fbpx
Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: info@tazkiyahtour.co.id

Arsip Tag: Umrah Makassar

February 4, 2019
February 4, 2019

SAHAR terbang ke Jeddah, Kamis, 31 Januari 2019 lalu dengan bekal beberapa koper serta dua jenis asuransi. Pria asal Soppeng itu pun semakin yakin tidak salah menjatuhkan pilihan ke PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour).

“Ini kali ketiga saya umrah bersama Tazkiyah,” ucapnya, sehari sebelum berangkat, Rabu, 30 Januari 2019. Kru tazkiyahtour.co.id mewawancarainya di Arthama Hotel, sebuah hotel dekat Pantai Losari, tempat calon jemaah umrah diinapkan semalam sebelum ke bandara esok paginya.

Sahar bersama seluruh jemaah dalam rombongannya, serta semua jemaah Tazkiyah Tour memang semakin dilengkapi asuransinya. Masing-masing asuransi perjalanan dan asuransi jiwa. Semua tertera jelas di lembaran akad yang diteken jemaah dan perusahaan travel yang sudah memasuki tahun ke-18 beroperasinya itu.

Asuransi perjalanan misalnya, mencakup banyak item. Mulai dari perlindungan kecelakaan diri, biaya medis darurat, evakuasi medis darurat, dan lainnya.

“Bahkan untuk keperluan yang mengharuskan keluarga jemaah diterbangkan ke Arab Saudi, juga ditanggung,” ujar Ahmad Yani Fachruddin, Presiden Direktur Tazkiyah Tour.

Asuransi perjalanan juga meliputi ganti rugi kehilangan uang hingga keterlambatan bagasi.

Sedangkan asuransi jiwa menjamin klaim meninggal karena sebab apapun. Misalnya sakit atau kecelakaan. Asuransi ini berlaku sebulan, bahkan hingga jemaah pulang kembali ke tanah air.

Ahmad Yani menjelaskan, umrah itu sebuah perjalanan yang cukup panjang. Juga terkait banyak layanan. Makanya perlu mitigasi risiko. Setidaknya menjadi subtitusi jika ada item yang tidak berjalan sesuai rencana.

“Intinya kenyamanan jemaah,” ucapnya.

Tazkiyah Tour kini menjadi agen travel umrah dan haji khusus yang bersertifikasi ISO 9001:2015. Saat meraih ISO 9001:2008 lalu, Tazkiyah Tour tercatat sebagai perusahaan travel umrah dan haji khusus pertama di Indonesia yang mendapat label ISO. Sebuah jaminan soal kualitas layanan, diaudit oleh lembaga eksternal tepercaya.

Dan sekarang Tazkiyah Tour melengkapi layanannya dengan garansi. Uang kembali jika ada detail layanan yang tak sesuai akad. Besarannya disesuaikan item. (fitri)

January 25, 2019

JAUH dari tempat kelahirannya di Maros, Sulawesi Selatan, Paccing mengerjakan banyak hal di Nabire, Papua. Mulai dari jaga kios hingga menemani cucu-cucunya.

Dia menabung sedikit-sedikit. Pemberian dari anak-anaknya yang juga merantau di tanah yang sama, diirit sebisa mungkin. Ratusan ribu, jutaan, belasan juta terkumpul.

Dan hasrat untuk ke Baitullah tak tertahankan. Dia mulai menghubungi sanak saudaranya di kampung untuk mendaftarkan umrah, 2017 lalu. Dapatlah agen travelnya. Paccing kaget karena biayanya sangat murah, apalagi jika dibandingkan jika mendaftar di perantauannya.

Paccing tak memikirkan banyak hal lagi. Yang ada di kepalanya hanya bayang-bayang Baitullah.

Paccing menanti sambil menikmati nostalgia di Dusun Kappang, Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Meresapi detik demi detik bersama ibu kandung, Ci’nong, yang masih cukup bugar di usia senja. Sesekali dia menelepon ke Nabire.

Namun hingga waktu yang dijanjikan tiba, tak kunjung ada panggilan ke bandara. Ditunda, katanya. Paccing sabar menunggu. Ditunda lagi, dia masih sabar. Ditunda untuk ketiga kali, dia terus sabar.

