Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: tazkiyahmandiri@gmail.com

Blog

Februari 11, 2024

Sunnah haji menjadi amalan yang dilakukan oleh para jama’ah haji untuk menambah pahala. Sunnah haji dilakukan saat memasuki Makkah, tawaf, sa’i, dan ketika keluar dari Mina.

Penting bagi Anda sebelum berangkat haji untuk mengetahui sunah – sunnah haji. Apa saja sunnah haji? Berikut ini penjelasannya

Pengertian Sunnah Haji

Sunnah haji adalah amalan – amalan yang dilakukan untuk menyempurnkakan ibadah haji. Karena bersifat sunnah, maka tidak wajib dilakukan.

Seseorang yang melakukan sunnah haji akan mendapatkan pahala yang berkali – kali lipat, jika tidak dilakukan pun tidak akan berdosa.

Sunnah Haji Apa Saja

Secara umum ada beberapa sunnah saat melakukan haji, antara lain:

  • Sunnah Ihram
  • Sunnah ketika masuk Makkah
  • Sunnah Thawaf
  • Sunnah Sa’i
  • Sunnah ketika keluar Mina

Pada setiap sunnah haji tersebut juga terdapat sunah – sunah lain yang perlu dilakukan.

Sunnah Ihram Saat Haji

Berikut 7 sunnah haji saat ihram.

  1. Mandi sebelum ihram

Seseorang yang hendak melakukan ihram disarankan untuk mandi, baik laki – laki maupun perempuan (keadaan suci ataupun haid). Apabila tidak ada air, maka disunnahkan untuk bersuci dengan cara tayamum.

  1. Memakai minyak wangi

Memakai minyak wangi disunnahkan saat ihram. Hal ini juga dilakukan Rasulullah sebagaimana yang dikatakan ‘Aisyah bahwa ia memakaikan nabi SAW wewangian sebelum berihram dan ketika sebelum thawaf.

Penggunaan minyak wangi hanya boleh di badan, bukan di pakaian ihram. Jika minyak wangi digunakan di jenggot hingga menetes ke pakaian ihram, maka hal tersebut diperbolehkan.

  1. Melakukan ihram menggunakan kain ihram berwarna putih

Menggunakan kain ihram berwarna putih disunnahkan saat melakukan ihram. Pakaian ihram laki – laki berupa dua kain putih tidak berjahit yang digunakan untuk mentup aurat bagian atas dan bawah.

sunnah haji

Sedangkan pakaian ihram wanita berupa pakaian biasa yang menutup aurat (menyerupai mukena).

Sebenarnya boleh saja menggunakan pakaian selain putih namun hukumnya makruh. Hal ini disampaikan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Raudhah.

  1. Sholat di Lembah ‘Aqiq

Mayoritas ulama berpendapat sunnah untuk melaksanakan sholat dua raka’at di lembah ‘Aqiq. Hal ini dilakukan oleh Rasulullah SAW melalui hadits Umar berikut:

Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda di lembah ‘Aqiq: Tadi malam, telah datang kepadaku utusan Rabb-ku dan berkata, ‘Shalatlah di lembah yang diberkahi ini dan katakan (niatkan) umrah dalam haji’”.

  1. Mengeraskan suara ketika membaca Talbiyah

Mengeraskan suara ketika talbiyah disunahkan dalam ihram. Hal ini juga dilakukan oleh sahabat Rasulullah yang berteriak saat berihram hingga suaranya parau.

Mengeraskan suara saat ihram sesuai dengan sabda SAW yang diriwayatkan dalam hadits as-Saib bin Khalladi.

  1. Membaca tahmid, tasbih, dan takbir sebelum ihram

Sebelum melakukan ihram, jama’ah disunnahkan untuk membaca tasbih, takbir, dan tahmid atau yang berbunyi Subhanallah Walhamdulillah Walailahaillallah Waallahuakbar. Bacaan ini sangat disukai oleh Allah dan juga dilakukan oleh Rasulullah SAW.

  1. Ihram menghadap kiblat

Hadits Nafi’ menjelaskan bahwa ketika Ibnu ‘Umar selesai sholat shubuh di Dzul Hulaifah, ia memerintahkan rombongan untuk berjalan.

Ketika semua rombongan sudah rata, Ibnu ‘Umar kemudian menghadap kiblat sambil bertalbiyah. Hal ini pun dilakukan oleh Rasulullah SAW dan dijadikan sebagai sunnah ihram.

Sunnah Ketika Memasuki Makkah Saat Haji

  1. Menginap di Dzu Thuwa, mandi, dan memasuki kota Makkah di siang hari

Ketika Ibnu ‘Umar mendekati kota Makkah, ia menghentikan talbiyah dan menginap di Dzu Thuwa. Kemudian, ia sholat subuh dan mandi.

Hal ini pun juga dikerjakan oleh Rasulullah SAW, sehingga menjadikannya sebagai sunnah ketika memasuki Makkah.

  1. Memasuki kota Makkah dari ats-Tsaniyah al-‘Ulya (jalan atas)

Diriwayatkan dalam hadits Ibnu ‘Umar, Rasulullah saat masuk ke Kota Makkah untuk melaksanakan haji dilakukan melalui ats-Tsaniyah al-‘ulya atau jalan atas. Sedangkan Rasulullah keluar dari ats-Tsaniyah as-Sufla (jalan bawah).

  1. Mendahulukan kaki kanan ketika masuk ke masjidil haram

Saat masuk ke masjidil haram, dahulukan kaki kanan sambil membaca doa berikut:

أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ، اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.

