Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: tazkiyahmandiri@gmail.com

Blog

Desember 12, 2024

Dalil Tentang Haji, Setiap muslim pasti mendambakan dirinya bisa berangkat menunaikan ibadah haji. Hal tersebut bukan karena tanpa alasan melainkan karena ibadah haji adalah salah satu rukun islam yang ke-5 dan menjadi ibadah bagi umat islam yang besar ganjarannya. 

Ibadah haji tersebut menjadi wajib dilakukan setidaknya satu kali seumur hidup mereka sebagai orang islam yang mampu dalam ham finansial dan fisik. 

Itulah sebabnya Anda perlu mengetahui dalil tentang haji beserta artinya agar memahami hukumnya secara akurat sebagai kewajiban umat muslim. 

Dalam pelaksanaannya, ibadah haji tidak bisa dilakukan di sembarang waktu atau tanpa perencanaan. Ibadah haji kemudian hanya dilakukan sekali dalam satu tahun, yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Itulah sebabnya sebelum memutuskan untuk berangkat ke Mekkah, jamaah harus memiliki persiapan yang matang untuk beribadah haji. 

dalil tentang haji
Image Source: tirto

Dalil Tentang Haji dari Al-Qur’an dan Hadist Shahih

Para ulama kemudian telah sepakat bahwa ibadah haji hukumnya wajib sesuai dengan dalil tentang haji dalam Al-quran dan hadits. Dalam dalil tentang haji tersebut kemudian dijelaskan juga kriteria orang yang wajib melaksanakan ibadah haji.

Berikut ini ringkasan dalil tentang haji bagi yang mampu yang berasal dari ayat suci Al-Quran dan beberapa hadits shahih, serta syarat: 

1. Dalil Tentang Haji Al Quran

Allah Ta’ala berfirman,

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.

Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imron: 97). Ayat ini adalah dalil tentang wajibnya haji.

Kalimat dalam ayat tersebut menggunakan kalimat perintah yang berarti wajib. Kewajiban ini dikuatkan lagi pada akhir ayat (yang artinya), “Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.

Di sini, Allah menjadikan lawan dari kewajiban dengan kekufuran. Artinya, meninggalkan haji bukanlah perilaku muslim, namun perilaku non muslim.

2. Dalil Tentang Haji As Sunnah

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengaku Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji dan berpuasa di bulan Ramadhan.

”(HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16). Hadits ini menunjukkan bahwa haji adalah bagian dari rukun Islam. Ini berarti menunjukkan wajibnya.

Dari Abu Hurairah, ia berkata,

« أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوا ». فَقَالَ رَجُلٌ أَكُلَّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَهَا ثَلاَثًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah di tengah-tengah kami. Beliau bersabda, “Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan haji bagi kalian, maka berhajilah.”

Lantas ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah setiap tahun (kami mesti berhaji)?” Beliau lantas diam, sampai orang tadi bertanya hingga tiga kali.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Seandainya aku mengatakan ‘iya’, maka tentu haji akan diwajibkan bagi kalian setiap tahun, dan belum tentu kalian sanggup.”

(HR. Muslim no. 1337). Sungguh banyak sekali hadits yang menyebutkan wajibnya haji hingga mencapai derajat mutawatir (jalur yang amat banyak) sehingga kita dapat memastikan hukum haji itu wajib.

3. Dalil Tentan Haji Ijma Ulama

Para ulama pun sepakat bahwa hukum haji itu wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Bahkan kewajiban haji termasuk perkara al ma’lum minad diini bidh dhoruroh (dengan sendirinya sudah diketahui wajibnya) dan yang mengingkari kewajibannya dinyatakan  kafir.

Syarat Wajib Haji 

dalil tentang haji
source image: okezone

Ada beberapa syarat dan ketentuan wajib bagi yang ingin melaksanakannya dimana syarat ini harus terpenuhi sebelum melakukan ibadah haji sesuai dengan dalil tentang haji mabrur yang dirangkum dari Al-quran dan juga Hadist Rasulullah, sebagai berikut:

  1. Islam
  2. Berakal
  3. Baligh
  4. Merdeka
  5. Mampu

Kelima syarat haji di atas adalah syarat yang disepakati oleh para ulama. Sampai-sampai Ibnu Qudamah dalam Al Mughni berkata, “Saya tidak mengetahui ada khilaf (perselisihan) dalam penetapan syarat-syarat ini.” (Al Mughni, 3:164)

Catatan Dalil Tentang Haji Lengkap:

  1. Seandainya anak kecil berhaji, maka hajinya sah. Namun hajinya tersebut dianggap haji tathowwu’ (sunnah). Jika sudah baligh, ia masih tetap terkena kewajiban haji. Hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’).
  2. Syarat mampu bagi laki-laki dan perempuan adalah: (a) mampu dari sisi bekal dan kendaraan, (b) sehat badan, (c) jalan penuh rasa aman, (d) mampu melakukan perjalanan.
  3. Mampu dari sisi bekal mencakup kelebihan dari tiga kebutuhan: (1) nafkah bagi keluarga yang ditinggal dan yang diberi nafkah, (2) kebutuhan keluarga berupa tempat tinggal dan pakaian, (3) penunaian utang.
  4. Syarat mampu yang khusus bagi perempuan adalah: (1) ditemani suami atau mahrom, (2) tidak berada dalam masa ‘iddah.

