Hi, How Can We Help You?

Arsip Tag: Tazkiyah Tour

October 17, 2019

KAPADOKIA – Rombongan umrah plus Turki dari Tazkiyah Tour berada di Kapadokia hari ini. Dan sudah jadi kebiasaan, tak boleh ada yang melewatkan mampir ke tempat-tempat pembuatan karpet.

Anda mungkin sering menginjak karpet Turki. Tetapi melihatnya dibikin, tentu akan menjadi pengalaman unik. Apalagi jika memulai dengan menyimak dari awal, saat “calon karpet” itu masih dalam bentuk kepompong.

Rombongan merasakan itu, baru saja beberapa menit yang lalu.

Kalau mau dibawa pulang, bisa dikirimkan ke tanah air. Bukan Anda yang harus repot menggulung dan mengurusnya di bandara.

Tetapi tunggu dulu, harganya berapa? Berbeda-beda. Bahkan selembar karpet yang ditanyakan Asmadi Sarullah, salah satu anggota rombongan, harganya setara dengan Rp400 juta!

“Itu mi mungkin karpetnya Aladin,” canda Asmadi kepada putrinya, Rizki Putri Langit Asya. Asmadi berangkat bersama Langit dan anak lelakinya Ahmad Alkindi Bintang Putra, serta ibu dari kedua buah hati; Maya Kasmita.

Karpet memang menjadi barang penting di Turki. Dalam tradisi di sana, jika seorang keluarga ada yang menikah, karpet adalah salah satu hadiah utamanya. Bahkan apabila ada seorang gadis yang ingin menikah, ia cukup memberi kode kepada orang tuanya dengan minta dibelikan karpet.

Kawasan Kapadokia pun terkenal sebagai penghasil karpet dan keramik kualitas unggulan.

Tur hari ini disempurnakan dengan berfoto di atas bukit, memandangi Kapadokia dengan lebih saksama. Kota karpet Aladin itu, hehehe. (ama)

October 16, 2019

JAKARTA – Empat perusahaan mencatatkan sejarah. Menjadi pemenang pada penyelenggaraan perdana Raksa Nugraha Award yang dihelat Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI).

Dan kabar gembiranya lagi, satu dari empat perusahaan tersebut berasal dari Makassar; PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour). Tazkiyah Tour meraih trofi dan piagam kategori silver bersama PT Pelindo Husada Citra (PHC).

Dua lainnya adalah perusahaan yang juga sudah malang melintang; PT Pembangunan Jaya Ancol (gold) dan PT Petrokimia Gresik (platinum).

“Selamat kepada para penerima anugerah. Para pelaku usaha yang sudah berhasil menerapkan standar tinggi perlindungan konsumen,” ujar Ardiansyah Parman, Ketua BPKN RI dalam sambutannya pada malam penganugerahan Raksa Nugraha Indonesian Consumer Protection Award 2019, Rabu, 16 Oktober 2019.

Presiden Direktur Tazkiyah Tour, Ahmad Yani Fachruddin, mengaku bangga bisa berada di deretan penerima anugerah. “PT Petrokimia adalah BUMN raksasa, peraih double platinum SNI Award. PT Pembangunan Jaya BUMD kawakan di DKI. PHC anak usaha Pelindo,” ucapnya.

“Dan kami tidak akan berhenti melakukan inovasi yang terkait kenyamanan konsumen. Fokus kami di situ,” imbuh Ahmad Yani.

Malam penganugerahan digelar di Double Tree by Hilton, Jakarta Pusat. Managing Director Tazkiyah Tour, Adnan Syahruddin, naik ke panggung menerima trofi dan piagam dari Ketua BKPN RI dan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag RI, Veri Anggrijono.

Koordinator Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN RI, Arief Safari, menjelaskan, hanya Tazkiyah Tour dan tiga perusahaan lain yang direkomendasikan panelis.

“Raksa Nugraha ini baru kita awali akan menjadi agenda tahunan sebab sangat penting untuk dilakukan,” ucapnya.

Ardiansyah menambahkan, Raksa Nugraha akhirnya dihelat sebab BPKN menilai, sejak berlakunya UU Perlindungan Konsumen 20 tahun lalu, hak-hak konsumen belum maksimal terjamin.

“Di negara-negara maju, produk yang berorientasi perlindungan konsumen dan perlindungan lingkungan, mendapat tempat strategis,” tutur dia.

Mulai tahun depan, Raksa Nugraha tidak hanya akan menilai pelaku usaha tetapi juga pemerintah daerah. (fit-sur)

October 16, 2019

PAMUKKALE – Ini uniknya Turki. Anda bisa berada di masa lalu dan masa kini sekaligus. Menjejaki peradaban kuno hingga perkembangan fashion paling modern.

Itu juga yang dirasakan jemaah Umrah Plus Tazkiyah Tour sepanjang Selasa, 15 Oktober kemarin waktu setempat.

Mereka ke Ephesus, sebuah kota kuno. Mirip Pompeii di Italia. Kota ini pernah hilang akibat gempa bumi, namun dibangun kembali.

Rombongan berfoto di antara reruntuhan bangunan di kota tempat lahir Heraclitus, seorang filsuf.

Ephesus awalnya memang merupakan kota Yunani kuno, tetapi direbut dan mengalami kejayaannya pada masa kerajaan Romawi.

