Shalat merupakan salah satu dari lima rukun Islam dan menjadi kewajiban terbesar setelah syahadat. Setiap muslim diwajibkan melaksanakan shalat lima waktu, dan meninggalkannya tanpa alasan yang jelas adalah dosa besar.
Namun, banyak yang mengaku muslim tetapi tidak menjaga shalat mereka, bahkan ada yang meninggalkannya sama sekali. Mengapa ini terjadi? Salah satu penyebab utamanya adalah ketidaktahuan mereka tentang pentingnya shalat dalam agama Islam.
5 Dosa Meninggalkan Shalat Ini Pasti Bikin Taubat
Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Kitab Ash Shalah, para ulama sepakat bahwa dosa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar.
Dosa meninggalkan shalat bahkan lebih besar dari pada membunuh, merampas harta, berzina, mencuri, dan minum minuman keras
Dosa meninggalkan shalat wajib
Jika seorang Muslim meninggalkan shalat dengan sengaja, ia akan mendapat dosa besar dan Allah akan melaknatnya dengan balasan menemui Al Ghoyya.
Source image: canva.com
Allah SWT berfirman dalam Surat Maryam ayat 59-60:
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui Al Ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” (QS. Maryam : 59-60)
1. Dosa Meninggalkan Shalat Subuh
Shalat Subuh adalah salah satu dari lima shalat wajib dan dilaksanakan pada waktu yang sangat istimewa. Meskipun keutamaannya sangat besar, banyak orang yang masih sering lalai dalam melaksanakannya.
“Barangsiapa meninggalkan shalat Subuh, maka ia kehilangan perlindungan Allah.”
Selain itu, ada riwayat yang menyebutkan bahwa meninggalkan Shalat Subuh satu kali setara dengan hukuman berada di neraka selama 30 tahun.
Mengingat satu hari di neraka sama dengan 60.000 tahun di dunia, maka satu kali meninggalkan Shalat Subuh berarti akan mendekam selama 60.000 tahun di neraka.
2. Dosa Meninggalkan Shalat Dhuhur
Dosa meninggalkan Shalat Dhuhur dianggap sebagai dosa besar dalam ajaran Islam. Bahkan, dalam beberapa riwayat yang dapat ditemukan dalam sumber-sumber hadis, dosa meninggalkan Shalat Dhuhur satu kali dapat dianggap setara dengan membunuh 1.000 orang Muslim. Hal Ini menegaskan betapa seriusnya pelanggaran ini dalam pandangan Islam.
3. Dosa Meninggalkan Shalat Ashar
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menekankan pentingnya shalat Ashar secara khusus dalam sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Siapa yang terlewatkan shalat Ashar maka seakan-akan hilang keluarga dan hartanya.” [HR. Al-Bukhâri, no. 1537].
Hadis-hadis ini menunjukkan betapa pentingnya shalat Ashar. Dosa meninggalkan shalat Ashar secara sengaja memiliki konsekuensi yang sangat serius, karena dapat menyebabkan gugurnya amal dan dianggap sebagai pelanggaran besar.
Dalam pandangan beberapa ulama, meninggalkan salah satu dari shalat lima waktu juga dapat menyebabkan gugurnya amal seseorang dan dianggap sebagai bentuk kekafiran.
Meski demikian, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara khusus menyebutkan shalat Ashar, menunjukkan bahwa ada keistimewaan tersendiri untuk shalat ini.
Jika tidak ada keistimewaan khusus, maka hukumnya akan sama dengan shalat lainnya seperti Zhuhur, Maghrib, Isya, atau Shubuh.
Namun, karena shalat Ashar memiliki keistimewaan khusus dalam hal hukuman dan dosa, maka menjaga shalat Ashar dengan baik menjadi sangat penting.
Seorang Muslim seharusnya menjaga seluruh shalat lima waktu pada waktunya, baik untuk pria maupun wanita. Meninggalkan satu shalat saja dapat dianggap seolah-olah meninggalkan semuanya.
Source image: canva.com
Dengan menjaga shalat lima waktu dan konsisten dalam pelaksanaannya, seseorang akan mendapatkan pahala yang besar.
Syaikh Muhammad bin Shâlih al-Utsaimîn rahimahullah menjelaskan hadits ini dengan mengatakan, “Di antara keutamaan khusus shalat Ashar adalah siapa saja yang meninggalkannya, maka amalannya gugur, karena shalat Ashar sangat agung.” [Fatâwâ Nur ‘alad Darb, 7/102].
4. Dosa Meninggalkan Shalat Magrib
Dosa meninggalkan sholat Magrib memiliki konsekuensi yang sangat berat dalam pandangan agama Islam. Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa satu kali meninggalkan sholat Magrib itu dosanya setara dengan berzina dengan orang tua sendiri.
Hal ini menunjukkan betapa seriusnya kewajiban menjalankan sholat Magrib. Sholat Magrib, sebagai salah satu dari lima waktu sholat wajib, memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim.
Dengan meninggalkannya, seseorang tidak hanya kehilangan kesempatan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga dianggap melakukan dosa yang sangat besar, yang dibandingkan dengan dosa besar seperti berzina.
Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan umat Islam tentang pentingnya konsistensi dalam menjalankan ibadah sholat sebagai bentuk ketaatan dan pengabdian kepada Allah.
5. Dosa Meninggalkan Shalat Isya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا في العَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوَاً
“Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada shalat Isya’ dan shalat Subuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 615 dan Muslim no. 437)
Hadis ini menegaskan betapa besar keutamaan dari shalat Isya’ sehingga seandainya umat Islam menyadarinya, mereka akan berusaha mendatanginya meskipun dengan susah payah.
