Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: info@tazkiyahtour.co.id
Maret 1, 2022

400 Bus Makkah : Uji Coba oleh Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi akan menguji coba layanan bus di Mekkah.

Program ini merupakan layanan terbaru dari Arab Saudi untuk melayani penduduk mekkah dan jemaah umrah atau jemaah haji.

Komisi Kerajaan Makkah meluncurkan uji coba bus bus, menghubungkan stasiun kereta Haramain Express di Rusaifah dengan stasiun Jabal Omar di dekat Masjidil Haram.

Bus di Makkah

Royal Commission for Makkah City (RCMC) and the Holy Sites, didirikan oleh Raja Salman pada 2018, bertanggung jawab atas peningkatan layanan di Masjidil Haram dan situs-situs suci Makkah.

Dr. Rayan Al-Hazmi, yang merupakan perwakilan dari Komisi Kerajaan untuk Kota Mekkah, menyampaikan bahwa dalam beberapa bulan kedepan akan diluncurkan 12 jalur untuk mengcover sebagian besar daerah mekkah.

Jalur ini akan diperpanjang sampai 280 km diseluruh Makkah. Ada 450 halte, yang dilayani oleh 400 bus.

Dari 400 bus tersebut ada bus berkapasitas 85 penumpang, sementara bus gandeng memiliki kapasitas yang lebih besar yaitu 125 penumpang.

Al-Hazmi mengatakan bahwa empat stasiun pusat di sekitar Masjidil Haram akan menangani transportasi dari satu situs ke situs yang lain, dengan target penduduk kota Makkah dan linkungan sekitarnya.

Ia menambahkan, tahap uji coba ini tidak dipungut biaya karena mereka menginginkan sebanyak mungkin orang untuk mencoba layanan tersebut dan memberikan tanggapannya untuk memastikan bahwa kelompok sasaran puas dengan kualitas layanannya. 

Bus akan mencapai halte setiap lima hingga tujuh menit, sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan. Setiap bus akan dipantau berdasarkan jadwal yang sangat akurat dari ruang kontrol” kata Al-Hazmi kepada Arab News.

Dia mengatakan jalur uji coba itu dijuluki Rute 7A dan berfungsi untuk mengangkut penumpang dari stasiun kereta Haramain Express ke Masjidil Haram, tetapi 12 jalur lainnya didistribusikan dengan cara untuk melayani semua lingkungan, terlepas dari lokasi geografis mereka, termasuk Umm Al -Mahasiswa Universitas Qura dan bahkan pinggiran Makkah.

Baca Juga:  Tazkiyah Tour Raih Raksa Nugraha, Begini Perspektif Media-media di Makassar dan Jakarta

Al-Hazmi mengatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan di Makkah. “Kami juga akan meningkatkan kapasitas selama musim haji dan umrah agar sejalan dengan rencana operasional yang dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umrah.”

Layanan bus ini bertujuan untuk meningkatkan layanan bagi peziarah dan/atau jemaah dan membantu atau mempermudah mereka dalam melaksanakan setiap ritual ibadah

Proyek ini memiliki kontrak untuk penyediaan, pengoperasian, dan pemeliharaan 400 bus untuk jangka waktu delapan tahun enam bulan, dan pembangunan stasiun bus, yang meliputi gedung kontrol, gedung manajemen pengemudi, stasiun bahan bakar, pemeliharaan. bengkel, tempat parkir, dan fasilitas perumahan bagi pengemudi.

Bus dilengkapi sistem pemadam kebakaran, sistem pengurangan emisi karbon, sistem keamanan melalui kamera di dalam dan di luar bus, sistem penghindaran tabrakan, layar elektronik yang menunjukkan tujuan yang dituju, serta sistem hidrolik untuk membantu orang berkebutuhan khusus, bagian khusus untuk kereta bayi dan kursi roda, layanan WiFi, dan sistem audio visual untuk informasi perjalanan di dalam bus. 

Bus akan dijadwalkan secara efektif untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi pada hari-hari normal, waktu puncak dan musim, dengan hingga 20 jam operasional per hari.

Adnan Syahruddin, S.Pd.I., MPA, Managing Direktur PT. Tazkiyah Global Mandiri, sangat mengapresiasi program ini.

Ia mengatakan apabila program ini benar – benar terealisasi sesuai dengan yang ditargetkan, maka akan sangat membantu Jemaah umrah atau Jemaah haji.

Menurut Adnan Syahruddin salah satu masalah utama yang dihadapi oleh Jemaah ketika berada di Mekkah adalah masalah transportasi.

Misalnya Jemaah yang ingin mengambil miqat di Tan’im bisa dengan cara naik bus atau naik taxi.

Cuma kalau naik bus harus berebutan dan berdesak – desakan, sementara apabila naik taxi Jemaah harus pintar tawar menawar dengan sang supir.

Baca Juga:  Tanggapi Layanan Haji Digital, Direktur Haji Khusus Kemenag: Jemaah Diuntungkan

Dengan adanya layanan bus ini, maka nantinya Jemaah tidak perlu berdesak – desakan lagi atau tidak perlu lagi bingung untuk tawar menawar biaya dengan supir taxi, karena sudah ada jadwal dan biaya yang jelas.

 

 

Bagikan :