Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: tazkiyahmandiri@gmail.com

Blog

Februari 25, 2024

Umroh menjadi salah satu ibadah penting bagi umat islam. Bagi calon jamaah yang berencana umroh tentu ingin mengetahui durasi waktu umroh berapa hari dilaksanakan yang pas. Hal ini bisa jadi berkaitan dengan hari cuti kerja yang dimiliki.

Ibadah umroh biasanya membutuhkan waktu 9 sampai 12 hari namun ada juga yang tersedia umroh 14 hari, tergantung pada paket yang dipilih serta agen travelnya.

Lalu umroh berapa hari yang pas atau ideal dilaksanakan? Berikut penjelasannya.

Waktu Umroh Berapa Hari?

Pada dasarnya, kegiatan umroh hanya dilaksanakan 3 – 12 jam saja. Tidak ada waktu yang pasti terkait umroh berapa hari dilakukan yang sesuai sunnah.

Biasanya, paket umroh yang disediakan agen travel minimal 7 hari dengan pembagian waktu 3 hari di Makkah dan 3 hari di Madinah.

Jika ingin fokus beribadah di Makkah lebih lama serta mengunjungi banyak tempat bersejarah di sana, jamaah bisa memilih waktu umroh 12 hari. Apabila tidak memiliki waktu libur yang panjang, Anda bisa pilih paket umroh 9 hari.

Sebelum berangkat, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan jamaah mulai dari tiket pesawat, cek kesehatan, visa, dan keperluan umroh lainnya. Persiapan ini biasanya dilakukan 2 minggu sebelum jamaah berangkat umroh.

umroh berapa hari

Kegiatan Umroh Selama 9 Hari

Umroh berapa hari yang pas? salah satu opsi yang tersedia ialah kegiatan umroh selama 9 hari yang umumnya dilakukan dengan waktu 3 hari di Madinah, dan sisanya di Makkah. Sebagian besar waktu dihabiskan di Makkah karena pusat ibadah umroh ada di Makkah.

Berikut Rincian Kegiatan Umroh 9 Hari

Berikut rincian kegiatan umroh selama 9 hari.

1. Hari pertama : Tiba di Jedah

Jamaah bertemu di titik kumpul yang sudah ditentukan. Kemudian jamaah akan diberikan perlengkapan umroh dari agen travel dan diberikan bimbingan. Setelah itu, jamaah berangkat ke Jeddah, Arab Saudi menggunakan pesawat.

Setelah sampai di Jeddah, jamaah melaksanakan niat untuk umroh. Selanjutnya, jamah langsung diantar ke Hotel menggunakan bus untuk istirahat dulu dan persiapan kegiatan umroh.

2. Hari kedua : Tawaf dan Sa’i di Makkah

Di hari kedua, jamaah berangkat ke Masjidil Haram untuk melakukan Tawaf dan Sai (berlari 7 kali antara bukit Shafa dan Marwah). Setelah itu, jamaah akan memotong sebagian rambut sebagai tanda penyucian. Jika selesai, jamaah bisa kembali ke penginapan.

3. Hari ketiga dan keempat : Beribadah di Makkah

Di hari ketiga dan keempat, jamaah tinggal di Makkah untuk fokus beribadah di Masjidil Haram. Moment ini adalah waktu yang tepat untuk para jamaah mendekatkan diri kepada Allah dengan sholat 5 waktu, berdzikir, mengaji, berdo’a, serta membaca Al – Quran.

Di hari ini, biasanya agen tour memiliki jadwal untuk berkunjung ke beberapa tempat bersejarah di Makkah seperti Gua Hira serta Jabal Rahmah.

4. Hari kelima dan keenam : Berkunjung ke luar Makkah

Di hari ini, jamaah mengunjungi beberapa tempat di luar Makkah seperti Mina, Arafah, dan Muzdalifah. Tempat – tempat ini merupakan tempat bersejarah bagi umat islam. Setelah itu, jamaah bisa kembali ke Makkah untuk beribadah lagi di Masjidil Haram.

5. Hari ketuju dan kedelapan : Perpisahan di Masjidil Haram

Jamaah melaksanakan ibadah di Masjidil Haram seperti sholat berjamaah dan mengaji. Selanjutnya, jamaah melakukan ibadah umroh dengan mengelilingi Ka’bah sambil memanjatkan do’a untuk perpisahan.

Jika memungkinkan, jamaah juga bisa mengunjungi tempat – tempat bersejarah lain di Makkah yang belum dikunjungi pada hari sebelumnya.

perjalanan umroh berapa hari

6. Hari kesembilan : Persiapan pulang ke Indonesia

Hari ini merupakan hari terakhir jamaah di Makkah. Sebelum pulang ke Indonesia, jamaah akan diberangkatkan ke Masjidil Haram terlebih dulu untuk Tawaf Wada (perpisahan sebagai tanda akhir dari umroh).

Setelah itu, jamaah berangkat ke bandara di Jeddah untuk pulang ke Indonesia.

Biaya Umroh 9 Hari

Biaya umroh 9 hari berkisar antara Rp. 27 juta – Rp. 36 juta. Biaya umroh ini bisa berbeda – beda, tergantung pada agen travelnya.

Rincian fasilitas yang bisa didapat antara lain tiket pesawat, visa, tour ziarah ke makkah dan madinah, transportasi bus full AC, penginapan, makan 3x sehari, dan perlengkapan umroh.