Syarat Sahnya Haji

dalil tentang haji
source image: kompas

Untuk memenuhi syarat sah haji, wajib memenuhi beberapa kriteria dibawah ini sesuai dalil tentang haji yang ada di Al-quran dan hadist Nabi, sebagai berikut:

  1. Islam
  2. Berakal
  3. Miqot zamani, artinya haji dilakukan di waktu tertentu (pada bulan-bulan haji), tidak di waktu lainnya. ‘Abullah bin ‘Umar, mayoritas sahabat dan ulama sesudahnya berkata bahwa waktu tersebut adalah bulan Syawwal, Dzulqo’dah, dan sepuluh hari (pertama) dari bulan Dzulhijjah.
  4. Miqot makani, artinya haji (penunaian rukun dan wajib haji) dilakukan di tempat tertentu yang telah ditetapkan, tidak sah dilakukan tempat lainnya. Wukuf dilakukan di daerah Arofah. Thowaf dilakukan di sekeliling Ka’bah. Sa’i dilakukan di jalan antara Shofa dan Marwah. Dan seterusnya. “sumber.rumaysho.com”

Penutup

Nah, itulah penjelasan dalil tentang haji yang perlu Anda ketahui untuk memahami keutamaan hukum haji. Beberapa hadits juga menyebutkan bahwa sakit utamanya ibadah ini juga bisa diwakilkan atau dibadalkan ke kerabat, sanak saudara yang masih mampu melakukan ibadah haji tersebut.

Jadi bagi para umat muslim segeralah melakukan kewajiban ibadah ini jika Anda sudah merasa mampu untuk melakukannya. Jika telah berniat melakukan ibadah haji ada baiknya untuk mengetahui juga amalan-amalan apa saja yang wajib saat beribadah haji.

 

Desember 12, 2024

Melempar jumrah merupakan salah satu rukun dalam ibadah haji yang tidak boleh terlewatkan. Dalam pelaksanaan ibadah haji, terdapat tiga titik jumrah yang harus dilempar oleh jamaah haji, yaitu Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah.

Apa Itu Jumrah Ula?

Jumrah Ula adalah jumrah pertama yang harus dilontarkan oleh jemaah haji dalam rangkaian ritual lempar jumrah di Mina.

Secara simbolis, Jumrah  melambangkan penolakan terhadap godaan setan yang pertama kali mengganggu hati dan pikiran manusia.

jumrah ula
source image : cdn1-kly.akamaized

Ritual ini mengingatkan kita pada kisah Nabi Ibrahim yang dengan tegas menolak godaan setan yang ingin menghalangi perintah Allah untuk mengorbankan putranya, Ismail.

Melempar Jumrah menjadi simbol tekad jemaah untuk menanggalkan sifat-sifat egoistik dan melawan segala bentuk godaan yang menghalangi jalan kebenaran.

Proses pelemparan dilakukan dengan melemparkan tujuh butir kerikil ke arah tugu jumrah yang telah disediakan, sebagai tanda perjuangan dan kesungguhan dalam menjalankan perintah Allah.

Jumrah Ula Adalah

Jumrah Ula adalah lemparan pertama dari tiga jumrah yang harus dilakukan oleh jamaah haji pada hari tasyrik, tepatnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Melempar Jumrah Ula merupakan simbol perlawanan terhadap godaan pertama dari setan, yang sering kali datang dalam bentuk godaan kecil atau rayuan halus.

Dalam konteks haji, lemparan Jumrah melambangkan tekad jemaah untuk menjauhkan diri dari dosa-dosa kecil dan untuk memperkuat keimanan mereka terhadap Allah.

Perbedaan Jumrah Ula Wustha dan Aqabah

Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah adalah tiga titik jumrah yang harus dilontarkan oleh jemaah haji di Mina. Ketiganya memiliki perbedaan berdasarkan urutan, lokasi, dan simbolismenya.

Jumrah Ula adalah jumrah pertama yang dilontarkan, diikuti oleh Jumrah Wustha dan terakhir Jumrah Aqabah. Perbedaan berdasarkan urutan ini sangat penting karena setiap jumrah melambangkan penolakan terhadap godaan setan yang semakin besar.

perbedaan jumrah ula wustha dan aqabah
source image: bincangsyariah

Dari sisi lokasi, Jumrah Ula terletak paling dekat dengan Makkah, sementara Jumrah Wustha dan Aqabah berada lebih jauh, dengan Aqabah menjadi titik terakhir.

Masing-masing jumrah juga melambangkan jenis godaan yang harus dihadapi jemaah, seperti godaan pertama (Ula) yang lebih kecil, hingga godaan yang lebih besar (Wustha dan Aqabah).

Setiap pelemparan merupakan simbol perjuangan jemaah dalam memperkuat iman dan menanggalkan sifat-sifat buruk yang menghalangi kesucian hati.

Perbedaan Berdasarkan Urutan

Jumrah Ula merupakan yang pertama dilontar, disusul dengan Jumrah Wustha dan terakhir Jumrah Aqabah. Urutan ini sangat penting untuk diikuti, karena setiap jumrah memiliki simbolisme dan makna tersendiri dalam perjalanan spiritual jemaah haji.

