Hi, How Can We Help You?

Arsip Tag: madinah

February 15, 2020
February 15, 2020

MADINAH – Ini hari kedua jemaah umrah Tazkiyah Global Mandiri pemberangkatan 13 Februari 2020. Kekompakan mereka kian terbangun. Ke mana-mana selalu sama-sama.

Berikut adalah citizens report Erick Alamsyah, penyiar senior di Makassar yang juga tergabung dalam rombongan kali ini;

Assalamualaikum, Makassar.

Kami baru saja melaksanakan salat Subuh di Masjid Nabawi. Dingin begitu menusuk. Tetapi justru asyik. Kami berjalan kaki menuju hotel sambil menyembunyikan tangan di saku baju. Hehehe.

Tetapi perjalanan terhambat. Bukan karena terlalu padat atau ada kendala. Melainkan karena banyak jemaah tergoda pedagang Madinah.

Godaan yang sulit ditolak pagi ini datang dari pemilik sebuah toko, samping Hotel As Saha. Di sini, semua barang dijual hanya 2 Riyal. Kira-kira 8 ribu Rupiah.

Para jemaah pun menyerbu. Ada yang berbelanja, ada juga yang menahan diri. Nanti di Mekah, katanya.

Seorang jemaah asal Bone sibuk bertanya dengan tetap menggunakan dialek khasnya. Tetapi itu bukan masalah. Hampir semua pedagang di sini pandai berbahasa Indonesia. Bahkan ada yang mampu melafalkan beberapa kata dalam bahasa Bugis maupun Makassar.

Semuanya memang serba mudah. Bagi yang belum sempat menukar Riyal, bisa berbelanja dengan uang Rupiah. (*/cr)

February 14, 2020
February 14, 2020

MADINAH – Jemaah umrah Tazkiyah Global Mandiri pemberangkatan 13 Februari 2020 baru saja tiba di Madinah, Jumat, 14 Februari 2020 dini hari waktu Saudi atau pagi waktu Indonesia.

Salah seorang jemaah, Erick Alamsyah melaporkan, semua jemaah dalam keadaan sehat dan bersemangat.

“Disambut cuaca dingin Madinah, jemaah Tazkiyah tak gentar,” tulisnya dalam citizens report kepada tazkiyahtour.co.id.

Madinah saat ini memang sedang musim dingin. Suhu subuh hingga pagi hari kadang berada di angka 2-3 derajat celcius. Siang hari pun, walau tidak hujan, dingin tetap menusuk. Jemaah pemberangkatan 30 Januari 2020 juga merasakan itu.

Namun, kata Erick yang hari ini sedang berulang tahun, hal itu tidak menghalangi jemaah. Begitu tiba di hotel, check in dan masukkan barang, mereka langsung bersih-bersih dan ganti pakaian tebal.

Misinya adalah salat Subuh harus di masjid, di Masjid Nabawi, masjidnya Nabi Muhammad saw.

“Pokoknya kita harus salat di Nabawi. Jauh-jauh kita datang untuk keistimewaan itu,” ujar Harman Sanude, jemaah asal Kabupaten Bone.

Ayah dari Muhammad Yunus, Sales Representative Silk Air Makassar itu terlihat melangkah begitu antusias ke masjid. Bersama jemaah lainnya. Rata-rata memakai sarung.

“Khas Indonesia dan bugis sekali,” tutup Erick.

Rombongan kali ini berjumlah 50 jemaah. Mereka dijadwalkan akan menjalani rangkaian tur dan ibadah selama 11 hari. (*/cr)

February 2, 2020
February 2, 2020

MADINAH – Jemaah dari dua rombongan Tazkiyah Global Mandiri yang saat ini sama-sama berada di Madinah semakin siap untuk menjalani prosesi umrah. Kesempatan tiga hari di kota lokasi makam Rasulullah saw dimanfaatkan betul untuk menyegarkan batin.

Tiba Jumat subuh, mereka langsung ke Masjid Nabawi. Siangnya salat Jumat. Malamnya menembus Raodah, area di Nabawi yang dalam riwayat disebut sebagai taman-taman surga. Kaum muslimin dari seluruh dunia mendambakan bisa duduk, salat, dan berdoa di situ.

Dan kemarin, Sabtu waktu setempat, agenda dilanjutkan dengan ziarah Kota Madinah. Mengunjungi tempat-tempat penting dalam peradaban Islam.