Selain itu, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu juga meriwayatkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Tidak ada sholat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari sholat Subuh dan sholat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua sholat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657)
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa semua shalat terasa berat bagi orang munafik seperti yang disebutkan dalam firman Allah:
وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَى
“Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas” (QS. At Taubah: 54). Namun, shalat ‘Isya’ dan shalat Subuh lebih berat bagi orang munafik karena mereka enggan melaksanakannya, terutama di waktu-waktu yang tidak nyaman, seperti saat beristirahat di malam hari atau saat nikmatnya tidur di pagi hari (Fathul Bari, 2: 141).
Dengan demikian, kurangnya semangat untuk melaksanakan shalat Isya’bukan hanya menunjukkan kelemahan iman, tetapi juga mengindikasikan bahwa seseorang mungkin termasuk dalam kategori orang munafik, sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis tersebut.
Dosa Meninggalkan Shalat Jumat
Shalat Jumat merupakan kewajiban yang sangat penting bagi setiap laki-laki Muslim yang baligh dan berakal. Hukumnya adalah fardu ‘ain, yaitu kewajiban individual yang harus dilaksanakan secara berjamaah pada hari Jumat.
Source image: canva.com
Dosa meninggalkan shalat Jumat tanpa alasan syar’i adalah pelanggaran serius dalam Islam dan dianggap haram. Rasulullah saw memberikan peringatan tegas mengenai hal ini dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
“Sungguh, aku ingin sekali memerintahkan seseorang mengimami salat di tengah masyarakat, kemudian aku akan membakar rumah mereka yang tertinggal dari salat Jumat.” (HR. Muslim)
Hadis ini menegaskan betapa besarnya dosa meninggalkan shalat Jumat tanpa uzur. Rasulullah saw ingin umatnya menyadari bahwa shalat Jumat adalah kewajiban yang sangat penting dan tidak boleh dianggap enteng.
Dengan demikian, dosa meninggalkan shalat Jumat tanpa alasan menunjukkan pelanggaran besar terhadap ajaran Islam, dan merupakan indikasi dari ketidakpatuhan yang serius.
Penutup
Dengan memahami betapa besarnya dosa meninggalkan shalat, diharapkan kita dapat lebih disiplin dan konsisten dalam menjalankan ibadah shalat sebagai bentuk pengabdian dan ketaatan kepada Allah SWT.
Puasa sunnah adalah amalan sukarela yang dianjurkan dalam agama Islam. Meskipun tidak wajib seperti puasa Ramadhan yang merupakan salah satu dari lima rukun Islam, puasa sunnah sangat dianjurkan karena banyak manfaatnya.
Salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan adalah puasa Senin Kamis. Sesuai namanya, puasa ini dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis.
Keutamaan Puasa Senin Kamis
1. Hari Ketika Amal Para Hamba Diperiksa
Puasa Senin Kamis memiliki keutamaan yang khusus karena hari Senin dan Kamis adalah waktu di mana amal perbuatan para hamba diperiksa oleh Allah.
Nabi Muhammad SAW memberikan contoh puasa Senin Kamis kepada umatnya karena pada hari-hari ini amal perbuatan kita dilaporkan kepada Allah. Hal ini berdasarkan Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:
“Amal-amal perbuatan itu diajukan (diaudit) pada hari Senin dan Kamis. Oleh karena itu aku ingin amal perbuatanku diajukan (diaudit) pada saat aku sedang puasa.” (HR Tirmidzi).
2. Hari Dibuka Pintu-pintu Surga
Allah SWT membuka pintu-pintu surga setiap hari Senin dan Kamis, sehingga puasa Senin Kamis menjadi salah satu cara untuk mendapatkan kemuliaan tersebut.
Source image: canva.com
Setiap pekan, Allah membukakan pintu-pintu surga pada hari-hari ini bagi hamba-Nya. Hadits berikut menjelaskan hal ini:
“Maka diampuni dalam kedua hari itu setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, kecuali orang yang di antaranya dan saudaranya terdapat permusuhan. Kemudian dikatakan, lihatlah kedua orang ini hingga keduanya berdamai.” (HR Al Khatib, Muslim, Abu Daud, Nasa’i, At-Tarmidzi, dan Ibnu Hibban).
3. Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Menurut buku “Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah Rekomendasi Rasulullah” oleh Amirulloh Syarbini dan Sumantri Jamhari, hari Senin adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Abu Qatadah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa pada hari Senin, dan beliau menjelaskan bahwa hari Senin adalah hari istimewa:
“Itu adalah hari aku dilahirkan, diangkat menjadi Nabi, dan diturunkannya Al Quran (pertama kali).” (HR Muslim).
4. Hari Turunnya Al Quran
Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah pada hari Senin. Dengan berpuasa pada hari ini, kita mengikuti sunnah Nabi SAW dan menunjukkan penghargaan terhadap hari yang penuh berkah ini.
Melakukan puasa Senin Kamis adalah cara kita untuk meneladani Nabi Muhammad SAW dan menyambut turunnya Al Quran dengan ibadah yang penuh berkah.
Artinya: “Saya niat berpuasa besok hari Kamis sunah karena Allah Ta’la.”
Jika Anda lupa membaca niat puasa Senin Kamis pada malam hari, jangan khawatir. Puasa ini merupakan puasa sunnah, sehingga niat dapat dibaca di siang hari, dari pagi hingga sebelum waktu dzuhur, asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Waktu Puasa: Dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Selama waktu tersebut, Anda harus menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa.
Hari-hari yang Dilarang Berpuasa:
Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal).
Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah).
Hari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).
Separuh terakhir dari bulan Sya’ban, kecuali bagi yang sudah melazimkan puasa.
Hari yang diragukan (30 Sya’ban) saat ada kesaksian ru’yatul hilal yang tidak bisa diterima.
