Hi, How Can We Help You?

Arsip Tag: Turki

October 26, 2019
October 26, 2019

MADINAH – Turki sudah, Madinah sudah. Hari ini, Sabtu, 26 Oktober 2019 pagi waktu Saudi atau sore waktu Indonesia, jemaah Umrah Plus Tazkiyah Tour sudah mesti bergerak ke Mekah.

Dengan bus terbaru dari Qaid, rombongan sedang bersiap di depan hotel saat berita ini diketik.

Jemaah perempuan menyempatkan berfoto bersama dengan latar Kota Madinah. Semua berbaju putih bersih.

Kata mereka, bukan cuma baju yang putih bersih, hati juga. Sebab, mereka sudah akan menuju Mekah. Begitu tiba akan langsung ke pelataran Kakbah di Masjidilharam, melaksanakan tawaf, sai, hingga tahalul.

Rombongan dijadwalkan bakal berada di Mekah selama sepekan. Agenda kepulangan ke tanah air, Sabtu pekan depan. Terbuka lebar kesempatan bagi yang ingin umrah dua, tiga, atau berapa kali sesuai kemampuan fisik.

Rombongan kali ini termasuk dalam grup yang memilih rute plus Turki. Selama sepekan juga mereka menjejak negara yang berada di dua benua itu. Dari mengunjungi bangunan-bangunan kuno hingga gedung paling modern di Istanbul.

Grup Umrah Plus Turki by Tazkiyah Tour sudah dibuka lagi untuk pemberangkatan Januari 2019. Masih ada beberapa seat yang tersedia. Menuju Baitullah dengan terlebih dahulu mampir berwisata halal di Turki. Anda kah orangnya? (ama)

October 24, 2019

MADINAH – Rata-rata anggota rombongan Umrah Plus Turki Tazkiyah Tour yang kini berada di Madinah sudah punya pengalaman sebelumnya. Bahkan ada yang telah beberapa kali ke tanah suci.

Namun ketika mendatangi suatu tempat, meski tempat itu sudah pernah dikunjungi, kamera ponsel tetaplah selalu on.

Keseruan itu juga yang terlihat saat rombongan melakukan wisata religi ke Masjid Quba, Madinah, siang kemarin waktu Saudi atau malam waktu Indonesia.

Sesi foto grup yang direncakan, lama baru bisa terlaksana. Soalnya, jemaah mendahulukan selfie dan wefie (foto bersama dengan kamera depan yang dipencet sendiri). Hehehe.

Bahkan ketika posisi sudah siap untuk foto rombongan, tetap saja ada yang memilih memencet kamera sendiri. Hasilnya, ada satu momen di mana jemaah Andi Muhammad Taofik dipotret sedang wefie dengan Asmadi Sarullah, dengan latar belakangan rombongan yang juga sedang difoto menggunakan kamera lain.

Total ada tiga kamera yang bekerja sekaligus, dengan angle yang berbeda. “Di situlah serunya. Alhamdulillah jemaah benar-benar menikmati tur,” tutur Ahmad Made Ali, sang pembimbing.

Rombongan sudah tiga hari berada di Madinah. Sebelumnya, selama sepekan mereka menikmati Turki.

Sabtu, 26 Oktober 2019 pagi waktu Saudi atau Jumat malam waktu Indonesia, rombongan akan bergerak ke Mekah. Mampir mengambil miqat di Bir Aly lalu langsung melaksanakan ibadah umrah. (ama)

October 21, 2019

MAKASSAR – Dua rombongan umrah Tazkiyah Tour bergerak dalam waktu hampir bersamaan. Tetapi tidak sama-sama destinasi.

Rombongan pertama baru saja meninggalkan Arab Saudi, Minggu, 20 Oktober 2019. Dari Jeddah, mampir beberapa jam di Singapura untuk berbelanja di Changi Airport, lalu lanjut dengan pesawat Silk Air, tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Malam tadi, di atas pukul 21.00, bergantian jemaah mengirim kabar ke grup WhatsApp. Semua sudah tiba di rumah masing-masing.

Lalu hari ini, rombongan lain Tazkiyah Tour juga siap-siap naik pesawat. Dari Istanbul Airport ke King Abdul Aziz Airport di Jeddah. Mereka baru akan melaksanakan rangkaian ibadah umrah.

Selama sepekan, 15 orang anggota grup Umrah Plus itu menyusuri kota-kota penting di Turki. Mendatangi pabrik karpet, menyentuh bangunan kuno, hingga minum Turkish Coffee.