Kegiatan Umroh Selama 12 Hari

Umroh berapa hari yang ideal? salah satunya opsi yang dapat kamu pilih ialah perjalanan umroh selama 12 hari yang dibagi menjadi 3 hari di Madinah dan 9 hari di Makkah. Dengan durasi waktu yang lebih lama, tentunya akan semakin banyak aktivitas yang dapat anda lakukan.

Berikut Rincian Kegiatan Umroh 12 Hari

Berikut rincian kegiatan umroh selama 12 hari.

1. Hari pertama : Tiba di Jedah

Hari pertama, jamaah akan berangkat ke Jeddah, Arab Saudi menggunakan pesawat. Setelah sampai di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, kemudian jamaah diantar ke Hotel untuk beritirahat sebelum melakukan kegiatan umroh.

2. Hari kedua sampai ketiga : Ibadah umrah di Makkah

Hari kedua, jamaah berangkat ke Makkah untuk melakukan umroh. Jamaah berkunjung ke Masjidil Haram untuk melaksanakan Tawaf, Sa’i, dan Tahallul. Di hari ini, jamaah juga bisa mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti Jabal Rahmah dan Jabal Nur.

3. Hari keempat sampai keenam : Berkunjung ke Madinah

Selama 3 hari kedepan, jamaah mengunjungi beberapa tempat – tempat bersejarah di Madinah seperti Masjid Ijabah, Masjid Quba, Jabal Uhud, Kebun Kurma, Masjid Qiblatain, dan Masjid Khondaq.

Biasanya, tempat pertama yang dikunjungi mulai pagi hari adalah Masjid Quba. Jamaah bisa memanfaatkannya untuk melakukan sholat dhuha di sana.

4. Hari ketujuh sampai kesembilan : Fokus ibadah di Makkah

Setelah dari Madinah, jamaah kembali ke Makkah untuk melakukan umroh yang kedua. Selama 3 hari kedepan, jamaah akan fokus untuk beribadah di Makkah.

5. Hari kesepuluh sampai kesebelas : Berkunjung ke tempat sejarah di Makkah

Di hari ini, jamaah mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Kota Makkah seperti Mina, Padang Arafah,  Jabal Tsur, Jabal Nur, Muzdhalifah, dan Masjid Ji’ronah.

pergi umroh berapa hari

6. Hari keduabelas : Tawaf Wada di Makkah dan persiapan pulang

Hari terakhir di Makkah, jamaah diberangkatkan ke Masjidil Haram untuk tawaf wada (perpisahan sebagai tanda akhir umroh). Setelah itu, jamaah berangkat ke bandara untuk pulang ke Indonesia.

Biaya Umroh 12 Hari

Biaya umroh 12 hari berkisar Rp. 30 juta – Rp. 41 juta. Biaya ini bisa berbeda tergantung pada agen travel serta fasilitas yang didapatkan.

Beberapa fasilitas yang bisa didapatkan antara lain tiket pesawat, hotel di Makkah dan Madinah, visa umroh, manasik, makan 3x sehari, ziarah di Makkah dan Madinah, Bus full AC, handling bandara hotel, serta perlengkapan umroh.

Perjalanan umroh menjadi kenangan yang tidak terlupakan bagi para jamaah. Momen tersebut menjadi waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah serta meningkatkan spiritualitas.

Calon jamaah yang ingin berangkat umroh, jangan lupa lakukan persiapan dengan baik. Agar ibadah umroh bisa berkah dan menjadi sumber pahala.

Februari 19, 2024

Haji merupakan rukun islam yang ke lima. Haji diwajibkan hanya bagi mereka yang mampu secara fisik, mental, dan finansial. Ketentuan berangkat haji telah tercantum dalam Al-Qur’an dan Hadis.

Sebagai orang islam tentu sangat ingin melaksanakan haji, mengingat ibadah ini mendapatkan pahala yang amat besar. Namun, tidak semua orang sanggup melaksanakannya. Banyak hal yang perlu disiapkan hingga mengharuskan haji hanya wajib bagi yang mampu saja.

Lalu, mengapa ibadah haji diwajibkan hanya untuk orang yang sudah mampu? Serta amalan apa yang bisa dilaksanakan sebagai pengganti ibadah haji bagi yang tidak mampu? Simak penjelasannya berikut.

Alasan Mengapa Ibadah Haji Diwajibkan Hanya Untuk Orang yang Sudah Mampu?

Alasan mengapa ibadah haji diwajibkan hanya untuk orang yang sudah mampu melakukan perjalanan ke tanah suci telah diterangkan dalam Al-Qur’an dan Hadis.

Berangkat haji membutuhkan persiapan yang tidak sedikit, baik finansial dan fisik. Dikarenakan kondisi setiap orang yang berbeda – beda, maka Allah hanya menyarankan haji bagi yang mampu saja.

mengapa ibadah haji diwajibkan hanya untuk orang yang sudah mampu

Apabila kemampuan fisik dan finansial sudah baik, maka wajib hukumnya bagi seseorang untuk pergi haji sekali seumur hidup. Sama halnya dengan Nabi Muhammad yang juga melaksanakan haji selama sekali dalam hidupnya.