Perbedaan Berdasarkan Lokasi

Ketiga jumrah ini terletak di lokasi yang berbeda di Mina. Jumrah Ula terletak paling dekat dengan kawasan tempat tinggal jemaah, diikuti dengan Jumrah Wustha, dan yang terakhir Jumrah Aqabah. Meskipun letaknya berjauhan, jemaah harus melempar ketiga jumrah ini secara berurutan dengan tujuh batu kerikil untuk setiap titiknya.

Waktu dan Tata Cara Melontar Jumrah Ula

waktu melempar jumrah ula
source image: detik

Melempar Jumrah merupakan salah satu bagian penting dari rangkaian ibadah haji yang dilakukan di Mina pada hari-hari Tasyrik, yaitu 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Waktu untuk melontar Jumrah  dimulai setelah salat Dzuhur dan berlangsung sepanjang hari, hingga menjelang Maghrib.

Waktu Melempar Jumrah Ula

Melempar Jumrah  dilakukan pada hari-hari tasyrik setelah salat Zuhur. Waktu yang tepat untuk melontar adalah antara tengah hari hingga senja.

Jemaah haji harus mengikuti jadwal yang telah ditentukan oleh otoritas haji Arab Saudi untuk memastikan bahwa tidak ada gangguan atau pelanggaran dalam pelaksanaan ibadah ini.

Cara Melontar Jumrah Ula yang Benar

Melontar Jumrah dilakukan dengan cara melemparkan tujuh batu kerikil ke tiang jumrah. Setiap kerikil harus dilempar satu per satu, dan jika jemaah melempar lebih dari satu kerikil dalam satu waktu, itu tidak dihitung sebagai satu lontaran.

Lontaran yang benar adalah yang mengarah ke marma (tiang jumrah) dan masuk ke dalam lubang yang ada di marma tersebut.

Doa Saat Melempar Jumrah Ula

Saat melempar Jumrah, sangat disarankan bagi jemaah haji untuk membaca doa. Doa ini bertujuan untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah, serta untuk menjauhkan diri dari godaan setan. Berikut adalah doa melempar jumrah ula yang bisa dibaca saat melontar:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ

Allahumma inni astakheeruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as’aluka min fadhlika al-azheem.

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang terbaik kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku memohon kekuatan dengan kekuasaan-Mu, serta aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu yang agung.

Doa ini mengandung permohonan agar Allah memberi petunjuk terbaik bagi jemaah dalam setiap langkah hidup mereka, termasuk dalam melaksanakan ibadah haji.

Hikmah Melontar Jumrah Ula

Melempar Jumrah Ula bukan hanya sekadar prosesi fisik, tetapi juga merupakan manifestasi dari perjuangan spiritual untuk menghindari godaan setan. Berikut adalah beberapa hikmah dari prosesi ini:

  1. Meneladani Nabi Ibrahim: Melempar jumrah mengingatkan kita pada kisah Nabi Ibrahim yang melawan godaan setan dengan keberanian dan ketaatan kepada Allah.
  2. Simbol Pengendalian Diri: Proses melempar jumrah mengajarkan pengendalian diri, khususnya dalam menjaga ketenangan dan kekhusyukan di tengah kerumunan.
  3. Pembersihan Jiwa: Melalui prosesi ini, jemaah diingatkan untuk memurnikan diri dari dosa-dosa dan kembali ke jalan yang benar.

Gambar Jumrah Ula dan Sekitarnya

Berikut adalah beberapa gambar yang menggambarkan Jumrah Ula dan suasana di sekitarnya, memberikan gambaran visual yang jelas mengenai lokasi dan prosesi melempar jumrah.

melempar jumrah ula
source image: bincangsyaria

Kesimpulan 

Melempar Jumrah Ula merupakan salah satu amalan wajib dalam ibadah haji yang memiliki makna spiritual yang dalam, sebagai bentuk penolakan terhadap godaan setan.

Melaksanakan rangkaian lempar Jumrah secara tepat sesuai dengan urutan dan waktu yang telah ditentukan sangat penting untuk kesempurnaan ibadah haji.

Dalam rangka persiapan haji, penting bagi calon jemaah untuk merencanakan segala sesuatunya dengan matang. Untuk itu, jangan ragu memilih Harga Paket Haji Khusus 2025 yang menawarkan kenyamanan dan kemudahan selama pelaksanaan ibadah.

Dengan memilih paket haji yang sesuai, Anda dapat menjalani ibadah haji dengan tenang dan khusyuk, serta memastikan setiap langkah Anda di tanah suci berjalan lancar.

Pastikan perjalanan ibadah Anda berjalan dengan lancar dan sempurna dengan paket haji terbaik di tahun 2025.

 

Desember 12, 2024

Sholat istikharah adalah salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa, terutama dalam meminta petunjuk kepada Allah SWT.

Ketika seseorang dihadapkan pada keraguan dalam mengambil keputusan, sholat ini yang menjadi cara untuk memohon bimbingan-Nya agar diberi pilihan yang terbaik.

Berikut ini panduan lengkap mulai dari pengertian, niat, tata cara, hingga doa setelah melaksanakan istikharah.

Pengertian Sholat Istikharah

Sholat istikharah merupakan salah satu ibadah sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umat Islam. Kata istikharah berasal dari bahasa Arab yang berarti “meminta pilihan terbaik.”

