Hi, How Can We Help You?

Arsip Tag: umrah berkualitas

February 10, 2020
February 10, 2020

SELCUK – Jangan kira hiburan spektakuler baru sekarang-sekarang saja ada. Di masa silam sekalipun, 2.500-an tahun yang lalu, gegap gempita semacam itu sudah ada. Orang-orang Romawi Kuno menonton drama dan gladiator di tempat yang istimewa.

Jejaknya ada di Ephesus, kota tua di Turki. Senin, 10 Februari 2020, jemaah umrah plus Tazkiyah Global Mandiri mengunjungi Grand Theatre. Tempat pertunjukan sangat bersejarah.

“Di era modern, teater itu masih dipakai. Michael Jackson hingga Guns N’ Roses pernah konser di sini.” Demikian penjelasan Anwar Sadat, tour leader Tazkiyah.

Rombongan juga masuk ke Celcus Library. Perpustakaan tua. Sudah tidak terpakai namun sejarah mencatatnya sebagai pusat ilmu pengetahuan terpenting di zamannya. Celcus adalah nama seorang senator Romawi pada masanya. Tiberius Julius Celsus Polemaeanus nama lengkapnya.

Grand Theatre, Celcus Library, dan beberapa bangunan lain masuk dalam wilayah Istana Romawi. Pernah dihuni lebih dari 250.000 penduduk. Kota ini sempat hilang akibat gempa bumi, tetapi dibangun kembali.

Ephesus awalnya adalah kota Yunani Kuno sebelum direbut Romawi. Kini pun area itu lebih banyak berisi reruntuhan bangunan. Namun daya tarik dan sejarah panjang yang melekat membuat wisatawan sulit untuk menghindarinya jika telanjur sudah di Turki.

Menariknya, kota ini juga salah satu yang diprediksi para ahli sejarah tempat tujuh orang dalam kisah Ashabul Kahfi tertidur lebih dari 300 tahun.

Ephesus modern masuk wilayah administratif Kota Selcuk di Provinsi Izmir. Terletak di Turki sisi Asia dan dapat ditempuh kurang lebih 1-1,5 jam via udara atau 9-10 jam perjalanan lewat jalur darat dari Istanbul.

Hari ini, rombongan juga mengunjungi Leather Factory Outlet. Pusat fashion. Di sini pengunjung bisa membeli jaket kulit terbaik dan jenis pakaian lainnya.

Menariknya lagi, pengunjung berkesempatan menjadi bergaya di catwalk layaknya model profesional. Ada penontonnya juga. Beberapa jemaah Tazkiyah pun tak melewatkan peluang itu. Mereka berlenggak-lenggok dan saling menertawai.

Itu mungkin untuk pertama kalinya mereka memamerkan busana di catwalk. Kami menelusuri latar belakang jemaah di database. Tidak ada yang berprofesi sebagai model. Hehehe. (fit-sur)

February 6, 2020

MEKAH – Umrah bersama Tazkiyah Global Mandiri berarti mendapat fasilitas representatif. Termasuk hotel berbintang dengan kamar yang nyaman.

Namun malam itu, pasangan suami-istri Muhajir Suni dan Nurhidayah Usman memutuskan untuk bangun dari nyamannya tidur. Mereka menuju Masjidilharam. Langsung masuk ke pelataran Kakbah.

Incaran mereka adalah lokasi salat tahajud yang “strategis”. Maka pada dini hari yang dingin itu, kira-kira pukul 02.30 waktu Saudi, keduanya mulai melakukan tawaf sunah. Mengelilingi Kakbah sembari mencari tempat yang paling tepat untuk tahajud.

“Alhamdulillah, dapatnya di depan Multazam. Di situlah kami salat sambil menunggu salat Subuh,” ujar Nurhidayah.

Multazam merupakan dinding Kakbah yang terdapat di antara Hajar Aswad dan pintu Kakbah. Titik sejajar dengan Multazam adalah lokasi yang diriwayatkan sebagai tempat yang mustajab untuk berdoa.

Hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan Al Baihaki dari Ibn Abbas: “Antara rukun Hajar Aswad (sudut tempat terdapatnya Hajar Aswad) dan pintu Kabah disebut Multazam. Tidak ada orang yang meminta sesuatu di Multazam melainkan Allah mengabulkan permintaan itu.”

Makanya, tidak mudah juga untuk mencapai dan berdiam di garis sejajar itu, apalagi yang tepat di hadapannya. Orang-orang juga mengincarnya. Dinginnya malam hingga Subuh hari tidak juga membuat tempat itu sepi.

Kamis, 6 Februari 2020 hari ini, dua rombongan jemaah umrah Tazkiyah akan melakukan city tour. Keliling Kota Mekah menggunakan bus. Beberapa tempat yang akan didatangi adalah Jabal Tsur, Padang Arafah, Jabal Rahmah, Ji’rana. (fit-sur)

January 18, 2020

MEKAH – Asman Siregar Hamzah dan Herman Pelani Mappiasse sudah biasa berwisata. Tetapi kunjungan kali ini sungguh berbeda. Mereka berdiri di atas bangunan yang tingginya 601 meter; Makkah Royal Clock Tower.