Seperti sabda Nabi Muhammad SAW, “Barangsiapa yang melakukan lebih dari sekali, maka yang selanjutnya merupakan haji sunnah,” (HR Abu Dawud, Ahmad dan Al-Hakim).

Jika selama hidupnya orang tersebut tidak mampu untuk berangkat haji, maka tidak wajib hukumnya dan tidak berdosa jika tidak melaksanakannya.

Hukum Haji Bagi yang Mampu

Hukum haji adalah wajib bagi yang mampu menjalankannya. Mampu yang dimaksud disini adalah secara fisik, finansial, memiliki kendaraan, ilmu yang cukup, serta tidak ada halangan untuk berangkat haji. Jika seseorang tersebut sudah memenuhi semua persyaratan haji, maka wajib hukumnya untuk melaksanakannya.

Perlu diketahui apabila Anda sudah memiliki uang yang cukup untuk pergi haji, maka berangkat haji tidak selalu wajib dilakukan di tahun itu juga. Anda bisa pergi haji di tahun – tahun berikutnya. Hal yang penting adalah Anda sudah memiliki niat dan menyisihkan uang untuk daftar pergi haji.

Namun Anda juga harus ingat bahwa semua orang tidak mengetahui sampai kapan hidup di dunia. Seseorang akan berdosa apabila sudah kaya dan memiliki uang yang cukup, namun belum pernah memiliki niat pergi haji. Hal itu bisa membuat orang tersebut mendapatkan kecaman dari Allah SWT.

Ayat Haji Bagi yang Mampu

Begini penjelasan tentang mengapa ibadah haji diwajibkan hanya untuk orang yang sudah mampu

Keutamaan menunaikan haji bagi orang yang mampu diterangkan dalam Q.S Ali Imran ayat 97 yang berbunyi:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً

Artinya: “Mengerjakan ibadah haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Ali Imran: 97).

Seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai makna “Sabiila” pada QS. Ali Imran ayat 97 tersebut. Kemudian Rasulullah SAW menjawab dalam riwayat hadits berikut.

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِي ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ مَا يُؤْحِبُّ الحَجَّ ؟ قَالَ : الزَّادُ وَالرَّاحِلَةُ

Artinya : Seseorang datang kepada Nabi SAW dan bertanya, “Ya Rasulullah, hal – hal apa saja yang mewajibkan haji?” Beliau menjawab, “Punya bekal dan punya tunggangan.” (HR Tirmidzi).

Bekal yang dimaksud Rasulullah SAW adalah segala hal atau persiapan untuk memenuhi perjalanan orang tersebut hingga sampai ke Makkah mulai dari makanan, minuman, pakaian, hingga kendaraan.

dalil haji bagi yang mampu

Oleh sebab itu, kemampuan finansial sangat penting untuk melaksanakan haji, mengingat perjalanan dan prosesnya yang cukup panjang. Di Indonesia sendiri, keberangkatan haji telah diatur menggunakan sistem ONH (Ongkos Naik Haji).

Mampu Tapi Tidak Berhaji

Seseorang yang mampu tapi tidak melaksanakan haji dianggap melalaikan kewajiban mereka dalam melaksanakan rukun islam yang kelima. Hal ini tentu membuat orang tersebut berdosa.

Bahkan di beberapa riwayat hadits mengecam orang yang mampu tapi tidak berhaji apabila meninggal dianggap dalam keadaan kafir. Orang yang kafir tentu akan mendapatkan siksaan dan laknat dari Allah di neraka kelak. Itulah mengapa ibadah haji diwajibkan hanya untuk orang yang sudah mampu

Ancaman Bagi yang Mampu Tapi Tidak Berhaji

Allah mengancam seseorang yang memiliki uang namun sengaja menghambur – hamburkannya untuk sesuatu hal yang tidak bermanfaat. Misalnya, ada seseorang memiliki uang yang banyak justru menggunakannya untuk rekreasi ke luar negeri daripada berangkat umrah ataupun haji.

Orang yang mengalami kondisi tersebut mendapatkan ancaman jika ia meninggal dianggap dalam keadaan kafir.

Hal ini disampaikan dalam hadits Rasulullah SAW yang artinya: “Barangsiapa tidak tertahan oleh kebutuhan mendesak, atau sakit yang menahannya, atau larangan dari penguasa yang zalim, kemudian tidak menunaikan haji, hendaklah ia mati dalam keadaan menjadi orang Yahudi jika ia mau, dan jika mau maka menjadi orang Nasrani.”(HR. Ahmad, Abu Ya‟la dan Al Baihaqi.

Artinya, orang yang mampu berhaji tapi tidak pergi haji dengan sengaja sama saja dengan orang kafir yang akhirnya mendapatkan siksaan di neraka kelak.

Jadi, pertanyaan tentang mengapa ibadah haji diwajibkan hanya untuk orang yang sudah mampu, memang sudah ada perintahnya langsung dan ancamannya

Pengganti Ibadah Haji Bagi yang Tidak Mampu

tuliskan dalil yang menjelaskan tentang ibadah haji bagi yang mampu

Jika tidak mampu untuk pergi haji maka Anda tidak perlu memaksakan. Islam tidak mewajibkan kita bersusah payah mencari uang untuk naik haji apalagi sampai berhutang. Itulah mengapa ibadah haji diwajibkan hanya untuk orang yang sudah mampu

Cukupilah kebutuhanmu dulu, kebutuhan istri, anak, dan kebutuhan penting lainnya. Jika suatu saat nanti Anda diberikan rezeki yang banyak oleh Allah untuk menjadi kaya, maka Anda boleh dan wajib untuk naik haji.