Aku berlindung kepada Allah Yang Mahaagung, dengan wajah-Nya Yang Mahamulia dan kekuasaan-Nya yang abadi, dari syaitan yang terkutuk. Dengan Nama Allah dan semoga shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Muhammad, Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.”

Sebaliknya saat hendak keluar masjidil haram, hendaknya dahulukan kaki kiri.

  1. Mengangkat tangan ketika melihat Ka’bah

Ibnu ‘Abas meriwayatkan saat melihat Ka’bah disunahkan untuk mengangkat tangan sambil berdo’a:

اَللّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ.

“Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan dan dari-Mu keselamatan, serta hidupkanlah kami, wahai Rabb kami dengan keselamatan”

Sunnah Tawaf Saat Haji

Berikut sunnah haji saat tawaf.

  1. Al-Idhthiba’

Al-Idhthiba’ dilakukan oleh laki – laki. Caranya dengan memasukkan tengah – tengah kain ihram ke bawah ketiak kanan dan menyelempangkannya ujungnya ke pundah kiri, sehingga pundak kanan terbuka.

Hal ini sesuai dengan hadits Ya’la bin Umayyah bahwa Rasulullah Shallallahu SAW juga melakukan idhtiba’ saat tawaf

  1. Mengusap Hajar Aswad

Mengusap hajar aswad dilakukan ketika sampai di Makkah. Kemudian diikuti dengan lari – lari kecil di 3 putaran pertama dari total 7 putaran thawaf.

Hal ini sesuai dengan riwayat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma yang pernah melihat Rasulullah SAW melakukan hal tersebut.

  1. Mencium Hajar Aswad dan sujud di atasnya

Mencium hajar aswad dilakukan saat tawaf, kemudian disunnahkan untuk sujud di atasnya. Mencium dan sujud di atas hajar aswad bisa jama’ah lakukan jika kondisinya memungkinkan.

sunnah haji ada 5 yaitu

Jika tidak bisa, maka bisa mengusapnyan menggunakan tongkat dan mencium tongkat tersebut sebagai isyarat.

  1. Takbir setiap melewati Hajar Aswad

Saat melakukan tawaf, jama’ah haji harus mengelilingi Ka’bah selama 7 kali. Di setiap putaran tersebut, jama’ah disunnahkan untuk membaca takbir setiap kali melewati hajar aswad.

  1. Berlari kecil di 3 putaran pertama thawaf

Pada 3 putaran pertama thawaf, jama’ah disunnahkan untuk berlari – lari kecil.

Hal ini seperti yang dilakukan Rasulullah SAW dalam hadits Ibnu ‘Umar : “Bahwasanya Rasulullah SAW ketika thawaf mengitari Ka’bah, thawaf yang pertama kali, beliau berlari-lari kecil tiga putaran dan berjalan empat putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir kembali di Hajar Aswad.”

  1. Mengusap rukun Yamani

Saat tawaf, jama’ah disunahkan untuk mengusap Yamani dengan tangan kanan sambil mengucap “Bismillah Wallahuakbar”. Menurut Ibnu Umar, sunnah ini bisa menghapus dosa – dosa.

  1. Berdo’a di antara dua rukun (rukun Yamani dan Hajar Aswad)

Ketika jamaah sampai di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad (pada putaran pertama) disunnahkan membaca doa:

رَبَّنَآ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa Neraka.”

  1. Shalat dua rakaat di belakang maqam Ibrahim setelah thawaf

Setelah selesai thawaf, sunnah haji selanjutnya adalah sholat 2 rakaat di belakang makam Ibrahim.

Hal tersebut didasarkan pada hadits Ibnu ‘Umar yang melihat Rasulullah melakukan sholat di belakang makam Ibrahim setelah tawaf selesai.

Sebelum melaksanakan sholat di belakang makam Ibrahim hendaknya membaca do’a berikut.

وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّىٰ.

Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim itu tempat shalat.”

Selanjutnya, Rasulullah juga membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Kaafirun saat melakukan sholat di belakang makam Ibrahim, seperti halnya yang disampaikan hadits Jabir.

  1. Iltizam di antara Hajar Aswad dan pintu Kabah

Iltizam dilakukan dengan cara menempelkan dada, tangan, dan pipi pada Ka’bah. Sunnah ini dilakukan ketika meninggalkan Makkah dan jika kondisinya memungkinkan.

Hal ini dilakukan oleh Rasulullah seperti yang diungkapkan dalam hadits Jabir Radhiyallahu anhu.

  1. Minum air zamzam dan mencuci kepala dengannya

Minum air zam – zam dan mencuci kepala menggunakan air merupakan hal yang pernah dilakukan oleh Rasulullah. Hal ini sesuai dengan hadits Jabir yang dan bisa dijadikan sebagai sunnah saat tawaf haji.

Sunnah Sai Saat Haji

Sa’i merupakan proses mengelilingi bukit Shafa dan Marwah yang dilakukan saat haji. Berikut sunnah haji Sa’i yang dilakukan saat haji.

  1. Mengusap Hajar Aswad

Mengusap hajar aswad juga dilakukan saat Sa’i, sama halnya dengan proses saat tawaf.

  1. Membaca do’a ketika Sa’i

Saat mendekati Shafa ketika mau melakukan sa’i, jama’ah membaca do’a berikut.

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullaah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai di antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu ke-bajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Mahamen syukuri kebaikan lagi Mahamengetahui.” (Al-Baqarah 2: 158).