Mereka sangat bersyukur, sehari sebelum kembali ke tanah air, bisa berada persis di bawah jarum jam raksasa itu. Penunjuk waktu yang jamak menjadi latar berfoto orang-orang yang ke Mekah, dipotret dari bawah, di pelataran masjid.

Sesaat setelah tiba di puncak, mereka sempat terpaku menatap keindahan Kota Mekah. “Subhanallah,” tutur Herman.

Dari situ pula, dari jarak yang sangat jauh, mereka leluasa melihat putaran orang-orang berpakaian putih mengitari Kakbah. Beberapa hari sebelumnya, mereka juga melakukan ritual suci di situ. Berumrah.

Ditemani mutawif Ahmad Made Ali, dua jemaah Tazkiyah Global Mandiri itu juga mengitari museum di dalam jam yang 25 kali lebih besar dari Big Ben (jam di London, Inggris) itu.

Mereka kembali takjub. Serasa berada di luar angkasa, kata Asman. Museum Menara Jam memang dipenuhi dengan model dan struktur astronomi dan galaksi.

Di lantai pertama museum, mereka diperkenalkan ke alam semesta, langit, dan galaksi dengan ilustrasi audio. Lantai kedua dikhususkan untuk matahari, bulan, dan bumi.

Naik ke lantai berikutnya, mereka mempelajari instrumen dan metode yang digunakan untuk menentukan waktu, hingga tiba saatnya masuk ke balkon yang menghadap ke Masjidilharam.

Biaya masuk SR150 atau berkisar Rp600 ribu mereka anggap tak sepadan dengan pengalaman yang mereka dapatkan. “Canggih sekali di sini,” tutur Asman.

Hari ini, Sabtu, 18 Januari 2020, rombongan jemaah Tazkiyah Global Mandiri bakal memulai perjalanan pulang. Mereka akan menuju Jeddah untuk terbang ke Singapura, kemudian lanjut ke Makassar.

Semua kembali dengan pengalamannya masing-masing. Namun yang terpenting tetaplah sama, pengalaman beribadah umrah. Tidak ada jemaah yang mengaku tak ingin datang lagi. Niat dan doa untuk mengulang perjalanan ini sudah mereka bulatkan dan sebutkan di titik-titik mustajab di seputaran Kakbah. (ama)

January 15, 2020
January 15, 2020

LIMA puluh jemaah umrah Tazkiyah Global Mandiri pemberangkatan 9 Januari 2020 sudah di Mekah. Namun momen selama empat hari di Madinah pun masih terngiang-ngiang. Selain kerinduan pada Nabi Muhammad saw, berbagai pengalaman religius juga tersimpan di ingatan.

Dan beberapa foto di bawah ini juga bisa mewakili betapa nikmatnya ke tanah suci, terutama jika datang bersama keluarga. Ayah, ibu, kakek, nenek, anak, saudara.

Bersama buah hati.

Pagi bahagia.

Saling jaga.

Simbol janji.

Lepas beban.

Senyum semringah.

Bunda.

January 10, 2020
January 10, 2020

MADINAH – Ada Tazqiyah dalam rombongan jemaah umrah Tazkiyah Global Mandiri pemberangkatan 9 Januari 2020. Nurtazqiyah Amrullah Rabby nama lengkapnya. Remaja putri kelahiran Palopo, 25 Februari 2003.

Karena namanya yang nyaris sama dengan nama travel yang memberangkatkannya, Tazqiyah pun jadi pusat perhatian sejak rombongan mulai kumpul di Dalton Holten, Makassar, Rabu, 8 Januari 2020.

Namanya berulang kali disebut-sebut di sela acara manasik dan pemeriksaan kesehatan. Bahkan hingga keesokan harinya, pagi, jelang berangkat ke bandara, Tazqiyah terus jadi “bintang”. Tambah riuh lagi saat Tazqiyah memegang memegang mini banner bertuliskan “I Love Tazkiyah”.

Tazqiyah berangkat bersama 49 jemaah lainnya. Termasuk kedua orang tuanya; Amrullah Rabby Latangke dan Yanti Gustina Syukur.

Sang ayah juga sempat bergurau saat jemaah bergiliran mengisi paket pulsa data di booth Telkomsel. “Harusnya ada diskon paket data, karena namanya sama dengan travel,” ucapnya, tertawa.

Saat berita ini diturunkan, rombongan sudah tiba di Madinah, Arab Saudi. Bersiap untuk langsung salat Subuh di Masjid Nabawi, kemudian kembali ke hotel untuk sarapan.

Grup ini mengambil paket gold dan platinum dengan durasi 11 hari. Dijadwalkan tiba kembali di Makassar, Minggu, 19 Januari 2020. (fit-sur)