Dalam praktiknya, sholat ini dilakukan untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT terkait pilihan yang sedang dihadapi.

sholat istikharah
source image: thumb.tvonenews

Dengan melaksanakan istikharah, seorang Muslim menunjukkan sikap tawakal dan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada kehendak Allah yang Maha Mengetahui.

Sholat ini juga menjadi bentuk doa yang memohon agar diberikan ketenangan hati dalam mengambil keputusan.

Sholat Istikharah Adalah

Istikharah adalah sholat sunnah dua rakaat yang dilakukan ketika seseorang menghadapi keraguan dalam mengambil keputusan.

Ibadah ini menjadi sarana seorang Muslim untuk meminta bimbingan Allah, agar diberi pilihan terbaik yang penuh keberkahan.

Sholat Istikharah untuk Apa Saja

Ibadah ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan seorang Muslim, terutama ketika dihadapkan pada keputusan besar yang membingungkan.

Keputusan mengenai jodoh, pekerjaan, pendidikan, atau hal-hal penting lainnya sering kali memerlukan pertimbangan yang matang.

Namun, terkadang kita merasa ragu dan tidak tahu mana pilihan yang terbaik. Dengan memohon petunjuk kepada Allah melalui ibadah ini, seorang Muslim dapat merasa lebih yakin karena meyakini bahwa apa yang telah ditetapkan oleh Allah adalah yang terbaik.

Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selaras dengan kehendak-Nya, dan bahwa segala keputusan yang diambil membawa manfaat dunia dan akhirat.

Niat dan Bacaan Sholat Istikharah

Niat merupakan langkah awal yang sangat penting dalam melaksanakan sholat istikharah. Dengan niat, seorang Muslim menyampaikan tujuan ibadahnya secara tulus kepada Allah SWT.

sholat istikharah meminta petunjuk
source image: d.ibtimes

Bacaan niat dalam melaksanakan sholat hendaknya dilafalkan di dalam hati atau secara lisan untuk memantapkan tujuan ibadah ini.

Selain itu, membaca doa setelah istikharah juga memiliki peran penting sebagai sarana memohon petunjuk dan kemantapan hati atas pilihan yang dihadapi. Berikut adalah niat dan bacaan istikharah yang perlu diketahui.

Bacaan Sholat Istikharah dan Artinya Lengkap

Dalam melaksanakan istikharah diawali dengan niat yang jelas. Berikut adalah niat istikharah beserta artinya

Niat Sholat Istikharah:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatan istikharati rok’ataini lillahi ta’alaa.”
Artinya: “Aku berniat sholat istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Istikharah Jodoh

Jika dilakukan untuk memilih jodoh, cukup niatkan dalam hati bahwa ibadah ini ditujukan untuk memohon petunjuk terkait pasangan hidup.

Niat Sholat Istikharah Meminta Petunjuk

Untuk keperluan lain, seperti pekerjaan atau perjalanan, niatkan dalam hati memohon bimbingan Allah agar diberi jalan yang terbaik.

Tata Cara Sholat Istikharah

Tata cara dalam melaksanakan istikharah dilakukan sebagaimana sholat sunnah pada umumnya, yaitu terdiri dari dua rakaat.

Sholat ini dimulai dengan niat di dalam hati, diikuti dengan rangkaian gerakan dan bacaan sholat yang benar sesuai sunnah Rasulullah SAW.

syarat sholat istikharah
source image : img.freepik

Setelah selesai melaksanakan sholat, seorang Muslim dianjurkan membaca doa istikharah untuk memohon petunjuk dan keberkahan dari Allah SWT.

Sholat Istikharah Berapa Rakaat

Sholat istikharah dilakukan sebanyak dua rakaat. Setiap rakaat dilengkapi dengan bacaan Al-Fatihah, surah pendek, dan doa khusus setelah sholat.

Waktu Sholat Istikharah Dilakukan Kapan

Waktu terbaik dalam pelaksanaannya  adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu antara pukul 01.00 hingga 04.00 dini hari.

Namun, sholat ini juga boleh dilakukan kapan saja, asalkan tidak pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat.

Syarat Sholat Istikharah

  • Dilakukan dengan wudhu dan pakaian bersih.
  • Menghadap kiblat.
  • Dikerjakan dengan khusyuk dan niat tulus memohon petunjuk.

Doa Sholat Istikharah dan Artinya

Setelah menyelesaikan dua rakaat sholat, bacalah doa berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ وَعَـاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَبَارِكْ لِي فِيهِ ثُمَّ يَسِّرْهُ لِي وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ عَاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ أَيْنَـــمَا كَانَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidina muḫamamdin, Alḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. Allâhumma innî astakhîruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa lâ aqdiru, wa ta’lamu wa lâ a’lamu, wa anta ‘allâmul ghuyûb. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hâdzal amra khairun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi faqdurhu lî wa bârik lî fîhi tsumma yassirhu lî. Wa in kunta ta’lamu anna hâdzal amra syarrun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi fashrifnî ‘anhu washrfhu ‘annî waqdur liyal khaira haitsu kâna ainamâ kânû innaka ‘alâ kulli syai-in qadîr. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidina muḫamamdin, walḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah dengan pengetahuan-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan sementara aku tidak mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib.