Kemudian membaca do’a berikut:

نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ.

Kami mulai dengan apa yang dimulai oleh Allah

  1. Membaca do’a di Shafa

Ketika berada di Shafa, jam’ah menghadap kiblat dengan membaca do’a berikut.

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ.

Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan, bagi-Nya segala puji dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata. Yang melaksanakan janji-Nya, membela hamba-Nya (Muhammad) dan mengalahkan golongan musuh sendirian.”

sunnah sunnah haji

  1. Berlari – lari kecil di antara dua pilar hijau

Saat menuju ke Bukit Shafa, jama’ah akan menemukan pilar hijau yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari Bukit Shafa. Pada saat itu, disunnahkan untuk berlari – lari kecil  sambil membaca do’a berikut:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالاَ نَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الاَعَزُ الاَكْرَمُ.

Tuhanku, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguh Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Mulia dan Maha Pemurah

  1. Lakukan hal yang yang sama di Marwah dengan di Shafa

Sunnah Keluar Mina Saat Haji

Berikut sunnah haji saat keluar Mina.

  1. Ihram di hari Tarwiyah

Bagi jama’ah yang melaksanakan haji saat Tarwiyah, maka disunnahkan untuk ihram di tempat tinggal masing – masing baik di Makkah atau di luar Makkah.

  1. Bermalam di Mina

Jama’ah yang melaksanakan haji pada tanggal 8 Dzulhijah (pada hari Tarwiyah) disunnahkan untuk bermalam di Mina hingga shubuh atau matahari terbit.

Jama’ah haji biasanya melakukan Shalat Zhuhur, ‘Ashar, Maghrib, dan ‘Isya’ di Mina dan dilanjutkan menginap di sana. Perbanyak baca doa Talbiyah saat menuju Mina dan lakukan kegiatan seperti lempar jumrah aqabal, tahalul awal, dan kegiatan lainnya.

  1. Menjamak shalat Zhuhur dan ‘Ashar di ‘Arafah

Menjamak shalat zhuhur dan ‘ashar saat berada di ‘Arafah hukumnya sunnah. Para ulama’ sepakat akan hal ini dan berdasarkan pada perilaku Rasulullah SAW yang melaksanakan sholat Dzuhur kemudian berdiri kedua kalinya untuk melaksanakan sholat Ashar (HR Bukhari).

  1. Tidak meninggalkan ‘Arafah sebelum matahari tenggelam

Mayoritas ulama’ berpendapat bahwa seseorang yang meninggalkan ‘Arafah sebelum matahari diwajibkan untuk membayar kifarat, yaitu menyembelih kurban dan dibagikan kepada orang-orang miskin di tanah suci.

amalan sunnah haji

Tapi jika dia kembali lagi ke Arafah pada malam harinya, maka kifarat tersebut batal.

Jama’ah haji yang berada di Arafah disarankan untuk memperbanyak dzikir, do’a, membaca al-Qur’an untuk menyempurnakan pahala yang didapat.

Penutup

Melaksanakan sunnah – sunnah haji merupakan kesempatan untuk menambah pahala. Dengan melakukan sunnah – sunnah haji, maka diharapkan ibadah haji yang dilakukan akan lebih berkah dan menjadi penyempurna ibadah haji.

Februari 8, 2024

Mimpi umroh melihat ka’bah menjadi salah satu mimpi yang dianggap bagus bagi sebagian besar umat muslim. Terkadang, mimpi ini muncul akibat keinginan seseorang yang terlalu tinggi untuk berangkat umroh hingga terbawa ke alam mimpi.

Setiap Muslim pasti memiliki impian untuk mengunjungi Tanah Suci, tempat yang penuh dengan keberkahan dan kedamaian.

Bagi sebagian orang, mimpi pergi ke tanah suci menjadi salah satu bentuk kerinduan spiritual yang mendalam.

Meski begitu, mimpi umrah ataupun ziarah ke Mekah dipercaya membawa pesan dan makna tertentu bagi orang yang mengalaminya.

Mimpi umrah seringkali dimaknai sebagai pertanda baik yang akan dialami seseorang, mengingat umroh itu sendiri merupakan kegiatan ibadah yang penting bagi umat islam.

Mimpi Umroh Pertanda Apa?

Mimpi umrah merupakan pertanda bahwa seseorang tersebut dipercaya akan mendapatkan hal baik dari Allah SWT, Insya Allah.

Syekh Ibnu Sirrin menjelaskan, jika ada seseorang bermimpi pergi haji atau umroh, maka dia akan berumur panjang dan istiqamah dalam menjalankan urusan agama.

Namun, mimpi umrah juga bisa diartikan buruk. Dilansir dari laman resmi NU, Syekh Muhammad Ibnu Sirrin dalam kitab Mu’jam Tafsirul Ahlam menafsirkan mimpi batal berangkat umroh atau haji diartikan bahwa orang tersebut akan mendapatkan beberapa hal yang menyebabkan kerugian.

Terlepas dari benar tidaknya makna mimpi umroh, sebagai seorang muslim hendaknya menyerahkan semua urusannya kepada Allah.

Ustadz Buya Yahya dalam video Youtube “Ciri Mimpi yang Bermakna yang Akan Menjadi Nyata” menjelaskan bahwa mimpi adalah mimpi. Kita tidak perlu mengaitkan mimpi dengan sebuah kenyataan karena kedua hal tersebut tidaklah sama.

mimpi umroh bersama teman
source image: youtube

Meski begitu, Anda bisa mengambil hikmah dari mimpi yang dialami. Jika Anda mengalami mimpi yang baik, maka ber berhusnudzon lah kepada Allah. Sama halnya dengan ini, Anda harus berprasangka baik kepada Allah.

