Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: tazkiyahmandiri@gmail.com

Category Archives: Peristiwa

Oktober 10, 2024

Penyakit ain, atau dalam istilah Arab disebut ‘Ayn, merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh pandangan buruk atau iri hati dari orang lain.

Konsep penyakit ini berasal dari keyakinan bahwa pandangan negatif seseorang dapat membawa dampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental seseorang yang menjadi objek pandangannya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai penyakit ain, gejala yang mungkin muncul, serta cara-cara untuk mengatasi dan mencegahnya.

Penyakit Ain Itu Apa?

Penyakit ain merujuk pada kondisi di mana seseorang mengalami masalah kesehatan akibat dari pandangan buruk atau iri hati orang lain.

penyakit ain
Source image: canva.com

Dalam beberapa literatur Islam, disebutkan bahwa penyakit ini dapat menimbulkan berbagai gejala fisik dan psikologis, seperti sakit perut, sesak napas, kejang, dan bahkan masalah mental seperti kecemasan dan depresi.

Secara historis, penyakit ain telah dikenal dalam budaya masyarakat Muslim, di mana keyakinan akan pengaruh pandangan buruk telah menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat.

Dalam ajaran Islam, ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang bahayanya penyakit ain dan pentingnya melindungi diri dari dampaknya.

Ciri Ciri Penyakit Ain

Gejala penyakit ‘Ain bisa bervariasi dari satu orang ke orang lainnya, tergantung pada tingkat keparahan serta sumber penyebabnya. Beberapa gejala umum yang sering dilaporkan oleh mereka yang terkena penyakit ‘Ain meliputi:

penyakit ain dalam islam
Source image: canva.com
  1. Sakit fisik yang tiba-tiba: Salah satu gejala utama Ain adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan yang muncul secara mendadak. Misalnya, seseorang yang sebelumnya sehat tiba-tiba mengalami sakit perut, sesak nafas, atau sakit kepala yang parah tanpa sebab medis yang jelas.
  2. Gangguan emosional dan mental: Selain gangguan fisik, orang yang terkena Ain juga sering mengalami gangguan emosional. Mereka bisa merasa cemas, depresi, atau mudah marah tanpa alasan yang jelas.
  3. Masalah dalam hubungan dan kehidupan sehari-hari: Ain juga dapat memengaruhi hubungan sosial. Contohnya, seseorang bisa tiba-tiba kehilangan kepercayaan dari orang lain, atau menghadapi masalah di tempat kerja atau dalam bisnisnya.
  4. Kehilangan berkah dalam harta benda: Ada pula yang merasakan bahwa harta bendanya tidak berkah atau sering mengalami kerugian secara tiba-tiba. Misalnya, seseorang bisa mengalami kerusakan pada barang-barangnya tanpa sebab yang jelas, seperti piring yang tiba-tiba pecah, atau usaha yang tiba-tiba merugi.
  5. Gejala fisik yang aneh: Terkadang, Ain dapat menyebabkan gejala fisik yang tidak biasa, seperti mata buram, telinga berdenging, atau kejang-kejang yang sulit dijelaskan oleh diagnosis medis.

Penyebab Penyakit Ain

Penyebab utama dari penyakit ain adalah pandangan mata orang lain yang dipenuhi rasa hasad atau iri hati. Ketika seseorang merasa cemburu atau tidak senang melihat kesuksesan atau kebahagiaan orang lain, energi negatif tersebut dapat mempengaruhi orang yang menjadi objek pandangan.

Penyakit ini tidak hanya disebabkan oleh orang-orang terdekat, tetapi juga bisa berasal dari lingkungan sekitar. Dalam hal ini, penting untuk menjaga diri dari pengaruh negatif dengan memperkuat iman dan keyakinan kepada Allah SWT.

