Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: tazkiyahmandiri@gmail.com

Blog

Juli 10, 2019

MADINAH – Gelombang pertama jemaah haji asal Indonesia berdatangan ke Kota Madinah. Mereka menginap di hotel yang rata-rata tak begitu jauh dari Masjid Nabawi (Markaziyah).

Namun, ada satu hal yang sangat tidak direkomendasikan oleh petugas haji. Yakni melepas alas kaki dalam perjalanan menuju masjid.

“Jangan membuka alas kaki sebelum pintu masjid karena khawatir kakinya melepuh. Amankan alas kaki, jangan sampai hilang,” ujar Komandan Tim Gerak Cepat (TGC) PPIH Arab Saudi 2019 dr Erwinsyah Erick dilansir tazkiyahtour.co.id dari situs resmi Kemenag, Rabu (10/7/2019).

Ia mengatakan, suhu panas juga membuat lantai Masjid Nabawi menjadi panas. Karena itu jemaah harus memakai alas kaki dan diminta untuk melepasnya saat berada di depan pintu masjid.

Hal yang juga kerap terjadi adalah jemaah lupa menaruh sandal di pintu sebelah mana, sehingga terpaksa berjalan di lantai Masjid Nabawi yang tengah diterpa cuaca panas.

“Kaki jadi melepuh karena menginjak lantai yang panas. Untuk pulih butuh 5-10 hari. Kan kasihan jadi tidak bisa beribadah dengan maksimal,” kata dia di Madinah.

Ia mengatakan bahwa di Masjid Nabawi yang juga merupakan sektor khusus (seksus), TGC akan sinergi dengan tim perlindungan jemaah (linjam) dan unsur lain siap memberikan layanan bagi jemaah di Masjid Nabawi.

“Tim posisinya menyebar. Kami saling komunikasi jika ada kejadian,” ucapnya. Ia menginformasikan, kepada jemaah haji yang lupa menaruh alas kaki, atau kehilangan alas kaki bisa menghubungi sektor khusus di pintu 21, di sana disediakan sandal.

Ia juga mengimbau jemaah haji Indonesia agar tetap memperhatikan kesehatan diri. Selalu menyiapkan alat pelindung diri saat keluar hotel.

“Bawa payung, topi, masker atau apapun yang dapat melindungi diri dari paparan sinar matahari. Usahakan menyemprot wajah dengan air sesering mungkin. Jangan lupa banyak minum air putih yang tersedia di tiap tempat untuk mencegah dehidrasi,” ucap Erick. (fit)

Juli 9, 2019

MAKASSAR – Sudah dua tahun PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour) mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015 untuk layanan haji khusus. Semakin ke sini, standar yang diaplikasikan pun semakin tinggi.

Musim haji 1440 Hijriah ini, jemaah haji khusus Tazkiyah Tour pun kian terlindungi.

Semua karena e-Hajj, sistem yang digunakan pemerintah Arab Saudi dan secara total dijalankan oleh Tazkiyah Tour.

Managing Director Tazkiyah Tour, Adnan Syahruddin menuturkan, secara sederhananya, e-Hajj adalah sistem yang menampung semua data layanan yang akan didapatkan jemaah haji di Arab Saudi nanti.

“Semua sudah ada di situ. Penerbangannya apa, busnya perusahaan mana, hotelnya di mana, makanannya disediakan siapa, sampai maktabnya,” ujarnya, Selasa (9/7/2019).

e-Hajj berbentuk barcode ini, lanjutnya, membuat jemaah akan semakin nyaman dan aman. “Insyaallah para jemaah haji kita terlindungi. Tim kami baru saja kembali dari Saudi untuk mengurus semuanya,” timpal Adnan.

Bahkan, imbuhnya lagi, rumah transit pun sudah harus masuk e-Hajj. Meski diverifikasi Kementerian Agama RI. Standarnya pun naik. Rumah transit minimal harus ada mejanya, teko untuk membuat kopi atau teh, kursi, dan lainnya. Mendekati fasilitas hotel.

Pihak travel pun menjadi lebih mudah dalam pengurusan di Saudi. Tak ada lagi dokumen-dokumen tebal yang mesti dibawa. Tidak perlu mengantongi uang tunai karena sudah sistem transfer.

Presiden Direktur Tazkiyah Tour, Ahmad Yani Fachruddin menuturkan, jemaah haji khusus Tazkiyah Tour kali ini sudah angkatan ke-19.

Sebanyak 126 jemaah haji khusus Tazkiyah Tour diagendakan berangkat 22 Juli. Dijadwalkan tiba kembali di tanah air 18 Agustus mendatang. (fit)

Juli 8, 2019

Jamaah haji yang akan melaksanakan Arbain berupa salat 40 waktu dengan berjamaah di Masjid al Haram Nabawi untuk selalu menjaga kesehatan.

“Jangan sampai mengejar sunah tapi mengesampingkan kesehatan,” pesan Plt Kepala Daker Madinah, Amin Handoyo di Madinah, Senin (8/7/2019).