Semoga dengan diberikan mimpi umrah ini, akan ada hal–hal baik dari Allah yang didatangkan kepada Anda.

6 Arti Mimpi Umroh

Umroh, sebagai perjalanan suci yang lebih ringan dibanding haji, tetap memiliki makna spiritual yang luar biasa.

Banyak yang meyakini bahwa mimpi tentang pergi umroh adalah pertanda baik yang membawa harapan, doa, dan keinginan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dilansir dari beberapa sumber banyak tafsir mimpi umroh, berikut beberapa makna.

1. Mimpi Berangkat Umroh Bersama Keluarga

Arti mimpi umrah bersama keluarga artinya penggambaran keinginan atau harapan yang dirasakan orang tersebut.

Namun mimpi ini juga bisa diartikan berbeda, tergantung pada jenis kelamin orang yang bermimpi.

Mimpi ini bagi seorang pria lajang artinya Anda membutuhkan perhatian yang lebih dari orang terdekat.

Hal ini bisa Anda jadikan sebagai panggilan untuk lebih mendekatkan diri kepada keluarga serta mempererat ikatan kasih sayang.

Sedangkan mimpi ini bagi seorang pria yang sudah menikah artinya Anda sedang menginginkan perubahan dalam hidup menjadi lebih baik.

Untuk seorang wanita yang belum menikah, mimpi umrah bersama keluarga dapat diinterpretasikan sebagai keinginan untuk mencari ketenangan dan keharmonisan dalam lingkungan keluarga.

Ini bisa juga menggambarkan harapan untuk mendapatkan dukungan dan penerimaan dari keluarga dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam membuat keputusan penting.

Bagi wanita yang sudah menikah, mimpi ini bisa menjadi refleksi dari keinginan untuk membawa kedamaian dan spiritualitas yang lebih dalam ke dalam rumah tangganya.

Mimpi ini bisa jadi adalah simbol dari keinginan untuk bersama-sama mengatasi tantangan hidup dan untuk bersama-sama tumbuh dalam nilai-nilai spiritual dan keagamaan.

2. Mimpi Umroh Bersama Teman

Mimpi umrah bersama teman bisa ditafsirkan sebagai hal baik ataupun buruk, tergantung pada jenis kelamin serta waktu mimpinya.

Arti mimpi ini bagi seorang pria adalah sebagai pertanda baik bahwa akan mendapatkan rezeki dan keberuntungan yang tidak terduga.

Sebaliknya, arti mimpi ini bagi seorang laki-laki remaja digambarkan sebagai rasa takut atau kekhawatiran yang membuatnya merasa tidak tenang.

Bagi wanita dewasa, mimpi ini bisa menjadi simbol dari keinginan untuk berbagi pengalaman spiritual yang mendalam dengan orang-orang yang dianggap penting dalam hidupnya.

Dan bagi wanita muda atau remaja, mimpi umrah bersama teman dapat menggambarkan kebutuhan akan rasa kebersamaan dan dukungan dalam menjalani fase kehidupan yang penuh dengan tantangan.

3. Mimpi Umroh Bersama Suami

Arti mimpi umrah bersama suami adalah akan ada kebaikan yang muncul dalam hidup. Bagi suami istri yang menginginkan berangkat umroh akan tercapai keinginannya.

Tidak hanya itu, harapan lain yang diinginkan suami istri tersebut juga akan segera tercapai. Hal ini menjadi isyarat bahwa dukungan serta dorongan dalam hubungan suami istri bisa meningkatkan kesalehan serta membawa keberkahan bagi keluarga.

mimpi umroh
source image: doc tazkiyah

4. Mimpi Umroh Bersama Ibu

Arti mimpi umrah bersama ibu adalah penggambaran keinginan Anda untuk membahagiakan ibu akan segera terwujud. Mimpi ini dapat diartikan bahwa Anda akan melakukan sesuatu hal besar yang membuat ibu Anda senang.

Hal ini bisa Anda jadikan sebagai motivasi untuk lebih menghargai peran ibu dalam kehidupan Anda. Dengan terjalinnya ikatan batin yang kuat, kasih sayang, serta do’a ibu yang menyertai, maka segala urusan Anda akan jauh lebih mudah.

Selain itu, bagi banyak orang mimpi seperti ini juga bisa menjadi dorongan untuk merefleksikan kembali hubungan mereka dengan ibunya.

Seperti apakah ada hal-hal yang belum terucap, maaf yang perlu diminta, atau sekadar waktu yang perlu lebih sering dihabiskan bersama.

Mimpi ini bisa menjadi motivasi untuk memperkuat hubungan, mengungkapkan rasa terima kasih dan cinta yang mungkin belum sempat atau jarang diungkapkan sebelumnya.

5. Mimpi Umroh Bersama Orang yang Sudah Meninggal

Arti mimpi umrah bersama orang yang sudah meninggal adalah Anda masih memiliki ikatan batin atau kenangan yang kuat dengan orang yang sudah meninggal tersebut.

Sebenarnya, tafsir mimpi pergi umroh bersama orang yang sudah meninggal bisa memiliki arti yang berbeda dan tergantung pada pengalaman hidup masing–masing.

Namun, memimpikan orang yang sudah meninggal bisa digambarkan sebagai bentuk cinta dan kasih sayang Anda terhadap orang tersebut.