Catatan: Meskipun puasa Senin Kamis dapat dilakukan kapan saja, perhatikan bahwa puasa tidak diperbolehkan pada hari-hari yang diharamkan berpuasa.
Dengan mengikuti puasa Senin Kamis, Anda dapat mendapatkan keberkahan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sholat tahajud adalah ibadah malam yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Meskipun terdapat banyak ibadah sunnah yang dianjurkan, ibadah sunnah ini sangat menonjol karena keutamaan sholat tahajud yang sangat besar.
Sholat tahajud yang dilakukan pada sepertiga malam terakhir merupakan bentuk ibadah yang menekankan ketulusan dan dedikasi seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah.
Ibadah ini tidak hanya mencerminkan komitmen dan keseriusan seorang Muslim, tetapi juga memberikan kesempatan untuk meraih berbagai keutamaan sholat tahajud yang sangat berharga.
Artikel ini akan membahas keutamaan sholat tahajud secara mendetail, memberikan penjelasan yang komprehensif serta contoh praktis yang dapat memotivasi kita untuk mengamalkannya dengan sepenuh hati
Keutamaan Sholat Tahajud 40 Hari Berturut Turut
8 Keutamaan sholat tahajud yang akan diraih berikut ini:
“Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)
Penjelasan: Istilah “maqaman mahmuda” dalam ayat ini merujuk pada posisi yang sangat terhormat dan diakui oleh Allah. Kedudukan ini mencerminkan respek dan penghargaan yang diberikan baik di dunia maupun di akhirat.
Sholat tahajud adalah sarana untuk meraih kedudukan terpuji ini, karena ia menunjukkan komitmen dan kesungguhan seorang hamba dalam beribadah.
Orang yang rutin melaksanakan tahajud akan mendapatkan posisi yang terhormat di mata Allah, yang tidak hanya menghargai usaha dan kesungguhan mereka tetapi juga memberikan mereka status yang tinggi dalam pandangan orang lain.
Contoh: Salah satu contoh keutaman sholat, misalkan seorang profesional yang selalu meluangkan waktu untuk tahajud meskipun memiliki jadwal yang padat, mungkin akan merasakan dampak positif dalam kehidupan kerjanya.
Rekan kerja dan atasan mungkin akan memberikan pengakuan dan respek yang lebih tinggi kepadanya, karena mereka melihat dedikasi dan komitmen yang konsisten dalam beribadah.
Selain itu, ia akan merasakan kedamaian dan keberkahan yang mendalam dalam pekerjaannya serta dalam hubungan sosialnya.
Kedudukan terpuji ini tidak hanya terbatas pada kehidupan duniawi tetapi juga akan berlanjut hingga akhirat, di mana ia akan mendapatkan ganjaran dan penghargaan yang lebih tinggi di hadapan Allah.
2. Dimudahkan Segala Urusannya Oleh Allah SWT
Keutamaan sholat tahajud yang berikutnya ialah mendatangkan kemudahan dalam berbagai urusan hidup kita. Allah SWT berfirman:
رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ
“Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar..” (QS. Al Isra’: 80)
Penjelasan: Keutamaan sholat tahajud di dalam ayat ini menjelaskan tentang permohonan seorang hamba agar Allah mempermudah segala urusan dan memberinya jalan yang benar dalam kehidupannya.
Ketika seseorang rutin melaksanakan sholat tahajud, Allah akan memberikan kemudahan dalam setiap aspek kehidupannya. Kemudahan ini mencakup berbagai hal, mulai dari urusan pribadi seperti keluarga, pekerjaan, hingga aktivitas sehari-hari.
Sholat tahajud bukan hanya sebuah ibadah, tetapi juga merupakan cara untuk memperoleh berkah dan kemudahan dari Allah dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan yang mungkin dihadapi.
Allah akan membuka jalan yang lebih baik dan memberikan solusi yang memudahkan dalam berbagai urusan hidup.
Contoh: Contoh lain terkait keutamaan sholat tahajud, misalkan seorang ibu rumah tangga yang secara rutin melaksanakan tahajud mungkin akan merasakan kemudahan dalam mengatur waktu dan menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga.
Dengan kehadiran Allah dalam kehidupannya, ia mungkin lebih mudah untuk menyusun jadwal, mengatasi tantangan harian, dan menjaga keharmonisan dalam keluarganya.
Ia juga dapat mengalami perasaan tenang dan penuh berkah dalam menjalani perannya sebagai ibu dan istri. Kemudahan ini bukan hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga dalam bentuk spiritual dan emosional, membantu seseorang untuk tetap bersemangat dan optimis dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.
3. Solusi Dari Segala Permasalahan
Keutamaan sholat tahajud selanjutnya ialah mendapatkan solusi terbaik dari Allah dalam menghadapi masalah. Allah SWT berfirman:
وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ
“..dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar…” (QS. Al Isra’: 80)
Penjelasan: Keutamaan sholat tahajud di ayat ini menjelaskan tentang permohonan seorang hamba agar Allah memberikan jalan keluar yang terbaik dan benar dalam menghadapi setiap situasi.
Source image: canva.com
Sholat tahajud adalah momen ketika seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh ketulusan, dan melalui ibadah ini, Allah akan memberikan petunjuk dan solusi yang terbaik.
Ketika seseorang menghadapi masalah yang kompleks atau tantangan yang sulit, melaksanakan sholat tahajud dengan kesungguhan akan membuka pintu-pintu solusi yang tidak terlihat sebelumnya.
Allah berjanji akan memberikan jalan keluar yang baik dan benar bagi mereka yang tekun beribadah dan memohon petunjuk-Nya.
