksaan, dan ia bebas dari kemunafikan.” (HR. Ahmad)

Hadits ini sering dijadikan landasan oleh sebagian orang untuk meyakini keutamaan shalat Arbain di Masjid Nabawi.

Mereka berpendapat bahwa praktik ini akan membawa pahala yang besar dan memberikan keistimewaan tertentu di hadapan Allah SWT.

Namun, penting untuk dicatat bahwa hadits ini termasuk dalam kategori hadits dhaif atau lemah menurut sebagian ulama hadits.

Artinya, keabsahan dan kekuatan hukumnya diragukan. Oleh karena itu, sebagian ulama menyarankan untuk berhati-hati dalam mengambil kesimpulan atau tindakan berdasarkan hadits yang lemah.

Sebagaimana dalam praktik keagamaan Islam, penting untuk memastikan bahwa amalan yang dilakukan didasarkan pada dalil yang kuat dan sahih.

Ini membantu memastikan bahwa praktik ibadah kita sesuai dengan ajaran Islam yang benar dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama.

Meskipun begitu, ada beberapa ulama yang memandang bahwa meskipun hadits tersebut lemah, shalat Arbain masih dapat dijalankan dengan memperhatikan niat yang baik dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Mereka berpendapat bahwa praktik ini dapat menjadi bentuk ibadah yang baik jika dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan kepada Allah SWT.

Baca Juga:  Survive di Tengah Pandemi, Tazkiyah Tour Kembali Raih SNI Award

Tata Cara Melaksanakan Shalat Arbain

Prosedur pelaksanaan Salat Arbain memerlukan perhatian khusus terhadap beberapa catatan penting.

Seringkali, seseorang mungkin terlambat dalam melaksanakan Salat Arbain karena tertidur atau merasa terlalu lelah dan kurang sehat.

Ketika situasi ini terjadi, seseorang mungkin merasa terburu-buru untuk mengejar takbiratul ihram bersama imam.

Namun, perlu dicatat bahwa ini sebenarnya bertentangan dengan sunah, yang menyarankan agar datang ke masjid dengan sikap yang tenang dan tidak tergesa-gesa.

Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW, “Jika kalian mendengar iqamat, berjalanlah menuju shalat dengan tenang dan penuh kehormatan, janganlah terburu-buru, dan usahakan untuk menyusul imam dalam shalat, serta lengkapi bagian yang tertinggal dengan shalat sendiri.”

shalat arbain hukumnya
Source Image: Brnews.id

Berikut adalah beberapa tahapan dalam melaksanakan Shalat Arbain:

1. Niat yang Ikhlas

Sebelum memulai shalat, mulailah dengan niat yang ikhlas untuk melaksanakan ibadah Shalat Arbain dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Niat ini haruslah murni dan tulus, semata-mata untuk meraih ridha-Nya.

2. Persiapan Fisik dan Mental

Sebelum waktu shalat tiba, pastikan untuk melakukan persiapan fisik dan mental. Bersihkan diri dan pakaian, serta siapkan diri secara mental untuk menyambut ibadah yang suci ini dengan khusyuk dan khidmat.

3. Waktu dan Tempat

Pastikan Anda melaksanakan Shalat Arbain pada waktu yang tepat, yaitu saat waktu shalat telah tiba. Pilihlah tempat yang tenang dan bersih untuk melaksanakan ibadah ini, idealnya di dalam masjid atau tempat yang terhindar dari gangguan dan distraksi.

4. Takbiratul Ihram

Mulailah shalat dengan takbiratul ihram, yaitu mengangkat tangan sambil mengucapkan “Allahu Akbar” untuk memulai shalat. Ini menandai awalnya ibadah Shalat Arbain dan memasuki keadaan ihram.

5. Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Pendek

Baca Juga:  5 Strategi Dakwah Rasulullah di Kota Madinah

Setelah takbiratul ihram, bacalah Surat Al-Fatihah diikuti dengan surat pendek dari Al-Qur’an. Ini merupakan bagian wajib dalam setiap rakaat shalat.

6. Rukuk, Sujud, dan Duduk di Antara Sujud

Lanjutkan shalat dengan melakukan rukuk, sujud, dan duduk di antara sujud dengan khusyuk dan tuma’ninah. Ingatlah untuk memperhatikan gerakan dan bacaan yang benar sesuai dengan tuntunan agama.

7. Tahiyat Akhir dan Salam

Setelah selesai melakukan rakaat terakhir, lakukan tahiyat akhir dengan membaca tasyahud akhir dan salam ke kanan dan kiri. Ini menandai berakhirnya Shalat Arbain.

8. Doa dan Istighfar

Setelah selesai shalat, luangkan waktu untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Gunakan kesempatan ini untuk memohon ridha, keberkahan, dan ampunan-Nya.

9. Bersyukur dan Berdzikir

Sebagai penutup, luangkan waktu untuk bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT dan melakukan dzikir sebagai bentuk pengingat akan kebesaran-Nya.

Dengan mengikuti tata cara ini dengan penuh khusyuk dan khidmat, diharapkan ibadah Shalat Arbain dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih keberkahan serta ampunan-Nya.

dalil shalat arbain di masjid nabawi
Souce Image: Paltkuning.com

Dalam sebuah ibadah yang kaya akan makna seperti Shalat Arbain, penting bagi kita untuk menyimpulkan dengan penuh refleksi dan pemahaman yang mendalam.

Dalam mengakhiri pembahasan ini, penting bagi kita untuk mengingat bahwa dalam menjalankan ibadah, penting untuk memastikan bahwa amalan yang dilakukan didasarkan pada dalil yang kuat dan sahih.

Semoga dengan pemahaman yang mendalam dan ketakwaan kepada Allah SWT, ibadah kita senantiasa diterima dan membawa keberkahan dalam kehidupan kita.

Bagikan :