6. Mimpi Umroh Sendiri

Arti mimpi umrah sendiri adalah bisa jadi pertanda bahwa Anda sedang istiqamah dan hal ini merupakan hal yang baik.

Selain itu, mimpi umrah sendirian juga pertanda bahwa Anda untuk meningkatkan ketaqwaan dan istiqamah dalam menajalankan semua urusan.

Dengan mengalami mimpi ini, diharapkan agar Anda bisa lebih dekat dengan Allah. Melakukan istiqamah juga berarti Anda sedang menjalankan ibadah dan akan mendapatkan pahala yang sangat besar.

Kesimpulan

Mimpi sering dianggap sebagai salah satu cara Allah menyampaikan maksud tertentu kepada hamba-Nya. Namun perlu diingat, penafsiran mimpi sangat subjektif dan tergantung pada kejadian atau pengalaman seseorang yang mengalaminya.

Mimpi ini memiliki beragam makna yang mendalam, tergantung pada konteks dan siapa yang mengalaminya.

Dari mimpi pergi umroh bersama keluarga, teman, pasangan, hingga sendiri, semuanya mencerminkan kerinduan spiritual, harapan akan keberkahan, dan refleksi terhadap hubungan pribadi maupun dengan Allah SWT.

Tidak bisa cepat diambil kesimpulan bahwa mimpi umroh artinya begini atau begitu, perlu lebih didalami lagi hal yang dilihat dalam mimpi.

Oleh karena itu, penting untuk menafsirkan mimpi umroh yang Anda alami dengan pemahaman agama dan nasihat para ulama agar tidak disalah artikan.

Mimpi ini bisa menjadi motivasi untuk mempererat hubungan dengan orang terdekat, meningkatkan nilai-nilai spiritual, serta merenungkan tujuan hidup yang lebih baik. Tafsir mimpi ini juga sering kali membawa pesan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Setiap mimpi adalah panggilan untuk merefleksikan maknanya dalam kehidupan nyata, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai keimanan dan kebersamaan dalam perjalanan hidup. Semoga mimpi ini dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk terus berdoa, berusaha, dan memupuk harapan akan keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

Semoga setiap mimpi yang kita alami, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai spiritual, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Jika Anda berencana umroh karena telah bermimpi umroh, pastikan memilih travel umroh terpercaya untuk untuk perjalanan spiritual Anda.

Februari 6, 2024

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang apakah seseorang dapat menggabungkan niat puasa rajab sekaligus qadha Ramadhan.

Ini merupakan isu fiqih yang menarik karena melibatkan pemahaman tentang niat dalam ibadah dan bagaimana niat tersebut mempengaruhi keabsahan dan pahala puasa.

Niat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan Apakah Boleh?

Rajab adalah salah satu dari empat bulan yang dihormati dalam Islam, dan secara luas dianggap sebagai bulan ketiga terutama untuk berpuasa, setelah Ramadhan dan Muharram.

Dalam urutan kalender Hijriyah, Rajab berada tepat sebelum Ramadhan, dengan hanya bulan Sya’ban yang memisahkannya.

Banyak orang, khususnya wanita yang memiliki tanggungan puasa qadha dari Ramadhan sebelumnya karena alasan tertentu seperti haid, mulai mengqadha puasa mereka di bulan Rajab untuk menghindari kewajiban membayar fidyah.

Puasa Rajab dianjurkan sebagai bagian dari puasa sunnah di bulan-bulan suci. Syekh Ibnu Hajar, dalam kitab Fatawi-nya, mengutip hadis dari Abu Dawud bahwa Nabi Muhammad SAW merekomendasikan puasa selama bulan-bulan suci, termasuk Rajab.

 رَوَى أَبُوْ دَاوُدَ أَنَّهُ صلى اللَّهُ عليه وسلم نَدَبَ الصَّوْمَ في الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ وَرَجَبُ أَحَدُهَ

Artinya: “Abu Dawud meriwayatkan bahwa Rasulullah saw menganjurkan puasa di dalam bulan-bulan mulia, dan Rajab termasuk salah satunya.” (HR. Abu Dawud). (Ibnu Hajar Al-Haitami, Fatawil Fiqhiyyah Al-Kubro [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 2018] juz II, halaman 23)   

Selanjutnya, Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Muin menekankan bahwa Rajab adalah salah satu bulan terbaik untuk berpuasa setelah Ramadhan, menurut urutan keutamaan.

فَرْعٌ) أَفْضَلُ الشُّهُوْرِ لِلصَّوْمِ بَعْدَ رَمَضَانَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ وَأَفْضَلُهَا الْمُحَرَّمُ ثُمَّ رَجَبُ ثُمَّ الْحِجَّةُ ثُمَّ الْقَعْدَةُ

Artinya: “(Cabang) bulan yang paling utama untuk puasa setelah Ramadhan adalah bulan-bulan mulia, dan yang paling utama adalah bulan Muharram, kemudian Rajab, kemudian Dzulhijjah kemudian Dzulqo’dah.” (Zainuddin Al-Malibari, Fathul Muin [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 1998]  halaman 95)

Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa puasa Rajab termasuk dari puasa yang disunnahkan dalam waktu tertentu, sebagaimana puasa tasu’a, asyura’ dan 6 hari Syawal.    

Ketika membahas mengenai menggabungkan niat puasa rajab sekaligus qadha Ramadhan terdapat dua pendapat utama. Beberapa ulama mutakhir memandang bahwa kedua jenis puasa tersebut sah dan memberikan pahala masing-masing.