Contoh: Seorang mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam studi, seperti kesulitan memahami materi atau menghadapi tekanan akademis, mungkin merasa tertekan dan bingung.
Setelah melaksanakan sholat tahajud dengan penuh keikhlasan dan memohon petunjuk dari Allah, ia bisa mendapatkan inspirasi atau solusi yang memudahkan pemahaman materi atau mengatasi masalah akademisnya.
Bisa jadi ia menemukan metode belajar yang lebih efektif, mendapatkan bantuan dari dosen, atau bahkan memperoleh solusi kreatif yang tidak terlintas sebelumnya.
Dalam banyak kasus, solusi ini datang sebagai ide atau jalan yang lebih jelas setelah berdoa dan memohon bimbingan Allah di malam hari.
4. Senantiasa Mendapatkan Pertolongan Dari Allah SWT
keutamaan sholat tahajud adalah mendapatkan pertolongan langsung dari Allah.
Keutamaan sholat tahajud dalam al quran, Allah berfirman:
وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا
“..dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong…” (QS. Al-Isra’: 80)
Penjelasan: Keutamaan sholat tahajud di ayat ini menunjukkan bahwa ketika seorang hamba melaksanakan sholat tahajud dengan tekun, ia dapat memperoleh pertolongan langsung dari Allah.
Pertolongan ini meliputi berbagai bentuk bantuan, perlindungan, dan dukungan dalam menghadapi tantangan hidup. Allah memberikan kekuatan dan kemampuan yang diperlukan untuk mengatasi kesulitan serta menghadapi rintangan dengan lebih efektif.
Pertolongan ini tidak hanya berupa bantuan langsung tetapi juga bisa datang dalam bentuk inspirasi, jalan keluar yang tidak terduga, atau perlindungan dari berbagai bahaya.
Dengan memohon kepada Allah di waktu tahajud, hamba akan merasa lebih yakin dan mendapat dukungan dalam menghadapi berbagai situasi sulit.
Contoh: Seorang pengusaha yang sedang menghadapi krisis dalam bisnisnya, seperti penurunan penjualan atau masalah keuangan, mungkin merasa tertekan dan kesulitan menemukan solusi.
Setelah melaksanakan sholat tahajud dengan penuh keikhlasan dan memohon pertolongan kepada Allah, ia bisa mengalami perubahan signifikan.
Bisa jadi ia mendapatkan ide baru untuk memperbaiki strategi bisnis, atau ada peluang baru yang muncul secara tak terduga.
Bantuan juga bisa datang melalui dukungan dari rekan bisnis atau nasihat berharga yang membantu mengatasi masalah.
Keberuntungan dan bantuan yang tidak terduga ini sering kali merupakan hasil dari doa dan usaha yang dilakukan di waktu tahajud, yang memperkuat keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu ada bagi mereka yang berusaha dan berdoa dengan sungguh-sungguh.
5. Mendapatkan Kemuliaan & Memiliki Wibawa
Keutamaan sholat tahajud lainnya ialah, mendapatkan kemuliaan dan kewibawaan. Rasulullah bersabda:
“Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada shalat malamnya.” (HR. Hakim; hasan)
Penjelasan: Kemuliaan dan kewibawaan yang dimaksud dalam hadits tentang keutamaan sholat tahajud, merujuk pada peningkatan status dan kehormatan seseorang di mata orang lain serta di hadapan Allah.
Sholat tahajud, sebagai ibadah malam yang dilakukan dengan konsisten, mencerminkan ketulusan dan kesungguhan seseorang dalam beribadah.
Hal ini tidak hanya meningkatkan kedekatan seseorang dengan Allah tetapi juga menciptakan aura kewibawaan dan kepercayaan di mata orang-orang di sekelilingnya.
Source image: canva.com
Orang yang rutin melaksanakan tahajud akan merasakan kemuliaan dalam berbagai aspek kehidupannya, mulai dari hubungan sosial hingga posisi kepemimpinan.
Kewibawaan ini muncul sebagai hasil dari kedekatan spiritual dan integritas yang tercermin dalam tindakan dan perilaku sehari-hari.
Contoh: Seorang guru yang secara rutin melaksanakan tahajud mungkin akan menunjukkan karakter dan sikap yang sangat mempengaruhi murid-muridnya.
Keberanian dan keteguhan dalam menghadapi tantangan, kesabaran dalam mengajar, serta rasa hormat yang ditunjukkan kepada murid-muridnya dapat menciptakan suasana belajar yang positif dan produktif.
Guru tersebut menjadi teladan dalam hal kedisiplinan dan keimanan, sehingga memperoleh rasa hormat yang tinggi dari murid-muridnya dan rekan-rekannya.
Di lingkungan kerja atau komunitas, kemuliaan ini bisa terlihat dari penghargaan dan respek yang diterima, serta kemampuan untuk memimpin dan memotivasi orang lain dengan lebih efektif.
Kewibawaan yang diperoleh melalui sholat tahajud juga bisa membantu dalam membuat keputusan yang bijaksana dan mempengaruhi orang lain secara positif.
6. Dikabulkan Segala Doanya
Sholat tahajud adalah waktu yang sangat mustajabah untuk berdoa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir di setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Siapa saja yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa saja yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberi, siapa saja yang memohon ampunan dari-Ku akan Kuampuni.'” (HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan: Waktu sepertiga malam terakhir adalah saat yang paling mustajabah untuk meraih keutamaan sholat tahajud, sebab saat Allah SWT turun ke langit dunia dan menyatakan kesiapan-Nya untuk mendengarkan doa hamba-Nya.
Ini adalah momen berharga ketika doa-doa kita memiliki peluang terbesar untuk dikabulkan. Keleluasaan dan kemurahan Allah pada waktu ini menjadikannya kesempatan emas bagi setiap muslim untuk memohon segala hajat, mencari petunjuk, dan memohon ampunan.