Manfaat dan Hikmah Sholat Istikharah

  1. Mendapatkan ketenangan hati dalam menghadapi pilihan.
  2. Mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap keputusan.
  3. Memperoleh keyakinan bahwa pilihan yang diambil sesuai dengan kehendak Allah.
  4. Menghindarkan diri dari penyesalan akibat salah langkah.

Dengan melaksanakan  istikharah, setiap Muslim diajak untuk menyerahkan segala urusan kepada Allah, sehingga keputusan yang diambil penuh dengan keberkahan.

Kesimpulan 

Istikharah adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim yang menghadapi keraguan dalam mengambil keputusan.

Dengan niat yang tulus, tata cara yang benar, serta doa yang khusyuk, istikharah menjadi jalan untuk memohon petunjuk terbaik dari Allah SWT.

Ibadah ini tidak hanya membantu mendapatkan keputusan yang diridhoi, tetapi juga memberikan ketenangan batin dan meningkatkan keimanan.

Seperti halnya dalam istikharah yang memohon petunjuk Allah untuk keputusan terbaik, memilih agen perjalanan yang tepat juga membutuhkan pertimbangan matang.

Percayakan perjalanan ibadah Anda kepada travel agen haji dan umroh yang berpengalaman, agar setiap langkah Anda mendapatkan bimbingan dan kemudahan dari Allah SWT.

Desember 11, 2024

Makna Puncak Ibadah Haji

Puncak ibadah haji adalah momen yang paling dinanti oleh setiap jamaah haji, yaitu wukuf di Padang Arafah. Di sini, di tempat yang penuh dengan sejarah, Nabi Muhammad SAW melaksanakan wukuf dan menerima wahyu terakhir sebelum wafat.

puncak ibadah haji
source image: detik

Begitu juga Nabi Ibrahim yang memohon keturunan dan menerima wahyu untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail. Bagi umat Islam, puncak ibadah haji bukan hanya sekadar kegiatan ritual, melainkan sebuah kesempatan untuk merenung dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Puncak Ibadah Haji Adalah Wukuf

Puncak ibadah haji terwujud pada momen wukuf, di mana jamaah haji berhenti dari segala aktivitas duniawi dan fokus sepenuhnya pada ibadah.

Saat wukuf padang Arafah, mereka berdoa, berzikir, dan bermuhasabah. Puncak ibadah haji bukan sekadar melempar batu di Jumrah, melainkan momen ketika hamba Allah benar-benar berhadapan dengan-Nya.

Momen inilah, jamaah haji menilai diri mereka, menyadari dosa-dosa, serta memohon ampunan dari Allah SWT. Momen ini menjadi simbol dari kedekatan hamba dengan Sang Pencipta.

Renungan di Puncak Ibadah Haji

Apa yang Sudah Kita Berikan pada Allah?

Di Padang Arafah, setiap jamaah merenung, bertanya pada dirinya sendiri, “Apa yang telah saya berikan pada Allah?” Puncak ibadah haji menjadi waktu yang tepat untuk bertanya, apakah kita telah memenuhi perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan bersyukur atas segala nikmat-Nya.

puncak ibadah haji
source image: detik

Saat merenung di Arafah, kita diingatkan bahwa hidup ini bukan hanya tentang dunia, tetapi juga tentang persiapan kita untuk kehidupan abadi di akhirat.

Wukuf di Padang Arafah mengingatkan kita untuk lebih bersyukur atas segala karunia yang telah diberikan oleh Allah.

Melupakan Dunia, Meningkatkan Ibadah

Puncak ibadah haji di Padang Arafah juga mengingatkan kita untuk melupakan dunia sejenak. Di sinilah tempatnya untuk merenung, berzikir, dan berdoa dengan penuh kekhusyukan.

Setiap jamaah haji meninggalkan segala aktivitas duniawi dan hanya fokus untuk mendekatkan diri kepada Allah. Puncak ibadah haji ini mengajarkan kita bahwa hidup tidak hanya tentang mengejar kenikmatan dunia, tetapi juga untuk mempersiapkan kehidupan akhirat yang abadi.

Hakikat Puncak Ibadah Haji di Sisi Allah

Kesetaraan di Hadapan Allah

Puncak ibadah haji di Arafah juga menjadi simbol kesetaraan antara semua umat Islam. Di sana, jamaah dari berbagai penjuru dunia berkumpul, dengan pakaian ihram yang sederhana dan lusuh, menyatu dalam satu tujuan, yaitu mencari ridha Allah.

Tidak ada perbedaan antara mereka, baik dari suku, bangsa, atau status sosial. Semua jamaah haji adalah sama di mata Allah, karena yang terpenting adalah amal ibadah yang ikhlas.

Persiapan Diri untuk Bekal Akhirat

Selama wukuf, jamaah haji hanya bisa duduk, merenung, dan memohon ampunan Allah. Puncak ibadah haji ini mengingatkan kita bahwa dunia ini fana, dan kita harus sibuk mempersiapkan bekal untuk kehidupan abadi di akhirat kelak.

Momen ini adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan memperkuat ikatan dengan Sang Pencipta. Seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad, kita juga harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah.

Keutamaan Puncak Ibadah Haji

Wukuf sebagai Pintu Ampunan

Puncak ibadah haji menjadi kesempatan bagi jamaah untuk memperbaiki hubungan mereka dengan Allah SWT. Wukuf di Padang Arafah merupakan saat yang sangat istimewa untuk memohon ampunan-Nya, terutama bagi mereka yang merasa banyak dosa.