Cara Menghilangkan Penyakit Ain

Mengobati penyakit ain membutuhkan pendekatan yang tepat dan keyakinan yang kuat kepada Allah SWT. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit ain dengan menggunakan metode ruqyah syar’iyyah:

1. Ruqyah Syar’iyyah

Ruqyah syar’iyyah adalah bacaan doa dan ayat-ayat Al-Quran yang dipanjatkan untuk meminta perlindungan dan kesembuhan dari Allah SWT. Beberapa bacaan yang sering dianjurkan antara lain:

cara menyembuhkan penyakit ain
Source image: Youtube Denny Sumargo
  • Surat Al-Fatihah: Surat ini dianggap memiliki kekuatan luar biasa dalam penyembuhan.
  • Ayat Kursi: Membaca Ayat Kursi dapat memberikan perlindungan dari gangguan makhluk halus.
  • Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas: Bacaan ini juga sering dibaca untuk meminta perlindungan dari segala keburukan.

2. Air Ruqyah

Salah satu cara yang efektif adalah dengan meruqyah air. Caranya adalah dengan membaca ayat-ayat tersebut ke dalam air, kemudian air tersebut dapat diminum atau digunakan untuk membasuh tubuh.

Seperti yang diceritakan, air zamzam yang diruqyah dapat memberikan kesembuhan bagi banyak orang.

3. Doa-doa Khusus

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّة

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang beracun dan ‘Ain yang menyakitkan” (HR al-Bukhari).

أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ. اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ وَلَا تَضُرَّهُ

U‘îdzuka bikalimâtillâhit tâmmati min kulli syaithânin, wa hâmmatin, wa min kulii ‘ainin lâmmah. Allâhumma bârik fîhi, wa lâ tadhurrah.

Artinya: “Aku menyerahkan perlindunganmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, binatang melata/serangga, dan segala pengaruh mata jahat. Tuhanku, turunkan keberkahan-Mu pada anak ini. Jangan izinkan sesuatu membuatnya celaka.”

4. Memperkuat Iman

Penting untuk terus memperkuat iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dengan mengandalkan kekuatan spiritual, seseorang dapat terhindar dari pengaruh negatif.

Mengingat Allah, memperbanyak dzikir, dan melaksanakan shalat dapat membantu menjaga ketenangan batin.

5. Menghindari Lingkungan Negatif

Hindari berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki sifat iri atau dengki. Lingkungan yang positif akan mendukung kesehatan fisik dan mental seseorang.

Bergaul dengan orang-orang yang memiliki semangat positif dan saling mendukung akan membuat kita lebih kuat.

Kesimpulan

Penyakit ain adalah kondisi serius yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental seseorang. Penting untuk memahami gejala dan penyebabnya agar dapat mengambil tindakan yang tepat.

Ruqyah syar’iyyah, doa, dan menjaga iman adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit ini.

Ingatlah bahwa kesembuhan sepenuhnya berada di tangan Allah SWT. Selalu berdoa dan berusaha untuk menjaga diri dari pengaruh negatif, serta memperkuat iman agar terhindar dari penyakit ain.

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang penyakit ain.

September 26, 2024

Travel umroh adalah solusi bagi umat Muslim yang ingin menunaikan ibadah ke Tanah Suci tanpa harus menunggu lama seperti haji reguler.

Namun, perlu berhati-hati dalam memilih agen travel, karena daftar travel umroh penipu di Indonesia semakin bertambah. Banyak kasus penipuan yang melibatkan travel umroh, membuat calon jamaah harus lebih cermat.

Dalam artikel ini, kami akan membahas daftar travel umroh penipu yang sempat viral di Indonesia serta bagaimana cara menghindarinya.

Ciri Ciri Travel Umroh Penipu

Penipuan dalam perjalanan umroh seringkali sulit dikenali oleh calon jamaah, terutama jika yang ditawarkan adalah paket dengan harga murah. Berikut beberapa ciri yang perlu Anda waspadai:

1. Tidak Memiliki Izin Resmi

Travel umroh yang sah harus memiliki izin dari Kementerian Agama sebagai PPIU. Pastikan Anda memeriksa izin travel melalui situs resmi Kemenag.

Banyak daftar travel umroh penipu yang beroperasi tanpa izin resmi, sehingga sangat berisiko bagi calon jamaah.

