Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: tazkiyahmandiri@gmail.com

Blog

Agustus 10, 2024

Shalat dhuha merupakan salah satu shalat sunah yang dikerjakan di pagi hari, mulai dari matahari terbit hingga sebelum waktu zuhur.

Shalat ini memiliki keutamaan yang besar dan dapat dilakukan dalam jumlah minimal dua rakaat hingga maksimal delapan rakaat.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membaca doa setelah sholat dhuha. Artikel ini akan membahas doa setelah sholat dhuha secara lengkap, baik dalam bahasa Arab, Latin, maupun artinya, serta menjelaskan manfaat dari doa tersebut.

Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha

Setelah melaksanakan sholat dhuha, umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa khusus sebagai bentuk permohonan dan pengharapan.

doa setelah sholat dhuha
Source image: canva.com

Bacaan doa setelah sholat dhuha ini berfungsi untuk memohon ampunan, berkah, dan rezeki dari Allah SWT. Berikut adalah dua doa utama yang dapat dibaca:

1. Doa Pertama

Bahasa Arab:

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

Latin:

Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.”

Doa ini mengungkapkan pengakuan bahwa segala sesuatu yang baik dalam waktu dhuha adalah milik Allah. Bacaan ini mengandung pengharapan untuk mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.

2. Doa Kedua

doa setelah sholat dhuha sesuai sunnah
Source image: canva.com

Bahasa Arab:

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin:

Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin

Artinya:

“Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit, maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

Doa setelah sholat dhuha ini merupakan permohonan agar rezeki yang mungkin belum tercapai dapat diberikan oleh Allah, dengan memohon agar segala kesulitan dihapuskan dan segala yang haram disucikan.

Agustus 7, 2024

Shalat jenazah adalah salah satu bentuk ibadah penting dalam Islam yang dilaksanakan untuk menghormati orang yang telah meninggal dunia.

Shalat jenazah ini dilakukan dengan empat kali takbir tanpa rukun, sujud, dan duduk. Sebagai bentuk kewajiban, shalat jenazah harus dilakukan oleh umat Muslim ketika ada di antara mereka yang meninggal dunia.

Hukum Shalat Jenazah

Shalat jenazah merupakan kewajiban kifayah, yaitu kewajiban yang pelaksanaannya dapat dipenuhi jika sudah dilaksanakan oleh sebagian kaum Muslimin.

hukum shalat jenazah
Source image: tvonenews.com

Namun, jika tidak ada yang melaksanakannya, maka seluruh kaum Muslimin akan berdosa. Hukum ini berdasarkan hadits berikut:

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أُتِيَ بِجَنَازَةٍ لِيُصَلِّيَ عَلَيْهَا ، فَقَالَ : هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ ؟ قَالُوا : لاَ فَصَلَّى عَلَيْهِ ثُمَّ أُتِيَ بِجَنَازَةٍ أُخْرَى ، فَقَالَ : هَلْ عَلَيْهِ مَنْ دَيْنٍ قَالُوا نَعَمْ قَالَ صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ قَالَ أَبُو قَتَادَةَ عَلَيَّ دَيْنُهُ يَا رَسُولَ اللهِ فَصَلَّى عَلَيْهِ – رواه البخاري

Dari Salamah bin al-Akwa’ r.a., ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah didatangkan seorang jenazah, agar beliau menshalatinya. Lantas beliau bertanya, ‘Apakah orang ini punya hutang?’ Mereka menjawab, ‘Tidak’. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolatkan jenazah tersebut. Kemudian didatangkan jenazah yang lain. Beliau bertanya, ‘Apakah dia punya hutang?’ Mereka menjawab, ‘Ya’. Beliau berkata, ‘Shalatkanlah sahabat kalian.’ Abu Qatadah berkata, ‘Saya yang menanggung hutangnya wahai Rasulullah.’ Lalu beliau menyolatkan jenazah tersebut. (HR. Bukhari).

Hadits ini menunjukkan bahwa shalat jenazah adalah kewajiban kifayah dan harus dilaksanakan jika ada yang meninggal dunia.

Jika ada jenazah yang memiliki hutang, maka umat Muslim harus memastikan ada yang menanggung hutangnya sebelum melaksanakan shalat jenazah.