Kemarin mereka naik kapal pesiar. Mengunjungi dua benua sekaligus hanya dalam waktu beberapa menit. Turki memang berada di garis pertemuan Asia dan Eropa.

Rombongan akan menuju tanah suci siang ini, atau sore waktu Indonesia. (ama)

October 17, 2019

KAPADOKIA – Rombongan umrah plus Turki dari Tazkiyah Tour berada di Kapadokia hari ini. Dan sudah jadi kebiasaan, tak boleh ada yang melewatkan mampir ke tempat-tempat pembuatan karpet.

Anda mungkin sering menginjak karpet Turki. Tetapi melihatnya dibikin, tentu akan menjadi pengalaman unik. Apalagi jika memulai dengan menyimak dari awal, saat “calon karpet” itu masih dalam bentuk kepompong.

Rombongan merasakan itu, baru saja beberapa menit yang lalu.

Kalau mau dibawa pulang, bisa dikirimkan ke tanah air. Bukan Anda yang harus repot menggulung dan mengurusnya di bandara.

Tetapi tunggu dulu, harganya berapa? Berbeda-beda. Bahkan selembar karpet yang ditanyakan Asmadi Sarullah, salah satu anggota rombongan, harganya setara dengan Rp400 juta!

“Itu mi mungkin karpetnya Aladin,” canda Asmadi kepada putrinya, Rizki Putri Langit Asya. Asmadi berangkat bersama Langit dan anak lelakinya Ahmad Alkindi Bintang Putra, serta ibu dari kedua buah hati; Maya Kasmita.

Karpet memang menjadi barang penting di Turki. Dalam tradisi di sana, jika seorang keluarga ada yang menikah, karpet adalah salah satu hadiah utamanya. Bahkan apabila ada seorang gadis yang ingin menikah, ia cukup memberi kode kepada orang tuanya dengan minta dibelikan karpet.

Kawasan Kapadokia pun terkenal sebagai penghasil karpet dan keramik kualitas unggulan.

Tur hari ini disempurnakan dengan berfoto di atas bukit, memandangi Kapadokia dengan lebih saksama. Kota karpet Aladin itu, hehehe. (ama)

October 16, 2019

PAMUKKALE – Ini uniknya Turki. Anda bisa berada di masa lalu dan masa kini sekaligus. Menjejaki peradaban kuno hingga perkembangan fashion paling modern.

Itu juga yang dirasakan jemaah Umrah Plus Tazkiyah Tour sepanjang Selasa, 15 Oktober kemarin waktu setempat.

Mereka ke Ephesus, sebuah kota kuno. Mirip Pompeii di Italia. Kota ini pernah hilang akibat gempa bumi, namun dibangun kembali.

Rombongan berfoto di antara reruntuhan bangunan di kota tempat lahir Heraclitus, seorang filsuf.

Ephesus awalnya memang merupakan kota Yunani kuno, tetapi direbut dan mengalami kejayaannya pada masa kerajaan Romawi.

Kota ini juga salah satu yang diprediksi para ahli sejarah tempat tujuh orang dalam kisah Ashabul Kahfi tertidur lebih dari 300 tahun.

Eh, rombongan juga ke Hierapolis, kota tua lainnya. Terletak di mata air panas di Phrygia klasik di Anatolia barat daya. Bangunan-bangunannya dibangun pada era Romawi kuno, abad ke-2 SM.

Di sini rombongan juga bertemu dengan sisa-sisa bangunan yang sangat fotogenik. Lihat saja hasilnya. Ada yang berpose romantis juga loh. Dan ada yang sampai bergaya melompat!

Pada hari yang sama, mereka sekaligus bisa berada di semaraknya era terkini. Di Leather Factory Outlet, tempat Anda bisa membeli jaket kulit terbaik namun terlebih dahulu menyaksikan model memeragakannya di catwalk.

Bahkan bukan cuma model. Rombongan pun ikut berlenggak-lenggok layaknya di acara peragaan kelas dunia. Ini mungkin pengalaman membeli jaket paling unik yang pernah mereka alami.

“Alhamdulillah semuanya happy. Wisata halal yang menyenangkan,” tutur pendamping Ahmad Made Ali.

Rombongan masih akan berada lima hari di Turki sebelum bertolak ke Jeddah, Arab Saudi. Menuju Madinah, lalu Mekah. (ama)