2. Harga yang Terlalu Murah

Harga umroh yang terlalu murah sering menjadi daya tarik. Namun, berhati-hatilah karena harga yang tidak masuk akal bisa menjadi pertanda penipuan.

Banyak travel umroh penipu menawarkan harga jauh di bawah standar untuk menipu calon jamaah.

3. Tidak Ada Kantor Fisik

Travel umroh yang penipu seringkali hanya beroperasi secara online dan tidak memiliki kantor fisik. Sebelum memutuskan menggunakan jasa travel, pastikan Anda mengecek kantor mereka.

Dalam beberapa kasus di daftar travel umroh penipu, agen tidak memiliki lokasi fisik yang jelas.

4. Tidak Menyertakan Manasik

Manasik umroh adalah bagian penting dari perjalanan umroh. Jika agen travel tidak menyediakan manasik atau melewatkan tahapan ini, hal tersebut patut dicurigai.

Travel yang terlibat dalam daftar travel umroh penipu seringkali mengabaikan aspek ini.

5. Pembayaran Tidak Transparan

Penipuan juga sering terjadi ketika pembayaran dilakukan tanpa bukti yang jelas. Selalu pastikan pembayaran dilakukan ke rekening atas nama perusahaan resmi, bukan pribadi.

Banyak daftar travel umroh penipu menggunakan metode pembayaran tidak transparan.

Daftar Travel Umroh Penipu di Indonesia

Berikut adalah beberapa contoh daftar travel umroh penipu yang pernah terlibat kasus besar:

1. First Travel

daftar travel umroh penipu

First Travel adalah salah satu nama besar dalam daftar travel umroh penipu di Indonesia. Dengan menawarkan paket murah, mereka berhasil menipu lebih dari 60.000 jamaah yang gagal berangkat ke Tanah Suci.

Pendiri First Travel, Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman, akhirnya dijatuhi hukuman penjara.

2. Abu Tours

daftar travel umroh penipu

Abu Tours juga termasuk dalam daftar travel umroh penipu. Mereka menawarkan harga paket umroh murah tetapi gagal memberangkatkan ribuan jamaah. Total kerugian mencapai 1,2 triliun rupiah.

3. Solusi Balad Lumampah (SBL)

daftar travel umroh penipu

SBL merupakan salah satu agen travel yang masuk dalam daftar travel umroh penipu. Mereka menipu ribuan jamaah dengan paket yang murah, namun banyak yang gagal berangkat. Pemilik SBL dijatuhi hukuman penjara atas kasus penipuan ini.

4. Hannien Tour

Hannien Tour menipu sekitar 1.800 jamaah dengan total kerugian mencapai 37,6 miliar rupiah. Travel ini beroperasi tanpa izin resmi dan masuk dalam daftar travel umroh penipu di Indonesia.

Cara Menghindari Penipuan Travel Umroh

Agar tidak terjebak dalam daftar travel umroh penipu, berikut beberapa tips penting:

  • Periksa Izin Resmi: Pastikan travel umroh memiliki izin dari Kementerian Agama. Anda bisa memeriksa izin tersebut melalui situs resmi Kemenag atau aplikasi SIMPU.
  • Cek Rekam Jejak dan Testimoni: Cari testimoni jamaah yang pernah menggunakan jasa travel tersebut. Jika ada banyak keluhan, sebaiknya hindari.
  • Harga Masuk Akal: Jangan mudah tergiur harga murah. Kisaran biaya umroh pada umumnya berada di antara Rp25.200.000 hingga Rp29.400.000.
  • Minta Jadwal Keberangkatan yang Jelas: Travel umroh yang baik harus memberikan jadwal keberangkatan yang pasti. Jika jadwal tidak jelas, ini bisa jadi tanda bahaya.

Cara Melaporkan Penipuan Travel Umroh

Jika Anda menjadi korban penipuan, segera laporkan melalui situs resmi Kementerian Agama di https://simpu.kemenag.go.id/home/pengaduan.