Tata Cara Shalat Jenazah

Shalat jenazah dilaksanakan dengan empat kali takbir tanpa rukun, sujud, dan duduk. Prosedur shalat jenazah ini sama untuk laki-laki dan perempuan, dan dilakukan secara berdiri.

Berikut adalah rukun serta tata cara shalat jenazah:

Tata Cara Shalat Jenazah Laki laki & Perempuan

1. Berniat

Niat shalat jenazah dilafalkan dalam hati, namun bagi yang terbiasa, dapat juga diucapkan secara lisan.

Niat Shalat Jenazah Laki-laki

Ushalli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbiratin fardhu kifayati (imaman/ma’muman) lillahi Ta’ala. Allahu akbar.

Artinya: “Saya berniat shalat untuk mayat ini empat takbir karena menjalankan fardhu kifayah sebagai (imam/makmum) karena Allah Ta’ala. Allah Mahabesar.”

Niat Shalat Jenazah Perempuan

Ushalli ‘ala hadzihil mayyitati arba’a takbiratin fardhu kifayati (imaman/ma’muman) lillahi Ta’ala. Allahu akbar.

Artinya: “Saya berniat shalat untuk mayat ini empat takbir karena menjalankan fardhu kifayah sebagai (imam/makmum) karena Allah Ta’ala. Allah Mahabesar.”

2. Takbiratul Ihram (Takbir Pertama)

Setelah membaca niat, bacalah takbiratul ihram dan kemudian membaca Surah Al-Fatihah.

3. Takbir Kedua

tata cara shalat jenazah
Source image: liputan6.com

Setelah takbir kedua, bacalah shalawat Nabi Muhammad SAW. Bacaan shalawat yang disarankan adalah sebagai berikut:

Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad, kamâ shallaita ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhim, wa bârik ‘alâ sayyidinâ Muhammad, wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad, kamâ bârakta ‘alâ sayyidina Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhim fil ‘âlamîna innaka hamîdun majîd.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

4. Takbir Ketiga

Bacalah takbir ketiga dan dilanjutkan dengan doa untuk jenazah. Bacaan doa untuk jenazah adalah sebagai berikut:

Doa untuk Jenazah Laki-laki

Allâhummaghfir lahu warhamhu wa ‘âfihi wa‘fu anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu waghsilhu bilmâ’i wats tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathâyâ kamâ naqaita ats-tsauba al-abyadh minad danasi, wa abdilhu dâran khairan min dârihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi wa adkhilhu al-jannata wa a’idzhu min ‘adzâbil qabri wa min adzâbinnâr.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, bebaskanlah dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempatnya, luaskanlah kuburnya, dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Kemudian masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari siksa kubur dan siksa neraka.”

Doa untuk Jenazah Perempuan

Allâhummaghfir lahâ warhamhâ wa ‘âfihâ wa‘fu anhâ wa akrim nuzulahâ wa wassi’ madkhalahâ waghsilhâ bilmâ’i wats tsalji wal baradi, wa naqqihâ minal khathâyâ kamâ naqaita ats-tsauba al-abyadh minad danasi, wa abdilhâ dâran khairan min dârihâ wa ahlan khairan min ahlihâ wa zaujan khairan min zaujihâ wa adkhilhâ al-jannata wa a’idzhâ min ‘adzâbil qabri wa min adzâbinnâr.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, bebaskanlah dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempatnya, luaskanlah kuburnya, dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Kemudian masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari siksa kubur dan siksa neraka.”

5. Takbir Keempat

tata cara sholat jenazah sesuai sunnah
Source image: canva.com

Setelah membaca doa, bacalah takbir keempat dan disunnahkan untuk membaca doa berikut:

Untuk jenazah laki-laki

Allâhumma lâ tahrimnâ ajrahu wa la taftinna ba’dahu waghfir lanâ wa lahu.

Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”

Untuk jenazah perempuan

Allâhumma lâ tahrimnâ ajrahâ wa la taftinna ba’dahâ waghfir lanâ wa lahâ.

Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”

6. Salam

Setelah takbir keempat, ucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

Assalamu’alaikum wa rahmatullah.