Sebaliknya, Imam An-Nawawi, dalam kitab Al-Majmu’, berargumen bahwa berniat untuk dua tujuan sekaligus (puasa sunnah Rajab dan qadha atau nadzar) mengakibatkan keduanya tidak sah dan tidak mendapatkan pahala.

فَرْعٌ) أَفْتَى جَمْعٌ مُتَأَخِّرُوْنَ بِحُصُولِ ثَوَابِ عَرَفَةَ وَمَا بَعْدَهُ بِوُقُوْعِ صَوْمِ فَرْضٍ فِيْهَا خِلَافًا لِلْمَجْمُوْعِ وَتَبِعَهُ الْأَسْنَوِي فَقَالَ إِنْ نَوَاهُمَا لَمْ يَحْصُلْ لَهُ شَيْءٌ مِنْهُمَا قَالَ شَيْخُنَا كَشَيْخِهِ وَالَّذِي يَتَّجِهُ أَنَّ الْقَصْدَ وُجُوْدُ صَوْمٍ فِيْهَا فَهِيَ كَالتَّحِيَّةِ فَإِنْ نَوَى التَّطَوُّعَ أَيْضًا حَصَلَا وَإِلَّا سَقَطَ عَنْهُ الطَّلَبُ

Artinya: “(Cabang) sejumlah Ulama Mutaakhkhirin mengeluarkan fatwa tentang diperolehnya pahala puasa ‘Arafah dan puasa sunnah berikutnya (seperti puasa tasu’a, asyura’ dan 6 hari Syawal) dengan melakukan puasa fardlu di dalamnya, berbeda dengan pendapat kitab Majmu’ dan diikuti oleh Al-Asnawi. Ia mengatakan, jika seseorang niat keduanya (puasa ‘Arafah dan puasa fardlu) maka keduanya tidak diperoleh (tidak sah). Pendapat guru kami, sebagaimana pendapat gurunya mengatakan, hal yang dikedepankan bahwa yang dimaksud adalah adanya puasa pada hari ‘Arafah, maka puasa ‘Arafah itu seperti shalat tahiyatul masjid, jika seseorang (dalam waktu yang sama) juga niat Sunnah (lain) maka keduanya mendapat pahala, jika tidak diniati, maka gugur anjurannya.”  

Perbedaan pendapat ini terjadi karena adanya perbedaan sudut pandang, terutama dalam hal menilai puasa di bulan Rajab apakah termasuk dianjurkan secara khusus atau yang terpenting melaksanakan puasa dalam waktu tersebut.

Para ulama muta’akhirin berpendapat bahwa yang terpenting dalam puasa ‘Arafah dan yang serupa adalah melaksanakannya pada waktu yang ditentukan.

Ini mirip dengan shalat taḫiyatul masjid, di mana yang penting adalah melakukan shalat setelah memasuki masjid, bisa jadi dengan niat khusus taḫiyatul masjid atau niat lain, seperti shalat sunnah qobliyah atau shalat wajib.

Namun, Imam Nawawi menegaskan bahwa puasa ‘Arafah dan yang serupa memerlukan niat khusus dan tidak cukup hanya dengan puasa lainnya, sama halnya dengan shalat sunnah rawatib, qobliyyah dan ba’diyyah yang harus diniatkan secara khusus dan tidak bisa digabungkan niatnya dengan shalat lain.

Berdasarkan hal ini, Imam Nawawi menyatakan bahwa menggabungkan niat puasa rajab sekaligus qadha Ramadhan adalah tidak sah.

Dari uraian tersebut, kita dapat menyimpulkan adanya dua pandangan terkait hukum niat puasa rajab sekaligus qadha Ramadhan.

Pandangan pertama menyebutkan hal tersebut sah dan otomatis memberikan dua pahala sekaligus, sementara pandangan kedua menyatakan tidak sah.

Kedua pendapat mengenai niat puasa rajab sekaligus qadha Ramadhan dapat diikuti dan diamalkan, mengingat perbedaan pendapat dalam masalah furu’ fiqih diizinkan dan merupakan rahmat, terutama jika disampaikan oleh ulama mazhab yang terkemuka. Wallahu a’lam.

Doa Niat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan

Doa niat puasa rajab sekaligus qadha ramadhan jika ingin dilakukan sekaligus, maka yang perlu diucapkan ialah mendahulukan untuk membaca niat qadha Ramadhan, karena puasa Ramadhan itu wajib, sedangkan puasa Rajab berstatus sunnah.

niat puasa rajab sekaligus qadha ramadhan dan senin kamis

Niat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan Latin Dan Artinya

Bacaan doa niat puasa qadha ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan arab latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta’âlâ.

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.

Bacaan doa niat puasa rajab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan arab latin: Nawaitu ṣauma gadin ‘an adā’i sunnati rajaba lillāhi ta’ālā

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Rajab esok hari karena Allah SWT.”

Demikian penjelasan terkait niat puasa rajab sekaligus qadha Ramadhan. Semoga bermanfaat dan dipahami dengan baik. Terima kasih 🙂

Februari 1, 2024

Kementerian Agama Indonesia telah resmi mengumumkan jadwal rencana perjalanan haji untuk tahun 1445 H/2024 M, dimana pemberangkatan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi dijadwalkan dimulai pada tanggal 12 Mei 2024.

Rencana perjalanan haji yang dirilis dan disahkan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, pada tanggal 3 Januari 2024, merinci bahwa pemberangkatan jemaah haji akan dilakukan dalam dua tahap.

perjalanan Haji
source image: tribun news

Jemaah haji gelombang pertama akan berangkat dari Indonesia menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah antara tanggal 12 hingga 23 Mei 2024.