Tazkiyah Tour: Pilihan Aman dan Terpercaya

Jika Anda mencari travel umroh yang aman dan terpercaya, Tazkiyah Tour adalah pilihan terbaik. Kami telah memenangkan berbagai penghargaan dan menyediakan perjalanan umroh berkualitas dengan fasilitas premium.

travel umroh makassar

Kami juga memberikan garansi uang kembali jika fasilitas tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Jangan sampai terjebak dalam daftar travel umroh penipu.

Pilihlah Tazkiyah Tour, karena Ada Kualitas, Ada Garansi. Insya Allah!

September 18, 2024

Ketika kita berbicara tentang kekayaan dan harta melimpah, seringkali tergambar sosok yang hidup berfoya-foya. Namun, berbeda dengan Abdurrahman bin Auf, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai miliarder di zamannya.

Meski harta yang dimilikinya berlimpah, ia justru sering menangis karena kekayaannya. Mengapa demikian? Kisah Abdurrahman bin Auf ini tidak hanya mengajarkan tentang kesuksesan dalam bisnis, tetapi juga tentang kedermawanan dan ketakutan terhadap hisab di hari kiamat.

Biografi Abdurrahman bin Auf

abdurrahman bin auf
Source image: fajar.co.id

Lahir pada tahun 581 M, Abdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat Nabi yang masuk dalam golongan Assabiqunal Awwalun, yaitu mereka yang pertama kali memeluk Islam.

Abdurrahman menerima Islam di usia 31 tahun melalui dakwah Abu Bakar As-Siddiq di rumah Arqam bin Abi Arqam.

Bersama sahabat muda lainnya seperti Ali bin Abi Thalib, Sa’ad bin Abi Waqqas, dan Zaid bin Haritsah, Abdurrahman memainkan peran penting dalam menyebarkan ajaran Islam pada masa-masa awal.

Abdurrahman bin Auf tidak hanya dikenal sebagai sahabat yang pemberani dan dekat dengan Nabi, tetapi juga sebagai pengusaha kaya raya yang sangat dermawan.

Hartanya yang melimpah berasal dari perdagangan, dan kekayaan inilah yang sering ia gunakan untuk mendukung perjuangan Islam.

Kekayaan Abdurrahman bin Auf

Ibnu Katsir dalam kitab Al-Bidayah wa Al-Nihayah menjelaskan bahwa Abdurrahman bin Auf pernah bersedekah dengan jumlah yang sangat besar.

Ia menyumbangkan setengah hartanya untuk perjuangan Islam, yaitu 4.000 dinar, yang jika dikonversi ke masa sekarang bisa setara dengan miliaran rupiah.

kekayaan abdurrahman bin auf
Source image: kontan/muradi

Tidak berhenti sampai di situ, ia kembali bersedekah sebesar 40.000 dinar dan sekali lagi menyumbangkan 40.000 dinar. Jumlah ini sungguh luar biasa, menunjukkan betapa Abdurrahman bin Auf sangat ikhlas menggunakan hartanya di jalan Allah.

Selain uang, Abdurrahman juga menyumbangkan 500 kuda untuk kebutuhan transportasi, dan menambahkan 500 unta untuk digunakan dalam jihad.

2 Hal yang Bikin Abdurrahman Bin Auf Tak Ingin Kaya Raya

Rasulullah SAW pernah bersabda tentang dermawanannya Abdurrahman bin Auf, “Tidak ada yang bisa mengalahkan Abdurrahman dalam kedermawanan, kecuali ia sendiri.” (HR. Ahmad).

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda bahwa Abdurrahman bin Auf termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.

Sabda tersebut diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sepuluh orang yang dijamin masuk surga adalah: Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Zubair di surga, Thalhah di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Sa’ad bin Abi Waqqas di surga, dan Said bin Zaid di surga.”

1. Kisah Abdurrahman bin Auf Ingin Miskin

Meski dijamin surga dan memiliki kekayaan yang tak terhitung, Abdurrahman bin Auf justru sering menangis. Mengapa? Salah satu sebabnya adalah ketakutannya terhadap panjangnya proses hisab di hari kiamat akibat hartanya yang melimpah.

Suatu ketika, Rasulullah SAW berkata kepada Abdurrahman, “Engkau akan masuk surga, wahai Abdurrahman, namun setelah tertahan karena hartamu.” (HR. Al-Bukhari).