Contoh: Bayangkan seseorang yang tengah menghadapi keputusan penting, seperti memilih karir atau pasangan hidup. Dalam momen-momen penuh ketidakpastian, dia bisa memanfaatkan waktu tahajud untuk memohon petunjuk dari Allah, meminta agar diberikan jalan yang terbaik dan diberi keyakinan dalam membuat keputusan.
Dengan mengisi sepertiga malam terakhir dengan doa dan permohonan, dia tidak hanya memperkuat keimanannya tetapi juga membuka pintu-pintu berkah dan bimbingan dari Allah yang mungkin tidak terduga sebelumnya.
Selain itu, dia bisa memohon ampunan untuk kesalahan masa lalu, berharap agar dosa-dosa diampuni dan mendapat keberkahan dalam setiap langkah ke depan.
7. Dicatat Sebagai Orang yang Shalih
Keutamaan sholat tahajud yang berikutnya ialah dicatat sebagai orang yang shalih, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda terkait kebiasaan orang-orang shalih terdahulu.
“Lakukanlah shalat malam oleh kalian, karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Ia pun dapat mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, menghapus segala kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi; hasan)
Penjelasan: Sholat tahajud adalah ibadah yang dicontohkan oleh para nabi dan orang-orang shalih dari generasi sebelumnya. Dengan melaksanakan tahajud, kita mengikuti jejak mereka dan menjadi bagian dari golongan orang-orang yang diberkahi.
Sholat malam ini bukan hanya sebuah ritual ibadah, tetapi juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa-dosa, dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa.
Ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan sholat tahajud dalam menanamkan kualitas keimanan dan kebajikan dalam diri seorang muslim.
Contoh: Seorang mahasiswa yang baru saja memulai kuliahnya mungkin menghadapi berbagai tantangan akademis dan pribadi.
Dengan melaksanakan sholat tahajud secara rutin, ia tidak hanya memperoleh bimbingan dan dukungan spiritual, tetapi juga mengikuti teladan orang-orang shalih yang telah sukses dalam kehidupan mereka.
Sholat tahajud membantu mahasiswa tersebut untuk menjaga motivasi, mengatasi stres, dan memperbaiki kualitas ibadahnya.
Melalui rutinitas ini, ia merasa semakin dekat dengan Allah dan berusaha untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupannya, mengikuti jejak para pendahulu yang shalih.
8. Penghapus Dosa
Keutamaan sholat tahajud yang terakhir ialah, sholat ini dapat menghapus dosa-dosa dan kesalahan, serta mencegah pelakunya dari perbuatan dosa yang akan datang.
Ketika seseorang melaksanakan tahajud, ia mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan membersihkan hati dari noda-noda dosa yang telah berlalu.
Source image: canva.com
Dengan konsistensi dalam sholat tahajud, seseorang akan semakin dekat kepada Allah SWT yang memberikan bimbingan dan perlindungan untuk menghindari dosa-dosa di masa depan, sehingga hal ini menjadi sangat penting dipahami terkait keutamaan sholat tahajud.
Contoh: Seseorang yang merasa bersalah karena dosa-dosa masa lalu mungkin merasa tertekan dan sulit untuk bertaubat. Dengan rutin melaksanakan sholat tahajud, ia mendapatkan kesempatan untuk berdoa, memohon ampunan, dan memperbarui niatnya untuk hidup lebih baik.
Pengalaman spiritual ini membantu membersihkan hati dan memberikan kemudahan dalam proses taubat. Ia mungkin merasakan perubahan positif dalam hidupnya, seperti peningkatan kualitas hubungan dengan Allah, kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, dan rasa damai yang lebih mendalam.
Penutup
Itulah tadi pembahasan mengenai apa keutamaan sholat tahajud yang sangat besar manfaatnya, semoga artikel mengenai keutamaan sholat tahajud ini mampu memberikan dorongan dan motivasi untuk anda lebih sering lagi menjalankan ibadah sunnah ini.
Sholat dhuha – Dalam ajaran Islam, sholat lima waktu adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apa pun.
Bahkan jika seseorang sedang sakit parah dan tidak mampu berdiri, mereka tetap diwajibkan untuk melaksanakan sholat, baik sambil duduk maupun berbaring.
Selain sholat lima waktu, umat Muslim juga dianjurkan untuk melakukan ibadah sunnah, termasuk sholat sunnah.
Sholat sunnah adalah ibadah tambahan yang sifatnya tidak wajib, namun sangat dianjurkan untuk dilakukan sebagai pelengkap dan penambah kualitas ibadah kita.
Sholat sunnah terdiri dari berbagai jenis yang masing-masing memiliki keutamaan tersendiri, seperti sholat tahajud, sholat hajat, sholat istikharah, sholat witir, dan sholat tarawih di bulan Ramadan.
Kali ini, kita akan membahas salah satu sholat sunnah yang sangat dianjurkan, yaitu sholat dhuha.
Apa Itu Sholat Dhuha
Kata “dhuha” dalam bahasa Arab merujuk pada awal siang hari atau pagi. Dalam fiqih Islam, shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu dhuha, yaitu setelah matahari terbit setinggi satu tombak (sekitar 2,5 meter) hingga menjelang waktu zawâl, yaitu saat matahari mulai tergelincir ke arah barat.
Shalat dhuha termasuk dalam kategori sunnah muakkadah, yang berarti sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan.