Puncak ibadah haji adalah waktu yang penuh dengan rahmat, dan di sana Allah akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang tulus. Pada saat itulah, seorang hamba merasa sangat dekat dengan Allah dan merasakan betapa besar kasih sayang-Nya.

Wukuf Mengingatkan Kematian dan Kehidupan Akhirat

Puncak ibadah haji mengingatkan kita bahwa maut bisa datang kapan saja tanpa permisi. Wukuf di Padang Arafah menjadi saat yang tepat untuk merenung tentang kehidupan kita dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati.

Jamaah haji diajak untuk mengingat kembali arti hidup yang sesungguhnya, yakni untuk mencari keridhaan Allah dan berbuat baik kepada sesama.

3 Hikmah Puncak Ibadah Haji

puncak ibadah haji
source image: nu online

1. Menguatkan Keteguhan Iman

Puncak ibadah haji tidak hanya sekadar kegiatan fisik, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Wukuf di Padang Arafah adalah saat bagi setiap jamaah haji untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat iman.

Momen ini menjadi titik balik dalam perjalanan spiritual seseorang, memperbaharui niat dan tekad untuk lebih taat kepada Allah.

2. Kesempatan Doa di Ijabah

Selama wukuf, jamaah haji memiliki kesempatan untuk berdoa dengan tulus, memohon ampunan, dan meminta petunjuk dari Allah.

Puncak dari haji ini adalah momen yang penuh berkah, di mana doa-doa hamba-Nya akan dikabulkan oleh Allah SWT.

3. Sujud Hanya Kepada Allah

Puncak ibadah haji mengajarkan kita tentang ketundukan kepada Allah. Dalam momen wukuf di Padang Arafah, setiap jamaah haji bersujud dan berdoa dengan penuh pengharapan.

Momen ini menjadi bukti nyata dari kecintaan dan ketundukan hamba kepada Sang Pencipta, sebagai wujud dari kekhusyukan dan ketulusan hati.

Penutup

Pentingnya memahami keutamaan serta hikmah dari ibadah haji, agar jemaah haji mendapatkan keberkahan serta mengetahui esensi dari ibadah yang dijalankan yaitu hanya untuk beribadah kepada Allah saja dan tidak bergantung kepada apapun juga selain Allah.

Bagi Anda yang sedang mencari travel haji khusus makassar, silahkan kunjugi tazkiyah tour sebagai penyedia layanan haji dan umroh yang telah terjamin dan terdaftar di kemenag, memiliki fasilitas yang lengkap serta harga yang terjangkau.

Desember 11, 2024

Tata cara umroh sesuai sunnah Rasulullah SAW wajib diketahui oleh setiap Jemaah umroh. Karena syarat diterimanya suatu ibadah salah satunya adalah sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Olehnya itu artikel ini akan mengulas secara terperinci tata cara umroh sesuai sunnah Rasulullah SAW mulai dari mengambil miqat sampai melaksanakan tahallul, dengan mengambil titik keberangkatan dari Kota Madinah Menuju Kota Suci Mekkah.

8 Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

tata cara umroh
Source Image: Detik

1. Hotel tempat tinggal

Sebelum meninggalkan hotel atau tempat tinggal menuju Masjid Bir ‘Ali (tempat pengambilan miqat), Jemaah dianjurkan untuk melakukan tata cara umroh sesuai sunnah rasulullah sebagai berikut  :

  • Mandi ihram

Mandi Ihram bisa dilakukan di hotel atau di tempat miqat. Namun dengan beberapa pertimbangan seperti pertimbangan efisiensi waktu Jemaah Indonesia lebih banyak melaksanakan mandi ihram di hotel.

Mandi Ihram di hotel ini dibolehkan sesuai hadis yang diriwayatkan Turmidzi dari Zaid bin Tsabit berkata “Saya melihat Nabi SAW melepaskan pakaiannya dan mandi untuk ihlal”.

  • Memotong kuku atau kumis

Memotong kuku, kumis, rambut atau bulu – bulu yang ada di badan itu dilarang ketika sudah dalam keadaan ihram. Makanya dianjurkan untuk dilakukan sebelum meninggalkan hotel.

  • Memakai farfum atau deodorant

Memakai parfum atau wangi – wangian dilarang ketika sudah berihram. Untuk menghindari bau atau aroma yang bisa mengganggu orang lain, maka dianjurkan kepada setiap Jemaah untuk memakai wangi – wangian atau deodorant sebelum berniat ihram.

2. Masjid Bir ‘Ali

Ketika sudah tiba di Masjid Bir ‘Ali,  jemaah disunnahkan melakukan beberapa tata cara umroh sesuai sunnah rasulullah sebagai berikut:

  • Mandi atau berwudhu

Bagi Jemaah yang belum mandi ihram di hotel, maka disunahkan untuk mandi ihram di Masjid Bir’ ‘Ali. Setiap Jemaah harus memastikan bahwa mereka sudah berwudhu atau wudhunya tidak batal sebelum memasuki masjid.

Sebelum memasuki Masjid, Jemaah harus memastikan telah memakai pakaian ihram dengan benar, dan bagi laki – laki tidak ada pakaian berjahit seperti pakaian dalam kecuali 2 (dua) lembar pakaian ihram.