Mendengar sabda ini, Abdurrahman bin Auf menjadi semakin khawatir, sehingga ia sering menangis dan berusaha untuk membagikan hartanya sebanyak mungkin kepada yang membutuhkan, dengan harapan dapat mempercepat masuknya ke surga.

Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa setelah perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf berusaha untuk menjadi orang miskin dengan membeli kurma busuk dari para sahabat yang semula dianggap tidak bernilai.

Namun takdir berkata lain, karena kurma busuk itu ternyata dibeli oleh utusan dari Yaman dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa, karena kurma tersebut dibutuhkan sebagai obat di negeri mereka.

2. Sumbangsih untuk Baitul Mal dan Membebaskan Budak

Selain memberikan hartanya dalam bentuk sedekah, Abdurrahman bin Auf juga berkontribusi besar dalam pendirian Baitul Mal—sebuah lembaga keuangan yang dikelola oleh negara untuk kesejahteraan umat.

Ketika Nabi mendirikan Baitul Mal di Madinah, Abdurrahman adalah salah satu penyumbang terbesar. Ia bahkan pernah menyumbangkan separuh hartanya untuk Baitul Mal ini, dengan niat untuk memastikan bahwa tidak ada Muslim di Madinah yang kekurangan.

kisah abdurrahman bin auf
Source image: suaraislam.id

Tidak hanya itu, ia juga membebaskan ribuan budak dengan hartanya. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa pada masa akhir hidupnya, Abdurrahman bin Auf meninggalkan begitu banyak harta, termasuk emas yang harus dipotong-potong dengan kapak untuk dibagikan kepada orang-orang.

Ibnu Katsir menuliskan dalam Al-Bidayah wa Al-Nihayah bahwa Abdurrahman meninggalkan 1.000 unta, 100 kuda, dan 3.000 domba yang semuanya digembalakan di Baqi’.

Hadits lain yang terkait dengan kedermawanan Abdurrahman bin Auf disebutkan oleh Ibnu Majah, dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Di surga ada pohon yang ketika engkau berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun, engkau tidak akan sampai ke ujungnya. Dan di surga, ada sahabatku Abdurrahman bin Auf.”

Penutup

Kisah Abdurahman bin Auf adalah contoh nyata bahwa kekayaan yang melimpah tidak selalu identik dengan kesombongan dan kelalaian.

Abdurrahman menggunakan hartanya dengan bijak, dan selalu khawatir akan pertanggungjawabannya di akhirat. Ia adalah sosok yang sangat dermawan dan rendah hati, meskipun berada di puncak kekayaan.

Dari Abdurrahman bin Auf, kita belajar bahwa harta hanyalah titipan, dan yang terpenting adalah bagaimana kita memanfaatkannya untuk kebaikan.

Kekayaan tidak akan berarti tanpa sedekah, dan harta yang kita berikan di jalan Allah akan menjadi bekal kita di akhirat.

Seperti yang tertuang dalam QS. Al-Baqarah [2]:261, Allah berfirman, “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.”

September 12, 2024

Jabal Nur, atau dalam bahasa Arab disebut Jabal an-Nur yang berarti Gunung Cahaya, merupakan salah satu destinasi paling bersejarah dan penting bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Terletak di sebelah timur laut kota suci Mekkah, Arab Saudi, gunung ini tidak hanya terkenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena peristiwa besar yang mengubah sejarah manusia selamanya.

Di puncak Jabal Nur, tepatnya di dalam Gua Hira, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril, yang menjadi titik awal munculnya cahaya Islam.

Lokasi Jabal Nur Dimana?

Jabal Nur terletak sekitar 5 kilometer dari Masjidil Haram, di daerah perbukitan di utara Mekkah. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 640 meter, dan meskipun terlihat menantang, mendaki Jabal Nur menjadi salah satu pengalaman spiritual yang tak terlupakan bagi banyak peziarah yang datang ke Mekkah.

jabal nur dimana
Source image: google maps

Untuk mencapai puncaknya, pengunjung harus mendaki sekitar satu jam melalui jalur berbatu dan curam dengan kemiringan hingga 60 derajat.