Pasalnya rangkaian ibadah haji yang akan dilakukan cukup panjang. Masih ada rangkaian wajib haji saat di Mekkah yang butuh cukup tenaga. “Jaga tenaga, jangan terlalu diforsir,” ucap Amin.

Selain itu, dia meminta jamaah haji yang baru sampai di hotel pemondokan Madinah diharapkan segera mengenali tempatnya menginap. Hal itu untukl mengantisipasi kemungkinan agar jemaah tidak kebingungan mencari tempatnya menginap.

“Bisa difoto papan nama hotelnya. Atau minta kartu pada pihak hotelnya. Pertama yang dilakukan orientasi lapangan agar ketika jalan dapat mengenali,” ucap Amin.

Orientasi lapangan juga mesti dilakukan di Masjid al Haram Nabawi dengan mengetahui melalui pintu berapa ketika masuk. Dengan demikian akan lebih aman ketika harus kembali ke tempat semula.

Amin juga meminta jamaah untuk mengenali petugas haji Indonesia yang sudah dilengkapi atribut khusus. Mereka ini bisa ditemui di area sekitar Masjid Nabawi dan siap membantu jamaah yang membutuhkan pertolongan.

 

Juli 7, 2019

Para calon jemaah haji kloter pertama embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai memasuki Asrama Haji Sudiang. Mereka diingatkan untuk menjaga kesehatan karena suhu di Arab Saudi berbeda dengan di Indonesia.

“Kita imbau mereka untuk menjaga kesehatan dan tidak terlalu berkeliaran di luar karena suhu di sana itu 50 sampai 60 derajat Celsius. Apalagi kebanyakan dari mereka ini sudah berusia lanjut,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Sulsel, Anwar Abu Bakar, di Makassar, Sulsel, Sabtu (6/7/2019).

Ada 450 calon jemaah haji kloter pertama embarkasi Makassar. Mereka bakal dilepas oleh Pemkot Makassar serta menjalani pemeriksaan biometrik dan kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Kloter pertama semuanya sudah masuk sore ini. Jumlahnya 450 orang, termasuk petugas haji. Tadi pelepasan dari Pemkot Makassar dan langsung pemeriksaan biometrik dan kesehatan,” ucap Anwar.

Calon jemaah haji dari satu embarkasi nantinya ditempatkan berdasarkan zonasi selama di Arab Saudi. Hal ini ditujukan untuk memudahkan pengaturan petugas haji dan jemaah selama berada di sana.

“Kalau dulu kan itu bercampur. Nanti ini sistemnya zonasi. Jadi jemaah dari embarkasi sini, misalnya, itu disatukan di satu zona. Ini memang untuk lebih memudahkan jemaah dan juga petugas haji,” pungkasnya.

Bagi Tazkiyah Tour sendiri untuk tema layanan haji tahun ini adalah Haji Sehat dan Mabrur untuk itu Tazkiyah Tour sebagai Agen Resmi Penyelenggara Haji Khusus dan Umrah yang Berkelas dan Teruji telah menyiapkan Pemeriksaan Kesehatan Berbasis Lab bagi jamaahnya dan juga pemeriksaan ulang kesehatan pada H-1 Pemberangkatan dengan menyiapkan berbagai macam Obat dan Multi Vitamin dan selain itu bagi jamaah Haji Khusus tahun ini juga telah menyiapkan Dokter Pendamping yang akan melayani jemaah.

Juli 6, 2019

Jamaah haji kehilangan sandal di Masjid Nabawi, Madinah bukan hal yang aneh lagi. Terkait hal ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pelaksana Tugas Kepala Daerah Kerja Madinah Amin Handoyo menyebutkan, yang sering terjadi bukan sandal hilang, tetapi jamaah lupa di mana meletakkan sandalnya.

“Makanya ditandai, jamaah taruh di mana sandalnya,” jelas dia, Sabtu (6/7/2019).

Jamaah, kata dia, sering lupa pintu Masjid Nabawi yang dia masuki, di mana dia meletakkan sandalnya. Ada kalanya, jamaah sudah berada di pintu yang benar, tetapi loker tempat meletakkan sandal yang salah.

“Hal-hal itu yang harus kita ingat,” kata dia.

Dia mengimbau, agar para jamaah membawa minimal plastik untuk membawa sandalnya, dan menaruhnya di loker yang disediakan.

Atau, jika memungkinkan, jamaah agar membawa tas kecil untuk tempat sandalnya. Jika sandal dibawa dalam tas, kata dia, silahkan dibawa ke dalam.

“Tapi kalau pakai plastik jangan. Ditaruh saja di loker. Tapi harus ingat posisi lokernya,” jelas dia.

Kalau pakai plastik dibawa ke dalam masjid, menurut dia, walaupun tidak ditegur petugas, tapi tidak enak dengan orang yang salat di sebelahnya. “Membuat tidak nyaman,” tuturnya.

Tulisan ini di Kutip dari https://haji.okezone.com/read/2019/07/06/398/2075460/ke-masjid-nabawi-ini-tips-jamaah-haji-agar-tidak-kehilangan-sandal