Meski begitu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pengganti ibadah haji bagi yang tidak mampu. Dilansir dari laman resmi NU Online, berikut 3 amalan yang setara dengan berangkat haji.

  1. Konsisten sholat jama’ah dan dhuha di masjid
  2. Dzikir setelah shalat subuh berjamaah sampai terbit matahari, lalu shalat dua rakaat
  3. Menuntut ilmu dan mencari kebaikan di masjid

Meskipun ketiga amalan di atas memberikan pahala setara ibadah haji dan umrah, bukan berarti Anda tidak perlu pergi haji atau umrah. Amalan tersebut hanya bertujuan untuk memotivasi seseorang yang tidak mampu namun ingin mendapatkan pahala setara haji.

Lalu, bagaimana jika seseorang ingin berangkat haji tapi tidak mampu secara fisik?

Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara Badal Haji, yaitu pelaksanaan haji untuk orang yang fisiknya sudah tidak mampu melaksanakannya. Badal Haji ini juga termasuk proses pelaksanaan haji untuk orang yang sudah meninggal.

Haji merupakan ibadah dengan pahala yang sangat besar dan termasuk dalam ibadah yang penting bagi umat islam. Melaksanakan ibadah haji juga membutuhkan persiapan yang banyak.

Bagi Anda yang tidak mampu untuk berangkat haji tentu tidak perlu berkecil hati. Masih banyak ibadah lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pahala yang setara dengan ibadah haji.

Itulah tadi penjelasan mengenai mengapa ibadah haji diwajibkan hanya untuk orang yang sudah mampu, semoga bermanfaat 🙂

Februari 17, 2024

Estimasi keberangkatan haji kini bisa di cek secara online. Hal ini perlu diketahui bagi orang yang sudah daftar haji. Biasanya, masa tunggu haji berkisar antara 10 – 30 tahun untuk pendaftaran reguler, bahkan bisa lebih lama lagi.

Mereka yang sudah daftar haji tentu ingin mengetahui tahun berapa mereka akan berangkat haji. Hal ini sebagai dasar agar calon jama’ah haji bisa menyiapkan beberapa keperluan haji mulai dari finansial, hafalan do’a, hingga tata cara haji.

Lalu, bagaimana cara cek estimasi keberangkatan haji online? Berikut ini penjelasannya.

Cara Mengecek Estimasi Keberangkatan Haji

Cara cek estimasi keberangkatan haji secara online dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui Aplikasi Pusaka Mobile dan Website Kemenag. Dua layanan tersebut dibuat resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mempermudah calon jama’ah haji mengakses informasi keberangkatan haji.

Cara cek estimasi keberangkatan haji melalui website dan aplikasi sama, yaitu memasukkan nomor porsi haji. Namun kedua layanan tersebut memiliki menu yang berbeda.

Penjelasan tentang cara cek estimasi keberangkatan haji melalui Website Kemenag dan Aplikasi Pusaka Mobile dapat Anda baca di bawah ini.

1. Cara Cek Estimasi Keberangkatan Haji Kemenag

Cara cek estimasi keberangkatan haji Kemenag dapat dilakukan melalui website Kemenag. Cara ini cukup mudah, karena Anda tidak perlu download aplikasi terlebih dulu untuk melakukannya. Cukup buka browser di HP saja, maka informasi keberangkatan haji akan muncul.

estimasi keberangkatan haji
Source Image: Website Resmi KP

Berikut cara cek keberangkatan haji melalui website Kemenag.

  1. Buka website Kemenag Haji melalui link https://haji.kemenag.go.id/v5/ di HP atau PC Anda.
  2. Masukkan nomor porsi haji di kotak yang tersedia.
  3. Masukkan kode captcha yang ditampilkan dengan benar.
  4. Klik cari.
  5. Cek informasi estimasi keberangkatan haji yang ditampilkan.

Beberapa informasi yang ditampilkan dari Website Kemenag antara lain nomor porsi, nama calon jama’ah, asal kabupaten, asal provinsi, kuota haji, serta estimasi tahun keberangkatan haji.

Nomor porsi yang dimasukkan untuk cek estimasi keberangkatan haji online bisa dilihat pada berkas pendaftaran dari Kemenag kabupaten atau kota pada saat jama’ah mendaftar.

Nomor porsi terdiri dari 10 digit angka. Saat memasukkan nomor porsi di website Kemenag, pastikan angka yang dimasukkan benar. Jika tidak, informasi jama’ah haji tidak akan ditemukan.

Informasi yang ditampilkan merupakan perkiraan keberangkatan haji dan dapat berubah sewaktu – waktu sesuai kuota dan ketentuan.

Layanan website Kemenag ini tidak bisa Anda gunakan untuk pendaftaran haji online. Sehingga, Anda harus datang ke Kantor Kementerian Agama setempat untuk melakukan pendaftaran.

Website Kemenag ini juga bisa Anda gunakan untuk download buku panduan manasik haji serta do’a manasik haji sebagai persiapan sebelum berangkat haji.

Selain cek estimasi keberangkatan haji, Website Kemenag juga bisa Anda gunakan untuk mengecek biro perjalanan yang Anda gunakan untuk berangkat haji.