Puncak Jabal Nur menawarkan pemandangan kota Mekkah yang spektakuler, terutama pada pagi dan sore hari saat matahari terbit atau terbenam.

Dari sana, Masjidil Haram dapat terlihat dengan jelas tanpa terganggu oleh gedung-gedung tinggi di sekitarnya.

Bagi umat Muslim, pemandangan ini memberikan rasa syukur dan kerendahan hati, seolah-olah menyaksikan langsung sejarah yang hidup di depan mata mereka.

Sejarah Jabal Nur Gua Hira

Sebelum masa kenabian, Makkah adalah pusat peribadatan bagi kaum pagan yang menyembah berbagai berhala di sekitar Ka’bah.

Nabi Muhammad ﷺ, yang dikenal sebagai seseorang yang selalu menjunjung tinggi kebenaran dan integritas, merasa terganggu dengan kebiasaan penyembahan berhala ini dan berbagai ketidakadilan sosial yang ada di sekitarnya.

Sebagai seorang yang memiliki hati yang bersih, Nabi ﷺ kerap mencari kedamaian dan petunjuk dari Allah melalui perenungan yang mendalam.

Untuk menghindari hiruk-pikuk kehidupan di Makkah dan mengarahkan perhatian pada Tuhan, Nabi Muhammad ﷺ mulai melakukan khalwah (menyendiri) di Gua Hira di puncak Jabal Nur.

Pada waktu-waktu tertentu, terutama pada bulan Ramadhan, Nabi ﷺ akan menghabiskan waktu bermeditasi di sana, memikirkan kehidupan dan penciptaan, serta beribadah kepada Allah sesuai dengan ajaran tauhid (monoteisme) yang diwarisi dari Nabi Ibrahim عليه السلام.

Turunnya Wahyu Pertama

Pada tahun 610 M, ketika Nabi Muhammad ﷺ berusia 40 tahun, beliau kembali ke Gua Hira untuk melakukan khalwah seperti biasanya.

Namun, kali ini sesuatu yang sangat luar biasa terjadi. Pada malam ke-17 Ramadhan, Allah mengutus malaikat Jibril untuk menemui Nabi ﷺ di gua tersebut.

jabal nur
Source image: detikcom

Jibril datang dengan membawa wahyu pertama yang menjadi awal dari kenabian Nabi Muhammad ﷺ. Malaikat Jibril mendekati Nabi Muhammad ﷺ dan memintanya untuk membaca.

Nabi ﷺ, yang tidak bisa membaca maupun menulis, dengan jujur menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Tiga kali malaikat Jibril meminta Nabi ﷺ untuk membaca, hingga akhirnya Jibril menyampaikan wahyu Allah yang tercantum dalam Surah Al-Alaq, ayat 1-5:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq: 1-5)

Ketika wahyu ini turun, Nabi Muhammad ﷺ merasa ketakutan dan terguncang oleh pengalaman luar biasa ini.

Beliau segera turun dari Jabal Nur dan bergegas pulang ke rumahnya untuk menemui istrinya, Khadijah binti Khuwailid.

Setibanya di rumah, Nabi ﷺ meminta Khadijah untuk menyelimutinya sambil menceritakan apa yang baru saja terjadi. Khadijah, yang sangat mencintai dan mempercayai suaminya, menenangkan Nabi ﷺ.

Khadijah kemudian membawa Nabi ﷺ menemui sepupunya, Waraqah bin Naufal, seorang ahli kitab yang memahami ajaran agama Yahudi dan Nasrani.

Setelah mendengar kisah Nabi ﷺ, Waraqah berkata bahwa yang datang kepada Nabi ﷺ adalah malaikat Jibril, sebagaimana malaikat ini pernah datang kepada para nabi terdahulu.

Waraqah juga menegaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ telah dipilih sebagai utusan Allah dan akan menghadapi banyak tantangan dalam menyebarkan risalah ini.

Berziarah di Jabal Nur dan Gua Hira

Saat ini, Jabal Nur menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi oleh umat Muslim dari seluruh dunia.

