Link Banner
Pergi Belum Kenal, Pulang Saling Merindukan - Tazkiyah Global Mandiri

Pergi Belum Kenal, Pulang Saling Merindukan

Pergi Belum Kenal, Pulang Saling Merindukan

Read Also: Menengok Romawi Kuno hingga Jadi Model Dadakan

Silahkan Dibagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MAKASSAR – Sudah tiga hari rombongan umrah Tazkiyah Global Mandiri pemberangkatan 9 Januari 2020 berada di tanah air. Bahkan sudah di kediaman masing-masing. Mereka tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu malam lalu.

Namun, silaturahim terus terjalin. Mereka saling mengirim kabar di grup WhatsApp. Grup yang sudah menjadi media komunikasi mereka sejak sebelum berangkat ke tanah suci.

Begitu berada di rumah masing-masing, grup langsung ramai. Jemaah saling mengucap kata maaf.

“Mohon maaf kepada saudara-saudaraku apabila selama kita bersama ada tutur kata atau perlakuan yang tidak berkenan,” ketik Rahmatiah.

“Baru satu hari terpisah sudah rindu kebersamaan. Tak terasa air mata menetes,” tulis Musni Mustikah.

Para jemaah memang terhubung dengan kenangan dan pengalaman yang dalam. Selama 11 hari mereka bersama. Makan sama-sama, beribadah bersama, berjuang masuk Raodah hingga menyentuh Kakbah sama-sama. Jalan-jalan Kota Madinah dan Mekah sama-sama. Tolong menolong di banyak tempat. Saling menjaga koper di bandara. Bantu membantu di toko oleh-oleh.

Di grup WA pula mereka saling menyapa dan mendoakan rekan jemaah yang sedang kurang begitu sehat. Sebegitu perhatiannya kepada “saudara” yang saat akan berangkat dua pekan lalu, belum saling kenal.

Melalui grup yang sama mereka saling mengundang untuk acara syukuran. Kemarin misalnya. Keluarga Muh Yunus di Masamba, Luwu Utara, mengajak untuk makan kapurung bersama.

Ada jemaah yang bergabung. Ada juga yang tidak bisa karena memang terpisah kota. “Yang di Makassar diuangkan saja ya, Pak. Hehehe,” canda seorang jemaah.

Public Relation Tazkiyah Global Mandiri, Helfitri menuturkan, memang ada tradisi membuat grup khusus untuk setiap kelompok pemberangkatan.

“Anggotanya semua jemaah di kelompok itu dan seluruh karyawan Tazkiyah. Biasanya ada yang left group begitu pulang, namun lebih banyak yang tinggal. Bahkan ada grup yang sejak tahun lalu terus aktif. Membernya rutin saling menyapa. Sudah seperti keluarga,” ucapnya, Rabu, 22 Januari 2020. (sur)

shares
Butuh Bantuan? Chat dengan kami