Penutup

Shalat jenazah adalah salah satu bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang telah meninggal dunia. Melaksanakannya dengan khusyuk dan penuh pengertian adalah bentuk kepedulian kita sebagai umat Islam terhadap sesama.

Semoga panduan ini bermanfaat dan memudahkan Anda dalam melaksanakan shalat jenazah. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau membutuhkan klarifikasi, jangan ragu untuk bertanya.

Agustus 6, 2024

Dalam agama Islam, dianjurkan untuk membaca doa sebelum melakukan berbagai aktivitas. Salah satu doa yang sangat penting adalah doa pembuka rezeki.

Doa pembuka rezeki ini memiliki tujuan untuk mempermudah usaha dalam mencari rezeki, mengingatkan umat Muslim akan ketergantungan mereka kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan, serta memperkuat keyakinan bahwa rezeki berasal dari-Nya.

Doa Pembuka Rezeki dari Segala Penjuru

doa pembuka rezeki
Source image: canva.com

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat At-Talaq ayat 3:

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Artinya: “Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”

Berikut doa pembuka rezeki dari segala penjuru yang sebaiknya kamu hafal dan baca setiap hari

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ اَنْوَاعِ الرِّزْقِ وَالْفُتُوْحَاتِ، بَابَاسِطَ الَّذِيْ يبَسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَآء بِغَيْرِ حِسَابٍ اُبْسُطْ عَلَيَّ رِزْقًا كَثِيْرًا مِنْ كُلِّ جِهَةٍ مِنْ خَزَائِنِ رِزْقِكَ بِغَيْرِ مِنَّةٍ مَخْلُوْقٍ بِفَضْلِكَ وَكَرَمِكَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Wahai Allah limpahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw; sebanyak aneka rupa rizqi. Wahai Dzat Yang Maha Meluaskan rizqi kepada orang yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Luaskan dan banyakanlah rizqiku dari segenap setiap penjuru dan perbendaharaan rizqi-Mu tanpa pemberian dari makhluk, berkat kemurahan-Mu jua. Dan limpahkanlah pula rahmat dan salam atas dan para sahabat beliau.”

Doa ini mengandung permohonan agar Allah meluaskan dan memperbanyak rezeki dari berbagai penjuru, memohon agar rezeki datang tanpa melalui perantara manusia dan semata-mata karena kemurahan Allah.

Doa Pembuka Rezeki di Pagi Hari

Rasulullah SAW mengajarkan doa pembuka rezeki dan dzikir di pagi hari untuk mengharapkan keberkahan sepanjang hari. Berikut beberapa doa pagi hari yang mustajab:

doa pembuka rezeki di pagi hari
Source image: canva.com

Doa Pertama

يَا أَوَّلَ الْأَوَّلِينَ وَيَا آخِرَ الْآخِرِينَ وَيَا ذَا الْقُوَّةِ الْمَتِينَ وَيَا رَاحِمَ الْمَسَاكِينَ وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Artinya: “Wahai Yang Maha Awal di antara mereka yang awal, wahai Yang Maha Akhir di antara mereka yang akhir, Wahai Yang Memiliki Kekuatan, wahai Yang Menyayangi orang-orang miskin, wahai Yang Maha Pengasih di antara mereka yang pengasih.” (HR. Abu Dawud)

Doa Kedua

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

Doa ini dipanjatkan Rasulullah SAW setelah salam shalat subuh, memohon ilmu bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima.

Doa Ketiga

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Artinya: “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.)

Doa ini disampaikan dalam hadits Ali, memohon agar Allah mencukupi kebutuhan dengan yang halal dan menjauhkan dari yang haram.

Doa Keempat

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Hidup, serta Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan, perbaiki seluruh urusan atau keadaanku, dan janganlah Engkau mewakilkan aku kepada diriku sendiri dalam sekejap mata pun.” (HR. Imam An-Nasai, Imam al-Bazzar, dan Imam al-Hakim)

Doa ini memohon kepada Allah untuk memperbaiki segala urusan dan menghindarkan dari segala kesusahan.

Doa Pembuka Rezeki untuk Usaha

doa pembuka rezeki untuk usaha
Source image: canva.com

Berdagang adalah salah satu cara untuk menjemput rezeki. Dengan berdagang, banyak orang mencari nafkah, termasuk Rasulullah SAW yang juga berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Namun, berdagang tidak lepas dari risiko dan tantangan. Untuk itu, doa pembuka rezeki untuk usaha sangat penting agar usaha berjalan lancar.

