fbpx
Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: info@tazkiyahtour.co.id

Blog

March 30, 2020

Penyiapan Akomodasi Jemaah Haji Indonesia di Mekah Hampir Rampung

JEDDAH – Asa itu terus dijaga. Harapan agar wabah corona segera berlalu dan para calon tamu Allah bisa berangkat ke tanah suci. Makanya, petugas penyiapan layanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi terus bekerja.

Mereka terdiri atas tiga tim. Ada yang mengurusi akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Mereka sudah berangkat ke Arab Saudi secara bertahap sejak pertengahan Februari.

Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali mengatakan, persiapan layanan akomodasi di Mekah sudah hampir final. “Sampai saat ini sudah ada deal atau kesepakatan harga untuk 204.755 orang atau sekitar 97,75 persen dari total kebutuhan,” ujar Endang dari Jeddah, kemarin, dikutip dari situs resmi Kemenag RI.

Untuk Madinah, juga sudah ada kesepakatan dengan otoritas di sana mengenai fasilitas untuk 21.015 jemaah atau berkisar 34 persen.

Untuk konsumsi, tim penyedia layanan sudah menyelesaikan proses verifikasi dokumen dan verifikasi faktual atau lapangan. Selanjutnya adalah negosiasi harga dengan pendaftar yang lolos verifikasi.

“Sekarang tim sudah deal harga dengan 25 perusahaan konsumsi di Mekah,” tambah Endang. “Untuk penyediaan layanan konsumsi jemaah di Madinah dan Bandara, belum masuk tahap negosiasi harga,” sambungnya.

Penyediaan layanan akomodasi dan konsumsi ditargetkan selesai pada pekan kedua April. Adapun untuk layanan transportasi, saat ini baru menyelesaikan tahapan penilaian serta verifikasi dokumen dan lapangan. Prosesnya, ditargetkan selesai akhir April.

Saat ini proses pengadaan layanan akomodasi dan konsumsi masih terfokus di Mekah. Tim belum bisa ke Madinah seiring adanya pengetatan aturan dan pemberlakuan jam malam di Arab Saudi. Sementara proses pengadaan transportasi berlangsung di Jeddah.

“Waktu efektif tim penyedia layanan di Saudi saat ini hanya pagi hingga pukul 13.00,” tutur Endang.

Baca Juga:  Kisah Sedih Suami Meninggal saat Istri Berhaji, Lihat Jenazah Dimandikan lewat Video Call

Endang memastikan bahwa proses pengadaan akan berhenti sampai pada tahapan berita acara kesepakatan, belum sampai proses kontrak dan pembayaran uang muka. Kontrak dan pembayaran uang muka akan dilakukan setelah sistem e-Hajj dibuka kembali. (tim media tazkiyah)

Bagikan :