Kota ini juga salah satu yang diprediksi para ahli sejarah tempat tujuh orang dalam kisah Ashabul Kahfi tertidur lebih dari 300 tahun.

Eh, rombongan juga ke Hierapolis, kota tua lainnya. Terletak di mata air panas di Phrygia klasik di Anatolia barat daya. Bangunan-bangunannya dibangun pada era Romawi kuno, abad ke-2 SM.

Di sini rombongan juga bertemu dengan sisa-sisa bangunan yang sangat fotogenik. Lihat saja hasilnya. Ada yang berpose romantis juga loh. Dan ada yang sampai bergaya melompat!

Pada hari yang sama, mereka sekaligus bisa berada di semaraknya era terkini. Di Leather Factory Outlet, tempat Anda bisa membeli jaket kulit terbaik namun terlebih dahulu menyaksikan model memeragakannya di catwalk.

Bahkan bukan cuma model. Rombongan pun ikut berlenggak-lenggok layaknya di acara peragaan kelas dunia. Ini mungkin pengalaman membeli jaket paling unik yang pernah mereka alami.

“Alhamdulillah semuanya happy. Wisata halal yang menyenangkan,” tutur pendamping Ahmad Made Ali.

Rombongan masih akan berada lima hari di Turki sebelum bertolak ke Jeddah, Arab Saudi. Menuju Madinah, lalu Mekah. (ama)

October 15, 2019

BURSA – Lima belas orang yang tergabung dalam rombongan Umrah Plus Tazkiyah Tour memulai petualangannya di Turki, kemarin waktu setempat. Begitu tiba di kota bernama Bursa, tak jauh dari Istanbul, kuliner yang kepikiran.

Dan memang kuliner yang menyambut. Arzu, perempuan Turki yang memandu perjalanan, langsung menawarkan Turkish Coffee. Tidak ada yang menolak.

“Memang wajib dicoba,” ujar Andi Muhammad Taofik, salah satu anggota rombongan.

Kopi Turki atau dalam bahasa lokal disebut Türk Kahvesi memang sebaiknya tak dilewatkan. Biji kopi terlebih dahulu dihancurkan di dalam lesung. Ditumbuk dengan alu hingga biji berubah menjadi gilingan halus ang disebut Kahves Değirmeni.

Panci yang digunakan untuk memasak kopi Turki juga berbeda. Panci ini disebut dengan cezve dan memiliki pegangan yang panjang. Kopi Turki dihidangkan dalam cangkir yang dinamakan fincan.

Kopinya sudah ada, sisa camilannya. Pilihan jatuh pada Turkish Delight. Mirip permen. Terbuat dari tepung dan gula bubuk kemudian disiram air mawar atau lemon.

Arzu tak lupa membawa rombongan ke Munira Shop. Hampir segala yang internet tulis soal oleh-oleh Turki ada di sana. Dari baklava, penganan sari kacang walnut atau pistache yang dicincang dan diberi pemanis serta dibungkus adonan roti tipis, hingga safron; rempah khas Turki yang kaya manfaat.

Banyak anggota rombongan yang memborong safron. Selain terkenal, Arzu juga sudah menulis 15 manfaat safron untuk kesehatan di grup WhatsApp.

Lalu apa yang dilakukan di antara semua prosesi itu? Foto-foto tentu saja. Pengalaman ini amat menyenangkan untuk tidak diabadikan. (ama)

October 14, 2019
October 14, 2019

MADINAH – Cukup sudah periode jemaah Tazkiyah Tour pemberangkatan 10 Oktober 2019 di Madinah. Senin (14/10/2019) siang waktu Saudi atau petang waktu Indonesia, rombongan bergerak ke Mekah.

Pembimbing jemaah, Ustaz Muhammad Amin, berpesan kepada jemaah untuk memaksimalkan waktu beberapa menit yang tersisa di kota tempat Nabi Muhammad saw. dimakamkan.

Jemaah pun meninggalkan Madinah dalam keadaan haru. Doa-doa dilantunkan. Termasuk ucapan “perpisahan” untuk baginda Nabi di Masjid Nabawi.

“Assalamu alaika ya Rasulallah, assalamu alaika ya Nabiyallah, Assalamu alaika ya Habiballah… Sudah beberapa hari kami bersamamu di kota dan masjidmu ini. Sekarang tibalah saatnya kami meninggalkanmu dengan sangat berat. Semua demi melakssanakan perintah Allah yang lain, ” petikan doa yang ditulis Ustaz Amin di grup WhatsApp jemaah.

“Semoga kebersamaan kami denganmu di sini bisa membuat kami lebih dekat denganmu di Surga. Allahumma Yaa Allah.. janganlah jadikan kedatangan kami menziarahi Nabi dan Rasul yang engkau sangat cintai, Muhammad saw. sebagai kedatangan yang terakhir.”

“Melainkan saya ingin datang berkali-kali dan berikanlah rezeki kepada kami. Begitu juga istri, anak-anak, dan sanak saudara kami, agar mereka bisa beruntung seperti kami.”

Menggunakan bus Qaid tipe terbaru, jemaah pun melakoni perjalanan darat menuju Mekah. Rombongan akan mampir di Bir Aly untuk mengambil mikat umrah. (fit-sur)