fbpx
Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: info@tazkiyahtour.co.id

Blog

September 16, 2021

Ketahui 3 Macam-macam Haji dan Perbedaan Pelaksanaannya

Bagi umat muslim ibadah haji adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan jika dianggap sudah mampu melaksanakannya. Itulah sebabnya umat muslim perlu mengetahui aturan atau tata cara pelaksanaan ibadah ini. Perlu Anda ketahui bahwa ibadah haji tidak hanya satu jenis, tetapi ada jenis-jenisnya yang memiliki perbedaan dalam pelaksanaannya. 

Ini Macam-macam Haji dan Perbedaan Dalam Pelaksanaannya

Anda tentu perlu mengetahui perbedaan pelaksanaan haji ini agar bisa melakukan ibadah dengan hikmat. Selain mengetahui tentang apa saja amalan wajib ibadah haji perlu juga Anda ketahui macam-macam haji dan perbedaan pelakasanaannya. Jangan sampai Anda melaksanakan ibadah haji tanpa mengetahui hukum pelaksanaannya. Perbedaan mendasar yang membedakan antara macam-macam haji tersebut adalah waktu pelaksanaannya. 

macam-macam haji

Nanti, jamaah haji kemudian akan dibagi dalam beberapa kelompok keberangkatan. Jadi ada yang sampai lebih dulu atau datang sudah berdekatan di bulan Dzulhijjah. Itulah sebabnya fiqih kemudian mengatur macam-macam haji, yakni ada yang mengerjakan haji terlebih dahulu baru umrah, atau melaksanakannya secara bersamaan. 

“Ibadah haji dikenal ada tiga macam. Dua di antaranya mewajibkan membayar dam atau denda apabila dilakukan. Dalam Rahasia Haji dan Umrah Imam Ghazali, disebutkan, dam wajib dibayar jika jamaah melakukan haji tamattuk dan haji qiran.” –Dikutip dari: ihram.co.id

Macam-macam Haji

 

  • Haji Qiran

 

Haji qiran adalah salah satu ibadah haji yang dilakukan secara bersamaan  dengan ibadah umrah dalam jangka waktu yang sama.  Ibadah haji dan umrah tersebut dilakukan sekaligus dengan satu niat yang sama, yakni sebagai berikut:

 

labbaika hajjan wa ‘umratan”, yakni artinya Haji Qiran ini Anda tidak perlu lagi mengerjakan ibadah umrah karena sudah ibadah haji sebelum yang sekaligus juga melaksanakan ibadah umrah. Perlu Anda ketahui bahwa jika Anda memutuskan untuk menjalankan ibadah haji qiran maka jamaah akan dikenakan dam. Dam ini diperuntukan  karena jamaah menggabungkan ibadah haji dan umrah dalam satu waktu yang dapat berupa qurban atau menyembelih seekor kambing jika mampu. 

 

Baca Juga:  5 Rekomendasi Baju Perempuan dan Pakaian Saat Umroh

Selain qurban, dam juga bisa dilakukan calon jamaah haji dengan berpuasa selama 10 hari. Selain perlu membayar dam, perbedaan jamaah melaksanakan haji qiran adalah melakukan tawaf Qudum saat baru tiba di Mekah dan hal ini bersifat sunnah. Setelah itu jamaah melakukan shalat dua rakaat dibelakang maqam Ibrahim dan dilanjutkan melakukan sa’i antara Shafa dan Marwah.

  • Haji Ifrad

 

Haji Ifrad adalah salah satu ibadah haji yang dilaksanakan terlebih dahulu, baru melaksanakan ibadah umrah. Kata Ifrad bermakna sebagai sesuatu menjadikan hal itu sendiri, atau memisahkan sesuatu hal yang sebelumnya bergabung menjadi sendiri-sendiri.

 

Sederhananya, orang yang melaksanakan ibadah haji ifrad adalah orang telah selesai melaksanakan ibadah haji terlebih dahulu. Setelah itu, jamaah kemudian melakukan ibadah umrah. Macam haji ini mungkin sering Anda temukan banyak dilakukan oleh umat muslim. Haji Ifrad dilaksanakan jamaah dengan melakukan thawaf qudum setelah tiba di Mekkah. Setelah itu dilanjutkan sholat dua rakaat dibelakang maqam Ibrahim.

 

Jamaah haji kemudian melakukan sa’i diantara bukit Shofa dan Marwah untuk melaksanakan ibadah tersebut tanpa bertahallul, dan jamaah menempatkan diri dalam kondisi berihram. Saat melakukan ibadah ini, jamaah tidak diperbolehkan melakukan hal yang diharamkan sampai datang masa tahallul pada 10 Dzulhijjah.

 

Setelah melaksanakan ibadah berihram, jamaah baru boleh melepas pakaian ihramnya dan diperbolehkan untuk menggunakan pakaian lainnya. Namun jika jamaah kembali melakukan ibadah umrah maka menggunakan kain ihramnya lagi. Melaksanakan haji Ifrad tidak perlu lagi membayar denda atau dam.

 

  • Haji Tamattu

 

Haji Tamattu’ ini adalah salah satu ibadah haji yang mendahulukan ibadah umrah baru melaksanakan ibadah haji. Haji ini biasanya disebut dengan haji yang bersenang-senang karena tidak dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Cara melaksanakan haji tamattu jamaah lakukan dengan berihram pada bulan-bulan haji, seperti pada bulan, Dzulqa’dah, 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah, dan Syawal.

 

Baca Juga:  Bingung Tata Cara dan Persyaratan Pendaftaran Haji? Lengkapi 2 Berkas Ini Selengkapnya

Setelah selesai melaksanakan rangkaian ibadah umroh dengan melaksanakan thawaf umrah, Jamaah lalu melakukan sa’i umrah dan kemudian dilanjutkan dengan bertahallul dari ihramnya.  Saat melakukan ibadah ini jamaah harus memotong pendek atau mencukur sebagian rambut kepalanya.

 

Setelah selesaikan ibadah tahallul, jamaah sudah terlepas dari kondisi ihram, sehingga bisa datang di hari Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah. Jamaah di hari Tarwiyah harus berihram kembali dari Mekkah saat melaksanakan hajinya sampai selesai atau sempurna.

 

Jika Anda memilih ibadah haji Tamattu’, maka wajib menyembelih hewan qurban, yakni seekor kambing atau sepertujuh dari sapi atau sepertujuh dari unta. Qurban tersebut bisa dilakukan pada 10 Zulhijjah atau di hari-hari tasyriq seperti tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

 

Nah, itulah penjelasan tentang macam-macam haji yang perlu Anda ketahui sebelum melaksanakannya. Jadi pastikan Anda sudah paham tentang pelaksanaan ibadah haji dan mempersiapkannya sebelum menuju ke tanah suci. 

Bagikan :