2. Cara Cek Estimasi Keberangkatan Haji Secara Online

estimasi keberangkatan haji kemenag
Source Image: Sulsel Kemenag

Cara cek keberangkatan haji online dapat dilakukan melalui Aplikasi Pusaka Mobile. Aplikasi Pusaka Mobile diluncurkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada tahun 2022 lalu dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Kekurangan cek keberangkatan haji secara online adalah Anda diharuskan untuk download aplikasinya dulu baik di Play Store ataupun App Store. Cara ini memang lebih ribet dibandingkan cara cek keberangkatan haji menggunakan website.

Namun, Aplikasi Pusaka ini memiliki layanan yang lebih lengkap tentang haji ataupun umroh.

Berikut cara cek estimasi keberangkatan haji online via Aplikasi Pusaka Mobile.

  1. Download Aplikasi Pusaka di Play Store atau App Store.
  2. Buka aplikasi yang telah terdownload.
  3. Aktifkan fitur “lokasi” di HP Anda.
  4. Scroll ke bawah dan klik “Estimasi Keberangkatan Haji”
  5. Masukkan “nomor porsi” di kotak yang disediakan.
  6. Klik “Cari Nomor Porsi”.
  7. Periksa informasi estimasi keberangkatan haji yang muncul.

Nomor porsi yang dimasukkan di Aplikasi Pusaka Mobile dapat dicek pada berkas pendaftaran saat jama’ah haji mendaftar. Nomor porsi berisi 10 angka dan pastikan untuk memasukkannya dengan benar.

Beberapa informasi yang muncul dari Aplikasi Pusaka antara lain nomor porsi, nama calon jama’ah, asal kabupaten, asal provinsi, kuota haji, serta estimasi tahun keberangkatan haji.

Selain cek estimasi keberangkatan haji, Aplikasi Pusaka juga dapat digunakan untuk pendaftaran haji online, download buku panduan manasik haji dan umroh, serta do’a – do’a umroh dan haji. Buku panduan ini bisa Anda download sebagai persiapan untuk berangkat haji nanti.

Dengan adanya layanan cek estimasi keberangkatan haji secara online, proses persiapan haji menjadi lebih mudah dan efisien bagi jamaah. Selain itu, dengan adanya aplikasi dan website cek keberangkatan haji, jama’ah bisa mengakses informasi kapanpun dan dimanapun.

Penutup

estimasi keberangkatan haji kemenag

Memanfaatkan teknologi canggih untuk mengecek keberangkatan haji secara online melalui Aplikasi Pusaka Mobile dan website Kemenag merupakan langkah progresif yang signifikan.

Dengan layanan ini, calon jama’ah haji dapat merencanakan perjalanan suci mereka dengan lebih baik, memastikan persiapan yang lebih matang baik secara spiritual maupun finansial.

Semoga dengan adanya fasilitas ini, ibadah haji para jama’ah menjadi lebih lancar dan membawa dampak positif bagi kehidupan mereka. Mari kita manfaatkan teknologi ini sebaik-baiknya untuk memudahkan perjalanan ibadah haji kita.

Februari 16, 2024

Melempar Jumrah menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan saat melakukan ibadah haji di tanah suci Makkah. Kegiatan ini dilakukan dengan cara melempar batu kerikil saat berada di Mina. Lempar jumrah dilakukan tidak hanya sebagai simbolis saja, melainkan meniru contoh dari Nabi Ibrahim AS.

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai sejarah melempar jumrah, tempat melempar jumrah, tata cara melempar jumrah, serta bacaaan dan doa melempar jumrah. Hal ini penting diketahui oleh umat muslim, terutama bagi calon jamaah haji yang akan berangkat.

Sejarah Melempar Jumrah

Sejarah melempar jumrah meneladani dari sikap Nabi Ibrahim di masa lampau. Dikisahkan, Nabi Ibrahim AS mendapatkan mimpi (wahyu) dari Allah untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS.

Nabi Ismail AS yang meyakini bahwa mimpi tersebut adalah perintah Allah SWT lantas menyuruh Nabi Ibrahim AS untuk segera melaksanakannya.

Namun, Nabi Ibrahim AS terus mendapatkan godaan dari iblis untuk tidak melaksanakan perintah Allah, yaitu untuk menyembelih nabi Ismail AS.

Berdasarkan Imam al-Qurtubi menyebut sebuah riwayat dari Ibnu Abbas, mengatakan bahwa iblis menghalang – halangi Nabi Ibrahim AS di al-Jamarat sebanyak 3 kali.

Setiap kali iblis menggodanya, Nabi Ibrahim akan melemparinya dengan batu. Begitupun seterusnya hingga Nabi Ibrahim AS tiba di Jumrah akhir. Peristiwa Nabi Ibrahim AS melempari batu ke iblis inilah yang kemudian disebut lempar jumrah.

Tidak berhenti disitu, iblis pun mendatangi Siti Hajar (istri Nabi Ibrahim AS) dan menyuruhnya untuk menghalangi Nabi Ibrahim AS. Namun, Siti Hajar tidak tergoda oleh bujuk rayu iblis dan melemparinya menggunakan batu.