Banyak peziarah atau jemaah umroh yang datang untuk mendaki gunung ini dan mengunjungi Gua Hira, meskipun pendakian ke puncak cukup melelahkan dan memerlukan stamina yang kuat.

jabal nur
Source image: detikcom

Namun, banyak yang merasa bahwa perjalanan spiritual ini memberikan pengalaman yang mendalam, mengingatkan mereka pada perjuangan dan pengorbanan Nabi Muhammad ﷺ dalam menyampaikan risalah Islam.

Kisah di Jabal Nur dan Gua Hira mengajarkan kepada umat Islam tentang pentingnya keteguhan hati dan keinginan yang tulus untuk mencari kebenaran.

Nabi Muhammad ﷺ memberikan contoh betapa pentingnya berjuang untuk memahami kehendak Allah melalui ibadah dan perenungan.

Peristiwa ini juga mengajarkan pentingnya selalu berserah diri kepada Allah, terutama ketika menghadapi tantangan dalam menjalankan amanah-Nya.

September 11, 2024

Saat menunaikan ibadah haji atau umrah, salah satu momen yang sangat dinantikan oleh setiap jamaah adalah kesempatan untuk menyaksikan peninggalan bersejarah yang menunjukkan kebesaran Allah.

Salah satu peninggalan tersebut adalah Maqam Ibrahim, yang sering kali menjadi objek perhatian dan kekaguman di Masjidil Haram.

Namun, perlu diluruskan bahwa Maqam Ibrahim bukanlah makam atau kuburan Nabi Ibrahim, melainkan batu pijakan yang digunakan oleh beliau saat membangun Ka’bah.

Apa Itu Maqam Ibrahim?

maqam ibrahim
Source image: inews.id

Maqam Ibrahim (bahasa Arab: مقام إبراهيم) adalah batu tempat Nabi Ibrahim berpijak ketika membangun Ka’bah.

Dari sudut bahasa, “al-maqam” berarti “tempat pijakan”. Maka maqam Ibrahim merupakan sebuah bangunan dengan batu kecil yang dibawa oleh Ismail AS ketika membangunkan Ka’bah, digunakan sebagai pijakan Ibrahim AS untuk berdiri guna melengkapi bongkahan-bongkahan batu untuk membangun Ka’bah.

Pada awalnya, batu ini menempel di dinding Ka’bah, tetapi pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, al-Maqam Ibrahim dipindahkan beberapa meter dari Ka’bah untuk mempermudah jamaah yang sedang melaksanakan tawaf dan salat.

Batu tersebut kini dilindungi dalam struktur seperti sangkar dan dilapisi perak untuk melindunginya dari kerusakan.

Secara linguistik, “maqam” berarti tempat berpijak. Oleh karena itu, Maqom Ibrahim. merujuk pada sebuah bangunan yang melingkupi batu kecil yang digunakan oleh Nabi Ibrahim sebagai tempat berdiri.

Ismail, putra Nabi Ibrahim, membantu ayahnya dengan memberikan bongkahan batu untuk membangun Ka’bah, dan Ibrahim menggunakan batu pijakan ini untuk mencapai ketinggian yang dibutuhkan dalam penyusunan batu-batu Ka’bah.

Letak Maqam Ibrahim

Ada beberapa pendapat mengenai lokasi awal Maqam Ibrahim. Menurut Said Muhammad Bakdasy dalam bukunya Fadhlu Hajar Aswad wa Maqam Ibrahim, Maqam ini pada masa Nabi Ibrahim dan Rasulullah SAW terletak di tempat yang sama seperti sekarang.

letak maqam ibrahim
Source image: islamislogic.wordpress.com

Namun, saat terjadi banjir besar pada masa Khalifah Umar bin Khattab, al-Maqam Ibrahim terseret arus dan tertimbun di bawah Kota Makkah.

Ibnu Hajar al-Asqalani meriwayatkan bahwa banjir besar tersebut menyeret Maqom Ibrahim dari posisinya dan menghanyutkannya hingga ditemukan di bawah Kota Makkah.