Salah satu doa pembuka rezeki untuk usaha atau dagang yang dicontohkan oleh Nabi Sulaiman AS terdapat dalam Surah An-Naml ayat 19:

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ

Artinya: “Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, ‘Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.'”

Doa ini mengajarkan pentingnya syukur atas nikmat Allah dan memohon agar diberikan kemudahan dalam berusaha, serta dimasukkan ke dalam golongan orang-orang saleh.

Dengan memahami dan mengamalkan doa-doa ini, diharapkan setiap usaha dalam mencari rezeki menjadi lebih berkah dan sukses. Semoga Allah SWT mempermudah dan melimpahkan rezeki dari berbagai penjuru.

Penutup

Sebagai penutup, doa pembuka rezeki memegang peranan penting dalam kehidupan seorang Muslim. Dengan membaca doa ini, kita tidak hanya berusaha untuk membuka pintu rezeki dari segala penjuru, tetapi juga mengingatkan diri kita akan ketergantungan kita pada Allah SWT.

Doa-doa yang telah diajarkan Rasulullah SAW dan para nabi, seperti doa pagi hari dan doa khusus untuk usaha, mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan berdoa dengan tulus.

Melalui doa pembuka rezeki ini, kita meminta agar Allah memberkahi usaha kita, memperluas rezeki, dan memberikan keberkahan dalam setiap langkah yang kita ambil.

Semoga dengan niat dan usaha yang disertai doa yang penuh keyakinan, kita dapat meraih rezeki yang halal dan berkah, serta mendapatkan kemudahan dalam setiap aktivitas kita. Aamiin.

Agustus 5, 2024

Riba adalah masalah ekonomi yang sering kali dilakukan oleh manusia, termasuk oleh sebagian umat Islam itu sendiri, cukup banyak yang terjebak dalam dosa riba.

Padahal, baik Al-Qur’an, Hadis, maupun jumhur Ulama secara tegas menyatakan bahwa praktik dosa riba adalah haram. Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, beliau menyampaikan bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

“Allah melaknat orang yang memakan (pemakai) riba, orang yang memberi riba, dua orang saksi dan pencatat (dalam transaksi riba), mereka sama saja”. [HR. Muslim dan Ahmad]

Hadis yang mulia ini dengan jelas menjelaskan keharaman riba, bahaya yang ditimbulkannya bagi individu dan masyarakat, serta ancaman bagi mereka yang terlibat dalam dosa riba.

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan bahwa semua pihak yang terlibat dalam transaksi riba akan terkena laknat.

Dosa Riba Dalam Alquran

Dosa riba adalah salah satu dosa besar yang dilaknat dalam Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan secara tegas mengenai dosa riba dan ancaman terhadap pelakunya.

dosa riba dalam alquran
Source image: canva.com

Riba tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga membawa bahaya spiritual dan moral yang serius. Allah subhanahu wa ta’ala menggarisbawahi bahaya serta besarnya dosa riba dengan ancaman yang keras bagi mereka yang terlibat dalam praktik tersebut.

Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan ancaman berat kepada mereka yang terlibat dalam riba.

Ancaman tersebut mencakup azab yang pedih, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an:

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ فَمَنْ جَاۤءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَۗ وَاَمْرُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Dan barang siapa yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. [Al-Baqarah/2:275]

Allah juga menghilangkan berkah dari harta yang diperoleh melalui dosa riba dan mencap pelakunya sebagai orang yang kufur:

يَمْحَقُ اللّٰهُ الرِّبٰوا وَيُرْبِى الصَّدَقٰتِ ۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ اَثِيْمٍ

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa.” [Al-Baqarah/2:276]

Allah juga memerangi riba dan pelakunya, sebagaimana firman-Nya:

فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا فَأْذَنُوْا بِحَرْبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۚ وَاِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوْسُ اَمْوَالِكُمْۚ لَا تَظْلِمُوْنَ وَلَا تُظْلَمُوْنَ

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” [Al-Baqarah/2:279]

Apakah Dosa Riba Bisa Diampuni

Allah subhanahu wa ta’ala masih membuka pintu taubat bagi hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan yang benar. Berikut adalah cara-cara untuk bertaubat dari dosa riba menurut ajaran Islam:

cara taubat dari riba
Source image: canva.com

5 Cara Taubat dari Dosa Riba

1. Bertaubat dengan Sungguh-sungguh (Taubatan Nasuha)

Taubat dari dosa riba harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Menurut Ustadz Adi Hidayat, taubat yang diterima adalah taubat yang benar-benar tulus, di mana seorang hamba benar-benar menyesali perbuatannya dan berniat untuk tidak mengulanginya lagi.