Ziarah tidak dengan berkendara. Melainkan jalan kaki. Misinya jelas; psikis sehat, fisik kuat. Maklum, besok 78 orang itu sudah akan bertolak ke Mekah. Siap-siap tawaf, sai, dan rangkaian ibadah umrah lainnya.

Dibimbing dua tour leader senior; H Aguslam N Hampeng dan H Anwar Sadat, jemaah memulai kunjungan ke Pekuburan Baqi; pemakaman utama di Madinah, tempat berbaring jasad sahabat semisal Utsman bin Affan hingga istri-istri Nabi termasuk Aisyah.

Sebelum ke Masjid Gumamah, mereka mampir di pelataran Nabawi, tepat di depan kubah hijau. Sejajar dengan kuburan Nabi Muhammad yang berada di dalam. Jemaah sekaligus mendengarkan kisah-kisah mengenai Rasulullah, Madinah, dan perjuangan beliau.

Rombongan lalu melanjutkan jalan kaki. Mendatangi Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq. Berada di sebuah jalan lebar di barat daya Masjid Nabawi, dekat dengan Masjid Gumamah. Masjid Abu Bakar merupakan salah satu tempat yang pernah digunakan untuk salat Id oleh Rasulullah dan Abu Bakar.

Minggu, 2 Februari 2020, rombongan dijadwalkan ziarah Madinah lagi. Kali ini dengan bus. Masjid Ijabah, Masjid Quba, kebun kurma, Jabal Uhud, hingga Khandaq adalah beberapa tempat yang direncanakan untuk mereka datangi.

Baterai ponsel harus dalam keadaan full kalau begitu. Cekrakkkkkk… cekrekkkkk… Sanak saudara di tanah air menantikan foto-foto terbaik untuk mengobati kerinduan. (fit-sur)

January 22, 2020
January 22, 2020

MAKASSAR – Sudah tiga hari rombongan umrah Tazkiyah Global Mandiri pemberangkatan 9 Januari 2020 berada di tanah air. Bahkan sudah di kediaman masing-masing. Mereka tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu malam lalu.

Namun, silaturahim terus terjalin. Mereka saling mengirim kabar di grup WhatsApp. Grup yang sudah menjadi media komunikasi mereka sejak sebelum berangkat ke tanah suci.

Begitu berada di rumah masing-masing, grup langsung ramai. Jemaah saling mengucap kata maaf.

“Mohon maaf kepada saudara-saudaraku apabila selama kita bersama ada tutur kata atau perlakuan yang tidak berkenan,” ketik Rahmatiah.

“Baru satu hari terpisah sudah rindu kebersamaan. Tak terasa air mata menetes,” tulis Musni Mustikah.

Para jemaah memang terhubung dengan kenangan dan pengalaman yang dalam. Selama 11 hari mereka bersama. Makan sama-sama, beribadah bersama, berjuang masuk Raodah hingga menyentuh Kakbah sama-sama. Jalan-jalan Kota Madinah dan Mekah sama-sama. Tolong menolong di banyak tempat. Saling menjaga koper di bandara. Bantu membantu di toko oleh-oleh.

Di grup WA pula mereka saling menyapa dan mendoakan rekan jemaah yang sedang kurang begitu sehat. Sebegitu perhatiannya kepada “saudara” yang saat akan berangkat dua pekan lalu, belum saling kenal.

Melalui grup yang sama mereka saling mengundang untuk acara syukuran. Kemarin misalnya. Keluarga Muh Yunus di Masamba, Luwu Utara, mengajak untuk makan kapurung bersama.

Ada jemaah yang bergabung. Ada juga yang tidak bisa karena memang terpisah kota. “Yang di Makassar diuangkan saja ya, Pak. Hehehe,” canda seorang jemaah.

Public Relation Tazkiyah Global Mandiri, Helfitri menuturkan, memang ada tradisi membuat grup khusus untuk setiap kelompok pemberangkatan.

“Anggotanya semua jemaah di kelompok itu dan seluruh karyawan Tazkiyah. Biasanya ada yang left group begitu pulang, namun lebih banyak yang tinggal. Bahkan ada grup yang sejak tahun lalu terus aktif. Membernya rutin saling menyapa. Sudah seperti keluarga,” ucapnya, Rabu, 22 Januari 2020. (sur)