  • Shalat sunnah ihram

Selanjutnya Jemaah melaksanakan shalat sunnah ihram dua rakaat. Dalam sebuah riwayat dari Imam Muslim dikatakan bahwa “Nabi SAW melakukan shalat dua rakaat di Dzulhulaifah tempat dimana Nabi memulai ihramnya” (HR Muslim)

  • Niat ihram

Setelah melaksanakan Shalat sunnah ihram, Jemaah melafalkan niat umrah :

Labbaika Allahumma Umrotan atau

Nawaitul UmrotanWa Ahramtu bihaa lillahi Ta’ala

Setelah Jemaah kembali ke bus, Jemaah kembali melafalkan niat umrah bersama – sama dibimbing oleh pembimbing.

3. Perjalanan Menuju Mekkah

Setelah niat Ihram Jemaah melanjutkan perjalanan menuju Mekkah. Hal ­hal yang dilakukan jemaah selama dalam perjalanan yaitu tata cara umroh sesuai sunnah rasulullah sebagai berikut;

  • Selama dalam perjalanan, jemaah sangat dianjurkan untuk terus membaca talbiyah, shalawat, doa dan dzikir
  • Menghindari perbuatan – perbuatan yang dapat mengakibatkan terjadinya pelanggaran larangan ihram
  • Berdo’a ketika tiba di gerbang kota Makkah
  • Hendaklah memasuki kota Suci Makkah dengan hati yang khusyu’, dan usahakan untuk tetap membaca talbiyah dan berdoa sepenuh hati

4. Tiba di Hotel Mekkah dan Persiapan Thawaf

Setelah tiba di hotel, Jemaah diharapkan dapat melakukan tata cara umroh sesuai sunnah rasulullah sebagai berikut ini:

  • Jemaah diarahkan ke kamar masing – masing sambil melakukan orientasi pengenalan hotel khususnya lobbi hotel, pintu masuk, lokasi lift, lokasi restaurant dan tempat berkumpul.
  • Selanjutnya Jemaah beristirahat di kamar masing, sambil menunggu waktu pelaksanaan ibadah umrah.
  • Selama istirahat Jemaah harus tetap menghindari perbuatan – perbuatan yang dapat mengakibatkan pelanggaran terhadap larangan – larangan ihram.

5. Masuk ke dalam Masjidil Haram dan melihat ka’bah

Setelah cukup istirahat Jemaah berkumpul ditempat yang sudah ditentukan. Beberapa hal tata cara umroh sesuai sunnah rasulullah yang harus dilakukan adalah:

  • Berwudhu karena syarat sah melaksanakan thawaf adalah harus ada wudhu.
  • Hendaklah mendahulukan kaki kanan ketika memasuki Masjidil Haram
  • Ketika melihat Ka’bah disunahkan untuk berdoa dan mengangkat tangan
  • Menuju tempat thawaf dengan bersikap santun, tidak terburu­buru. Jika kondisi penuh dan berdesakan agar bersabar. Jika terdorong orang lain agar memaafkan seraya terus menyadari bahwa dirinya sedang berada di tempat yang suci dan sedang menjadi tamu Allah,
  • Sebelum meemulai thawaf Jemaah harus memastikan dirinya dalam keadaan bersih atau suci dari hadats, serta pakaiannnya suci dari najis dan auratnya tertutup.
Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah Rasulullah
Source Image: Tazkiyah Tour

6. Thawaf

Tata cara umroh yang benar, dan sesuai sunnah yaitu melakukan thawaf dan ini wajib, berikut tata caranya:

  • Jemaah disarankan thawaf beregu atau berombongan
  • Jemaah dapat melakukan thawaf di lantai satu, dua, tiga, dan lantai empat. Tapi sebagian besar Jemaah lebih suka melakukan thawaf di lantai 1.
  • Thawaf dilakukan sebanyak 7 kali putaran, dimulai dan diakhiri di sudut Hajar Aswad yang ditandai dengan lampu hijau di sebelah kanan.
  • Setelah tiba di rukun Hajar Aswad, jemaah disunahkan untuk menyentuhnya, beristilam dan menciumnya apabila kondisi memungkinkan. Karena Jemaah dilarang atau tidak boleh menyakiti dan melukai orang lain hanya karena ingin menyentuh atau mencium Hajar Aswad.

Apabila karena kondisi yang sangat padat jemaah tidak dapat menyentuh Hajar Aswad, maka jemaah tidak perlu memaksakan diri. Jemaah cukup beristilam dengan melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad lalu mencium tangannya dengan mengucapkan:

Bismillahi Allahu Akbar Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar

  • Selanjutnya tata cara umroh sesuai sunnah Rasulullah yaitu thawaf putaran kedua sampai putaran ke tujuh, jemaah cukup menghadapkan muka ke arah Hajar Aswad dengan mengangkat tangan dan mengecupnya sambil membaca:

Bismillahi Allahu Akbar

Artinya:Dengan nama Allah, Allah Maha Besar

  • Selama thawaf tidak ada doa khusus yang disunatkan kecuali di dari Rukun Yamani ke Rukun Hajar Aswad. Jemaah disunahkan untuk terus berdzikir dan berdoa (doa apa saja) atau membaca Al­Qur’an, yang dibaca dengan suara lirih agar lebih khusyu’ dan tidak mengganggu jemaah lain,
  • Setiap Jemaah sampai di Rukun Yamani, disunahkan untuk mengusap Rukun Yamani (istilam), apabila kondisi tidak memungkinkan, cukup dengan mengangkat tangan tanpa mengecup dan mengucapkan:

Bismillahi Allahu Akbar

Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar

  • Antara rukun Yamani dan rukun Hajar Aswad jemaah disunahkan membaca doa yang artinya;
      • “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat Jemaah laki­laki disunahkan melakukan lari­ lari kecil pada tiga putaran pertama”
  • Kondisi tempat tawaf khususnya lantai satu terkadang sangat padat, sehingga semua jemaah harus bersabar dan mengendalikan diri agar untuk tidak berusaha menghalang­ halangi dan mendahului orang lain. Jemaah tetap focus pada doa dan zikir kepada Allah SWT.
  • Selama melaksanakan thawaf jemaah dilarang atau tidak boleh menyentuh dinding Ka’bah, Hijir Ismail, dan Syadzarwan (pondasi Ka’bah). Karena menyentuh bagian­bagian itu membatalkan putaran thawaf yang sedang dilaksanakan, sehingga Jemaah harus memulai kembali putaran thawafnya di rukun Hajar Aswad. Sedangkan putaran sebelum dan sesudahnya tetap sah.
  • Apabila jemaah merasa ragu dengan jumlah putaran tawaf yang sudah dilakukan, maka Jemaah harus mengambil hitungan yang paling sedikit. Untuk menghindari hal ini terjadi Jemaah sebaiknya menghitung dengan baik atau menyiapkan alat hitung.
  • Sesudah thawaf disunahkan melaksanakan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim atau tempat manapun di Masjidil Haram kemudian berdoa,
  • Setelah itu Jemaah disunnahkan berdoa di Multazam, yaitu tempat antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Namun jika kondisinya tidak memungkinkan karena padat, jemaah bisa berdoa dengan mengambil tempat yang searah dengan Multazam.

Selanjutnya, setelah jemaah selesai melaksanakan salat sunah thawaf, dan berdoa di Multazam, jemaah disunahkan minum air Zamzam yang diambil dari tempat yang telah disediakan di galon atau kran air Zamzam kemudian berdoa.

7. Sa’i

Setelah Jemaah selesai melaksanakan thawaf dan semua rangkaiannya, jemaah selanjutnya melakukan tata cara umroh sesuai sunnah rasulullah sebagai berikut:

  • Menuju ke tempat sa’i (mas’a) untuk melaksanakan sa’i yang dimulai dari bukit safa
  • Ketika Mendaki bukit safa, jemaah sambil berdzikir dan berdoa.
  • Setiba di atas bukit shafa, Jemaah menghadap kiblat dengan berdzikir dan berdoa
  • Sa’I dilakukan sebanyak 7 kali perjalanan antara bukit safa dan marwah.
  • Perjalanan dari safa menuju marwah terhitung 1 kali perjalanan, dan perjalanan dari marwah ke safat terhitung 1 kali perjalanan. Jadi sa’I dimulai di bukit shafa dan berakhir di bukit marwah.
  • Jemaah dapat melakukan sa’I dengan berjalan kaki. Tapi bagi Jemaah yang uzur atau sakit boleh menggunakan kursi roda atau skuter matik
  • Melakukan sa’i disunahkan suci dari hadats dan berturut­turut tujuh putaran, tetapi dibolehkan diselingi lama atau sebentar untuk melakukan shalat fardhu atau lainnya
  • Ketika Jemaah tiba di lampu hijau, disunnahkan untuk berlari – lari kecil bagi Jemaah laki – laki, sedangkan Jemaah perempuan cukup berjalan biasa.
  • Jemaah disunnahkan untjk berdzikir dan berdoa selama melakukan sa’i
  • Setelah cukup 7 kali perjalanan Jemaah membaca doa di bukit Marwah. Tahallul atau Bercukur seperti tata cara umroh sesuai sunnah rasulullah.

8. Tahallul

Tata cara umroh sesuai sunnah rasulullah selanjutnya yaitu melaksanakan sa’i. Jemaah melakukan tahallul atau memotong rambut dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Laki­ laki dibolehkan mencukur habis rambutnya (gundul), atau memotong sebagian rambut kepala sambil membaca doa mencukur rambut seperti tata cara umroh sesuai sunnah Rasulullah
  • Perempuan cukup memotong sebagian rambut kepala minimal tiga helai
  • Bagi jemaah yang kepalanya botak, tahallul dilakukan dengan menempelkan pisau cukur atau gunting di kepala sebagai isyarat mencukur rambut
  • Setelah jemaah selesai bercukur/memotong rambut kepala, maka ibadah umrah yang dia lakukan sudah selesai dan ia terbebas dari larangan­larangan ihram (tahallul).

Penutup

Demikianlah tata cara umroh sesuai sunnah Rasulullah SAW, untuk menjadi pegangan bagi setiap Jemaah yang ingin menunaikan ibadah umroh.

Bagi Anda yang ingin melaksanakan tata cara umroh sesuai sunnah Rasulullah SAW, Anda bisa memilih travel agen umroh tazkiyah tour yang telah berizin dan terdaftar di kemenag, memiliki fasilitas yang terjamin dan paket umroh yang terjangkau.