2. Menghindari dan Tidak Mengulangi Dosa

Setelah bertaubat, penting untuk tidak terjebak kembali dalam praktik riba. Ini berarti menjauhkan diri dari segala bentuk transaksi yang mengandung riba dan berusaha hidup sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

3. Menyalurkan Harta Riba sebagai Sedekah

Jika masih ada sisa harta atau keuntungan dari riba, maka sebaiknya harta tersebut dikeluarkan dalam bentuk sedekah untuk kepentingan umum.

Ini bisa berupa pembangunan fasilitas umum seperti sumur, jalan, masjid, atau tempat ibadah lainnya. Dengan cara ini, harta riba tidak menjadi penghalang dalam proses taubat.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa dengan meniatkan sisa harta riba untuk sedekah kepentingan umum, Allah akan mengampuni pokok-pokok harta yang didapat dari riba dan yang telah lalu dimaafkan.

4. Meningkatkan Amalan Sholeh

Memperbanyak amal sholeh seperti sedekah, infak, dan ibadah lainnya adalah bentuk perbaikan diri yang penting. Dengan beramal sholeh secara konsisten, seseorang menunjukkan bahwa ia benar-benar telah bertaubat dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah.

5. Memperbaiki Kehidupan Secara Keseluruhan

apakah dosa riba bisa diampuni
Source image: canva.com

Taubat tidak hanya sebatas pada tindakan menjauhi riba, tetapi juga mencakup perbaikan hidup secara keseluruhan. Ini berarti memperbaiki akhlak, meningkatkan ibadah, dan menjauhi segala bentuk maksiat lainnya.

Penutup

Meskipun dosa riba adalah pelanggaran berat, Allah subhanahu wa ta’ala adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Dengan bertaubat secara tulus, menjauhi praktik riba, dan memperbaiki amalan hidup, seseorang dapat berharap agar dosa-dosanya diampuni oleh Allah.

Pintu taubat selalu terbuka bagi mereka yang benar-benar ingin kembali ke jalan yang benar. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita dan memberkahi kita dengan ampunan-Nya serta menjamin surga bagi umat yang bertaqwa. Aamiin.

 

Agustus 3, 2024

Shalat adalah salah satu pilar utama dalam Islam. Karena kedudukannya yang sangat penting, shalat memainkan peranan penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci tentang pahala shalat berjamaah, baik yang dilakukan di masjid maupun di rumah, serta perbandingan pahala shalat berjamaah di tempat-tempat suci seperti Masjidil Haram.

Pahala Shalat Berjamaah Sebanyak Apa?

Pahala shalat berjamaah memiliki nilai pahala yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda :

“Shalat berjamaah lebih berharga 27 derajat dibandingkan shalat sendirian.” (HR. Malik, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Nasa’i)

Hadits ini menjelaskan bahwa shalat berjamaah mendapatkan pahala yang jauh lebih besar dibandingkan shalat sendirian.

pahala shalat berjamaah
Source image: canva.com

Rasulullah SAW selalu melakukan shalat berjamaah di Masjid Nabawi selama beliau berada di Madinah, menegaskan pentingnya kebersamaan dalam beribadah.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Shalat berjamaah lebih bernilai dibandingkan shalat sendirian dengan tambahan dua puluh tujuh derajat. Ini karena setiap langkah menuju masjid meningkatkan derajat dan menghapus dosa. Selama di masjid, orang tersebut terus dianggap sedang beribadah, dan malaikat mendoakannya dengan doa, ‘Ya Allah, ampunilah dia.’” (HR. Bukhari, Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa setiap langkah menuju masjid dihitung sebagai pahala shalat berjamaah, dan menunggu waktu shalat di masjid juga merupakan bagian dari ibadah yang bernilai tinggi.