Sampai kemudian terkuak memang ada masalah besar di tempatnya menitipkan uang dan harapan untuk berumrah. Paccing pulang ke Papua. Sambil terus bersiap, kali saja ada panggilan tiba-tiba.

Setahun berlalu lagi, kabar yang diharap tak datang-datang. Paccing pun pasrah. Sembari menunggu janji pengembalian uang Rp16,5 juta itu.

Di tengah ketidakpastian itu, keinginan untuk berumrah tak tertahan lagi. Pikirannya terus-terusan mengarah ke Kakbah. Dia ingin menyentuh kubus suci itu.

Nurmi, putrinya, melihat itu sebagai peluang untuk berbakti. Dia menelepon ke Maros. Minta tolong ke kerabat agar ibunya dicarikan agen travel lain. “Kalau perlu bintang lima. Yang penting mamak nyaman,” titipnya lewat udara.

Sementara semua dalam pengurusan, Paccing terbang lagi ke Maros. Sepupunya, Nurbaeti Lanti, yang sudah pernah umrah pada 2016 yang akan mengantarnya menitipkan harapan kedua.

Tibalah mereka di Kompleks Ramayana Pettarani Ruko Diamond no.11, Jumat (18/1/2019) lalu. Sebuah kantor berlantai empat yang sejuk dan harum. “Ibu Nurbaeti sudah merasakan umrah pakai travel ini, makanya saya mau,” akunya.

Betapa kaget Paccing ketika menerima selembar kertas yang bertulis “Tiket Umrah”. Padahal dia baru membayar tanda jadi Rp5 juta. Keberangkatan pun nanti pada 28 Februari 2019, tetapi semuanya sudah terjadwal rapi.

Terlampir bersama “Tiket Umrah” itu kertas HVS yang berisi akad, perjanjian antara Paccing sebagai calon jemaah dengan PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour), perusahaan penyedia jasa umrah yang sudah memasuki tahun ke-18 beropeasi.

Paccing tersenyum. Sebab di akad itu, sudah tertera semua hal yang akan didapatkannya sebagai konsumen. Nama, tipe, dan nomor penerbangan sudah ada, Begitu pun dengan merek bus yang akan digunakan selama di Jeddah, Madinah, dan Mekah. Bahkan hingga jam ibadah dan ziarah selama di Tanah Suci. Misalnya insyaallah pada Senin (4/3/2019) nanti, dia dan jemaah lain akan melakukan miqat di Bir ‘Aly, kira-kira pukul 08.45 waktu Saudi. Kamis (7/3/2019), mereka dijadwalkan menginjakkan kaki di tanah tempat Nabi Ibrahim dahulu hendak menyembelih Ismail, putranya.

Paccing kembali menerawang. Dia kemudian mengaku terkenang pengalaman pahit saat mendaftar sebelumnya. Segala biaya sudah dilunasi tetapi tidak satu pun ada kepastian agenda. Jangankan jadwal kegiatan selama di Tanah Suci, sekadar nomor penerbangan pun tak dikantongi.

Kini Paccing kembali menikmati liburan di kampung. Dia dengan sabar menanti 28 Februari 2018. Saat itu Kamis. Tetapi sehari sebelumnya, Rabu (27/2/2019), dia dan jemaah lain akan diinapkan semalam di Arthama Hotel, Makassar, dekat Pantai Losari. Istirahat dan manasik terlebih dahulu.

Paccing jauh lebih tenang. Tiket umrah dan akad sudah dia pegang, lembaran yang disebutnya menjadi penanda perjalanan umrah berkualitas. Istimewanya lagi, semuanya distempel tulisan garansi. Jadi bila nanti ada item yang tak sesuai dengan penjelasan di akad, akan ada ganti rugi.

Tetapi Paccing tak memikirkan banyak hal lagi. Yang ada di kepalanya hanya bayang-bayang Baitullah. Dia berdoa selalu sehat dan dianugerahi kesempatan untuk benar-benar bisa menjalankan ibadah umrah. Labbaik allahumma labbaik. (luzd)