Setelah gagal menggoda Nabi Ibrahim AS dan istrinya, iblis pun ganti mendatangi Nabi Ismail AS untuk melanjutkan niat jahatnya. Iblis yang menganggap Nabi Ismail AS masih belum kuat imannya merasa ia akan tergoda.

Justru sebaliknya, Nabi Ismail ternyata memiliki pendirian yang teguh bahwa perintah untuk menyembelihnya datang langsung dari Allah SWT.

Kemudian, Nabi Ismail AS pun melakukan hal yang sama dengan ayah dan ibunya, yaitu melempari iblis dengan batu.

Tempat Melempar Jumrah

Tempat melempar jumrah dilakukan di Jamarat, Mina yang terletak di sebelah timur Kota Mekah. Di lokasi tersebut, jamaah melakukan lempar jumrah di 3 pilar besar, yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah.

tempat melempar jumrah

Masing – masing pilar tersebut memiliki jarak sekitar 200 – 250 meter. Lempar jumrah dilakukan di ketiga pilar tersebut sebagai penanda bahwa disitulah iblis muncul.

Ketiga pilar tersebut memiliki maknanya sendiri. Pilar pertama atau pilar yang paling besar menunjukkan godaan iblis kepada Nabi Ibrahim AS agar tida menyembelih Ismail dan ingkar kepada perintah Allah SWT.

Pilar kedua menggambarkan godaan iblis kepada Siti Hajar yang mencoba menghentikan Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putranya.

Sedangkan pilar ketiga menggambarkan godaan iblis kepada Nabi Ismail AS untuk menolak permintaan ayahnya agar tidak mau disembelih.

Tata Cara Melempar Jumrah

Berikut tata cara melempar jumrah saat haji.

  1. Melempar jumrah menggunakan batu kecil yang berukuran kurang lebih seruas jari kelingking.
  2. Melempar kerikil dan mengenai marma (tempat melempar jumrah) hingga masuk ke dalam lubang.
  3. Melempar kerikil satu per satu, jangan tujuh kerikil sekaligus.
  4. Melempar jumrah menggunakan tangan kanan.
  5. Membaca takbir setiap kali melemparkan kerikil.
  6. Urutan melempar jumrah harus benar, dimulai dari jumrah Ula, jumrah Wustha, hingga jumrah Aqabah.

Melempar jumrah dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah diatur oleh pemerintah Arab Saudi. Biasanya sesuai dengan negara asal jamaah. Sehingga, jamaah harus mengikuti peraturan yang berlaku.

Menurut buku Sejarah Ka’bah dari Prof. Dr. Ali Husni Al-Kharbuthli, melempar jumrah dilakukan dari jumrah Ula yang berjarak paling jauh dari Mekah, kemudian lempar jumrah Wustha, dan yang terakhir lempar jumrah Aqabah.

Jamaah juga dianjurkan untuk berhenti sejenak dan berdo’a setelah melakukan lempar jumrah Ula dan jumrah Wustha. Saat itu adalah waktu yang mustajab, sehingga orang yang bersungguh – sungguh berdo’a mencari ridho Allah akan diijabah setiap doanya.

Urutan Melempar Jumrah

Lempar jumrah dilakukan selama 4 hari, dimulai dari tanggal 10 – 13 Dzulhijjah. Hal ini berdasarkan pada Panduan Pintar Haji & Umrah karya Ust. H. Bobby Herwibowo & Hj. Indiya R. Dani.

Menurut pendapat ulama, hukum melontar jumrah pada tanggal 10 Dzulhijjah (hari Nahr) dan pada 3 hari tasyriq adalah wajib. Bagi yang tidak melakukan lempar jumrah, maka wajib membayar dam (denda).

Berikut urutan melempar jumrah.

  1. Tanggal 10 Dzulhijjah

Pada tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah melakukan lempar jumrah yang pertama yaitu jumrah Aqabah. Waktu jumrah Aqabah dimulai sejak terbitnya matahari hingga terbitnya fajar keesokan harinya (11 Dzulhijjah). Jamaah melemparkan satu per satu kerikil dengan jumlah kerikil sebanyak 7 buah.

  1. Hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah)

Pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (hari Tasyrik), jamaah melakukan 3 kali lempar jumrah yang dimulai dari Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah. Waktu melempar jumrah di hari Tasyrik dimulai setelah tergelincirnya matahari hingga matahari hingga terbitnya fajar. Jamaah melemparkan satu per satu kerikil dengan jumlah kerikil sebanyak 7 buah.

Berapa Kali Melempar Jumrah

Lempar jumrah dilakukan 4 hari, yaitu jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah, dan tiga jumrah lainnya (Ula, Wustha, dan Aqabah) pada hari Tasyrik. Setiap kali lempar jumrah, jamaah melakukan 7 kali melempar batu (dilakukan satu per satu, tidak 7 batu sekaligus).

berapa kali melempar jumrah

Jumrah pertama yang dilakukan adalah jumrah Aqabah, yaitu dengan melemparkan 7 batu kerikil ke pilar yang dilontarkan satu per satu.

Jumrah kedua dilakukan pada 11 Dzulhijjah. Pada lempar jumrah kedua ini, jamaah melemparkan batu kerikil di 3 pilar jumrah Ula, jumrah Wustha, dan jumrah Aqabah. Pada setiap pilar, jamaah melempar 7 buah kerikil yang dilemoat satu per satu.