Adapun jemaah haji gelombang kedua akan berangkat menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah dari tanggal 21 Mei hingga 1 Juni 2024.
Dalam tahun ini, pemerintah Indonesia berencana mengirimkan sekitar 241 ribu jemaah haji.

Seperti biasa, jemaah haji diharuskan menginap di asrama haji sehari sebelum tanggal keberangkatan mereka.

Berikut rincian Rencana Perjalanan Haji 1445 H/2024 M Gelombang 1 dan 2:

Perjalanan Haji Gelombang 1

Rincian Rencana Perjalanan Haji 1445 H/2024 M Gelombang 1:

perjalanan haji
source image: sindo news
  • 11 Mei 2024: Jemaah haji mulai masuk Asrama Haji.
  • 12-23 Mei 2024: Pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama dari Indonesia ke Madinah.
  • 21 Mei-01 Juni 2024: Pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama dari Madinah ke Mekkah.
  • 24 Mei-10 Juni 2024: Pemberangkatan jemaah haji gelombang kedua dari Indonesia ke Jeddah.
  • 10 Juni 2024: Tanggal penutupan (closing date).
  • 14 Juni 2024: Pemberangkatan jemaah haji dari Mekkah ke Arafah.
  • 15 Juni 2024: Wukuf di Arafah.
  • 16 Juni 2024: Hari Raya Idul Adha.
  • 17-19 Juni 2024: Hari Tasyrik.
  • 22 Juni-03 Juli 2024: Pemulangan jemaah haji gelombang pertama dari Jeddah ke Indonesia.
  • 22 Juni 2024: Kedatangan pertama jemaah haji gelombang pertama di Indonesia.

Perjalanan Haji Gelombang 2

Rincian Rencana Perjalanan Haji 1445 H/2024 M Gelombang 2:

  • 26 Juni-13 Juli 2024: Pemberangkatan jemaah haji gelombang kedua dari Mekkah ke Madinah.
  • 04-21 Juli 2024: Pemulangan jemaah haji gelombang kedua dari Madinah ke Indonesia.
  • 07 Juli 2024: Tahun Baru Hijriah.
  • 22 Juli 2024: Kedatangan terakhir jemaah haji gelombang kedua di Indonesia.

Perjalanan Haji Berapa Jam?

Durasi perjalanan haji dari Indonesia ke Arab Saudi tergantung pada kota keberangkatan di Indonesia dan kota tujuan di Arab Saudi, yaitu Madinah atau Jeddah, serta jenis penerbangan yang digunakan, apakah itu penerbangan langsung atau penerbangan dengan transit.

perjalanan haji

Untuk penerbangan langsung:

  • Dari Jakarta ke Jeddah, penerbangan langsung biasanya memakan waktu sekitar 9 sampai 10 jam.
  • Dari Jakarta ke Madinah, durasi penerbangan langsung juga sekitar 9 sampai 10 jam.

Namun, perlu diperhatikan bahwa beberapa penerbangan mungkin melibatkan satu atau lebih transit, tergantung pada maskapai dan rute yang dipilih.

Penerbangan dengan transit bisa memperpanjang total waktu perjalanan menjadi 12 jam atau lebih, tergantung pada lama waktu transit dan jadwal penerbangan.

Durasi perjalanan juga dapat berbeda berdasarkan kota keberangkatan lainnya di Indonesia, seperti Surabaya, Makassar, atau Medan, karena lokasi geografis yang berbeda yang dapat mempengaruhi durasi penerbangan.

Selain itu, proses pra dan paska penerbangan seperti check-in, imigrasi, dan pengambilan bagasi, serta perjalanan dari dan ke bandara, juga harus diperhitungkan ketika mempertimbangkan total waktu perjalanan haji dari Indonesia ke Arab Saudi.

Penutup

Sebagai penutup, keberangkatan jemaah haji Indonesia pada tahun 1445 H/2024 M ini menandai momen penting dan bersejarah bagi umat Islam di Indonesia.

Dengan adanya peningkatan kuota haji dan organisasi perjalanan yang lebih matang, diharapkan seluruh jemaah haji dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah bekerja keras dalam mempersiapkan segala kebutuhan jemaah, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga aspek kesehatan.

Upaya ini dilakukan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah selama menjalani serangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Kita semua berharap, jemaah haji Indonesia yang berangkat tahun ini dapat kembali ke tanah air dalam keadaan mabrur, membawa berkah dan hikmah dari ibadah haji yang telah dilaksanakan.

Semoga perjalanan mereka menjadi sumber inspirasi bagi umat Islam lainnya untuk terus memperkuat iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT menerima segala ibadah mereka dan mengampuni dosa-dosa kita semua. Amin Ya Rabbal Alamin.

Juni 8, 2023

Menyambut musim haji tahun 2023, Tazkiyah Tour menghadapi salah satu musim haji paling menantang. Dari 220 jemaah dalam program Haji Khusus, sebanyak 46 di antaranya adalah jamaah haji lansia, dengan usia 65 tahun ke atas, bahkan ada yang mencapai usia 80 tahun.

Menjalankan amanah untuk membawa jemaah yang telah menabung doa dan usaha seumur hidupnya, Tazkiyah Tour memaknai ini sebagai tugas mulia yang mesti dijalankan sepenuh hati.