Sholat Dhuha Jam Berapa
Source image: canva.com
Menurut Syekh Hasan bin ‘Ammar, salah satu ulama mazhab Hanafi, dalam kitab Maraqil Falah, terkait waktu shalat dhuha:
Artinya, “Sungguh, waktu antara terbit matahari hingga tergelincir terbagi tiga. Pertama, waktu dhahwah. Waktu itu terjadi pada saat terbit. Kedua, waktu dhuha yang dibatasi dengan naiknya matahari. Ketiga, waktu dhaha. Waktu itu (dimulai dari habis waktu dhuha) hingga tergelincir matahari. Dengan demikian, yang dimaksud waktu yang dinisbahkan pada shalat dhuha adalah waktu di mana naiknya matahari. Naiknya matahari itulah yang menjadi batasnya,” (Lihat Al-Kharasyi, Syarh Mukhtashar Khalil, Beirut, Darul Fikr, jilid II, halaman 4).
Berdasarkan penjelasan Syekh Hasan bin ‘Ammar dalam kitab Maraqil Falah, waktu antara terbitnya matahari hingga tergelincir terbagi menjadi tiga bagian.
Pertama adalah waktu dhahwah, yaitu dari terbit matahari hingga matahari setinggi satu tombak (sekitar 2,5 meter).
Kedua adalah waktu dhuha, yang dimulai setelah matahari mencapai ketinggian satu tombak hingga waktu istiwa (matahari tepat di atas langit).
Ketiga adalah waktu dhaha, yaitu dari waktu istiwa hingga waktu matahari tergelincir ke arah barat. Dengan demikian, shalat dhuha dilakukan selama waktu dhuha yang mulai dari ketinggian satu tombak hingga sebelum waktu istiwa.
Untuk menentukan waktu sholat dhuha, beberapa ulama memberikan berbagai ukuran untuk satu tombak. Syekh Abu Sulaiman dalam Ma‘alimus Sunan menyebutkan bahwa satu tombak menurut pandangan mata telanjang.
Syekh Sulaiman bin Muhammad bin ‘Umar dalam Hasyiyatul Bujairimi menyatakan bahwa satu tombak kira-kira setinggi tujuh hasta.
Syekh Muhammad bin Ahmad bin ‘Arafah Ad-Dasuqi dalam Hasyiyatud Dasuqi menyebutkan satu tombak sekitar 12 jengkal. Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menyatakan bahwa satu tombak kira-kira sepanjang 2,5 meter.
Beberapa sumber juga mengonversi ukuran ini ke waktu, yaitu sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit.
Untuk kemudahan, waktu sholat dhuha dapat diketahui dengan melihat jadwal imsakiah dari lembaga resmi atau dengan cara melihat panjang bayangan benda, jika panjang bayangan sudah sama dengan tinggi bendanya, maka waktu sholat dhuha telah masuk.
Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah SWT.”
Sholat Dhuha Berapa Rakaat
Shalat Dhuha, yang merupakan ibadah sunnah, dilakukan dengan jumlah minimal dua rakaat dan maksimal hingga dua belas rakaat.
Source image: canva.com
Pada setiap rakaat, setelah membaca surat al-Fatihah, disunnahkan untuk membaca surat as-Syamsu dan ad-Dhuha, atau bisa juga membaca surat al-Kafirun dan al-Ikhlas.
Untuk lebih memfokuskan ibadah, bisa dilakukan dengan cara menggabungkan surat-surat tersebut: pada rakaat pertama membaca as-Syamsu dan al-Kafirun, sedangkan pada rakaat kedua membaca ad-Dhuha dan al-Ikhlas.
Untuk rakaat-rakaat selanjutnya, disunnahkan membaca surat al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat al-Ikhlas pada rakaat kedua.
Keutamaan Sholat Dhuha
Keutamaan Shalat Dhuha sangatlah banyak, di antaranya sebagai berikut:
1. Sholat dhuha menjadi sedekah semua tulang manusia.
Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Dzar radliyallahu ‘anh, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: ‘Ada sedekah (yang hendaknya dilakukan) atas seluruh tulang salah seorang dari kalian. Karena itu setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan dua rakaat shalat Dhuha mencukupi semuanya itu’,” (HR Muslim).
2. Sholat dhuha menjadi shalat kaum awwâbîn
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: لَا يُحَافِظُ عَلَى صَلَاةِ الضُّحَى إِلَّا أَوَّابٌ. قَالَ: وَهِيَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ. (رواه الحاكم وقال: هذا حديث صحيح على شرط مسلم)
Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anh, ia berkata: ‘Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Tidak ada yang menjaga shalat Dhuha kecuali orang yang kembali kepada Allah dengan bertaubat.’ Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Shalat Dhuha adalah shalat orang-orang yang kembali kepada Allah dengan bertaubat’,” (HR al-Hakim dan ia berkata: “Ini hadits shahih sesuai syarat Imam Muslim).
3. Setiap dua rakaat shalat Dhuha mempunyai keutamaan khusus
Artinya: “Diriwayatkan dari Ismail bin Ubaidillah, dari Abdullah bin Amr, ia berkata: ‘Aku bertemu dengan Abu Dzar radliyallahu ‘anh, lalu berkata: ‘Wahai Paman, beritahukanlah diriku pada suatu kebaikan.’ Lalu ia menjawab: ‘Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ sebagaimana Kamu bertanya kepadaku.
Lalu beliau bersabda: ‘Bila Kamu shalat Dhuha dua rakaat maka tidak akan dicatat sebagai bagian dari kaum yang lalai; bila Kamu shalat Dhuha empat rakaat maka akan dicatat sebagai bagian dari kaum yang berbuat baik; bila Kamu shalat Dhuha enam rakaat maka akan dicatat sebagai bagian dari kaum yang taat; bila Kamu shalat Dhuha delapan rakaat maka akan dicatat sebagai bagian dari kaum yang beruntung; bila Kamu shalat Dhuha 10 rakaat maka pada hari itu tidak akan dicatatkan dosa bagimu; dan bila Kamu shalat Dhuha 12 rakaat maka akan dibangunkan untukmu sebuah rumah di surga’,” (HR al-Baihaqi).
Dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim, shalat merupakan ibadah pokok yang memperkuat koneksi spiritual dengan Allah SWT.
Namun, keutamaan shalat tidak berhenti pada gerakan dan bacaan di dalamnya saja. Dzikir setelah sholat fardhu yang seringkali diabaikan, sebenarnya memiliki makna yang mendalam dan memperkukuh ikatan batin dengan Sang Pencipta.
Dzikir setelah sholat fardhu merupakan serangkaian ucapan, dzikir, dan doa yang dibaca setelah menyelesaikan shalat wajib. Hal ini dianjurkan sebagai bentuk ekspresi syukur, memohon ampunan, dan memperbanyak pengingat akan Allah.
Dzikir ini dilakukan untuk memperpanjang momen kebersamaan dengan Sang Khalik setelah selesai melaksanakan kewajiban shalat.
Dalil Anjuran Berdzikir Setelah Sholat Fardhu
Allah Ta’ala memerintahkan dzikir setelah sholat fardhu dalam Al-Qur’an:
“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), berdzikirlah kepada Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” (QS. An Nisa: 103).
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan berdzikirlah kepada Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (QS. Al Jumu’ah: 10).
Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Sesuai Sunnah
1. Istighfar 3x, dan membaca doa “Allahumma antas salam…”
Tsauban radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
(Ya Allah Engkau-lah as salam, dan keselamatan hanya dari-Mu, Maha Suci Engkau wahai Dzat yang memiliki semua keagungan dan kemulian)” (HR. Muslim no. 591).
2. Membaca tahlil dan doa “Allahumma laa maani’a lima a’thayta…”
Dari Al Mughirah bin Syu’bah radhiallahu’anhu, ia berkata:
سَمِعْتُ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يقولُ خَلْفَ الصَّلَاةِ: لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وحْدَهُ لا شَرِيكَ له، اللَّهُمَّ لا مَانِعَ لِما أعْطَيْتَ، ولَا مُعْطِيَ لِما مَنَعْتَ، ولَا يَنْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ
“Aku mendengar Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam setelah shalat beliau berdoa:
laa ilaha illallooh wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. Alloohumma laa maani’a lima a’thoyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.
(tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Segala pujian dan kerajaan adalah milik Allah. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan (bagi pemiliknya). Dari Engkau-lah semua kekayaan dan kemuliaan” (HR. Bukhari no.6615, Muslim no.593).
3. Membaca doa “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu…”
كانَ ابنُ الزُّبَيْرِ يقولُ: في دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ حِينَ يُسَلِّمُ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ له، له المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهو علَى كُلِّ شيءٍ قَدِيرٌ، لا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا باللَّهِ، لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ، له النِّعْمَةُ وَلَهُ الفَضْلُ، وَلَهُ الثَّنَاءُ الحَسَنُ، لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ له الدِّينَ ولو كَرِهَ الكَافِرُونَ وَقالَ: كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ يُهَلِّلُ بهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ
Biasanya (Abdullah) bin Zubair di ujung shalat, ketika selesai salam beliau membaca:
laa ilaha illalloohu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. Laa haula wa laa quwwata illa billaah. Laa ilaha illallooh wa laa na’budu illa iyyaah. Lahun ni’matu wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaa-ul hasanu. Laa ilaha illallooh mukhlishiina lahud diin wa lau karihal kaafiruun
(Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Segala pujian dan kerajaan adalah milik Allah. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Semua nikmat, anugerah dan pujian yang baik adalah milik Allah. Tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir tidak menyukainya” (HR. Muslim, no. 594).
4. Membaca tasbih, tahmid, takbir dan tahlil
Mengenai bacaan tasbih, tahmid, takbir dan tahlil setelah shalat ada 4 bentuk yang shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Yaitu:
Source image: canva.com
1. Membaca tasbih 33x, tahmid 33x, takbir 33x, tahlil 1x, total 100 dzikir
Sebagaimana riwayat dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang berdzikir setelah selesai shalat dengan dzikir berikut:
Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar (33 x). Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir
(“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar (33 x). Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah semata. Tidak ada sekutu bagiNya. Semua kerajaan dan pujaan adalah milik Allah. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu)Maka akan diampuni semua kesalahannya walaupun sebanyak buih di lautan” (HR. Muslim no. 597).
“Mereka (para sahabat) diperintahkan untuk bertasbih selepas shalat sebanyak 33x, bertahmid 33x, bertakbir 34x. Lalu seorang lelaki dari Anshar bermimpi dan dikatakan kepadanya: Apakah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah memerintahkan kalian untuk bertasbih sebanyak 33x, bertahmid 33x, bertakbir 34x? Ia menjawab: benar. Orang yang ada di dalam mimpi mengatakan: jadikanlah semua itu 25x saja dan tambahkan tahlil. Ketika ia bangun di pagi hari, lelaki Anshar ini menemui Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan menceritakan mimpinya. Nabi bersabda: hendaknya kalian jadikan demikian!” (HR. An Nasa-i, no. 1350, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa-i).