Jumrah ketiga dan keempat dilakukan pada 12 dan 13 Dzulhijjah. Untuk proses lempar jumrah ketiga dan keempat sama dengan lempar jumrah kedua, yaitu jumrah Ula, jumrah Wustha, dan jumrah Aqabah.

Bacaan Melempar Jumrah

Saat melempar jumrah, jamaah haji membaca bacaan doa lempar jumrah. Berikut do’a lempar jumrah menurut Imam Ghazali :

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِينِ وَرِضًا لِلَّرْحْمَنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْياً مَشْكُورًا

Latin : Bismillaahi wallahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allhummaj’al hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Laknat bagi setan dan keridhaan bagi Allah yang Maha Kasih. Ya Allah, jadikanlah hajiku ini diterima dan sa’iku ini disyukuri.”

Doa ini dibaca setiap kali jamaah melempar jumrah baik jumrah Ula, Wustha, dan ‘Aqabah.

Doa Setelah Melempar Jumrah

Setelah selesai melempar jumrah, jamaah haji dapat membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَبًّا مَبْرُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا

Latin: Allahummaj’alhu hajjan mabruuron wa dzanban maghfuuron

Artinya: “Ya Allah jadikanlah (melempar jumrah ini) sebagai sarana untuk meraih haji mabrur dan dosa yang terampuni.” (HR Ahmad).

Setelah menyelesaikan ketiga jumrah, Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyarankan untuk para jamaah dapat membaca doa berikut.

الْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. اللَّهُمَّ إِلَيْكَ أَفَضْتَ وَمِنْ عَذَابِكَ أَشْفَقْتُ َوإِلَيْكَ رَغِبْتُ وَمِنْكَ رَهِبْتَ فَاقْبِلْ نُسُكِي وَأَعْظِمْ أَجْرِي وَارْحِمْ تَضَرُّعِي وَاقْبَلْ تَوْبَتِي وَأِقلَّ عَثَرَتِي وَاسْتَجِبْ تَوْبَتِي وَأَعْطِنِي سُؤْلِى. اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا

Alhamdu lillaahi hamdan kastiiran thayyiban mubaarakan fiih. Allahumma laa uhshii tsanaa’an ‘alaika arta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika. Allahumma ilaika afadhtu wa min ‘adzaabika asyfaqtu wa aqilla ‘atsaratii wastajib da’watii wa a’thinii su’lii. Allahummaj’alhu hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran

Artinya: “Segala puji bagi Allah, pujian yang banyak lagi baik dan membawa berkah di dalamnya. Ya Allah, sekali-kali kami tidak mampu mencakup segala macam pujian untuk-Mu, sesuai pujian-Mu atas diri-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berserah, dari siksa-Mu aku memohon belas kasihan, dan kepada-Mu aku berharap dan aku takut, terimalah ibadah ku, perbesarlah pahala ku, kasihanilah kerendahan hatiku, terimalah taubat ku, perkecil lah kekeliruanku, perkenankan lah permohonanku dan berikanlah permintaanku. Ya Allah, kabulkanlah, terimalah persembahan kami ini dan janganlah kami dijadikan orang-orang yang berdosa, tetapi masukkan lah kami dalam hamba-Mu yang saleh. wahai Tuhan Yang Paling Pengasih. Ya Allah, Tuhanku, jadikanlah haji ku ini haji yang mabrur dan sa’i ku ini sebagai sa’i yang diterima.

melempar jumrah

Melempar Jumrah menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan saat ibadah haji. Lempar jumrah mengingatkan jamaah akan perjuangan Nabi Ibrahim AS dalam mentaati perintah Allah SWT.

Dengan memahami sejarah, tata cara, dan makna dari lempar jumrah, jamaah diharapkan dapat menjalankan setiap prosesnya dengan penuh khidmat dan kesadaran dalam mencari ridha Allah SWT.

Februari 15, 2024

Niat menjadi hal yang penting sebelum melaksanakan haji dan umrah. Niat haji dan umrah yang benar adalah dengan memastikan bahwa ibadah tersebut dilakukan karena Allah SWT, bukan mengejar pujian manusia semata.

Baik haji dan umrah, keduanya memiliki keutamaan yang besar dalam agama Islam.

Selain rukunnya, niat haji dan umrah juga berbeda. Hal ini perlu diketahui bagi calon jamaah yang hendak melaksanakan ibadah haji dan umrah. Mengingat niat merupakan hal yang penting sebagai penetapan tujuan beribadah.

Bagaimana niat haji dan umrah? Berikut penjelasannya.

Doa Niat haji dan umrah

Niat haji dan umrah menjadi hal paling utama yang dilakukan calon jamaah sebelum melakukan serangkaian ibadah haji lainnya. Niat harus diucapkan baik secara lisan maupun dalam hati.

Imam An-Nawawi mengungkapkan bahwa tanpa niat haji yang diucapkan dalam hati, maka ihram seseorang menjadi tidak sah.

Mengucapkan niat haji dan umrah sangat penting untuk mengetahui tujuan ibadah tersebut, sehingga seseorang akan secara sadar dan ikhlas melakukannya.

doa niat haji dan umrah

Selain itu, niat haji dan umrah dengan benar akan mendapatkan ridha dari Allah dalam melaksanakan ibadah tersebut. Sebaliknya, orang yang memiliki niat tidak benar dari awal tidak akan ikhlas menjalankan ibadah tersebut.