Menyertai Jamaah Haji Lansia: Amanah yang Membawa Kebahagiaan

Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi tim Tazkiyah Tour bisa melayani jemaah haji lansia. Setiap langkah dan doa yang mereka panjatkan saat mengelilingi Kakbah dan melaksanakan wukuf di Arafah seolah menjadi tujuan hidup yang dinanti sejak lama.

jamaah haji lansia
source image: merdeka com

Para lansia ini berjuang keras untuk menjalankan ibadah meski kondisi fisik kadang tak lagi prima.

Demi menjaga kesehatan dan keselamatan jamaah haji lansia, Tazkiyah Tour menyiapkan tim medis khusus, terdiri dari dua dokter dan dua staf yang bertugas mendampingi mereka.

Setiap keluhan kesehatan mendapat perhatian penuh, begitu pula dengan kebutuhan obat dan pertolongan lainnya.

Tim Medis yang Siap Siaga 24 Jam

Tidak main-main, tim medis yang mendampingi jamaah haji lansia kali ini dipimpin oleh dua sosok dokter profesional. Yang pertama adalah Prof. Taruna Ikrar, seorang guru besar farmakologi dan Ketua Konsil Kedokteran Indonesia.

Selain itu, ada pula dr. Wachyudi Muchsin, yang dikenal sebagai “Dokter Koboi,” anggota pengurus IDI Sulsel, dan Wakil Ketua PMI Kota Makassar.

Kehadiran kedua dokter ini memperkuat pelayanan kesehatan bagi jamaah haji lansia, memastikan mereka mendapat perhatian medis yang terbaik sepanjang waktu.

Tim medis Tazkiyah Tour berkomitmen untuk siap siaga 24 jam, tanpa mengenal waktu, demi melayani jamaah haji lansia dalam kondisi apapun.

Komitmen ini adalah bentuk tanggung jawab yang diemban Tazkiyah Tour agar para lansia bisa menjalani ibadah dengan nyaman dan khusyuk.

Dedikasi Tim Medis dan Staf di Madinah

Pada hari ketiga di Madinah, tepatnya Rabu, 7 Juni 2023, tim dokter langsung mendatangi kamar-kamar jemaah lansia.

Pemandangan yang menyentuh hati terlihat saat dokter memeriksa kesehatan Pak Karto, menyuntik Pak Sudjiman, serta memberikan kursi roda untuk Ibu Sia.

Setiap tindakan kecil yang dilakukan oleh tim medis ini menjadi dukungan berharga bagi jamaah haji lansia yang tak lagi bertenaga seperti dulu.

jamaah haji lansia
source image: doc tazkiyah

Selain itu, para staf setia mendampingi jemaah lansia yang mengantre untuk memasuki Raodah, area dalam Masjid Nabawi yang dikenal sebagai “taman surga.”

Kesabaran dan ketulusan yang diperlihatkan para staf menjadi penopang bagi jamaah haji lansia dalam menjalankan ibadahnya di tempat-tempat mulia.

Kenyamanan dan Ketulusan dalam Menyertai Jamaah Haji Lansia

Selama perjalanan haji ini, Tazkiyah Tour tak henti-hentinya memastikan bahwa setiap jamaah haji lansia merasa aman dan nyaman.

Setiap keluhan dan kebutuhan mereka direspons dengan penuh perhatian. Para staf Tazkiyah Tour selalu hadir untuk membantu mereka dalam setiap aktivitas, dari mengurus perjalanan menuju tempat ibadah hingga menjaga kesehatan mereka.

Dalam suasana ibadah yang khusyuk, para jamaah haji lansia ditemani dengan penuh kasih sayang oleh tim Tazkiyah Tour, menjadikan momen-momen di Tanah Suci penuh makna.

Bahkan, ketika para jemaah menanti waktu untuk dapat beribadah di tempat suci, tim kami setia menemani mereka agar tetap terjaga semangatnya.

Fasilitas Khusus yang Disediakan untuk Jamaah Haji Lansia

Sebagai bentuk komitmen terhadap kenyamanan jamaah haji lansia, Tazkiyah Tour menyediakan berbagai fasilitas khusus.

Mulai dari kursi roda, pelayanan kesehatan, hingga layanan antar jemput ke lokasi ibadah utama, semua dirancang untuk mempermudah para lansia dalam melaksanakan ibadah haji.

Setiap jamaah haji lansia yang memerlukan bantuan khusus selalu mendapat prioritas, demi menjaga kekhusyukan ibadah mereka.

Tazkiyah Tour: Teman Setia dalam Perjalanan Suci Jamaah Haji Lansia

Pengalaman mendampingi jamaah haji lansia menjadi salah satu hal paling berharga bagi Tazkiyah Tour. Setiap perjalanan, tantangan, dan kebahagiaan bersama para lansia ini adalah bukti dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik.

Tidak hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral yang membuat mereka merasa tak sendiri selama menjalani ibadah.

Ajak Keluarga Tercinta untuk Menjalani Umrah Bersama Tazkiyah Tour

Ingin merasakan pengalaman umrah yang penuh kehangatan dan pelayanan berkualitas? Mari bergabung bersama Tazkiyah Tour, travel haji terpercaya Makassar.

Kami siap melayani Anda dan keluarga dengan fasilitas terbaik, harga terjangkau, dan pendampingan yang selalu siaga.

Tazkiyah Tour adalah pilihan tepat bagi Anda yang menginginkan kenyamanan dan keberkahan selama perjalanan umrah. Jangan ragu untuk memilih Tazkiyah Tour sebagai partner ibadah Anda di Tanah Suci.