Sebagaimana dalam riwayat dari Abdullah bin Amr radhiallahu’anhu tentang dzikir setelah sholat fardhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خصلتان ، أو خلتان لا يحافظ عليهما عبد مسلم إلا دخل الجنة ، هما يسير ، ومن يعمل بهما قليل ، يسبح في دبر كل صلاة عشرا ، ويحمد عشرا ، ويكبر عشرا ، فذلك خمسون ومائة بًاللسان ، وألف وخمسمائة في الميزان ، ويكبر أربعا وثلاثين إذا أخذ مضجعه ، ويحمد ثلاثا وثلاثين ، ويسبح ثلاثا وثلاثين ، فذلك مائة بًاللسان ، وألف في الميزان
“Ada 2 perbuatan yang jika dijaga oleh seorang hamba Muslim maka pasti ia akan masuk surga. Keduanya mudah namun sedikit yang mengamalkan. Yaitu (pertama) bertasbih disetiap selepas shalat sebanyak 10x, bertahmid 10x, bertakbir 10x, maka itulah 150x dzikir di lisan (dalam 5 shalat waktu) namun 1500x di timbangan mizan. Dan (kedua) bertakbir 34x ketika hendak tidur, bertahmid 33x, dan bertasbih 33x, maka itulah 100x dzikir di lisan namun 1000x di timbangan mizan” (HR. Abu Daud no. 5065, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).
5. Membaca ayat Kursi
Sebagaimana hadits dari Abu Umamah Al Bahili radhiallahu’anhu mengenai bacaan dzikir setelah sholat fardhu ialah membaca ayat kursi, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang bisa menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian” (HR. An Nasa-i no. 9928, Ath Thabrani no.7532, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no.6464).
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkanku untuk membaca al mu’awwidzar (an naas, al falaq, al ikhlas) di penghujung setiap shalat” (HR. Abu Daud no. 1523, dishahikan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).
7. Membaca doa “Allahumma inni as-aluka ilman naafi’an…”
Dari Ummu Salamah Hindun binti Abi Umayyah radhiallahu’anha, ia berkata bahwa bacaan dzikir setelah sholat fardhu ialah:
“Biasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika shalat subuh, ketika setelah salam beliau membaca:
alloohumma inni as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqobbalan
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima” (HR. Ibnu Majah no. 762, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).
8. Membaca doa “Rabbighfirli wa tub ‘alayya…”
Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya:
“Berkata seorang dari kaum Anshar, bahwa ia mendengar Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dalam shalat beliau berdoa:
Rabbighfirli (atau: Allahummaghfirli) wa tub ‘alayya innataka antat tawwaabul ghafur
(Wahai Rabbku, terimalah taubatku, sungguh Engkau Dzat yang banyak menerima taubat, lagi Maha Pengampun)
sebanyak 100x” (HR. Ahmad no.23198, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 2603).
9. Membaca doa “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika…”
Dari Mu’adz bin Jabal radhiallahu’anhu, ia berkata:
أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ أخذ بيده وقال يا معاذُ واللهِ إني لَأُحبُّك واللهِ إني لَأُحبُّك فقال أوصيك يا معاذُ لا تَدَعَنَّ في دُبُرِ كلِّ صلاةٍ تقول اللهمَّ أعِنِّي على ذكرِك وشكرِك وحسنِ عبادتِك
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menarik tanganku sambil berkata: wahai Mu’adz, Demi Allah aku mencintaimu sungguh aku mencintaimu. Aku wasiatkan engkau wahai Muadz, hendaknya jangan engkau tinggalkan di setiap akhir shalat untuk berdoa:
Alloohumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika
(Ya Allah, tolonglah aku agar bisa berdzikir kepada-Mu, dan bersyukur kepada-Mu, serta beribadah kepada-Mu dengan baik)” (HR. Abu Daud no.1522, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang” (QS. Ar Ra’du: 28).
Dengan melakukan dzikir setelah sholat fardhu, hati kita akan merasakan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Ini adalah ketenangan yang datang dari keyakinan dan kedekatan dengan Allah.
“Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat maktubah (shalat fardhu), maka tidak ada yang bisa menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian” (HR Imam An-Nasai).
Membaca Ayat Kursi sebagai dzikir setelah shalat fardhu menjadi salah satu amalan yang dapat mengantarkan kita ke surga.
“Siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir setelah shalat sebanyak 33 kali dan menutupnya dengan membaca lâ ilâha illallâh lâ syarîka lahu lahul mulku wa lahulhamdu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan” (HR Imam Malik).
Membaca dzikir setelah sholat fardhu ini merupakan cara yang efektif untuk memohon ampunan Allah atas dosa-dosa kita.
“Ya Rasulullah ﷺ, doa manakah yang didengar Allah?” Beliau menjawab, “(Doa pada) akhir malam dan setelah sholat maktubah (sholat wajib)” (HR Imam Tirmidzi).
Dzikir setelah sholat fardhu adalah salah satu waktu yang mustajab untuk memohon doa kepada Allah. Dalam waktu ini, Allah lebih dekat dan mendengarkan doa-doa hamba-Nya.
Penutup
Dzikir setelah sholat fardhu sekadar rutinitas tambahan, melainkan sebuah ritual yang memiliki makna mendalam dan keutamaan besar.
Dengan dzikir setelah sholat fardhu, kita dapat mengingat Allah lebih sering, memohon ampunan dan rahmat-Nya, menguatkan koneksi spiritual, dan menenangkan jiwa.
Selain itu, dzikir setelah sholat fardhu juga didukung oleh dalil-dalil yang kuat dari Al-Qur’an dan Hadis. Oleh karena itu, janganlah kita melewatkan kesempatan berharga ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih keutamaan-keutamaan yang telah dijanjikan.
Melalui dzikir setelah sholat fardhu, kita memperpanjang momen kebersamaan dengan Sang Khalik setelah menyelesaikan shalat wajib, mengisi hati dengan kedamaian, dan menguatkan iman.
Jadikan dzikir setelah sholat fardhu sebagai bagian tak terpisahkan dari ibadah sehari-hari, sehingga kita selalu berada dalam lindungan dan kasih sayang Allah SWT.