Doa niat haji

Sebelum melaksanakan rukun haji, jamaah wajib mengucapkan niat dan doa haji baik lisan maupun di hati. Do’a niat haji ini dibaca saat hendak ihram. Do’a niat haji penting agar ibadah haji yang dilaksanakan sah.

Berikut doa niat haji.

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بحَجَةِ

Latin: Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma hajjan.

Artinya: “Aku niat melaksanakan haji dan berihram karena Allah Swt. Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berhaji.”

Niat Haji Ifrad, Tamattu, dan Qiran

Pelaksanaan haji dibagi sesuai dengan pelaksanaannya, yaitu haji ifrad, haji tamattu, dan haji qiran.

Haji ifrad dilakukan dengan cara melaksanakan ibadah haji terlebih dulu kemudian dilanjutkan dengan umrah. Haji tamattu dilaksanakan dengan melakukan ibadah umroh terlebih dulu dan dilanjutkan ibadah haji.

Sedangkan haji qiran dilakukan dengan cara melaksanakan haji dan umroh secara bersamaan.

Dikarenakan waktu pelaksanaan yang berbeda, maka niat haji ifrad, haji tamattu, dan haji qiran juga berbeda. Calon jamaah haji wajib mengetahuinya agar tidak salah dalam berniat.

bacaan niat haji dan umrah

Berikut niat haji ifrad, tamattu, dan qiran.

1. Niat Haji Ifrad

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى

Latin : Nawaitu alkhamju wa akh ramtu bihililahi taalaa

Artinya: “Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji

2. Niat Haji Tamattu

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بحَجًةِ

Latin : Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi taala labbaika Allahumma hajjah.

Artinya : “Aku niat melaksanakan haji dan berihram karena Allah Swt. Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berhaji”.

3. Niat Haji Qiran

Bagi yang melaksanakan haji sekaligus umrah bisa menggabungkan kedua niatnya. Berikut niat haji qiran.

نَوَيْتُ الْحَجَّ والعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ لِلهِ تَعَالَى

Latin : Nawaitul hajja wal umrata wa ahramtu bihi lillahi taala.

Artinya: “Aku niat melaksanakan haji sekaligus umrah dan berihram karena Allah SWT.”

Doa Niat Umroh Lengkap

Berikut doa niat umrah beserta artinya.

نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بعُمْرَة

Latin : Nawaitul umrata wa ahramtu bihi lillahi taala labbaika Allahumma umratan

Artinya: “Aku niat melaksanakan umrah dan berihram karena Allah Swt. Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berumrah

Niat Umroh untuk Orang yang Sudah Meninggal

Menurut Imam Hanafi, Maliki dan Syafi’i, orang yang sudah meninggal sudah gugur kewajibannya dalam beribadah.

Apabila ia masih memiliki harta dan pernah membuat wasiat, maka wajib bagi ahli warisnya mengirim seseorang untuk menunaikan ibadah haji atas nama orang yang sudah meninggal tersebut dan menggunakan hartanya.

Meski begitu, melakukan umroh untuk orang yang sudah meninggal boleh saja dilakukan menggunakan uang pribadi (tidak menggunakan harta orang yang sudah meninggal).

Umroh untuk orang yang sudah meninggal disebut “Badal Umrah”. Namun tentunya harus memenuhi persyaratan tertentu.

Berdasarkan hadits Abu Dawud menyebutkan riwayat dari Abdullah bin Abbas Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah berkata bahwa haji lah untuk dirimu sendiri dulu, baru bisa haji atas nama orang lain.

Bagi Anda yang ingin melakukan umrah atas nama orang yang sudah meninggal perlu mengetahui niatnya agar ibadah umrah tersebut sesuai dengan tujuan Anda.

niat haji dan umrah

Dilansir dari laman resmi NU Online, berikut niat umrah untuk orang yang sudah meninggal.

نَوَيْتُ العُمْرَةَ عَنْ فُلَانٍ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ للهِ تَعَالَى

Latin : Nawaytul ‘umrata ‘an fulān (sebut nama jamaah umrah yang dibadalkan) wa ahramtu biha lillāi ta‘ālā

Artinya: “Aku menyengaja ibadah umrah untuk si fulan (sebut nama jamaah yang dibadalkan) dan aku ihram umrah karena Allah ta‘ala

Sementara berikut ini adalah lafal alternatif niat badal umrah:

نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ للهِ تَعَالَى عَنْ فُلَانٍ

Latin : Nawaytul ‘umrata wa ahramtu biha lillāi ta‘ālā ‘an fulān (sebut nama jamaah umrah yang dibadalkan).

Artinya : “Aku menyengaja ibadah umrah dan aku ihram umrah karena Allah ta‘ala untuk si fulan (sebut nama jamaah yang dibadalkan).

Niat haji dan umrah yang tulus dan ikhlas adalah kunci utama diterima ibadah di sisi Allah SWT. Dengan memastikan niat haji dan umrah yang benar dan sesuai dengan tuntunan sunnah Nabi Muhammad SAW, umat Muslim dapat meraih pahala yang besar dan mendapatkan keberkahan.

Semoga dengan mengikuti panduan niat haji dan umrah yang telah disampaikan, ibadah haji dan umrah kita diterima oleh Allah SWT.