Pahala Shalat Berjamaah di Rumah

Shalat berjamaah di rumah juga memberikan pahala, meski tidak sebesar jika dilakukan di masjid. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa pahala shalat berjamaah di masjid memiliki keutamaan 25-27 derajat lebih tinggi daripada shalat di rumah.

Namun, bagi mereka yang tidak bisa beribadah di masjid karena sakit atau perjalanan jauh, pahala yang diperoleh tetap sama dengan pahala jika mereka sehat dan berada di rumah.

Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa hadits ini berlaku bagi mereka yang memiliki niat baik untuk melakukan shalat berjamaah tetapi terhalang. Pahala tetap diberikan meskipun mereka tidak dapat melaksanakan shalat di masjid.

Pahala Shalat Berjamaah di Masjid

1. Pahala Melangkahkan Kaki ke Masjid

Setiap langkah menuju masjid diberikan pahala khusus. Rasulullah SAW bersabda:

“Seorang yang berjalan ke masjid, maka tiap langkah kakinya akan diberikan satu pahala, dihapuskan satu dosa, dan dinaikkan satu derajat oleh Allah SWT.” (Ibnu Majah, Muslim)

2. Pahala Menunggu Waktu Shalat

Jika Anda tiba di masjid sebelum waktu shalat dan menunggu dengan penuh kesabaran, Anda akan mendapatkan pahala shalat berjamaah yang besar. Rasulullah SAW mengatakan:

“Orang yang menunggu sholat di masjid diberi pahala seperti sedang sholat.” (HR. Bukhari)

3. Doa Malaikat

pahala shalat berjamaah di masjid
Source image: canva.com

Selama berada di tempat shalat, malaikat akan terus mendoakan orang tersebut dengan doa:

“Ya Allah, ampunilah dia, Ya Allah, ampunilah dia.”

Pahala Shalat Berjamaah di Masjidil Haram

Dalam buku Amalan Kecil Berpahala Besar: Meraih Keberkahan Hidup ala Rasulullah SAW yang ditulis oleh Ustadz Arif Rahman, diterangkan mengenai besarnya pahala shalat yang dilakukan di Masjidil Haram.

Hadits dari Jabir RA menjelaskan bahwa shalat di Masjidil Haram memiliki nilai pahala yang mencapai seratus ribu kali lipat dibandingkan dengan shalat di tempat lain. Rasulullah SAW bersabda:

صلاة في مسجدي أفضل من ألف صلاة فيما سواه من المساجد إلا مسجد مكة

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik daripada seribu shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram.” (HR. Bukhari dan Muslim)Bagian Atas Formulir

Hadits ini menegaskan bahwa walaupun shalat di Masjid Nabawi sangat mulia dan lebih baik dari pada seribu shalat di masjid lain, pahala shalat di Masjidil Haram tetap jauh lebih besar.

Penjelasan ini diperkuat oleh Syaikh bin Baz dalam Majmu’ Fatwa, yang menekankan bahwa pahala shalat berjamaah di Masjidil Haram melampaui pahala shalat di seluruh tempat di Tanah Haram, baik Makkah maupun Madinah.

pahala shalat berjamaah
Source image: canva.com

Dalam sebuah hadits lain yang terdapat dalam Shahih Sunan Ibni Majah, disebutkan:

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

“Shalat di masjidku lebih utama dari seribu shalat di tempat lain, kecuali di Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu shalat di masjid lainnya.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa shalat di Masjidil Haram memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu seratus ribu kali lebih baik dibandingkan shalat di masjid lain.

Sementara itu, shalat di Masjid Nabawi bernilai seribu kali lipat dibandingkan dengan shalat di tempat-tempat lain.

Sebagai gambaran, jika seseorang melakukan shalat lima waktu di Masjidil Haram selama sepuluh hari berturut-turut, pahalanya sebanding dengan shalat sejuta kali per hari atau bahkan lebih dari 2.777 tahun.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memanfaatkan setiap kesempatan untuk beribadah di Masjidil Haram, karena keutamaan yang diberikan oleh Allah SWT sangatlah besar.