Khalifah Umar bin Khattab pun memerintahkan untuk mengembalikan Maqam ke tempat semula. Sejak saat itu, Maqam Ibrahim tetap berada di tempat yang kita lihat saat ini.

Pendapat lain disampaikan oleh Ibnu Katsir yang menyebutkan bahwa Maqom Ibrahim awalnya menempel di dinding Ka’bah.

Namun, Khalifah Umar memutuskan untuk memindahkannya ke sebelah timur Ka’bah agar tidak mengganggu orang-orang yang melakukan tawaf dan agar mereka yang ingin salat di dekat Maqom Ibrahim dapat melakukannya dengan lebih leluasa.

Keutamaan Maqam Ibrahim

Salah satu keutamaan Maqam Ibrahim adalah tempat ini dijadikan sebagai lokasi khusus untuk menunaikan salat setelah melakukan tawaf. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat.” (QS. Al-Baqarah: 125)

Hadis dari Jabir RA juga menyebutkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ setelah mencium Hajar Aswad, beliau melaksanakan tawaf sebanyak tujuh putaran, lalu menuju Maqom Ibrahim untuk menunaikan salat dua rakaat.

Nabi ﷺ membaca ayat di atas dan menjadikan Maqam sebagai tempat yang berada di antara beliau dan Ka’bah saat salat.

Keutamaan lain yang disebutkan oleh Nabi Muhammad ﷺ adalah bahwa Maqom Ibrahim dan Hajar Aswad berasal dari surga.

Nabi bersabda, “Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim adalah batu yakut dari surga. Seandainya Allah tidak menghilangkan cahaya keduanya, maka ia akan menerangi Timur dan Barat secara keseluruhan.” (HR. Ahmad)

Doa di Maqam Ibrahim

doa di maqam ibrahim
Source image: syaamilquran.com/

Setelah menyelesaikan tawaf, jamaah dianjurkan untuk melaksanakan salat dua rakaat di sekitar Maqom Ibrahim. Selain itu, terdapat doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca saat melintasi Maqam Ibrahim:

رَبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ سَدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ سَدْقٍ وَاجْعَلْ لِى مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wakhrijnii mukhraja shidqin waj’al lii min ladunka sulthaanan nashiiran wa qul jaa’al haqqu wa zahaqal baathila innal baathila kaana zahuuqa.

Artinya: “Wahai Tuhanku, masukkanlah aku secara benar dan keluarkanlah pula aku secara benar, berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. Dan katakanlah, ‘yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil adalah sesuatu yang pasti lenyap.”

Keajaiban Batu Maqam Ibrahim

Salah satu hal yang membuat Maqom Ibrahim begitu istimewa adalah bekas telapak kaki Nabi Ibrahim yang masih terlihat di atas batu tersebut.

Konon, ketika Nabi Ibrahim menggunakan batu tersebut sebagai pijakan untuk menyusun batu-batu Ka’bah, batu ini secara ajaib meninggi mengikuti ketinggian Ka’bah yang semakin bertambah.

Menurut riwayat dari Imam al-Baihaqi, batu ini adalah salah satu dari batu surga yang memiliki cahaya luar biasa. Bahkan, jika bukan karena dosa-dosa manusia, cahaya dari batu ini akan menerangi seluruh Timur dan Barat.

Penutup

Maqom Ibrahim bukan sekadar batu biasa, tetapi merupakan saksi bisu dari perjuangan dan ketaatan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah untuk membangun Ka’bah.

Keberadaan Maqam ini di Masjidil Haram menjadi pengingat betapa besar pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail dalam menaati perintah Allah.

Selain itu, Maqam Ibrahim juga memiliki keutamaan khusus bagi umat Muslim, karena dijadikan tempat untuk melaksanakan salat setelah tawaf dan dipercaya sebagai salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa.

Sebagai salah satu situs bersejarah yang penuh makna, Maqom Ibrahim tetap menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah haji dan umrah.

Setiap jamaah yang menunaikan ibadah di Masjidil Haram dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan mengingat kebesaran-Nya yang tergambar melalui peninggalan-peninggalan suci seperti Maqom Ibrahim.